Tidak semua cinta pertama berakhir dengan kebahagiaan. Bagi aruna, gadis yatim piatu yang hidup dari beasiswa dan kerja keras, jatuh cinta pada siswa paling populer di sekolah adalahawal dari mimpi buruk yang selama ini tak ingin dia miliki..dia bahagia, namun kebahagaan itu ternyata di bangun diatas sebuah taruhan konyol para anak orang kaya itu. Saat kebenaran terungkap, aruna kehilangan lebih dari sekedar cinta..penghianatan, perundungan, dan kehilangan yang tak tergantikan menghancurkan hidupnya hingga dia memilih menghilang dari masa lalu. Bertahun-tahun kemudia, takdir mempertemukan mereka kembali. Kini, pria yang dulu menghancurkan dunianya telah menjadi seorang pria yang rela melakukan apapun untuk mendapatkan kesempatan kedua. Sayangnya, tidak semua luka dapat di sembuhkan dengan kata maaf… Penasaran?…yuk kepoin ceritanya….
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon simnuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Liam akhirnya mengendarai mobilnya menjauh dari kos aruna..sedangkan gadis itu hanya menatap kepergian liam dengan rumit.
“Tolong jangan terlalu baik..aku takut berharap dan kemudian kembali di kecewakan..”gumam aruna..gadis itu akhirnya masuk kedalam kos sepetaknya.
_________________________
Beberapa hari ini liam terus berupaya mendekati aruna..mulai dari mengajak makan di kantin, mengajaknya pergi dan pulang
Bersama saat bahu aruna masih cidera, bahkan beberapa kali mengunjungi gadis itu di tempat kerjanya sambil membawa makan malam..aruna yang awalnya agak menjaga jarak dan merasa tidak terlalu nyaman menjadi lebih santai..dia sekarang jadi terbiasa dengan kemunculan tiba-tiba pria dingin itu di sekitarnya.
Hal itu membuat semua siswa sedikit segan untuk mengejek aruna karna keberadaan liam di sampingnya..begitu juga dengan olla, gadis itu berusaha menahan diri untuk tidak membully aruna, di takut liam akan marah padanya..jadi gadis itu hanya memendam kemarahan di hatinya, dan sesekali melemparkan ejekan pada aruna saat liam tak berada di sisi gadis itu.
Hari ini liam dan keempat temannya sedang berkumpul di markas kecil mereka..lima cowok populer itu berleha-leha sambil memakan cemilan.
“Gimana progresnya bro?..”tanya kai menyikut lengan liam.
“Sangat lancar..siapkan saja hadiahnya..”ucap liam datar.
“Sombong banget..belun tentu juga dia mau nerima lo..”ucap aiden.
“Kita lihat saja nanti..”ucap liam bangga.
“Gimana menurut lo si cupu itu?..”tanya nathan.
“Cukup manarik..ada beberapa hal tentang dia yang membuat tantangan ini menjadi seru..”ucap liam manatap empat sahabatnya.
“Dia penuh kejutan..”sambung liam.
“Belum pernah gue lihat lo seantusias ini..lo tertarik sama dia?..”tanya ethan..liam langsung manatap tajam pria itu.
“No..”jawab liam cepat.
“Gue hanya penasaran sama kehidupanya..”tambah liam..keempat orang itu saling pandang dan mengangguk kecil.
.
.
.
Siang ini aruna berada di perpustakaan, dia sedang belajar tentang materi lomba yang akan diadakan tiga hari lagi..saat sedang asik membaca, seorang menghampirinya.
“Aruna..”panggil seorang pria paruh baya..aruna spontan berdiri.
“Iya pak?..”tanya aruna.
“Bapak dengar dari yang lain kamu tidak berada di ruang belajar beberapa hari ini, benar?..”tanya pria paruh baya itu.
“Maaf pak, kemarin saya masih bekerja..tapi tenang saja, mulai besok malam saya akan berada di ruang belajar sampai hari lomba..”ucap aruna cepat.
“Hmm..bapak tau pekerjan mu itu penting..tapi lomba ini menyangkut harga diri sekolah..tolong fokus..”ucap pria paruh baya itu.
”baik pak..sekali lagi saya minta maaf..”ucap aruna menunduk dalam.
“Hmm baiklah..belajar dengan giat..”ucap pria paruh baya itu sebelum pergi dari sana.
Aruna menghela nafas pelan..ini memang kesalahanya yang tak bisa membagi waktu.
.
.
“Aruna..”panggil seseorang saat aruna hendak menuju parkiran.
“Ada apa liam?..”tanya aruna..rupanya itu liam.
“Ayo temani gue ke mall..”ucap liam..wajah pria itu masih sama seperti dulu cuma sedikit agak ramah saja.
