NovelToon NovelToon
Perangkap Cinta CEO Licik

Perangkap Cinta CEO Licik

Status: tamat
Genre:CEO / Lari Saat Hamil / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:766.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: riri_923

Jatuh hati pada seorang kasir di salah satu cabang Marmart milik nya? Mungkin hal ini akan menjadi lelucon di kalangan kelas atas.

Tapi salahkan paras dan perilaku gadis mungil itu yang terlewat menggemaskan di mata seorang Marvin Cargius Adam's pria berkarisma serta berpendidikan yang harus menggunakan cara kotor nya demi mendapatkan gadis pujaan nya.

*Sequel dari "Don't Touch My Baby!". Jangan lupa baca season satu nya🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri_923, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 16. Rencana Kabur

Selang satu jam lama nya karena banyak nya permintaan Olivia, kini beberapa orang penyaji makanan datang membawa makanan yang Olivia pesan.

Mulai dari makanan berat, ringan hingga beberapa cemilan lain nya tersaji di depan mata wanita itu.

"Selamat menikmati nona" Ujar kompak para pramusaji tersebut.

"Hm, terima kasih dan kalian boleh keluar kecuali dia" Ujar Olivia menunjuk salah satu pramusaji perempuan yang terlihat sangat muda.

"Maaf nona, apa ada yang nona ingin kan lagi? Biar saya saja yang membantu nona, dia hanya anak magang di hotel ini" Ujar seorang pramusaji yang Olivia yakini adalah penanggung jawab nya.

"Tidak ada dan aku hanya ingin dia tepat di sini" Tegas Olivia bak seorang tuan putri.

"Baiklah nona, kami permisi"

Beberapa pramusaji itu pun keluar meninggalkan president's room itu, menyisakan seorang perempuan yang katanya seorang anak magang.

"Kamu" Panggil Olivia pada perempuan itu.

"Iya nona" Sahut nya sopan dengan kepala menunduk.

"Duduk lah dan temani saya makan"

Seketika kepala perempuan itu menatap wajah Olivia, namun tak lama karena setelah nya perempuan itu kembali menunduk.

"Saya tidak berani nona"

Olivia berdecak sebal kemudian wanita itu bangun dan menarik tangan pramusaji itu hingga duduk di sebelah nya.

"Nona.."

"Turuti saja atau aku laporkan pada pemilik kamar ini!" Ancam Olivia tidak sudi menyebut nama Marvin.

Perempuan itu menggeleng cepat. "Jangan nona, saya akan menemani anda"

"Bantu habiskan makanan ini juga"

Perempuan itu tidak melawan lagi, ia takut jika harus di keluarkan dari tempat magang ini yang nanti nya akan mempersulit nilai nya.

Kini kedua nya pun mulai makan, tetapi tidak dengan perempuan itu yang duduk resah walaupun batin nya tengah memuji rasa masakan hotel berbintang ini.

"Kamu tau?" Ucap tiba-tiba Olivia membuat perempuan itu menoleh.

"Tidak nona"

Olivia menghela napas berat sebelum menyuap makanan nya dan mulai bicara di sela kunyahan nya.

"Kamu melihat dia penjaga di depan sana 'bukan?"

Perempuan itu mengangguk, ia memang melihat dua penjaga di depan sana.

"Aku di kurung"

Kunyahan perempuan itu terhenti bersamaan dengan mata nya yang sedikit melotot kaget menatap Olivia.

"Aku di kurung oleh pemilik kamar ini, lebih tepat nya pemilik hotel ini huh.." Olivia kembali menghela napas berat nya, tangan nya kini hanya mengaduk-aduk makanan mahal itu.

Entah apa yang ia rencanakan, yang pasti ucapan Olivia sat ini merupakan salah satu tujuan awal nya untuk bisa kabur.

Perempuan itu terkekeh pelan. "Nona bercanda 'kan? Tidak mungkin.."

"Apa saat masuk tadi kamu tidak melihat siapa yang membuka pintu nya dengan kartu akses itu?" Potong Olivia.

Kini perempuan itu kembali diam, menatap Olivia tak takut seperti sebelum nya.

"Sebenarnya aku hanya seorang perempuan biasa yang bahkan tidak melanjutkan kuliah ku karena kekurangan biaya, entah kenapa pria itu mengurung ku di sini hikss.." Olivia terisak.

Ya benar, wanita itu mengeluarkan air mata nya. Entah air mata kesedihan atau kepalsuan tetapi yang pasti saat ini perempuan di samping nya mulai merasa iba.

"Nona.." Perempuan itu memberikan tissue pada Olivia, tatapan nya mengiba dan Olivia mengetahui itu.

"Entah sampai kapan aku di kurung di sini hikss.. Aku ingin keluar dan kembali menjalani kehidupan ku yang susah asalkan aku bebas hikss.." Ucap Olivia semakin terisak.

Perempuan itu tidak bisa mengatakan apa-apa, ia hanya mengusap bahu Olivia mencoba menenangkan wanita yang seperti nya seumuran dengan nya.

Olivia menggenggam sebelah tangan wanita itu dengan tatapan penuh permohonan. "Tolong bantu aku keluar dari sini hikss.. Aku khawatir pada adik ku yang tinggal sendirian di rumah, dia masih berusia tiga tahun hikss.."

"Bagaimana cara saya membantu nona? Saya tidak berani" Ungkap perempuan itu.

