NovelToon NovelToon
Duda Perawan

Duda Perawan

Status: tamat
Genre:Duda / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:26.4k
Nilai: 5
Nama Author: pejuang keluarga

Tia adalah seorang gadis biasa yang ingin mengubah nasib keluarganya menjadi lebih baik, bahkan bercita-cita ingin menjadi penulis hebat dan berharap mendapat suami yang bisa mengangkat derajatnya, akan tetapi apalah daya, sejak tia bertemu dengan duda yang sudah merusak hidupnya dan menghancurkan segala impian juga harapannya, tia pun ahirnya pasrah dengan keadaan dan menerima nasibnya yang harus menjalani hidup dengan duda itu walou hidup sederhana. tapi apakah tia akan menyerah begitu saja dengan ke inginannya setelah menikah dengan si duda itu.
baca cerita selanjutnya ya.! di angkat dari kisah nyata, entah percaya atau tidak. tapi begitulah kenyataannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pejuang keluarga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melamar kerja

Satu minggu setelah kejadian itu. Aku memutuskan untuk mencari pekerjaan, aku menanyakan lowongan kerja pada setiap teman dan sodara. Meski bukan pekerjaan seperti orang lain di pabrik atau di kantoran juga gak masalah asal aku tidak di rumah terus.

Aku memutuskan untuk meninggalkan si duda kucay yang membuat ku risih dan tak nyaman. Aku tak pernah lagi ingin berhubungan dengannya, bahkan memikirkannya sampai menikah pun tak pernah, aku tak ada niatan untuk menikah dengan si duda kucay itu.

Meski bimbang dan ragu. Aku berusaha meyakinkan diri sendiri, kalou keperawanan ku belum sepenuhnya terbobol, meski merasa gundah dan kacau aku berusaha tenang.

Beberapa hari aku mencari kerjaan. Ahirnya aku mendapatkannya dari sodara laki-laki ku, anak Uwa dari Bapa ku, dia itu Jayadi, namun di panggil Yadi atau Jay.

Mamah waktu itu sedang menelpon dengan kakak iparnya, lalu menanyakan tentang pekerjaan untuk ku, kata Uwa Fatimah ada sama si Jay, dia lagi cari kariawan baru katanya. Kerjanya cuma bershiin cin-cin yang mau di cetak, kalo mau bisa bilang dari sekarang kata Uwa Fatimah.

Mamah segera menutup telponnya dan mengahampiri ku.

"Tia..Tia!" kamu beneran mau kerja?" tanya Mamah meyakinkan.

"Iya Mah, emang kenapa? Dari pada di rumah trus gak ngapa-ngapain bosen," jawab ku beralasan.

"Ini ada, kata Uwa, nanti bareng sama si Jay, katanya nanti malem mau ke sini langsung jemput, kalo kamu mau, kamu siap-siap sekarang. biar gak ada yang ketinggalan nanati," ucap Mamah.

Hah, seketika aku mengerejat dari rebahan ku dan membulat kan mata karna saking tak percaya nya.

"Secepat itu buru-buru banget sih," jawab ku menggerutu.

"Iya katanya dia udah 2 hari di kampung sama bosnya, sekarang mau berangkat lagi ke jakarta biar langsung sekalian bareng katanya." jelas Mamah.

"Ooh_ya udah lah gak masalah," ucap ku.

Aku pun segera merapihkan barang yang akan aku bawa nanti, sambil memikirkan apa yang akan aku kerjakan nanti di sana karna belum tau pasti apa pekerjaannya, tapi katanya kerjaannya santai, cuma ngebersihiin cin-cin yang mau di cetak, ah tau lah yang penting kerjanya halal. "gumam ku dalam hati."

Sore hari pun tiba, waktu berlalu dengan begitu cepat tak terasa, habis isya Jay datang ke rumah dengan bosnya.

*

*

Tok_tok_tok_

"Assalamualaikum," ucap lelaki yang suaranya asing bagi ku.

"Tia...Tia!" kamu di rumah gak?" timpal Jay, yang tak sabar ingin segera ke rumah.

"Walaikumsalam," ucap ku dan Mamah serempak.

