NovelToon NovelToon
The Last Golden Rose: Kebangkitan Putri Terbuang

The Last Golden Rose: Kebangkitan Putri Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: SweetMoon2025

​"Bagaimana setangkai mawar membalas dendam saat kelopaknya ditarik habis?"

​Dicap kutukan karena berambut red wine dan bermata storm silver, Annaline diusir dan kamarnya dibakar oleh keluarga kandungnya. Namun, pelarian ke Imperium Aethelgard justru membangkitkan rahasia darah 400 tahun lalu: Thread Magic, sang Sihir Benang Takdir.

​Bersama prajurit misterius bermata perak yang menyimpan otoritas tertinggi, Annaline mulai merajut jaring perang dan bisnis lewat butik barunya.

​Siapakah pria itu sebenarnya? Dan rahasia kelam apa yang akan terkoyak saat sang putri terbuang mulai menarik benang kehancuran mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SweetMoon2025, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3. Putri yang Terbuang

​Dinginnya air hujan langsung menghantam kulit Annaline saat tubuhnya dilempar kasar ke arah bantalan kayu pedati usang di halaman belakang. Benturan itu begitu keras hingga tulang-tulangnya terasa sakit.

​"Aw! Ssshhh," suara rendahnya berusaha keras dia tahan di tenggorokan agar tidak terdengar sampai ke telinga para pengawal.

​"Jalan! Bawa anak pembawa sial ini sejauh mungkin dari rumah Duke!" teriak sang kepala pelayan dari balik payung besarnya dengan tatapan jijik yang amat kentara.

​Pedati tua itu mulai bergerak lambat, rodanya berderit membelah tanah berlumpur di bawah guyuran hujan yang semakin deras. ​Ia membalikkan tubuhnya, menengok ke belakang dengan napas memburu. Ia menatap paviliun yang selama 19 tahun ini menjadi satu-satunya tempatnya berteduh dari kejamnya dunia Volcalia.

​WUSH!

​Kobaran api besar tiba-tiba membumbung tinggi ke angkasa, menantang derasnya amukan hujan malam itu. Kamar kecilnya yang pengap, kasur lapuk tempatnya merajut mimpi, ratusan lembar sketsa rancangan busana yang ia gambar hingga jemarinya kram, dan gaun perca kelulusan yang baru saja ia jahit dengan air mata, semuanya kini dilalap api yang mengerikan di tengah malam.

​Annaline mengepalkan tinjunya kuat-kuat hingga kuku-kukunya memutih dan menembus kulit telapak tangannya sendiri. Darah segar menetes dari celah jemarinya, menyatu dengan air hujan yang turun dari celah pedati. Tatapan mata storm silver-nya berkilat tajam memantulkan kobaran api yang membakar paviliun di kejauhan. Kilatan itu bukan lagi cerminan kesedihan, melainkan kobaran dendam yang menyala.

​"Ayah ... Lady Veronica ... Helena, dan kau Tristan ...." desis Annaline, suaranya pelan bergetar penuh amarah dan kebencian yang teramat dalam. "Demi luka yang kalian semua torehkan, demi kenangan yang kalian bakar malam ini, aku bersumpah demi darahku sendiri ... suatu hari nanti, aku akan kembali untuk membuat kalian bersujud memohon ampun di bawah kakiku! Aku mengutuk kalian semua demi mendiang Mama Rosa!"

​"Nona ... Nona Anna, Anda tidak apa-apa?"

​Sebuah suara lembut dan cemas tiba-tiba memecah lamunan berdarah Annaline. Dari balik tudung kain kemudi pedati, sesosok wanita paruh baya dengan pakaian pelayan sederhana merangkak mundur mendekatinya.

​Annaline tertegun, mengerjapkan matanya yang perih karena air hujan. Seolah-olah dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini. Itu Bibi Marry, pelayan pribadi mendiang Mama Rosa!

