NovelToon NovelToon
Ayo Nikah

Ayo Nikah

Status: tamat
Genre:Romansa / Tamat
Popularitas:14.2k
Nilai: 5
Nama Author: febrianis

Tidak ada kehidupan yang sempurna, setiap Manusia pasti diuji. Begitu pula dengan gadis manis, bernama Cessioliv. Hidup dengan orang tua angkat, disebabkan orang tua kandungnya telah tiada. Membuat kepribadian Cessi menjadi kuat, seperti baja. Tanpa pernah mengenal arti kasih sayang yang utuh, hingga bertemu dengan pemuda bernama Raka. Membuat Cessi, terjebak dalam sebuah hubungan yang rumit.



Cessi yang memiliki profesi sebagai youtuber, sering terlibat pertemuan yang tidak disengaja dengan Raka. Seolah, takdir ingin mempersatukan kedua insan tersebut. Pada suatu hari, disaat Cessi tengah dirundung perasaan sakit hati. Dimana ibu angkanya mengusir Cessi dan membuat gadis itu tidak memiliki tempat untuk berteduh lagi.

Apakah yang akan terjadi kepada hidup Cessi? Ayo baca dan ikuti kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon febrianis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 Jangan Macam-macam

Sang kepala sekolah pun menjelaskan, apa yang terjadi. Terlihat ibunya Bargon mengeritkan dahnya dan melihat ke arah Cessi. Memperhatikan gadis itu dari atas hingga kebawah.

“Jadi, apa yang akan anda lakukan?” tanya ibu Bargon kepada sang kepala sekolah. Tanpa, mengalihkan perhatiannya dari Cessi.

“Saya akan memberikan tindakan tegas, tentang apa yang telah mereka berdua lakukan,” jelas kepala sekolah dengan nada serius.

“Baiklah! lakukan!”

“Ibu!”

Bargon sangat terkejut dengan apa yang baru saja ibunya sampaikan, dia ingin sekali membela Cessi. Namun, sorot mata dari sang ibu yang melotot ke arahnya. Membuat nyali Bargon menciut seketika.

“Baiklah, Bu. Kami akan meng–skor Bargon selama seminggu, jadi … dia tidak boleh bersekolah dan mengikuti pelajaran semalam masa hukuman tersebut.”

Ibunya Bargon pun menyetujui apa yang diminta oleh sang kepala sekolah, lalu menarik tubuh putranya agar keluar dari ruangan itu.

Sebab, dia merasa malu akan sikap nakal yang telah Bargon lakukan. Sebelum keluar, Bargon masih menatap iba kearah Cessi. Pemuda itu yakin, jika gadis yang disukainya itu tangah tertekan dengan keadaan yang sedang terjadi.

“Cessi! Kenapa orang tuamu tidak bisa dihubungi?” tanya Pak Martin. Selaku wali kelas Cessi, lelaki itu telah berkali-kali menghubungi kedua orang tua angkat Cessi. Namun, tidak tersambung.

“Saya tidak tahu, Pak!” kata Cessi yang memang tidak mengetahui apapun. Setelah kejadian semalam, ingatanya pun kembali kepada keadaan sang ibu yang pingsan di dalam kamar mandi.

“Kenapa bisa begitu? Lalu, siapa yang bisa kami hubungi, untuk menandatangani surat skor–mu, ini?” tanya kepala sekolah. Seraya menampakan kertas yang ada di tangannya.

Cessi berpikir keras, siapa yang bisa dihubungi olehnya dan bisa membantu. Hingga, dia teringat akan satu nama.

“Om, ganjen,” batin Cessi. Kemudian mengeluarkan ponselnya dari saam tas.

“Apa yang kamu lakukan, Cessi?” tanya kepala sekolah yang melihat Cessi mengeluarkan ponselnya.

“Saya ingin menghubungi, om saya, Pak. Bisakah, dia menjadi wali untuk saya? Menggantikan orang tua angkat saya yang masih belum bisa Bapak, hubungi?” tanya Cessi dengan sorot mata berbinar.

Sang kepala sekolah pun mengangguk kecil. tanda memberikan izin. Sebab, mereka tahu, jika Cessi hanya tinggal dengan kedua orang tua angkat dan tidak ada kejelasan. Siapa orang tua kadnungnya, karena suatu alasan yang tidak dijelaskan oleh keluarga Cessi.

Cukup lama Cessi menunggu, sambungan teleponnya tersambung. Dengan perasaan harap-harap cemas, sampai terdengar suara sapaan Raka. Bagaikan angin penyejuk hati.