"Iya...ya sebentar aku baru ganti baju," ucap ku segera menghampiri dan membukakan pintu.

"Silahkan masuk Jayadi, sama Bapak nya juga," ucap ku, karna Mamah ke dapur mengambil minuman untuk di sodorkan.

Mereka pun masuk lalu duduk sebelahan.

"Udah siap belum Tia?" Tanya Jay.

"Iya udah, eh iya Bapak ini siapa? maaf," tanya ku.

"Pak Bos," jawab Jay singkat.

"Udah yu, kita berangkat sekarang Pak," ucap Jay sama bosnya.

"Ya udah sih gak usah buru-buru, santai aja, lagian kita mau pulang ini kok," jawab Pak Bos.

"Ini silahkan di minum dulu pak kopinya, Jay di minum," ucap mamah mempersilahkan kedua orang itu.

10 menit kami berbincang, aku pun pergi berpamitan sama mamah begitu pula dengan pak bos dan Jayadi bersalaman sama Mamah.

"Aku pergi dulu ya Mah, doakan aku biar aku berhasil," ucap ku sambil mencim tangan Mamah.

"Iya Mamah selalu doakan kamu," sambil mencium kening ku dan kedua pipi ku.

"Aku berangkat ya, daah,"

Aku masuk ke mobil sambil melambai kan tangan dan berlalau pergi dari rumah.

Mamah yang hanya menatap kepergian ku sambil berdiri di depan teras rumah, tak luput dengan senyumannya yang mungkin sedikit hawatir, karna ini baru pertama kalinya aku jauh dari rumah tapi aman menurutku. dari pada tinggal di rumah dengan orang yang "iih" membayangkan nya sajah males, kalo si Duda itu terus-terusan datang ke rumah dan melakukan hal yang menjijikan itu lagi hiiih, Pikir ku bergidik.

Di perjalanan aku tak terlalu banyak bicara meski aku memang sudah sangat akrab dengan Jay, karna kami dulu tinggal bersama. sama Nenek dari Bapak dan Uwa Fatimah waktu SD, kami hanya bercengkrama seadanya dan seperlunya di dalam mobil, karna hari memang sudah cukup larut dan mengantuk.

Jay yang tidur di jok bersmpingan dengan ku dia meringkuk dengan di tutupi jaket sajah, karna memang cuaca sedang dingin dan musim hujan. Pak Bos yang pokus menyetir pun sepertinya mulai mengantuk. Tapi aku tak bisa tidur, aku hanya memain kan henpon sambil bermain game, tak ada pesan masuk atau pun telpon, karna aku sudah mengganti nomor dengan yang baru.

Saat di tengah perjalanan Pak Bos menghentikan mobilnya dan turun di sebuah warung yang tak terlalu besar itu, mungkin dia ngantuk dan cape hingga memutuskan untuk beristirahat sebenrtar, Jay yang sudah tidur dari tadi. dia tak di bangunkan oleh bosnya, karna mungkin kasihan dengan Jay yang sudah menemaninya 2 hari berkeliling itu, kata si Jay sih bosnya habis ngirim barang sambil jenguk orang tuanya di kampung gitu ceritanya.

Tiba di tempat yang akan aku tinggali dan bekerja di sana, para pegaway antusias menyambut kedatangannku di sana, mereka semua baik dan ramah dengan 2 wanita bernama Kak Iis dan Yuli yang langsung mengenalkan diri masing-masing tanpa di tanyakan, juga 5 orang pria remaja 6 dengan jay, 2 orang remaja yang masih kecil, menurutku si dia harusnya masih sekolah SMP atau baru masuk SMA namun sepertinya tak melanjutkan sekolah nya.

Kami pun berkenalan satu sama lain sambil bersalaman dan meneybutkan nama,

"Kenalin aku Boni, usiaku 16 thn," ucapnya dari cowo jangkung berkulit putih, Usianya beda 1 tahun dengan ku.

"Aku Rangga. aku 17 thun," ucapnya. pria maco dengan tubuh yang ber isi dan otot yang lumayan.

"Aku Rendi, aku baru 15 tahun," sahut nya.

