Aurora Monique Ragnhild Nicandro, gadis berusia dua puluh delapan tahun yang ingin mempunyai anak, tapi dia tidak mau menikah.
Apakah yang akan dilakukan oleh Aurora.??
Apa dia akan mengadopsi seorang anak, atau memilih akan melakukan donor sp3rma.??
Ide gila tiba-tiba muncul dari dalam otaknya, ketika takdir mempertemukannya dengan seorang laki-laki yang bernama Enzo.
Mau tahu, apa yang akan di lakukan Aurora kepada Enzo.??
Dan bagaimana reaksi dari Enzo, ketika tahu jika Aurora hanya memanfaatkannya saja demi mendapatkan anak darinya.
Yuk, simak kisah mereka berdua di novel saya yang ke sekian, maaf jika nanti banyak typo🤗😉.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maria_azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEGALAUAN DICKIE
Dickie benar-benar merasa sangat tidak nyaman sekali, karena tatapan Aurora seperti menembus dan menusuk kulitnya.
" Emm, Ra, please jangan menatapku seperti itu ," kata Dickie pada akhirnya.
" Eh, maaf Dickie, apa tatapanku menakutkanmu ya ," kata Aurora sambil tertawa pelan.
" Tidak, hanya saja, emm sudahlah lupakan saja ," jawab Dickie.
" Akan aku ceritakan kepadamu, apa hubunganku dengan Tuan Enzo Dickie, tapi aku mohon, bantu aku ya ... ," kata Aurora.
" Bantu apa lagi Aurora?? ," tanya Dickie.
" Jangan kasih tahu soal persembunyianku darinya, karena aku benar-benar ingin menghindar pergi menjauh darinya ," jawab Aurora.
" Bukankah kamu dan Tuan Enzo saling mencintai Aurora?? ," tanya Dickie lagi.
" Tidak,!! kami tidak saling mencintai ," jawab Aurora sambil menggelengkan kepalanya.
" Lalu, anak siapa yang kamu kandung itu Aurora?? ," tanya Dickie.
" Anak Tuan Enzo ," jawab Aurora.
" Sungguh aku sangat tidak mengerti Aurora, katanya kamu tidak saling mencintai dengannya, tapi kamu bisa mengandung anaknya, apa itu artinya kamu di p34k054 oleh dia?? ," tanya Dickie lagi.
" Tidak, ceritanya panjang ," jawab Aurora sambil menunduk.
" Tidak perlu kamu ceritakan jika itu menyiksa batinmu Aurora ," kata Dickie memberanikan diri menggenggam tangan Aurora.
" Akan aku ceritakan Dickie, mungkin dengan aku bercerita denganmu akan membuat bebanku sedikit berkurang ," kata Aurora kepada Dickie.
Mendengar perkataan dari Aurora, Dickie semakin mengeratkan genggamannya di tangan Aurora, sambil tersenyum manis dan mengangguk.
Aurora lalu menceritakan semuanya kepada Dickie, bagaimana dia bisa bertemu dengan Enzo, sampai dia mengandung benih dari anak sultan yang ada di Negara mereka.
Itu semua berawal dari ide gilanya yang ingin mempunyai anak tanpa mau menikah, semuanya Aurora ceritakan tanpa dia tutup-tutupi sama sekali, karena entah kenapa, Aurora merasa nyaman bersama Dickie.
" Dan kenapa aku bisa sampai keguguran, itu karena Tuan Enzo bisa menemukan pelarianku selama tiga bulan lamanya dan dia lalu memp3rk054ku Dickie ," kata Aurora sambil meneteskan air matanya.
" Dickie, kamu sudah tahu semuanya, tolong bantu aku, ijinkan aku tinggal di sini, aku mau menjadi pembantu di rumah ini, tidak kamu bayar tidak apa-apa, yang penting aku ada tempat tinggal dan bisa makan ," kata Aurora memohon kepada Dickie sambil membalas menggenggam tangan Dickie.
" Jika kamu tinggal di sini, bagaimana dengan rumah, kebun, dan semua domba milik kamu Aurora?? ," tanya Dickie kepada Aurora.
" Dan lalu bagaimana dengan ke dua orang tua dari sahabat kamu itu, termasuk sahabat kamu sendiri, pasti mereka semua sangat mengkhawatirkanmu dan pasti akan mencarimu Aurora ," kata Dickie lagi.
Aurora lalu melepaskan genggaman tangan Dickie sambil menunduk memikirkan sesuatu.
" Itu yang sedang aku pikirkan Dickie, aku bingung, apa yang harus aku lakukan ," jawab Aurora.
" Tapi, jika kamu sampai ketahuan oleh Tuan Enzo, juga akan semakin berbahaya ," kata Dickie juga ikut merasa bingung.
" Emm, begini saja, baiklah aku akan mengijinkanmu untuk tinggal di sini, sampai keadaan membaik, dan untuk rumah, ladang, serta domba milik kamu yang ada di desa, biar aku yang membicarakannya kepada ke dua orang tua sahabat kamu itu, bagaimana?? ," tanya Dickie kepada Aurora.
Aurora langsung mengangguk semangat dan setuju dengan usul dari Dickie tadi.
" Baiklah, kalau begitu kamu beristirahatlah dulu, ini juga sudah malam, jika kamu butuh apa-apa, kamu bisa memanggilku, kamarku ada di lantai dua, selamat malam Aurora ," kata Dickie kepada Aurora.
" Malam Dickie ," jawab Aurora.
Dickie lalu ingin beranjak pergi dari dalam kamar Aurora, namun baru dua langkah berjalan, dia tiba-tiba dipanggil oleh Aurora lagi.