Mau bagaimana pun posisi nya di sini hanya lah mahasiswa magang, jika dia membuat ulah bukan hanya diri nya tetapi universitas pun akan menanggung nya.

"Lalu bagaimana dengan adik ku hikss,, dia sendirian pasti dia kelaparan hikss.."

Bohong saja, padahal wanita yang tengah terisak itu tinggal sendirian di kost kecil nya. Mana ada seorang adik berusia tiga tahun!

Perempuan di hadapan Olivia dilema, perasaan nya tidak tenang antara ingin membantu Olivia atau takut akan konsekuensi yang akan di tanggung nya nanti.

Olivia melipat kedua tangan nya di atas lutut kemudian membenamkan wajah nya di antara lipatan tangan itu. "Seperti nya aku harus menyiapkan diri saat pulang nanti melihat tubuh adik ku mengering hikss.."

"Tidak nona, saya akan membantu nona!"

*

"Seperti ini?" Tanya perempuan itu mulai gentar.

"Iya seperti ini saja, tidak mungkin penjaga di depan membuka tirai ini" Ucap yakin Olivia.

Cukup nekat tetapi ini lah rencana Olivia yang harus dengan berat hati mengorbankan perempuan baik di hadapan nya ini.

Dengan membuat perempuan itu menjadi diri nya yang seakan tengah berendam di dalam bathtub dengan tirai penutup yang di tutup hingga hanya menampakkan siluet nya saja.

"Tapi nona, bagaimana jika nanti.."

"Aku berjanji, setelah keluar dari sini aku akan melapor polisi dengan alasan penyelundupan obat terlarang agar polisi bisa membantu mu keluar dari sini"

Perempuan itu mengangguk ragu, ia percaya pada Olivia dan dengan cerita hidup wanita malang di depan nya.

"Baiklah, kamu duduk saja dan bersikap seolah tengah menggosok tubuh mu"

Perempuan itu kembali mengangguk, dan langsung duduk di dalan bathtub berisi air itu membahasi pakaian Olivia yang ia pakai.

Setelah nya Olivia pun menutup tirai tersebut sedemikian rupa, lalu berjalan ke arah kava yang menampilkan tubuh nya dengan balutan seragam pramusaji hotel tersebut.

Tak lupa Olivia juga mendandani wajah nya begitu jelek dengan tompel di pipi kiri nya dan jerawat buatan di wajah nya. Benar-benar bukan seperti Olivia.

Olivia berdehem tanda akting di mulai, kini wanita itu pun berjalan membuka pintu kamar mandi yang sudah menampakkan salah satu sosok penjaga di depan pintu masuk kamar itu.

"Tuan" Sapa Olivia menunduk dengan suara yang sengaja ia kecilkan.

"Dimana nona?" Tanya dingin penjaga itu.

"Nona sedang berendam tuan, saya baru saja membantu nona untuk menggosok punggung nya"

Mata penjaga itu menatap tajam Olivia kemudian berlalu melirik ke dalam kamar mandi itu yang terlihat siluet tubuh perempuan yang tengah menggosok lengan nya.

"Tugas saya telah selesai tuan, saya permisi" Olivia membungkuk kemudian berjalan ke arah troli makanan yang sebelum nya di bawa oleh perempuan di dalam bathtub itu.

Penjaga itu tidak menaruh curiga sedikit pun pada Olivia karena memang riasan wajah Olivia benar-benar mempu mengelabuhi penjaga itu, bahkan penjaga di depan pintu kamar tersebut.

"Berhasil!" Batin senang Olivia sedikit berdebar kala menunggu lift terbuka.

...****************...

1
namia khira
bagus ceritanya
Avril
😂😂
Icikiwir
Marvin thor
nobita
sepet nonton drakor
nobita: seperti nonton drakor
total 1 replies
nobita
itu bukan mencintai Marvin tapi obsesi mu terhadap Olivia
nobita
horang kaya mah bebas ya pemirsahh
nobita
itulah tandanya orang sedang jatuh cinta... diluar nurul
nobita
alur ceritanya apik thor... tulisannya juga rapi... ku suka kusuka
Alifah Azzahra💙💙
Bos mah emang banyak modusnya yah Thor 🤣🤣
Alifah Azzahra💙💙
Kasian kamu Rio punya bos bucinnya tingkat dewa 🤣🤣
Alifah Azzahra💙💙
Penguntit Mesum🤣🤣
Rahmi Mamimima
wkwk klo marvel lgsg marah pas adisty mngumpat

kalau marvin d biarin aja ,mau oliv mngumpat kyk gmn pun 🤣
Rahmi Mamimima
keren sih barra
krna dy tau, akan semarah apa dirinya jika agis anaknya
smua ayah pasti marah klo anaknya d hamili laki2 yg bkn suaminya
Rahmi Mamimima
kyknya d pkiran marvel skrg adalah oliv.krna dy kn mulai suka sm oliv sjak dy mnemukan oliv d pohon
Rahmi Mamimima
astagaa
gk marvel , gak marvin
sm2 gila
Rahmi Mamimima
lah km apa vin? gatal sm calon tunangan org 😆😆😆
Rahmi Mamimima
wkwkwkkw🤣🤣🤣

lupa klo suaminya mudah tantrum
Rahmi Mamimima
heh 🤪🤪 bisa2nya lupaa
keenakan makan sm mantan yg lain d lupakan
Rahmi Mamimima
😆 gembul jg krna hamil anakmu vin
Rahmi Mamimima
🤣🤣 gitu2 kn nurun dr klakuanmu barra
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!