NovelToon NovelToon
Pemakan Manusia

Pemakan Manusia

Status: tamat
Genre:Iblis / Misteri / Horor / Tamat
Popularitas:238k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

"Jangan dekat rawa itu!"

semenjak banyak yang meninggal karena memasang jebakan ikan di malam hari, rawa kecil itu di jauhi oleh banyak orang karena sudah banyak yang meninggal dunia.

Apa yang sudah terjadi?
Siapa penghuni rawa kecil itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 04. Di kejar cegil

"Dari mana kalian malam malam begini?" tegur Purnama kepada sang adik.

"Itu Bang Arya sibuk mau mencari iblis di dalam rawa kecil sana karena Pak Paimin menghilang." Nolan langsung menjawab pertanyaan dari Purnama.

"Em? rawa kecil yang ada di ujung desa itu!" Purnama saja sampai kaget karena Arya justru curiga dengan rawa tersebut.

Nolan mengangkat pundak karena dia memang merasa Arya tadi sedikit berlebihan setelah curiga kepada rawa kecil yang tidak ada energi sama sekali itu, setelah berkata demikian maka Nolan segera masuk ke dalam kamar untuk menemui sang istri yang ada di dalam kamar sana karena ini juga sudah tengah malam.

Arya diam saja karena tadi dia entah kenapa merasa curiga dengan rawa tersebut namun ketika datang ke sana malah tidak ada bukti sama sekali, entah karena dia yang terlalu curiga atau memang ada sesuatu yang membuat dirinya harus melihat namun yang jelas Arya masih belum bisa menemui satu titik terang yang bisa dia jadikan bukti.

Purnama juga menatap sang adik karena entah kenapa Arya bisa punya pikiran bahwa rawa itu telah menyimpan sesuatu, bukan karena Purnama meremehkan Arya tapi terkadang Arya ini bila memiliki firasat selalu saja meleset, jadi kadang Purnama merasa ragu untuk percaya dengan adik dia ini.

"Tidak usah percaya bila Kakak juga merasa ragu." Arya tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Purnama.

Ratu ular tertawa kecil karena pasti Arya telah menebak bahwa dirinya meragukan firasat yang ada di dalam hati itu, terlebih lagi Nolan juga mengatakan bahwa rawa tersebut tidak ada energi yang aneh dan memang hanya ada rawa kecil saja sehingga tidak mungkin iblis kuat mau bersemayam di rawa itu.

Kecuali sebuah danau maka itu masih bisa untuk mereka curigai, sama seperti di masa lalu ketika mereka harus mengejar sosok iblis berselendang merah yang ada di dalam danau, namun itu sangat jelas karena memiliki luas yang begitu besar dan juga energi begitu kuat di dalam danau tersebut.

"Memang nya Kenapa kau merasa Pak Paimin tenggelam dalam danau itu?" tanya Purnama.

"Bukan danau yang Aku datangi itu tapi sebuah rawa." ralat Arya.

"Yang ada di ujung desa banyak genjer nya itu kan?" tanya Purnama untuk memastikan terlebih dahulu.

"Iya, kan selama ini banyak orang memasang perangkap ikan di rawa itu." Arya mengangguk.

"Ah sekecil itu mana ada iblis yang mau menunggu di sana, Ar! kalau juga ada paling hanya iblis rendah dan tidak akan mungkin sanggup untuk membunuh manusia." Purnama langsung menaikkan nada suara dia sekarang.

Arya menarik nafas panjang Karena dia sudah menebak bahwa Purnama juga tidak mungkin setuju kalau rawa itu memiliki iblis, namun mau protes juga tidak bisa karena dia sudah dari sana dan membuktikan sendiri bahwa memang tidak ada energi buruk di rawa itu, saat datang tadi hanya merasakan energi ular karena mereka berdua adalah siluman ular.

"Malam sebelumnya itu kami bertemu dengan Paimin di dekat rawa sana, bahkan dia sendiri ngomong kalau mau masuk ke dalam rawa mengambil perangkap ikan." Arya berusaha untuk menjelaskan.

"Ya tapi kan kita tidak tahu setelah dari rawa itu dia menuju ke mana, tidak berarti dia mati di dalam rawa itu." sanggah Purnama pula.

"Memang benar dan aku tadi juga cuman membuktikan saja, ternyata tidak ada iblis yang menunggu rawa itu." ujar Arya dengan serius.

"Lagian kau itu kalau curiga selalu saja aneh." Purnama menghembuskan nafas berat.

"Ya namanya juga curiga, siapa tahu kecurigaan dia nanti benar." Nefertari menjawab karena dia sudah gerah sejak tadi melihat Arya yang selalu diremehkan.

"Diam kau!" bentak ratu ular sehingga gadis itu langsung lari menjauh.

Arya menahan tawa karena beberapa kali ini memang gadis itu selalu saja berusaha untuk membela dia, padahal Nefertari juga tahu kalau dia membuka suara untuk membela Arya maka nanti yang ada Purnama akan mengamuk dan seperti ini maka dia akan mendapat bentakan maut.

"Kalau Kakak menduga Pak Paimin itu pergi ke mana?" Arya bertanya tentang firasat Purnama.

