Haloo... ini novel pertamaku..
yg di judul sebelumnya aku tamatin karna ada kesalahan. So, aku pindah ke judul ini aja..
Enjoy reading...
- - - -
Bagaimana rasanya kalau calon suami tercinta tertangkap basah sedang berkhianat??
belum sembuh luka hati, tiba-tiba...
"menikahlah dengan mas Bara, dek!"
Kata-kata itu yang sekarang membuat Nadia dilema. Menikah dengan kakak ipar sendiri??? Are you serious!??
Pengkhianatan, Kekecewaan, lalu pernikahan dadakan...
Sanggupkah Nadia melalui semua itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riaw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16
BAB 16
Keesokan harinya Baby Lea sudah diperbolehkan pulang, dan lagi-lagi Nadia masih setia menemani keponakan cantiknya itu. Bara sibuk membereskan barang-barang Baby Lea setelah menyelesaikan administrasi rumah sakit, sedangkan Nadia sibuk menggendong Baby Lea yang sedang menyusu dari botol dotnya. Dari semalam dia menempel terus pada tantenya itu dan tidak mau lepas barang sedetik pun.
“pelan-pelan sayang.. keponakan onty ini semangat sekali minum susunya” entahlah, Baby Lea selalu lebih semangat minum susu saat didekap oleh tantenya itu.
“baiklah, semuanya sudah beres. Ayo pulang” mereka kemudian beranjak menuju lobby. Di depan halaman rumah sakit sudah ada sopir Bara yang siap menjemput mereka. Setelah itu mobil keluar area rumah sakit dan melesat menuju kediaman Bara.
Sunyi, tidak ada percakapan di dalam mobil tersebut, hanya ada suara dengkuran halus dari bayi perempuan dalam gendongan Nadia. Sang supir sedang fokus menyetir dan tidak berani menginterupsi tuannya, dan Bara juga fokus pada ponselnya karena sedang mengecek beberapa email dari asistennya.
“Pak Anto, antarkan Nadia ke rumahnya dulu.” Titah Bara pada supirnya masih fokus dengan ponselnya.
“mmm bolehkah aku ikut kalian dulu, aku masih ingin bersama Baby Lea. Nanti aku pulang naik taksi saja.” Ucap Nadia yang masih belum rela berpisah dengan Lea.
“ya, terserah” sahut Bara
Setelah beberapa saat, mereka pun sampai di kediaman Bara dan sang spir segera turun untuk membukakan pintu bosnya serta Nadia.
“terima kasih pak Anto.” Ucap Nadia sambil tersenyum ramah
“sama-sama Nona” sahut sang supir
“kak, dimana kamar Baby Lea?” tanya Nadia saat akan mengantar Lea ke kamarnya.
“di lantai dua, pintunya ada tulisan namanya” jawab Bara kemudian pergi ke kamarnya
“mari Nona saya antar ke kamar baby Lea” ucap Bu Lika yang siap menunggu di ruang tamu mendengar nona mudanya pulang dari rumah sakit.
“baiklah Bu. Terima kasih” Nadia mengikuti Langkah Bu Lika menuju kamar baby Lea. Setelah sampai disana, ia meletakkan Lea di box bayi dengan hati-hati.
“baiklah, aku pamit pulang dulu ya Bu” pamit Nadia pada bu lika
“iya nona, mari saya antar kebawah”
“tidak usah, Bu. Kasihan Lea nanti kalau terbangun dan tidak ada orang di sampingnya” tolak Nadia pada Bu Lika.
“baiklah, nona. Hati-hati di jalan yaa..”
“iya, terima kasih, Bu” Nadia keluar dari kamar dan menuju keluar gerbang.
“Non, sudah mau pulang? Mari saya antar” ucap Pak Anto saat melihat Nadia berjalan ke arah gerbang.
“tidak usah Pak, saya sudah pesan taksi. Sudah sampai di depan. Saya pulang dulu ya pak”
“baiklah Nona, hati-hati di jalan”
- - - -
Terimakasih