NovelToon NovelToon
Menjadi Tawanan Tuan Miliarder

Menjadi Tawanan Tuan Miliarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:186k
Nilai: 4.6
Nama Author: Tia sari

Kinanti azania.

Seorang gadis berusia 19 Tahun yang selalu berteman dengan air mata semenjak Ayah nya jatuh sakit.

Hingga suatu hari ia mengalami nasib tragis yaitu di jual oleh Ibu tirinya kepada mucikari.

Seperti apa nasib Kinan selanjutnya, ikuti terus ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tia sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Enam belas MTTM.

Bian dan Mamah nya kini telah duduk berhadapan dengan Dokter yang menangani Kinan.

"Ibu Kinan terlalu stres, Ibu hamil tidak boleh stres karena sangat berpengaruh pada janin nya."

Bian membuang nafas perlahan.

"Iya dok."

"Saya harap ini tidak terjadi lagi, pendarahan di usia kehamilan Bu Kinan sangat rentan keguguran, "

Tambah Dokter itu.

Bian dan Mamah nya keluar dari ruangan Dokter menuju ruang rawat Kinan.

Mamah menatap Kinan dengan tatapan sendu.

"Anak ku Bian, kenapa kamu persis seperti Papah mu bahkan lebih buruk Nak, apa dosa kami di masa lalu Ya Allah sehingga engkau kutuk Anak ku seperti ini, maafkan Bian yang telah memperlakukan mu seperti ini Kinan, Mamah janji akan menjaga kamu dan Cucu Mamah sampai kapan pun hingga Allah mengizinkan. Aminnn... "

Tak terasa air mata Mamah menetes dengan sendiri nya.

Waktu kini sudah menunjukkan pukul 07:00 pagi. Namun Kinan belum juga sadarkan diri.

Mamah mengusap-usap punggung tangan Kinan sembari tak henti-hentinya mengucapkan doa kepada sang maha pencipta untuk kesembuhan menantu malang nya.

Sementara Bian sedang sibuk dengan ponsel nya sembari sesekali melirik ke arah Mamah nya dan Kinan.

Mamah beranjak dari tempat duduk nya dan menghampiri Bian.

"Bi Mamah pulang dulu, kamu temani Kinan, sebentar lagi Dokter akan datang memeriksa keadaan Kinan lagi."

Ucap Mamah pelan dengan mata yang sembab dan sedikit bengkak.

Bian mengangguk.

"Iya Mah, Mamah istirahat dulu, semaleman Mamah nggak tidur."

"Iya."

Jawab Mamah singkat lalu mengambil tas nya dan meninggalkan ruangan itu.

Bian berjalan ke arah Ranjang Kinan. Di usap-usap nya pucuk kepala Kinan.

"Kinan, sadarlah, kasian Anak kita."

Tak lama pintu ruangan Kinan ada yang membuka dengan kasar.

Ternyata itu adalah Tasya.

"Bi keterlaluan kamu, aku kan udah bilang Dateng ke rumah aku pagi ini, bukan nya dateng kamu malah sibuk ngurus Istri kamu ini."

Bian menggeleng.

"Siapa lagi yang ngurus kalo bukan aku Sya, tolong lah ngerti."

Tasya memeluk Bian.

"Kamu bilang kamu menikahi Kinan cuma karena Kinan hamil ."

"Iya Kinan nggak pernah ngelarang kita berhubungan, tapi sekarang Kinan masih sakit, siapa lagi yang urus kalo bukan aku."

"Kamu tinggal Kinan bentar ya, ada Ibu ku di rumah, aku mau kenalin kamu."

Bian mengerjitkan kening nya.

"Ibu kamu ?"

Tasya mengangguk.

"Iya, ini tanda kalo aku bener-bener berubah Bi, aku kenalin kamu ke Ibu ku ya."

"Kinan gimana."

"Titip Suster aja Bi, sebentar aja kan."

Bian sedikit berfikir.

"Oke. Tunggu aku panggil Suster."