Dan ketika Annaline melayangkan pandangannya ke bagian depan, ternyata di sana ada suami Bibi Marry yaitu Paman Paul, yang duduk di kursi kusir, mengendalikan tali kekang kuda dari tadi.

"Bibi Marry? Paman Paul? Kenapa kalian ada di sini? Ibu pasti akan menghukum kalian dengan jika tahu kalian membantuku!"

​Bibi Marry tidak menjawab dengan kata-kata. Wanita tua itu langsung memeluk tubuh Annaline yang dingin dan basah kuyup, menyelimutinya dengan kain wol kering yang tampak usang namun terasa sangat hangat di kulitnya.

​"Lady Veronica sudah memecat kami tepat setelah Mama Rosa tiada, Nona. Kami sengaja bersembunyi di belakang paviliun untuk membawamu pergi. Kami tahu hal ini akan terjadi cepat atau lambat setelah pelindungmu tiada," ucap Bibi Marry dengan suara bergetar menahan tangis.

​"Kami tidak akan pernah membiarkan cucu dari nyonya besar kami terlantar dan mati di jalanan," sahut Paman Paul dengan sedikit teriakan dari depan, suaranya berat, tegas, dan sangat tenang di tengah gemuruh petir yang bersahutan membelah langit. "Tenanglah, Nona Anna. Kita akan pergi sangat jauh dari wilayah hukum Volcalia. Kita akan menuju negeri sebelah."

​Annaline mendongak dari dekapan Bibi Marry. "Ke mana?"

​"Kita akan pergi ke Imperium Aethelgard."

​Mendengar nama itu, jantung Annaline berdegup aneh. Imperium Aethelgard adalah sebuah wilayah yang sangat berbeda dari Volcalia. Di sana adalah negeri multiras yang bebas, tempat di mana kemampuan sihir dan kekuatan fisik dihargai sangat tinggi tanpa memandang status sosial ataupun rasisme fisik. Semua ras hidup rukun, tenang, dan damai di bawah sistem kepemimpinan ala militer yang disiplin. Tempat itu adalah pilihan terbaik karena berada sangat jauh dari jangkauan pengaruh House of Golden Rose, kekuasaan ayahnya, dan kesombongan para bangsawan Volcalia.

​Annaline kembali menyandarkan kepalanya di bahu Bibi Marry. Air matanya mengalir lagi, rasa lelah, baik secara fisik maupun mental, benar-benar dihantamkan ke tubuhnya malam ini.

​Namun, di dalam pelukan hangat itu, tangannya tidak sengaja menyentuh sebuah kantong kain tebal di balik jubah akademinya yang basah. Seratus koin emas dari ibunya yang sempat dia ambil dengan cepat sebelum diseret paksa tadi. Dan ... ada benda keras lain di samping kantong itu. Sebuah benda berbentuk persegi panjang.

​Jantung Annaline berdesir hebat. Kotak kayu peninggalan Mama Rosa!

"I-ini ...."

"Iya, Nona. Tadi bibi sempat masuk ke kamar dan mengambil itu secara diam-diam."

"Terima kasih, Bibi"

​Annaline mengusap permukaan ukiran kotak yang terasa kasar di jarinya. 'Buka hanya saat kau benar-benar tidak memiliki tempat bersandar,' gema suara neneknya kembali terngiang sangat jelas di kepalanya. Kotak kayu berukir mawar layu itu kini berada di dekapannya.

​Dengan jemari yang gemetar, Annaline perlahan membuka selot besi kotak tua tersebut. Kotak itu berderit pelan, memancarkan aroma harum bunga lavender kering yang menenangkan pikiran kusutnya.

​Di dalam sana, hanya ada sebuah jurnal tua bersampul kulit usang, beberapa gulung benang sutra berkualitas tinggi berwarna merah anggur, dan sebuah bantalan jarum hitam. Di atas bantalan itu, tertancap sebatang jarum jahit berwarna emas murni yang tampak sangat kuno namun berkilau tajam, memantulkan sedikit cahaya di tengah kegelapan malam.