Namun, senyum Cessi sirna seketika. Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh pemuda itu. Patah sudah harapan Cessi.

“Apa, Oliv! Jangan bilang kamu kangen sama aku? Sekarang, aku lagi sibuk!” jelas Raka di seberang sana. Lelaki itu tengah berada di balik monitor, huna mengetik sebuah berita yang menjadi trending topik hari ini.

“Maaf, Om. Tapi … aku lagi dipanggil kepalal sekolah. Bapak dan Ibu tidak bisa dihubungi, apa Om bisa—”

Belum selesai Cessi menjelaskan masalah yang tengah dihadapi olehnya, panggilan telepon di putuskan dengan secara sepihak.

Cessi hanya bisa menelan perasaan kecewa, dia menatap kedua orang lelaki yang sudah siap . Dengan raut wajah sendu.

“Mohon maaf, Pak. Om saya—”

“Tunggu, dulu!” Pak Martin menghentikan ucapan Cessi, sebab telepon milik lelaki itu berdering. Tanda ada panggilan masuk, kemudian dia berbicara dengan sang penelpon.

“Oh, iya Pak. Keponakan, anda melakukan kesalahan besar. Kami harap anda bersedia datang kesini dan menanda–tandatangani. Surat hukuman dari kepala sekolah.”

Cessi memperhatikan dengan seksama apa yang dikatakan oleh Pak Martin, Cessi bisa mengira. Jika, lelaki itu. Tengah berbicara dengan Raka, dari apa yang diucapkan oleh Pak Martin.

Cssi sangat penasaran, bagaimana Raka bisa mengetahui nomor ponsel wali kelasnya itu. Apalagi, Cessi baru saja berkenalan dengan Raka. Membuatnya masih belum mengenal, siapa Raka dengan lebih detail.

“Cessi! Bapak harus ke kelas dulu! Kamu tunggu disini, nanti ada om kamu datang dan menyelesaikan urusan kamu!” jelas Pak Martin kepada Cessi. Kemudian lelaki itu berpamitan kepada kepala sekolah, karena harus pergi mengajar.

Cukup lama Cessi menuggu di ruang tersebut, bersama sang kepala sekolah yang tengah sibuk mengotak-atik laptopnya.

Hingga, suara ketukan pintu terdengar. Membuat sang kepala sekolah yang berkepala botak itu, berteriak. Memberi perintah, untuk seseorang diluar sana untuk masuk.

“Masuk!”

Pintu terbuka dengan perlahan, sampai menampakan wajah tampan Raka. Cessi tersenyum bahagia, melihat pemuda itu. Akhirnya datang juga, Cessi mengelus dadanya merasa lega.

“Maaf, Pak. Saat Omnya Cessi, saya agak datang terlambat, tadi ada beberapa urusan yang harus selesaikan,” jelas Raka. Kepada sang kepala sekolah.

Bahkan, Raka tidak melirik sama sekali kearah Cessi. Pemuda itu hanya fokus, pada niat awalnya datang kesana.

“Jadi, Bapak. Ini, Omnya Cessi?” tanya kepala sekolah. Seolah ragu dengan pengakuan Raka.

“Iya, Pak. Ada masalah apa, ya? Keponakan saya memang nakal! Tapi, masalah apa yang telah dia lakukan?” tanya Raka serius,

Cessi hanya bisa melongo, mendengar apa yang dikatakan oleh Raka. Pemuda itu sangat apik dalam memainkan perannya.

“Begini, Pak. Cessi melakukan tindakan yang tidak pantas. Bersama teman siswa lainnya, jadi … kami ingin meng–skor. Cessi selama seminggu,” jelas sang kepala sekolah,

Raka hanya mengerutkan dahinya dan mengangguk, tanda menyetujui. Hukuman yang harus dijalani oleh Cessi, kemudian menandatangani. Surat pernyataan, serta tanggung jawab. Salaam Cessi menjalani hukuman.

Setelah semuanya selesai, Raka pun berjabatatangan dengan kepala sekolah. Lalu, berpamitan serta meminta maaf. Atas kesalahan yang telah Cesi lakukan. Serta akan bertanggung jawab penuh, kepada Cessi selama tidak bersekolah.

“Kalau, begitu. Saya pamit undur diri, sekali lagi mohon maaf, ya Pak.”

Sang kepala sekolah ahanya mengagagukkecil, Cessi pun mengikuti langkah Raka. Ketika, pemuda itu menuju ke pintu keluar.

Dengan kepala menunduk, karena merasa malu. Cessi segera mengejar langkah Raka yang telah pergi menjauh, sampai di area pakiran.

