Jika orang lain memilih pergi saat tahu suaminya mendua, aku memilih bertahan dan memberi kejutan manis untuk suamiku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon susan saliman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Yoga yang suka menggoda
" Istighfar mas, itu tuh kelebihan dari mas Yoga yang harus mas kurangi sedikit mas", Ucap Menur.
" Apa itu?", Tanya Yoga.
" Sombong..... tidak boleh mas kita itu bertingkah sombong", Jawab Menur.
" Mana ada? Mas hanya bilang yang sebenarnya saja Nur", Jawab Yoga.
" Narsis",Ketus Menur.
" Tapi benar kan?", Desak Yoga.
" Iya iya.... Puas", Menur terkekeh geli dengan tingkah suaminya yang narsisnya selangit.
" Mas, pulang yuk", Ajak Menur.
Yoga langsung berdiri, menuntun tangan Menur setelah mengangguk setuju.
" Sony,.... ", Panggil Yoga.
" Ini", Memberikan 5 lembar uang berwarna merah pada Sony.
" Untuk kopi dan makan malam, sisanya buat kalian, bagi rata dengan yang lain, oke, pamit dulu sudah malam", Yoga kembali menuntun Menur setelah memasukksn dompetnya kedalam saku celananya.
" Langsung pulang?", Tanya Yoga pada setelah berada di dalam mobilnya.
Menur melirik pergrlsngsn tsngannya, melihat jam, " iya mas, sudah jsm 9 lebih", Jawab Menur, " Mas masih pingin jslan atau mau kemana lagi?", Tanya Menur.
" Mau..... ke peraduan mas lah, bersama mu", Yoga mencondongkan tubuhnya sambil berbisik supaya dekat dengan telinga Menur, " Meneruskan yang tadi tertunda", imbuhnya.
" Ck.... kirain", Menur langsung memalingkan wajshnya menghadap keluar karena geli dsn malu dengan ucapsn Yoga.
" Kenapa? Suka ya, sudah ga sabar? Tenang Nur.... mau berapa kali mas jabanin", Kekeh lebar Yoga penuh kejahilan.
" Dihhh.... Mikirnya yang begitu mululu", Sungut Menur.
" Ya iya lah namanya juga pengantin baru", Jawab Yoga.
" Halah", Sungut Menur lagi.
" Cewek mah suka gitu, sok jaim padahal.... kalau sudah berdua paling nafsuan di banding cowoknya", Yoga kembali terkekeh keras.
" Iihhh..... kok jadi menghina kaun hawa sih, cewek begitu karena cowoknya yang mulai", Menur memukul pelan lengan Yoga gemas dengan wajah yanv memerah karena malu.
" Duh.... kok mukul sih, wah ternyata istri ku ini kalau sudah ga tahan ganas juga, jadi galak begini", Yoga terus saja terkekeh lebar, tak hentinya menggoda Menur, makin Menur kesal makin gemas.
" Masssss.... ", Menur akhirnya bersedekap dan diam, Yoga ga kehabisan akal dia mulai lagi menggoda Menur.
" Atau kita ke hotel Nur, sekarang?", Goda Yoga lagi.
" Mas sendiri saja, Menur sih mau pulang", Ketus Menur menyandarkan diri pada sandaran jok.
" Iya deh pulang, sudah ga tahan ya....", Menur diam, tidak menanggapi omongan Yoga.
" Sama, mas juga..... malah sudah diubun ubun lagi.... ", Tambah Yoga.
Menur masih diem, sudah ga mau menanggapi ucapan Yoga, tangan Yoga langsung meraih kepala Menur yang tengah bersandar untuk di belai, Menur masih diem, Yoga kemudian meraih tangan Menur dan membawanya ke bibirnya untuk di cium.
" Nur".
" Hem".
" Kok diem sih, sariawan ya?", Celetuk Yoga.
" Bukan".
" Terus?". Tanya Yoga lagi.
" Mabuk", Jawab Menur asal.
" Pusing? Mau berhenti dulu?", Yoga meminggirkan mobilnya untuk parkir dengan sedikit rasa panik.
" Kenapa berhenti?", Tanya Menur heran.
" Lho katanya mabuk!", Jawab Yoga menoleh kearah Menur.
" Bukan mabuk kendaraan mas", Protes Menur sewot.
" Lha terus?", Tanya Yoga tidak mengerti.
" Mabuk gombalan mas, bukan bukan mabuk kendaraan mas", Jawab Menur tanpa dosa.
" Ya elah Nur, rupanya barusan ngelawak toh... bisa kamu Nur ngerjain Mas", Yoga terkekeh lebar seraya menjalankan mobilnya lagi.