​Annaline mengerutkan keningnya dalam-dalam. Mengapa neneknya menganggap jarum jahit tua ini begitu penting?

​Baru saja Annaline menggerakkan jemarinya, hendak menyentuh jarum emas tersebut—

​CIATTT!

​Pedati yang mereka tumpangi mendadak berhenti dengan hentakan yang sangat keras hingga tubuh Annaline terdorong ke depan. Kuda-kuda di depan meringkik panik, dipaksa berhenti di tengah jalan setapak yang gelap.

​"HOOAAAMM!"

​Suara tawa melengking, kasar, dan bar-bar tiba-tiba terdengar dari arah depan pedati, menembus deru angin malam yang pekat.

​"Lihat apa yang kita temukan di tengah badai ini, Kawan! Sebuah pedati tua yang mencurigakan. Ayo kita cek, apakah ada barang-barang bagus atau wanita cantik di dalamnya?!"

​Dari balik celah kain penutup pedati yang bergoyang ditiup angin, Annaline menahan napasnya. Mata peraknya menangkap siluet belasan pria berbadan kekar yang memegang golok besar dan juga rantai besi yang mengerikan.

​Baru saja perjalanan pelariannya dimulai, mereka ternyata dikepung oleh kelompok bandit jalanan perbatasan di tengah hutan yang gelap gulita tanpa ada jalan untuk lolos.

1
Anne Soraya
lanjut
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: siap kaka 😍🫶
total 1 replies
Razi Maulidi
awal bab yang indah kk.... ceritanya bikin sedih di awalnya.... semangat....
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Terimakasih kak 🫶🤗
total 1 replies
WidBy
Lanjut kak 🤭
Mutiara
Kok belum up lagi?
Mutiara
5 bab Thor? keren bnget. besok 5 bab LG kan? 🤭
WidBy
lanjut thor
한스 HANSEN (HiAtus SEmeNtara)
aku hadir mom!
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Yes, dear. Thankyouuu 🫶🫶🫶
total 1 replies
Vhin Ananta
Sweet yang nggak Sweet karena bikkn mewek 🫣..
lanjut yaaaaa
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Terimakasih Kak Vhin 😘😘😘
total 1 replies
Mutiara
makin seru ni. keren la pokknya. jadi cermin itu apa y?
WidBy
Aetan mulai tertarik ke Ana ya? 🤭
Cutiepie18
Di bab awal udah sedih banget ya, di tambah di akhir makin kena fitnah, pasti ini cewek kuat banget ngadepin semua itu, dan pas waktu perkataan itu, gue penasaran, siapasih tunangan yang di rebut itu. emgnya dia pantas direbutkan?... lanjuuut...😍
Cutiepie18: sama2 kakak, 😍😍😍... keren bgt novel novel kakk👍
total 2 replies
Mutiara
Aku mau saputangana 😍
Mutiara
wih paman Paul keren banget Weh. ternyata ya ternyata 👍🤭
WidBy
rumah siapa y? ayo bangkit An, tunjukkan k keluarga Virelle
Asley Naynay
makin penasarn rumah siapa yg di tempati? semoga aja mary sm paul g jahat
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Rumah siapa ya hmmm ikuti terus ya, Kak 😆🫶
total 1 replies
Asley Naynay
Nyonya Rosa 😭🫶🏼 bikn trharu
Asley Naynay
siapa yang sangka ternyata Paman Paul 😱👍💪
Mutiara
sialan. apes banget jadi Analin. lawan ayo lawan
Mutiara
anjg di usir. pdhl anak kandung. woilah
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Sabar, Kak sabar 😆🫶
total 1 replies
Mutiara
bab satunya seru. kasian banget analin y. jahat keluarganya
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Iya ya, Kak 🥲 baca terus bab seru lainnya ya 🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!