Maaf sebelumnya, karena ada yang bertanya-tanya kok mirip dengan cerita india. ini memang novel dari cerita india, tapi ceita ini tak aku kontrak jadi tak menghasilkan cuan yah🙏😊
Ayara meninggalkan Devano untuk menikah dengan Rama, pria pilihan sang ayah. Beberapa tahun kemudian, Ayara bertemu kembali dengan Devano. Devano masih berharap Ayara kembali dan menikah dengannya.
Namun, saat pertemuan kembali Ayara dan Devano ternyata Ayara sudah mencintai suaminya. Berbagai macam cara Devano lakukan untuk membuat Ayara kembali padanya. Berhasilkah Devano membuat Ayara kembali padanya? Atau Ayara akan tetap bersama sang suami?
Follow👇
IG: istikomah50651
Fb: ISTI
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isti Shaburu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
"Aku bahagia Ra sangat bahagia," ucapnya sambil memejamkan matanya.
"Shifara, selama ini kau selalu mendengar tentang Ayara dariku kan, kau akan segera melihatnya Ra, kau akan tahu kenapa aku sangat mencintainya, kau akan tahu kenapa aku sangat memujanya setelah kau bertemu dengannya," mendengar ucapan Devano hati Shifara bagai tertusuk duri tajam, rasanya sakit tapi tak berdarah, Shifara memaksakan senyumnya, ia tak ingin merusak mood bahagia pria yang ia kagumi tersebut, Devano berlalu meninggalkan Shifara dengan hati yang terluka.
"Aku akan bertemu dengan wanita pujaan hatimu Dev, apa aku sanggup untuk tersenyum di depannya," gumam Shifara saat Devano telah pergi.
Malam yang dinanti pun tiba di mana Devano menyelenggarakan pesta kedatangannya, Devano meminta Shifara untuk bernyanyi dan menari di aula pesta karena Shifara sangat pandai dalam hal tersebut.
Madam Serly sibuk menyambut para tamu yang kebanyakan dari kolega bisnisnya, mereka juga kolega bisnis Devano tapi Devano selalu berada di belakang madam Serly untuk mengurus kerja sama dengan perusahaan yang berada di kota x.
"Selamat datang semuanya di pesta penyambutan tamu kehormatanku dari London, pesta yang sangat meriah ini di adakan oleh dirinya, aku sangat senang sekali dengan pesta yang mewah dan meriah ini," ucap madam Serly menyambut para tamu.
Saudara tiri Rama pun berada di tempat pesta tersebut, mereka di undang oleh madam Serly, mereka takjub dengan kemeriahan pesta tersebut.
"Waaaaw," ucap Bobi dan Nikita bersamaan. "Pesta ini sangat mewah dan meriah sekali," lanjut Bobi. "Sangat-sangat mewah dan indah, aku suka sekali," tumpal Nikita.
"Hei untuk siapa kau datang ke pesta ini? apa kau mengenal Devano?" tanya madam Serly pada salah satu kolega wanitanya.
"Apa pentingnya kenal atau tidak, aku hanya ingin menikmati pesta yang meriah dan mewah ini," jawab koleganya tersebut.
"Benar, siapa yang peduli dengan siapa Devano, orang bilanh dia adalah seorang politikus terkenal, ada lagi yang bilang dia seorang ahli komputer, ada juga yang bilang dia seorang milyader, apa masalahnya dengan kita aku hanya ingin menikmati pesta ini, tapi yang jelas saat ini dia adalah bintang bersinar bulan ini," ucap madam Serly di depan ibu dan saudara tiri Rama.
"Waw, dia adalah bintang bulan ini, bersulang hehehe" ucap Bobi dan Nikita berbarengan sambil chers.
"Lihat," ucap ibu tiri Rama menyuruh kedua anaknya melihat kearah pintu masuk, Rama dan Ayara baru datang, mereka terlihat serasi dan elegan dengan gaun dan jas berwarna hitam yang senada.
"Hai tampan, akhirnya kalian datang juga pasangan yang sangat serasi," sambut madam Serly menghampiri dan memeluk Rama.
"Terima kasih Madam." Rama membalas pelukan madam Serly.
"Ayolah Tuan rumah sudah menunggu kalian, alu tahu kalian tak akan menolak undanganku ini," ajak madam Serly menuntun pasangan tersebut.
Dari atas Devano melihat Ayara dan Rama datang, ia turun perlahan dan terus melihat kearah Ayara tanpa berkedip sedikit pun.
Devano terus turun secara perlahan sambil melihat kearah Ayara dan mengabaikan orang-orang yang menyapanya, Ayara gelisah melihat Devano mendekat kearahnya.
