Jodoh itu rahasia Allah. Takdir juga Allah yang menentukan. Tidak ada siapapun makhluk di dunia ini yang tau selain Dia.
Alea Widya Laksono (35 tahun) dinyatakan telah sembuh usai tiga tahun menjadi pasien di rumah sakit jiwa. Di usianya yang semakin bertambah, kedua orang tuanya cemas karena jodoh tak kunjung datang untuk putri mereka.
Suatu hari Alea akhirnya pasrah untuk menerima perjodohan yang disodorkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang pria yang berasal dari kalangan militer. Lelaki itu bernama Mayor Prabu Rasyid Wicaksono (38 tahun) yang berstatus duda tanpa anak.
Konon kabarnya, pernikahan Mayor Prabu sebelumnya harus kandas karena masalah ranjang. Desas-desus beredar bahwa sang suami yang menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) tersebut menderita impo_ten.
Apakah benar faktanya seperti itu? Benang merah seperti apa yang pada akhirnya mengikat takdir antara Mayor Prabu dengan Alea.
Simak kisah mereka.💋
Bagian dari Novel : Permata Hatiku🍁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 - Bik Sari Memang TOP
"Loh, kok ada koperku?" tanya Alea yang terkejut melihat Prabu mengeluarkan koper miliknya dan koper lainnya milik Prabu.
Padahal Alea tadi berangkat ke bandara tidak membawa koper sama sekali.
"Tadi aku minta disiapkan sama Bik Sari pas kamu masih rapat sama ibu-ibu Persit," jawab Prabu dengan jujur seraya memberikan koper mereka ke petugas hotel yang nanti akan dibawa ke dalam kamar yang telah dipesan.
"Maksud Mas Prabu kita mau menginap di hotel ini?"
"Hem,"
"Besok baru kita pergi ke Pulau Seribu naik yacht,"
"Kita jadi pergi berlibur ke Pulau Seribu, Mas?"
"Hem," jawab Prabu dengan berdehem seperti biasa.
"Tapi maaf kita hanya dua hari satu malam saja di sana. Aku hanya dapat cuti dua hari saja," lanjutnya.
"Hari ini Mas Prabu penuh kejutan banget. Kalau mau menginap di hotel atau berlibur, aku bisa bantu siapin koper. Gak perlu sampai nyuruh Bik Sari. Aku kan jadi gak enak," ujar Alea.
"Kalau kamu yang nyiapin, gak kejutan jadinya."
Prabu pergi ke resepsionis untuk melakukan check in. Sebelumnya ia memang sudah memesan kamar tipe suite di hotel bintang lima tersebut. Setelah mendapatkan kartu untuk kunci kamarnya, Prabu dan Alea pun segera menaiki lift.
"Mas, kapan pesan kamar?" tanya Alea seraya berbisik lirih karena ada petugas yang sedang bersama mereka membantu ke arah kamar yang dituju.
"Kemarin,"
Alea sedikit menghela nafas beratnya. Ia merasa tak enak hati karena Prabu tak mengabarinya dahulu. Jika sang suami memberinya kabar, pasti ia bisa punya persiapan cukup banyak untuk menemani Prabu di sini.
☘️☘️
Alea dan Prabu kini sudah berada di dalam kamar yang dipesan. Prabu sedang sibuk memberi tips pada pelayan yang membawakan koper mereka. Setelah itu, perlahan Prabu menutup dan mengunci rapat pintu kamar.
Sedangkan Alea sedang menikmati keterkejutannya sejak melangkah masuk ke dalam kamar tersebut. Tak dapat dipungkiri, ia begitu bahagia dan terharu karena melihat suasana kamar mereka saat ini mirip kamar pengantin.
Ada bunga mawar putih bertaburan di lantai kamar mereka. Bunga mawar merah berbentuk hati juga menghiasi bagian atas ranjang dengan handuk yang berbentuk mirip sepasang burung merpati sebagai lambang cinta dan pasangan yang abadi.
"Ayo kita makan dulu," bisik Prabu di telinga Alea secara mendadak sekaligus memeluk erat tubuh istrinya itu. Otomatis Alea terkejut dan berdesir.
"Mas yang nyiapin ini semua?" cicit Alea bertanya dengan mimik wajah tersipu malu.
"Bukan,"
"Terus kok kamar kita banyak bunga begini?"
"Pelayan hotel yang nyiapin,"
"Maksud aku, Mas pesan ke mereka biar kamar kita dihias kayak begini?"
"Hem,"
"Gimana?"
"Gimana apanya?"
"Kamu suka?"
"Suka," jawab Alea singkat.