"hah! aku sedikit terkejut, kok tubuh kamu kecil, ucap ku sambil nyengir kuda.

"Aku Iwan, aku juga baru 15 tahun," namun iwan tubuhnya agak sedikit tinggi dari Rendi. Jadi pas lah untuk usianya yang segitu.

"Kalo aku Dani, aku 18 thun," pria yang agak kurus dan hitam manis itu

di tengah-tengah saat kami berbincang dan bersenda gurau, karna hari itu kebetulan katanya libur kalo hari minggu.

Lalu si Jayadi tiba-tiba datang dan menyerobot dengan ke usilannya yang sudah biasa.

"Kenalin aku Meyicle Jhackshen," ucap nya sambil berputar menari ala mekel jeksen. yang terkenal waktu itu pada masanya.

Semua orang menertawakan tingkah jahilnya si Jay, yang memang dia selalu suka usil.

Haha_haha_ ha ha_ha.

"Ada apa? Rame-rame," sambil menghampiri kami dengan tatapan herannya, tanya wanita cantik dan kurus itu.

"Eeuhm, enggak kita cuma lagi bercanda liatin si Jay," jawab kak Iis.

"Ooh_kirain ada apa? Ya udah siap-siap kalian bersih-bersih ya, hari ini kita akan memberish kan semua ruangan agar nyaman," ucap wanita kurus itu menyuruh kami.

"Iya, siap," jawab kami serempak.

"Eh itu yang tadi siapa sih?" tanya ku sama Kak Iis dan yuli, sambil berjalan bareng masuk ke rumah.

"Oh dia itu temennya pak bos, katanya sih calon istri, tapi dia tinggal bareng di sini," jawab kak Iis berbisik.

"Ooh," jawab ku, tak lagi bertanya.

Ah, masa iya kok baru calon udah tinggal bareng, gak kenapa napa emang nya, "pikir ku" namun aku tak mempedulikannya. bodo amat lah orang lain ini tak mau kepo.

Kami membereskan semua ruangan yang berantakan dan berdebu, dengan bekerja sama dan banyak orang yang memegang tugas masing-masing, ahirnya semua pekerjaan pun cepat selesai.

Lalu kami beristirahat dengan di sodori minuman dingin yang di buat dari marjan

saking hausnya kami menghabiskan 1 poci ukuran 2 liter setengah itu ludes dengan hitungan menit sajah, hanya tinggal es batu nya sajah yang ter sisa.

Esok harinya kami mulai kembali denga aktipitas kami yang sesungguhnya, kami kembali dengan tugas masing-masing.

Aku Kak Iis, Yuli, Rendi, membersihkan lilin yang di bentuk cin-cin, seperti yang di katakan Jay tempo hari, Boni yang bertugas mencetaknya dan membuka karet cetakannya sedangkan Iwan dia memasangkan kembali karet-karet yang sudah di pakai, kalau Rangga, Dani dan Jay, mereka bagian finising. katanya begitu.

Aku belum paham dengan pekerjaan ini dan belum tau apakah pekrjaan ini legal atau ilegal. ah entah lah yang penting aku bisa kerja dan menjauh dari si Duda itu, pikir ku melayang ke mana-mana.

Belum genap 1 minggu aku bekerja di sana, mungkin sekitar 5 atau 6 hari. tiba-tiba Bos kami Pak Bram dan cewe nya itu pergi dan berpesan, seperti ini.

"Kalo ada yang datang bilang sajah gak tau, saya gak akan lama," ucap Pak Bram pada kami yang ada di ruang percetakan.

Lalu pergi ke ruang finising. Mengatakan hal yang sama ke Rangga, Jay juga Dani lalu mereka berdua pergi dari rumah, meninggalkan kami tanpa memberi kami bekal uang. Hanya ada bahan makanan di kulkas karna katanya tak akan pergi lama.

3 hari berlalu namun, Pak Bram dan cewenya yang kurus itu belum kembali di hari ketiga. Tepat sehabis duhur sekitar jam 2 siang datang 3 orang laki-laki bertubuh kekar dan memakai celana hitam dan jaket kulit hitam, kami semua sangat kaget dengan kedatanga mereka yang tib-tiba saja muncul dan masuk menerobos ke rumah.