"Rama, itu yang namanya Devano, dia ingin sekali bertemu dengan kalian," ucap madam Serly menunjuk kearah Devano yang berjalan mendekatinya, saat mereka hampir dekat Shifara datang di depannya menghadap Devano dan menoleh kearah Ayara.
Shifara memperhatikan wajah Ayara sejenak, ia tersenyum dan berbalik melihat wajah Devano.
Devano dan madam Serly mengajak mereka duduk di tempat yang kosong, madam Serly menemaninya mengobrol sedangkan Devano memilih duduk di meja sebrangnya.
Shifara menari dan menyanyi di aula dansa bersama tamu lainnya, ia sesekali memperhatikan Devano, air matanya meneyes melihat Devano yang menatap Ayara tanpa menoleh sedikit pun.
Rama melihat ibu dan saudara tirinya menghadiri pesta tersebut pula, ia melihat kearah mereka saat ibu tirinya melihat kearah Rama, ibu tiri Rama pun mengalihkan pandangannya saat pandangan mereka saling bertemu.
Ayara hanya diam tak bergeming, saat ini jantungnya berdegub kencang, bukan karena ia masih mencintai Devano tapi karena ia tak ingin Rama mengetahui masa lalunya yang sudah ia kubur selama tiga tahun ini, ia tak ingin mengungkin sesuatu yang sudah lama ia kubur, Ayara tak ingin ada kesalah pahaman antara ia, Devano dan suaminya itu.
Devano terus menatap Ayara yang sedang merasa gelisah, ia tak pernah mengalihkan pandangannya dari Ayara, karinduannya yang selama tiga tahun ini ia pendam rasanya ingin ia curahkan saat itu juga.
"Aku akan menemui ibu sebentar Sayang," bisik Rama pada Ayara dan Ayara hanya menganggukkan kepala.
Rama berlalh meninggalkan Ayara dan menuju meja tempat ibu dan saudara tirinya berada, saat ia sudah sampai Bobi dan Nikita beranjak pergi dengan sombongnya, ia tak ingin bertemu dan melihat Rama.
Saat melihat Rama pergi Devano bangun dari tempatnya dan menghampiri Ayara, ia duduk di hadapan Ayara tapi dengan posisi membelakangi Ayara, Ayara terkejut saat melihat Devano duduk di hadapannya.
Rama menggenggam tangan ibu tirinya dan tersenyum, sang ibu tiri merasa gugup. Sedangkan di meja Ayara, Devano sesekali melirik kearah Ayara, Ayara melihatnya dengan tatapan sinis dan kesal.
Mengapa ia harus duduk di depanku seperti ini, bagaimana jika Rama salah paham, batinnya kesal.
Devano menoleh kearah Ayara sejenak ia memandang wajah cantik yang membuatnya tergila-gila tersebut, Devano memberikan secarik kertas dan berdiri berlalu meninggalkan Ayara.
Setelah Devano pergi Ayara mengambil kertas tersebut dan membukanya, di kertas tersebut bertuliskan nomer kamar yaitu 108, Ayara membulatkan matanya tak percaya dan bingung.
Apa maksudnya ini, apa ia ingin aku menemuinya, batin Ayara sambil menoleh kearah sang suami yang sedang mencoba merayu ibu tirinya.
"Bu, maafkan aku," ucap Rama meminta maaf pada ibu tirinya tapi sang ibu tiri tak meladeninya.
"Apa Ibu masih marah padaku?" tanyanya kembali.
"Aku sangat menyayangi Ibu, ku mohon Ibu sudi memaafkan aku hm," ucap Rama mencium tangan sang ibu tirinya.
Ibu tirinya hanya mendelik kaget saat Rama mencium tangannya, ia salah tingkah seperti gadis remaja yang tengah merona karena dirayu oleh sang kekasihnya.
"Aku ingin Ibu berubah Bu, aku ingin Ibu menyayangiku dengan tulus seperti Ibu menyayangi Bobi dan Nikita," jelasnya dengan wajah sendu.
"Apa tak ada rasa sayang Ibu sedikit saja untukku Bu?" tanyanya lagi tapi samg ibu tiri masih saja dengan mode tak ingin berbicara pada Rama.
"Pintu rumahku selalu terbuka untuk Ibu kapan pun Ibu ingin kembali, aku akan sangat bahagia kalau Ibu mau menerimaku dengan tulus Bu," ucapnya lagi.
*****
Apqkah Ayara akan menemui Devano di kamar 108 tersebut🤔
Dukung terus othor dengan cara like, komen dan votenya yah, jangan lupa haduahnya, maaf jika ceritanya sedikit gaje🙏😊
DEVANO klau d film india namanya DEV
AYARA klau d film india nmanya ANJELI