Bian melangkah menuju luar ruangan.

"Kamu akan tetap jadi ATM berjalan ku Bi, walau aku nggak bisa miliki kamu seenggak nya harta kamu. hahahah..."

Tasya tersenyum dengan licik nya.

Setelah Bian memanggil suster untuk menemani Kinan, Tasya dan Bian bergegas menuju kediaman Tasya.

🍃🍃🍃

Mamah yang baru saja sampai di rumah sedikit heran melihat Wisnu yang sedang merawat koleksi ikan-ikan hias nya.

"Nak jam segini masih di rumah."

"Iya Mah, mau jenguk Kinan."

"Jenguk Kinan. Ada Mas mu Bian di sana Nu."

"Apa Mamah yakin ada Bian di sana ?"

"Maksud kamu."

"Masuk terus istirahat Mah, Wisnu nanti ajak Fina ke RS untuk rawat Kinan."

Fina adalah ART mereka.

"Yasudah."

Akhir nya Mamah masuk untuk membersihkan diri dan beristirahat.

Wisnu segera menyusun kembali aquarium-aquarium kecil nya pada tempat nya. Dan bergegas menuju RS bersama Fina.

Benar saja saat sampai di ruang rawat Kinan, Wisnu hanya melihat Kinan bersama Dokter yang sedang menyuapi Kinan makan.

Wisnu segera menghampiri Kinan lalu mengambil alih sarapan Kinan untuk menyuapi nya, namun Kinan menolak.

"Nggak apa-apa Nan."

"Aku bisa sendiri kok Nu."

Wisnu terus memaksa akhirnya Kinan menyerah dan bersedia di suapi Wisnu.

"Bian kemana ?" Tanya Wisnu.

"Ntahlah Nu, aku sadar cuma ada Suster tadi. Mungkin Bian nemuin Tasya." Jawab Kinan.

"Hmm... Setegar ini kamu tau Suami kamu sendiri pergi sama perempuan lain."

Kinan tersenyum.

"Aku bisa apa."

Wisnu kagum dengan kekuatan hati Kinan.

Wisnu seharian ini menemani Kinan di RS bersama Fina, sementara Bian entah kemana bersama Tasya.

Saat Wisnu dan Kinan sedang berbincang-bincang tiba-tiba ponsel Wisnu berdering tanda panggilan masuk. Wisnu sedikit menjauh dari Kinan dan Fina.

Tak lama Wisnu kembali mendekati Kinan.

"Besok aku harus terbang menuju Denpasar, Bali."

"Ada apa, Kau akan bertugas disana ?" Tanya Kinan.

"Tidak, kemungkinan Adik mu ada di Denpasar, aku butuh bukti surat-surat penting sepeti KK, Akta, atau foto-foto kebersamaan kalian."

Mendengar Adik nya kemungkinan di temukan mata Kinan berbinar bahagia.

"Terimakasih Nu, aku sangat-sangat bertrimaksih, kebetulan saat aku kembali waktu itu aku mengambil surat-surat penting, karena takut hilang terbuang, rumah itu bukan milik ku lagi. Surat-surat itu ada di Apartemen."

"Iya nanti akan ku suruh Bian antar."

Mendengar nama Bian Kinan kembali merasakan resah di hati nya, kemana sebenarnya Suami nya pergi bersama Tasya hingga tidak memikirkan dirinya, tidak usah memikirkan dirinya, cukup dengan calon Anak mereka yang Bian cemaskan saja Kinan sudah merasa bahagia.

Melihat Kinan murung Wisnu kembali mengalihkan perhatian nya.

Wisnu kembali mengajak ngobrol Kinan dengan cerita-cerita masa kecil Kinan yang indah agar perasaan nya tenang dan tidak stres.

Waktu sudah menunjukkan pukul 18:55.

Wisnu memutuskan untuk kembali ke rumah karena Mamah nya sudah datang.