Mereka menanyakan keberadaan Pak Bram. hey eneng-eneng kalian tau Pak Bram di mana tanya 2 orang pria tak di kenal itu sedangkan 1 pria lagi menggeledah ruangan.

"Kalian tenang sajah gak usah takut, kami hanya ingin tau sajah, kami akan mengaman kan kalian,"

"Kata pria yang menghampiri kami dan 1 orang pria di belakangnya ikut serta menanyakan hal yang sama.

"Iya kami hanya ingin tau keberdaan Pak Bram," Kata pria itu.

Ke 3 pria itu duduk di depan rumah, mungkin mereka menunggu ke datangan Pak Bram yang tak kunjung datang sampai larut malam

jam 8 malam, Pak Bram masih belum ada kabar, bahkan memberikan tanda-tanda atau isyarat.

Kemudian, 3 pria itu memutuskan untuk langsung bertindak. Mereka membawa semua barang dirumah itu, rumah yang di jadikan untuk kami bekerja semua di gondol habis tak ada yang tersisa barang 1 pun lalu mereka membawa truk yang di pesannya untuk mengangkut barang.

Kami yang berjumlah 9 orang pun ikut serta di boyongnya dengan mereka. aku, Yuli, Kak Iis dan Boni, ikut dengan pria gemuk menaiki mobil sedan berwarna hitam itu dengan perasaan dan pemikiran yang kalut dan bingung tak tau apapun. kami hanya mengikutinya sajah.

Saat di perjalanan pun kita berempat tak ada yang berbicara apapun, kita sibuk dengan pikiran mading-masing.

Aku pun sudah berfikir hal yang negatif, aku takut mereka membawa kami ke kantor polisi atau sebuah gudang yang gelap atau bahkan bisa jadi di bawa ke suatu tempat menyeramkan, lamun ku menduga-duga di sepanjang jalan. aku pasrah sajah jika nanti di introgasi atau apa lah, karna aku memang tak tau apapun dengan apa yang terjadi namun aku berusaha berpikir positip.

Hayo di bawa ke mana kita ? Coba tebak.

1
վմղíα | HV💕
sabar semoga dapat rejeki mendadak dapat motor lagi
Amira Jihan Nurfaiza: aamiin
total 1 replies
վմղíα | HV💕
Tia kamu sangat lucu 😂
Amira Jihan Nurfaiza: mkasiiih.,😁
total 1 replies
HARTIN MARLIN
menyimak dulu
Amira Jihan Nurfaiza: ah jadi malu aku di mampirin suhu,.,🙈🙈
total 2 replies
JW🦅MA
mantap tuh duda
Alice
aku mampir kak, semngat.
Amira Jihan Nurfaiza: makasih ya dukungannya,.🥰
total 1 replies
JW🦅MA
walah kakaknya bisa bersikap gitu ya 😄😄😄😄😄
Amira Jihan Nurfaiza: emmh,.,maksudnya,.,/Doubt/
total 1 replies
վմղíα | HV💕
kk yunia mampir
Amira Jihan Nurfaiza: oke,.,makasih say,.,komen ya kalo ada yang gak sesuai atau ada kekurangan
total 1 replies
yosh—
kakak macam apa ini..🥴🥴🥴bilal....
Amira Jihan Nurfaiza: hooh,.,adek nya si tia namanya bilal,.,
bilal bin rabah,.,😁😁
total 1 replies
ℭ𝔲𝔱 🍁𝔎𝔲𝔱𝔦𝔡𝔥𝔦𝔫𝔤 🍁
Aku mampir kk💃🥰
Amira Jihan Nurfaiza: oke,.,makasih say,.,kalo da yang kurang boleh di korksi ya
total 2 replies
Belinda Dayes
Ceritanya memukau, jangan berhenti menulis ya author!
Amira Jihan Nurfaiza: terimakasih say,.doakan sajah semoga bisa selalu menulis denga baik,.dan jangan lupa koreksinya ya,.jika ada kekurangan,.🥰
total 1 replies
Táo mèo
Baper deh!
Amira Jihan Nurfaiza: makasih,.🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!