Ada 12 bulan dalam satu tahun , maka sebanyak itu pula aku mengungkapkan perasaan cintaku dan sebanyak itu pula perasaanku ditolak .
Itulah sepenggal kenangan pahitku saat SMA .
Lama tak berjumpa dan kini kami kembali bertemu . Namun dia tak mengingatku .
Bagaimana jika aku mencoba membuatnya kembali mengingat kenangan pahitku saat SMA ? Apa dengan diriku yang sekarang , penolakan itu masih mungkin ku terima ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShasaVinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16. Cinta bertepuk sebelah tangan
Ting ting ting ting ting ting ting ting
Bunyi alarm pada ponsel Cyrin berhasil membangunkan gadis itu dari tidur nyenyaknya .
Cyrin masih sangat mengantuk , pasalnya kemarin saat baru saja pulang dari Surabaya Ia malah kedatangan 2 sahabat pengacau di apartemennya .
Kedua sahabatnya itu sangat penasaran dan tak bisa menunggu lagi untuk segera bertemu Cyrin .
Alhasil Cyrin menceritakan semua yang terjadi mulai dari bagaimana Ia bisa ikut ke Surabaya sampai akhirnya kini hubungannya dengan Farrel menjadi lebih dekat .
Obrolan ketiga wanita itu berlangsung hingga pukul 12 malam . Setelah mereka berdua pamit pulang barulah Cyrin bisa istirahat .
Setelah mandi dan bersiap , kini Cyrin sedang sibuk di dapur .
Kemarin Ia berjanji untuk mengajak Farrel sarapan bersama di apartemennya sebelum mereka ke kantor .
Cyrin melirik jam di pergelangan tangannya , Ia perkirakan 5 menit lagi Farrel akan tiba di apartemennya .
Pagi ini Ia membuat beberapa menu sarapan , Ia membuat omelet sesuai request dari Farrel yang sangat menyukai omelet buatan Cyrin .

Lalu Ia juga membuat Avocado toast . Salah satu menu sarapan andalannya saat masih kuliah di London .

Untuk Farrel Ia juga menyiapkan nasi goreng . Ia hanya berjaga jaga saja , karena orang Indonesia terkenal dengan kesukaannya mengkomsumsi nasi baik itu di waktu sarapan .

Terakhir Ia membuat Oatmeal untuk dirinya . Pagi ini Ia menghindari memakan nasi , sebab semalam bersama dua sahabatnya Ia sudah banyak ngemil dan weekend kemarin Ia membolos berolah raga .