"Paling tidak lama lagi nanti pulang dan mereka akan menjadi kaya raya." ujar Purnama dengan santai.

"Gila, sekarang dia memang satu pemikiran dengan Nolan!" Arya kesal sendiri dan segera pergi dari hadapan Purnama.

Purnama memasang wajah cuek karena memang selama ini banyak orang yang menghilang secara mendadak lalu dia kembali membawa kekayaan berlimpah, apa lagi yang mereka lakukan bila bukan untuk melakukan pesugihan yang selama ini sering sekali di lakukan oleh para warga.

Tadi Arya juga sempat bertanya kepada Nolan dan jawaban mereka malah sama seperti itu, hanya ada yang tetap yakin bahwa Pak Paimin ini meninggal dunia karena sesuatu yang tidak beres sehingga dia berusaha keras untuk mencari tahu tentang kematian pria tua itu.

"Awas saja nanti bila terbukti bahwa firasat aku benar maka akan aku hina mereka sampai gila!" kesal Arya.

"Tidak perlu Kamu hina mereka juga sudah gila." sahut suara halus itu.

"Hais kau ini selalu saja ikut campur lah, pergi kau sana." Arya malas berbicara dengan Nefertari.

"Loh padahal aku datang karena ingin memberi dukungan sama kamu, masa kamu dingin banget sih sama aku." Nefertari memasang wajah memelas.

"Tar, kau dari pada sibuk saja di agensi ini maka lebih baik untuk segera pulang sana di danau kecil milik kau itu." Arya malas banyak berbicara dengan gadis ini.

"Mau berapa kali kamu mengusir aku maka aku tidak akan pernah pulang lagi ke sana." Nefertari tersenyum manis dan duduk di sebelah Arya.

Arya memutar bola mata malas karena dia tahu bahwa gadis ini sudah menyukai dirinya sejak lama, awal mula Arya tidak percaya ketika Maharani mengatakan hal itu kepada dirinya, namun ketika melihat gelagat Nefertari yang semakin menunjukan perasaan suka maka Arya akhirnya setuju Dengan Maharani.

"Kau tidak perlu berharap terlalu banyak dengan aku." Arya kembali berbicara ke arah sana.

"Sudah lah, Kau tidak perlu resah membicarakan masalah itu karena memperjuangkan cinta ini adalah urusan aku sendiri." Nefertari berkata dengan spek cegil nya.

"Gila! segitu besar cinta dia sampai mengejar Arya dan tidak tahu malu." keluh Purnama yang mendengar percakapan mereka berdua.

Arya bisa dikatakan memang telah menutup hati setelah kematian sang istri, lama tidak pernah mengenal cinta sehingga dia memutuskan untuk tetap hidup sendiri. sekarang mendadak saja ada gadis yang begitu gila dan terus mengejar dirinya tanpa ada kata menyerah walau hanya sedikit saja.

Selamat siang besti, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya, terima kasih dan nanti kita tambah updatenya lagi.

1
Yeyet Rohaeti
OK thor, aku tunggu bab bonusnya lagi.
Sabrina Qheyla Putrie
Terima kasih thorrr,,,
Ayuk Witanto
Arini pasti terluka banget
Ayuk Witanto
wah ada yang baru
Iis Rohayati
okeeeeh
lanjut terus sampe damai semuanya
Ayuk Witanto
pada kepo🤣
Apriyanti
terimakasih Thor sehat selalu buat othor tercinta biar bisa memberi cerita² yg bagus² lg🙏💪😘
al thania
mak'e kok sekarang aku ga bisa liat semua novel'a ya 🤔
al thania: ga ngerti mak'e, sayang'a nih aplikasi ga bisa kirim gambar skrinshot'a, gimana mo liat cerita yg lainnya ya. 🤔
total 2 replies
Ketut Kasna Kasna
terima kasih untuk karyamu yg luar biasa mak, candu sama karyamu mak
NoviTa jungkook: Terima kasih syg ku
total 1 replies
Ulina Sitorus
terimakasih buat karya² yang sangat luar biasa,
Dede Dedeh
sarange kak novi
NoviTa jungkook: nomo² sarange
total 1 replies
Itel A70 4/128
Terima kasih kembali🙏
Ayuk Witanto
makasih Mak ..kutunggu karyamu
Nureliya Yajid
terima kasih thor
Ayuk Witanto
apa nanti bakal ada kisah baru dari rumah Melda
༶•┈┈⛧┈♛ 𝑅𝑖𝑠𝑘𝑎𝑎𝑎 ♛┈⛧┈┈•༶
terimakasih ka thor sudah menemani hari² ku dengan ceritamu yang luar biasaa, aku tunggu cerita selanjutnya, aku tunggu tentang ceritanya arya yang versi bengis sekarang 😅🥰🥰
Ayuk Witanto
bener2 sudah usai....
Eli Rahma
makasih juga thor atas ceritannya yg menarik ini..dtunggu karya selanjutnya..sukses selaluu untuk othor..🥰🥰
INDRA
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
mama mil 😘
trimakasih ya mak sudah bikin crita seru setiap hari, karyamu selalu aku tunggu , semangat bikin karya barunya 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!