Pemuda itu menatap tajam ke arah Cessi, dengan melipat tangannya di dada. Seolah, siap untuk memarahi gadis itu,

“Om,” panggil Cessi dengan lirih.

“Masuk!” perintah Raka.

Cessi merasa amat takut, segera masuk kedalam mobil raka. Tanpa berniat sama seki untuk membantah apa yang diperintahkan oleh pemuda itu.

Brak

Suara pintu mobil dibanting, membuat jantung Cessi berdetak kencang. Karena, merasa terkejut.

Saat ini, raut wajah Raka sangat tidak bersahabat. Membuat Cessi tidak berani untuk berbicara. Sampai mobil mulai melaju dengan kecepatan sedang, selama di dalam mobil. Cessi hanya bisa menahan perasaan gusar setengah mati.

“Cih! Kamu memang merepotkan!”

Raka yang memang pemuda yang dewasa, tidak mudah untuk ditaklukan. Dia tidak menyangka, jika Cessi yang dikiranya polos. Bisa melakukan tindakan seperti itu.

“Maaf,” kata Cessi dengan lirih. Bahkan, lehernya terasa tercekik.

“Jangan macam-macam!”

1
CandycaneMissy
next kak semangat, di tunggu update nya☺️🙏
SnuggleKitty
Good news! Cerita author bikin aku halu..
ShySnicker
wahhh..bagus banget ceritanya,q suka banget.....cepat lanjutin ceritanya yha mbm.q tunggu kelanjutan ceritanya,seru banget.....
✦ẑ̬î̬฿w̆̈ꪶ✫
Hahahhahaha lucu banget sihh Mereka 🐺.Hihihi
Atas Untuk Diikuti
Jadi pengen sungkem ke author! *ampun bang jago! ceritanya keren banget!
Author_Febrianis: dm aja kak 🤗 kalau memang suka
total 1 replies
◌⑅⃝𖤐𝑘𝑎𝑧𝑢𝑚𝑖 [𝓗𝓲𝓪𝓽]𒈔
semangat kk
DavidTheDancer
Crazy up dong thor kali-kali! boleh ya! boloh dong!! yah kalau gak boleh jangan marah thor~ *ampun bang jago wkwkw
Author_Febrianis: boleh kk 🤗 nanti aku kasih bom bab, tinggalkan komen di setiap bab nya ya
total 1 replies
◌⑅⃝𖤐𝑘𝑎𝑧𝑢𝑚𝑖 [𝓗𝓲𝓪𝓽]𒈔
saya suka karya ini, karena jalan ceritanya bagus 👌👍👍
◌⑅⃝𖤐𝑘𝑎𝑧𝑢𝑚𝑖 [𝓗𝓲𝓪𝓽]𒈔
saya dh mampir kk, jangann patahh semangat 🙏🤧
◌⑅⃝𖤐𝑘𝑎𝑧𝑢𝑚𝑖 [𝓗𝓲𝓪𝓽]𒈔
semangat kk✌️💪😊
BeautyBabe
Semisalnya aku tiba-tiba ada di rumah kamu enggak apa-apa ya Thor! Aku akan jadi alarmmu setiap hari untuk update hehehe. Habisnya bikin kangen sih ceritanya :(
Author_Febrianis: gpp kak Chet pribadi aja juga boleh 🥰 follow aku dan aku follow balik
total 1 replies
WillofWashington
Keren banget demi apa pun suaranya keren banget 😍 minta tanda tangan dong
Author_Febrianis: folow aku kk dan aku follow balik 🥰
total 1 replies
SecretGiggle
Malesnya aku jadi senyum-senyum sendiri baca ceritanya thor.. daku tunggu nextnya
Author_Febrianis: baik kk 🥰 aku akan berusaha up banyak🤗
total 1 replies
Wajah Boneka
seandainya kita serumah thor. Mungkin udah aku bantu segala lelahmu supaya aku gak galau nunggu lanjutan wkwk
Author_Febrianis: mungkin hanya kiasan kata, namun banyak hal yang akan kamu lupa.

lelahku, akan tergantikan dengan senyum yang terulas di wajahmu

walaupun, kita tidak pernah bertemu. akan tetapi, aku percaya. Jika, ada kesempatan. Maka, kita akan berjumpa. biar hanya lewat dunia maya
total 2 replies
Jesi Jasinah
salam kenal kak. dari cintaku yang tak direstui
AdindaRa
Wkwkwkwkwk. Bab pertama udah bikin ngakak gak ketulungan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!