Benar saja bel apartemennya berbunyi bersamaan dengan Cyrin yang sedang membuat oatmeal untuk dirinya .
Cyrin segera berlari membuka pintu apartemennya . Nampaklah Farrel yang sudah rapih dengan setelan jasnya .
" Pagi Cyrin . " Sapa Farrel .
" Pagi, silahkan masuk Rel . " Balas Cyrin .
Benar , mereka berdua sudah memutuskan untuk saling memanggil nama saja biar lebih akrab .
Cyrin segera mengajak Farrel ke meja makan .
Sekilas Farrel bisa melihat apartemen Cyrin yang sangat bersih dan rapi .
" Apartemen kamu bersih dan rapi . " Komentar Farrel .
" Ya terima kasih . Tapi sebenarnya itu bukan karena aku rajin , tapi karena aku tidak memiliki waktu untuk membuatnya berantakan . " Jawab Cyrin membuat Farrel tertawa .
" Wahh... kamu masak banyak . "
" Hemm cobalah .... maaf aku memasak yang mudah saja, soalnya aku sedikit telat bangun . " Ucap Cyrin .
Pertama - tama Farrel memakan omelet , rasanya sama seperti omelet yang sebelumnya . Dan Ia sangat menyukainya . Buktinya omeletnya habis dalam sekejap . Begitupun dengan nasi goreng buatan Cyrin . Farrel memakannya dengan lahap .
Sedang untuk avocado toast , Farrel meminta maaf karena tidak memakannya . Ia memiliki alergi dengan buah alpukat .
Cyrin mencoba mengingat ingat , sepertinya dulu Ia juga pernah mengenal seseorang yang alergi dengan alpukat . Tapi siapa orang itu Ia lupa .
Akhirnya Cyrin memutuskan untuk membawa avocado toast ke kantornya untuk diberikan pada Byanca dan Marsha .
Setelah berjuang melewati kemacetan kota Jakarta , akhirnya mobil Farrel memasuki halaman kantor Cyrin .
Sebelum turun Farrel memberitahu Cyrin jika dia akan ke Jepang selama 5 hari kedepan , itu artinya dia tidak bisa menemui Cyrin .
Cyrin lalu turun dari mobil mewah Farrel dan melambaikan tangannya kemudian berjalan masuk ke dalam kantornya .
Tanpa Cyrin sadari Olla ternyata melihatnya . Tidak ingin membuang kesempatan , Ia segera memotret Cyrin yang sedang melambai pada seorang pria di dalam mobil .
Walaupun wajah pria itu tidak jelas , tapi menurutnya sudah cukup sebagai bukti yang akan Ia tunjukkan pada Nino .
Hari ini Cyrin menjalani rutinitasnya seperti biasa .
Selagi Ia senggang jika tak ada jadwal bertemu klien , maka Ia akan menyiapkan materi untuk diberikan pada Farrel . Walaupun hubungan keduanya membaik , perjanjian tetaplah perjanjian . Cyrin akan tetap bersikap profesional dengan menepati janjinya mengenai 12 pertemuan itu .
Berbeda dengan Cyrin yang sedang sibuk bekerja , kini Olla sedang menemui Nino di ruangannya .
" Kak Nino... sebaiknya kakak lupain Cyrin . " Ucap Olla tanpa basa basi .
" Maksud kamu ? " tanya Nino yang bingung .
" Olla tahu , Kak Nino suka kan dengan Cyrin ? "
Tanpa menunggu jawaban Nino, Olla segera melanjutkan ucapannya .
" Sebaiknya Kak Nino mundur saja . Cyrin sudah punya kekasih . Tadi pagi Olla lihat dia diantar sama kekasihnya . Bahkan mereka sempat mesra mesraan dulu sebelum Cyrin akhirnya turun dari mobil . " Adu Olla pada Nino .
" Jangan asal kamu kalau ngomong . " Ujar Nino .
" Ye... siapa yang asal ngomong . Nih Olla punya buktinya . " Ucap Olla yakin sambil menunjukkan foto yang ada di ponselnya .
Nino mengamati foto itu , nampaknya foto itu benar diambil pagi tadi karena pakaian Cyrin di foto itu sama yang dikenakannya saat ini .
" Benarkan .... sepertinya kekasih Cyrin juga bukan orang sembarangan . Lihat aja mobilnya . Atau jangan jangan pria itu yang memberikan semua barang mewah ke Cyrin yah . " Ucap Olla makin memanasi Nino .
" Jangan asal ngomong kamu Olla , jika tidak betul maka bisa jadi fitnah. Mending sekarang kamu kembali ke ruanganmu . Kamu seperti orang yang tidak punya pekerjaan, sempat sempatnya kesini hanya untuk membicarakan hal tidak penting semacam itu . "
Dengan berat hati Olla keluar dari ruangan Nino . Tapi di dalam hatinya Ia sedang bersorak karena Ia yakin Nino termakan omongannya .
Olla dan Nino sudah berteman sejak kecil . Mereka bertumbuh dan bermain dalam lingkungan yang sama . Sampai saat SMA , Nino pindah ke Solo mengikuti mamanya yang bercerai dengan papanya .
Namun sungguh sebuah berkat , papa dan mamanya kembali rujuk setelah 4 tahun berpisah , itulah alasan mengapa Nino sekarang kembali tinggal di Jakarta .
Orang tua Nino beberapa kali sudah berusaha menjodohkannya dengan Olla , tapi selalu Ia tolak karena Ia sangat mengenal sifat dan sikap Olla . Nino merasa Olla hanya cocok sebagai adiknya saja , tidak lebih .
Namun apa yang dikatakan Olla barusan mengenai Cyrin juga membuatnya cukup gusar .
Sebenarnya sudah sejak weekend kemarin Ia gelisah. Pasalnya sejak hari jumat sore Ia melihat mobil Cyrin terparkir di parkiran kantor . Pagi tadi saat Ia datang ,mobil Cyrin masih di tempat yang sama .
Selama weekend dia mencoba menghubungi Cyrin namun panggilannya tidak dijawab oleh Cyrin .
Saat menghubungi Byanca , wanita itu hanya bilang jika Cyrin sedang tidak berada di apartemen . Kemana Cyrin dia juga tak tahu .
Lalu pagi ini Olla datang dengan kabar yang membuat hatinya panas .
" Apa benar Cyrin sudah punya kekasih ? "
Batin Nino .
" Aku harus menanyakannya langsung . Sebaiknya ku ajak dia makan malam lalu ku tanyakan padanya . "
Segera Nino menghubungi Cyrin dan menyampaikan maksudnya . Untung saja Cyrin bersedia menerima ajakannya .
Nino sudah tak sabar menunggu waktu makan malam tiba. Ia tidak bisa berkonsentrasi dengan baik .
" Bagaimana jika Ia harus merasakan cinta bertepuk sebelah tangan untuk kedua kalinya dengan wanita yang sama . " Batin Nino .
.
.
.
.
.
"Kenyataan memang tak selalu beriringan dengan harapan tapi bukan berarti kita harus dilanda keputusasaan. "
"Meski cinta berakhir tidak sesuai dengan harapan, namun hidupmu harus terus selalu berjalan."
.
.
.
.
.
To be continue