" Siapa yang ngerjain mas sih, mas kan nanya ya Menur jawab, salah?", Tanya Menur lagi, dalam hati menur terkekeh juga melihat tingkah Yoga yang kena prenk, bisa di bilang begitu.
" Jadi rupanya kamu mulai kecanduan gombalan mas ya Nur?", goda Yoga lagi.
" Apaan candu?, Bukan miras juga", Kekeh Menur.
" Lha itu katanya apa tadi, mabuk gombalan mas, itu artinya gombalan mas tuh mengena di hati sanubari mu nur, tak bisa terlupakan, terus terasa, seperti candu, iya kan?".
" Serah mas lah ", Jawab Menur penuh kesal.
" Jangan ngambek dong, nanti cepat tua lho", Goda Yoga lagi.
" Masih tua an mas lah", Jawab Menur jutek.
" Lho lho.... kok jadi ngambek sih sayang.... ", Yoga kembali mencium punggung tangan Menur yang sedari tadi masih di genggam dengan tangan kirinya.
" Mas, nyetir yang bener dong... Tangan ku lepasin", Protes Menur.
" Maksnya jangan marahi mas terus... ya!", Rengek Yoga.
" Siapa juga yang marahin mas, mas nya saja yang baperan yee", Menur mencebukkan bibirnya.
" Jadi ga marah to, beneran ga marah nih?", Yoga menyakinkan pertanyaannya pada Menur.
" Enggak mas... udah ah serius, bentar lagi sampai rumah tuh", Menur memirinhkan duduknya wajahnya menghadap Yoga.
Berarti nanti di kasih kan?", Tanya Yoga, membuat Menur kembali memanyunkan bibirnya.
" Katanya ga marah, kok manyun... di kasih kan nanti sampai rumah?", tanya Yoga melirik Menur.
" Ya kalau di goda terus, sebel Menur tuh mas, ya udah, di kasih nanti kalau udsh ssmpai kamar tapi diem jangsn brisik terus, ngeri... mslu tahu mas ngomongin itu terus", Menur bicara tsnpa melihat Xoga ksrena sebenarnya malu.
" Iya mas diem, tapi nanti harus nambah ya", Yoga langsung tidak bicara lagi langsung fokus, sementara Menur menoleh pada Yoga dengan raut muka sebel tingkat tinggi.
" Ihhh.... sebelin", Gerutu Menur.
Mereka sampai rumah hampir jam sepuluh malam, dan bu Salim masih asyik menonton televisi.
" Assalamualaikum bu", Sapa Menur langsung mencium punggung tangan sang ibu mertua.
" Sudah makan?", Tanya ibu.
' Sudah bu, kami langsung ke kamar ya bu," pamit Menur dan Yoga masuk ke dalam kamar.
" Pintu semua sudah di cek Ga?", Tanya ibu.
" Yoga ganti baju dulu bu, nanti biar Yoga yang ngecek", Begitulah kebiasaan ibu dan anak itu sebelum mereka tidur, karena memang mereka tidak memiliki penjaga rumah, lagian di kampung masih aman, tidak ada yang berani menyatroni rumah bu Salim karena tahu resikonya jika ingin berbuat jahat.
" Mas mau mandi dulu?", Tanya Menur.
" Kamu saja fuluan Nur, mas mau kedepan bentar ngecek pintu", Jawab Yoga, seraya melepas jam tangannya.
Menur lsngsung bergegas masuk ksmar manfi karena sudah kebelet buang air kecil.
Setelah ngecek pintu Yoga pun kembali ke kamar dan langsung menyusul Menur yang tengah mandi, karena tadi buru buru menur lupa tidak kunci pintu kamar mandi.
" Haaaa.... ", Menur tetiak kaget, ketika tengah menghosok gigi susmi masuk dan langsung memeluknya erat seraya menciumi lehernya.
" Massss..... kebiasaan ya, jahil", Menur berusaha melepas tangan Yoga yang mrmeluk perutnya.
" Geli mas, lepasin", Terisk Menur.
" Sebentar saja", Bisik Yoga, " Mas sudah benar benar ga tahan sayang, kita mandi bareng ya", Yoga langsung menggendong Menur menuju shower.
Menur sudah tidak kuasa menolak, tangan kekar Yoga sudah memeluk erat.
Menur langsung balik badan membelskangi Yoga dan kedua tangannya bertumpu pada dinding.
" Makin pinter istri ku mas ini", Bisik Yoga.
Sama tokoh yoga,gak ada insyafnya
Semakin tua,bukannya keimanan diperkuat,dipeluk diam aja,kaya kucing
Garong,udah thor pisahin aja mereka
Biar aja menur jadi janda daripada dibohongi terus,tobat sambel
bagus ceritanya
sukses
semangat