Kemudian mereka berdua duduk di sebuah meja makan yang ada di sudut kamar dekat jendela kaca hotel di mana kondisi tirainya telah dibuka. Tampak jelas pemandangan malam Ibukota Jakarta yang dikenal dengan skyline sekaligus lampu-lampu cantik dan keren yang sedang menghiasi. Amazing.
Alea dan Prabu duduk saling berhadapan untuk menikmati makan malam yang begitu romantis. Keduanya irit bicara di meja makan cantik tersebut.
Alea sedang memprediksi sesuatu yang penting setelah makan malam romantis itu. Sedangkan Prabu terus berdoa agar malam ini berakhir manis seperti harapannya.
Terlebih Prabu sedang merindu dengan Alea karena satu bulan lebih mereka tak bertatap muka secara langsung. Video call pun jarang dilakukan. Keduanya hanya sering berkomunikasi lewat pesan singkat dan telepon biasa.
"Gimana makanan nya? Enak?"
"Enak, Mas."
"Setelah ini aku pergi ke parkiran sebentar karena ada yang tertinggal di mobil. Jangan pernah buka kamar ini bila ada yang ketuk pintu. Aku bawa kunci sendiri. Tak ada orang lain yang tau kita menginap di sini. Mengerti?"
"Iya, Mas."
"Kamu bisa ganti baju. Kalau ada sesuatu yang kamu perlukan, telepon saja ke ponselku,"
"Baik, Mas."
☘️☘️
Selepas Prabu pergi, Alea justru kelabakan dan grogi berat. Ia terus mondar-mandir mirip setrikaan yang tengah galau.
"Apa Mas Prabu ingin meminta haknya malam ini?" gumam Alea.
Pikirannya meragu. Mengingat sebulan yang lalu mereka coba melakukan hubungan in_tim berujung gagal karena traumanya kambuh.
"Apa aku bisa?" batin Alea.
Detik selanjutnya, Alea seketika teringat obrolan ibu-ibu Persit tadi selesai rapat. Alea tak ikut nimbrung. Hanya saja telinganya bisa mendengar jelas isi obrolan tersebut. Walaupun kali ini tokoh utama yang dibahas dalam topik gosip mereka bukanlah dirinya.
"Ya ampun, kalian tau gosipnya Lettu Aryo itu ternyata selingkuh. Pantes kapan hari saya pernah dengar Bu Wiwin marah-marah. Kan rumah kita berdekatan," ungkap Bu Ratu mulai bergosip.
"Astaga, selingkuh sama siapa?" sahut yang lain.
"Selingkuh sama mantan pacarnya dulu. Katanya mereka gak sengaja ketemu lagi waktu acara reuni sekolah," jawab Bu Ratu.
"Lettu Aryo pamitan ke Bu Wiwin ada acara di Jogja. Bu Wiwin mode percaya saja. Beberapa bulan setelah acara reunian, Bu Wiwin baru merasa kalau suaminya berubah dan aneh gitu. Feeling istri tepat, diselidiki Bu Wiwin beneran Lettu Aryo selingkuh. Ke gep check in di hotel ma tuh mantan," imbuhnya.
"Ya ampun, Lettu Aryo kebangetan! Bu Wiwin itu udah lepasin kerjaan demi jadi ibu rumah tangga fokus sama anak di rumah. Gak tau nya lakinya ga_tel doyan a_pem mantan. Huft!"
"Makanya Bu ibu untuk meminimalisir suami kita cari jajan di luar sana, wajib kita servis di rumah sampai full baterainya," tutur Bu Ratu.
"Kalau Lettu Yoyok biasa Bu Ratu servis berapa kali dalam seminggu nih?"
"Suami saya tiap hari minta Bu. Katanya kalau sehari gak saya servis, kepalanya pusing pas kerja. Makanya suami saya orangnya setia banget. Di rumah sudah saya layani kebutuhan batinnya dengan maksimal," jawab Bu Ratu.
Obrolan tentang perselingkuhan, kebutuhan suami di atas ranjang dan kehadiran Kinan tadi siang di rumah dinas, membuat hati Alea semakin berkecamuk sekaligus tumbuh rasa cemburu menyeruak secara perlahan.
Alea tak ingin Kinan mendekati Prabu dalam bentuk apapun. Ia juga tak mau Prabu berpaling cintanya untuk Kinan atau wanita lain di luar sana hanya karena tidak terpenuhi kebutuhan bio_logis di atas ranjang darinya sebagai istri sah.
Alea segera berjalan menuju kopernya. Ia membuka dengan cepat untuk mencari sesuatu.
Tangannya membuka satu per satu pakaian miliknya dari dalam koper. Tak lama senyum mengembang terbit di wajah Alea seakan baru saja menemukan berlian yang harganya mahal di sana.
"Bik Sari memang TOP," batin Alea.
Bersambung.