Mamah melihat Wisnu dengan telaten menemani Kinan membuat hati nya menjadi pilu saat mengingat dirinya mengandung Wisnu, Papah Wisnu bahkan jarang pulang ke rumah, untuk sekedar mengelus perut buncit nya saja Mamah harus meminta terlebih dahulu.

"Mamah Mas Bian di mana ?"

Tanya Kinan dengan hati-hati.

"Bian sebentar lagi datang Nak."

Kinan tersenyum mendengar jawaban Mamah.

Waktu sudah menunjukkan pukul 21 malam, Mamah ataupun Kinan sudah tertidur lelap.

Terdengar langkah kaki seseorang mendekat ke ranjang Kinan. dan membangunkan Mamah.

"Mamah pulang biar Bian yang temani Kinan."

"Kamu dari mana aja."

Tanya Mamah pelan takut Kinan terganggu.

"Lembur Mah..."

Mamah mengangguk dan berlalu menuju mobil untuk di antar sopir pulang.

Bian mengusap kepala Kinan.

"Maaf kan Mas Kinan."

Ucap Bian lirih sembari bergetar menahan tangis nya.

Bian mengecup kening Kinan.

"Hari ini Mas sadar bahwa Mas mencintai kamu, tapi maaf, Mas hanya orang bodoh yang di butakan cinta, Mas sudah masuk ke dalam lubang kehancuran."

Bian benar-benar tidak bisa menahan air mata nya.

Kinan yang merasakan seseorang menggenggam tangan nya segera membuka matanya.

"Mas... Dari mana ?"

"Dari kerja, sudah istirahat lah."

Bian memaksakan senyuman nya di atas hati pilu nya saat ini.

Kinan bergeser dan menepuk ranjang pasien nya yang kosong.

Bian tersenyum lalu naik ke atas ranjang untuk tidur bersama Kinan.

Di dekap nya Kinan erat-erat seakan tak akan ingin melepas nya lagi.

Entah lah apa yang terjadi hari ini kepada Bian, hanya Bian dan Tuhan yang tau.

🍃🍃🍃

Kinan bangun dan merasakan tubuh nya lebih segar pagi ini.

Bian pun ikut terbangun dan segera membasuh wajah lalu membantu Kinan membersihkan diri.

Setelah membantu Kinan berganti baju Bian menyisir rambut panjang Kinan.

"Nan hari ini kamu pulang, tapi maaf aku harus ke kantor, nanti sore lanjut ke luar kota, nanti Mamah dateng nemenin kamu ya."

"Iya Mas..."

1
Yan Zahra
pdhl bian punya takan kanan knp gk mncari tau apa si yg gk bisa buat bian yg kaya,ini goblok nya smpe ke akar akarnya,klakuan taysa sndiri gk di tau hadeeehh jengkel di bikin
Leli Nur Baiti
ini sdh gak ada lanjutannya ta
Leli Nur Baiti
ayooo tour jgan lama 2 kelanjutan nya
Emil Adelia
lanjut
Maminya Nathania Bortum
nyimak thor
Emhy 1992
tour apa ini udah tamat lamanya nd uptade
Rysliyanni
lanjutlah
Adey
thor knp blm up aj
Agus Tina
knp blm ada lanjutannya ini
Endang Pujowati
l00
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "bangkitnya pria terhina" makasih kak🙏
total 1 replies
Nitapaldi
lnjut kk
Rysliyanni
kasihan jg y bian
Anonymous_cinta
alhamdulillah
far~Hidayu❤️😘🇵🇸
semangat terus .terus bekarya..
Vanya Ringostar
Lanjooott thor, semangat terus
Alkhafi
makanya berubahlah Bian perilakumu, biar hidupmu bahagia. bdw selamat menempu hidup baru Wisnu dan Kinan, semoga menjada samawah
Afriyaldi Yaldi
semangatttt thor......
Vivi Maulidiyah
aq selalu setia menunggu up..nya... semangat...
wagi giyoux
semangat kak
langit biru
love love you too kak othor...😍😘
semangka ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!