" Iya, ada apa Aurora?? ," tanya Dickie.
" Sekali lagi terimakasih Dickie, sudah mau membantuku ," kata Aurora.
" Iya, sama-sama, tidurlah ," jawab Dickie sambil tersenyum.
Aurora langsung membalas senyuman Dickie, dan Dickie lalu melanjutkan lagi langkah kakinya untuk ke luar dari dalam kamar tersebut.
Dickie yang sudah masuk ke dalam kamarnya sendiri, dia langsung memikirkan keadaannya Aurora.
Ingin rasanya Dickie menyuruh Aurora pergi dari rumahnya dan mencari tempat persembunyian yang lain, akan tetapi di dalam hati kecilnya, Dickie tidak mengijinkan hal itu terjadi.
" Biarlah dia di sini sampai keadaannya membaik, dan jika Aurora tidak ke luar dari rumah ini, aku pasti tidak akan ketahuan, jika akulah yang ternyata sudah menyembunyikan Aurora, dari orang yang berkuasa seperti Tuan Enzo ," kata Dickie berbicara sendiri.
Sedangkan di sisi lain, lebih tepatnya di rumah super mewah milik Ayah Pippin.
Enzo yang berada di dalam kamar pribadinya, dan sedang menatap ke luar jendela kamarnya, dia terus berpikir tentang keberadaannya Aurora, karena ada rasa yang tidak bisa membiarkan Aurora pergi dari genggamannya.
Padahal jika dipikir-pikir, Enzo belum mempunyai rasa kepada Aurora, hanya perasaan tertarik saja yang selalu hinggap di pikirannya.
" Apa yang sebenarnya terjadi denganku?? ," kata Enzo kepada dirinya sendiri.
" Kenapa aku tidak bisa berhenti memikirkan Aurora ," kata Enzo lagi.
" Siapa dia bagiku,?? kenapa perasaan ini sangat menyiksaku ," kata Enzo.
Enzo lalu mencoba menghubungi salah satu anak buahnya, untuk mencari tahu di mana keberadaannya Aurora.
" Halo, bagaimana?? ," tanya Enzo.
" Maaf Tuan, kami belum bisa menemukannya, dan dari layar CCTV rumah sakit, Nona Aurora tidak terlihat sama sekali ," jawab anak buah tersebut.
" Bagaimana mungkin dia bisa sampai tidak terlihat CCTV rumah sakit?? ," kata Enzo merasa heran sendiri.
" Itulah yang sedang kami dalami lagi Tuan ," jawab sang anak buah.
" Baiklah, segera urus masalah ini, dan laporkan kepada saya apapun informasi yang kamu dapatkan ," kata Enzo.
" Baik Tuan Enzo ," jawab sang anak buah, dan panggilan mereka lalu terputus.
Wajar saja jika Aurora tidak terlihat di CCTV, karena dia kan memakai baju perawat dan masker yang menutupi wajahnya.
Dickie sendiri juga tahu, di sebelah mana saja yang ada CCTVnya, makanya Aurora sangat susah sekali ditemukan, dan tidak mungkin juga Dickie membahayakan dirinya sendiri bersama Vega yang sudah membantu pelariannya Aurora.
Martin yang mendapatkan kabar dari Enzo tadi siang, dia juga merasa sangat terkejut sekali, karena baru kali ini ada seorang pasien yang kabur tanpa diketahui keberadaannya.
Martin sangat marah sekali kepada para jajaran staf rumah sakitnya, dan para Dokter jaga, serta suster yang bertugas di saat Aurora sedang di rawat.
Vega yang melihat kemarahan dari sang pemilik rumah sakit tempatnya bekerja, dia hanya bisa diam saja sambil menyembunyikan rasa ketakutannya.
Selesai jam kerjanya, Vega yang sedang berada di dalam mobil untuk pulang ke rumahnya, dia pun mencoba menghubungi Dickie.
Dickie yang baru saja ingin memejamkan matanya, tiba-tiba mendengar ponsel yang dia taruh di atas meja samping ranjangnya bergetar serta berdering.
Melihat nama Vega sang suster sekaligus asistennya, Dickie pun langsung segera mengangkatnya.
" Halo suster Vega, ada apa kamu menelpon saya malam-malam begini?? ," tanya Dickie.
" Dokter, gawat!! ," kata Vega.
" Gawat kenapa?? ," tanya Dickie sambil menegakkan punggungnya untuk duduk.
" Dokter Martin sangat marah besar Dokter, karena gadis dari sahabatnya, telah kabur dari rumah sakitnya dan susah ditemukan, anda pasti tahu siapa gadis itu Dokter ," jawab Vega kepada Dickie.
" Aurora ," kata Dickie.
" Iya, dia Dokter ," jawab Vega.
" Jika Dokter tidak mau terkena masalah yang lebih besar lagi, saran saya suruh Nona Aurora untuk pergi menjauh dari anda, karena kita tahu sendiri bagaimana berkuasanya Tuan Enzo Diedrich ," kata Vega lagi kepada Dickie.
" Iya, baiklah akan aku pertimbangan lagi saran dari kamu, terimakasih sudah memberitahukanku tentang masalah ini Vega ," kata Dickie kepada Vega.
" Iya Dokter Dickie sama-sama ," jawab Vega, dan sambungan telepon mereka akhirnya terputus juga.
Dickie semakin galau lagi, hingga membuatnya menjadi tidak bisa tidur sama sekali, karena mendapatkan informasi dari Vega.
Untuk meredakan rasa gelisahnya, Dickie pun mencoba berjalan ke luar dari dalam kamarnya menuju ke dalam kamar tamu yang di tempati Aurora yang ada di lantai bawah.
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
...***TBC***...