“Ngapain?..”tanya aruna.
“Ikut saja..”ucap liam menarik pelan aruna menuju parkiran..sedangkan aruna hanya pasrah ditarik pria pemaksa itu.
“Sepeda lo biar mereka yang arus..atau gak besok gue jemput..”ucap liam.
“Antar saja nanti..”pasrah aruna.
.
.
.
Sesampainya di mall, aruna merasa takjub dengan keindahan bangunan itu..dia menoleh kesana kemari seperti orang udik..ya tentu saja udik, orang seumur hidup baru kali ini dia menginjakkan kaki di pusat perbelanjaan besar itu.
“Jangan celingak-celinguk..ayo masuk..”ucap liam berjalan terlebih dahulu..aruna tersadar dan mengejar langkah lebar liam.
Mereka memasuki toko demi toko, tapi sepertinya tak ada yang manarik perhatian pria itu.
“Kamu mau beli apa sebenarnya?..”tanya aruna.
“Gue gatau..”jawab liam santai..aruna membelalakkan matanya tak percaya..jadi sia-sia saja mereka berkeliling sedari tadi.
“Emang kamu mau mencari apa?..”tanya aruna.
“Kita makan aja dulu..gue laper..”ucap liam tak menghiraukan pertanyaan aruna..aruna menghela nafas pelan.
“Pria menyebalkan ini..”batin aruna kesal..apalagi sedari tadi mereka jadi pusat perhatin karna keberadaan liam, sang pewaris kerajaan bisnis cortner..belum lagi tatapan mematikan dan makian dari pemuja pria itu.
Mereka akhirnya mamasuki restoran barat..liam memesan banyak masakan barat yang tidak aruna mengerti..tapi makanan nya sangat enak membuat aruna makan dengan lahap.
“Pelan-pelan..ga akan ada yang minta..”ucap liam manatap aruna yang makan dengan lahap..aruna cengengesan.
“Hehehe maaf..makanya terlalu enak..aku belum pernah makan yang seperti ini..”ucap aruna terus terang..liam terdiam.
“Makan yang banyak..”ucap liam tak lagi mengomentari gadis itu.
Melihat aruna yang makan dengan lahap, liam yang biasanya makan sedikit tertular kelahapan aruna..dua orang itu makan dengan lahap tanpa banyak berbincang.
Saat akan pulang, liam menyerahkan dua kantong plastik pada aruna.
“Untuk nanti malam..”ucap liam..aruna manatap liam lekat, kemudian mengangguk kecil.
“Terimakasih..”ucap aruna..liam hanya mengangguk kecil.
.
.
Mereka memasuki toko pakaian..tiga orang pelayan langsung menghampiri liam dengan hormat.
“Selamat datang tuan muda..”ucap tiga pegawai itu bersamaan..liam hanya mengangguk kecil, sedangkan aruna terbengong menatap tiga pegawai itu.
“Carikan pakaian yang cocok untuknya..”ucap liam datar sambil melirik aruna.
“Aku?..”tunjuk aruna pada dirinya sendiri..liam megangguk kecil.
“Ayo nona ikut saya..”ucap salah satu pelayan itu..aruna hendak protes, tapi tiga pegawai itu langsung menarik pelan tubuhnya.
Tiga pegawai itu memperlihatkan banyak model baju..mulai dari yang tertutup sampai yang terbuka..aruna hanya bisa mengikuti arahan tiga pegawai itu..dan hanya mengangguk-ngangguk kecil saat tiga orang itu menjelaskan model baju itu..padahal dia tak mengerti.
“Sudah dapat?..”tanya liam..aruna manatap memelas pada liam..dia ingin segera keluar dari tempat ini, penjelasan pegawai itu sungguh membuat aruna pusing.
“Nona belum memilihnya tuan muda..”jawab pegawai itu..liam menatap aruna, aruna menggeleng pelan.
“Tidak perlu liam..baju ku masih banyak..”ucap aruna.
“Pilih saja..”ucap liam.
“Tidak usah..beneran..”kekeh aruna.
“Pilih atau aku beli semuanya..”ancam liam..aruna terdiam sebentar.
“Yang ini saja..”pilih aruna asal..dia takut pria itu benar-benar memberong semuanya.
“Bungkus ini..”ucap liam..aruna hanya terdiam pasrah..pria pemaksa ini memang susah di hadapi.
Lagi-lagi liam menatap gadis itu sedikit lama..liam binggung dengan sifat aruna..padahal setauanya seorang gadis sangat suka berbelanja apalagi kalau dibayari oleh seseorang, tapi aruna sangat berbeda, dia benar-benar tak menemukan sifat gadis matre dan gila uang di diri gadis itu.
.
.
.
TO BE CONTINUE……………..