Disekian banyaknya cinta,akhirnya aku hanya memilihmu untuk kucintai.
Suatu penantian dari seorang Ibu yang terbaring lemas dan berpesan kepada seorang pria muda yang selalu merawatnya
dan menjaganya. Bernama Dirga Arbian seorang aktor terkenal diamanahkan untuk menjaga anak gadisnya, ke Dirga seorang aktor kaya dan juga CEO terkenal memaksa menikahinya. Gadis tersebut bernama Tiara Bella.Tiara adalah Gadis nan cantik,terseret banyak masalah membajirinya.Hingga gadis yang yang dibenci seorang lelaki yang sah menjadi suaminya itu.Akhirnya mencintainya setulus genangan air mengalir.Bulir-bulir air mata bisa mereka lalui karena kisah cinta mereka yang datang sendiri.Tumbuhnya cinta membuat mereka buta akan nikmatnya.Kebencian dulu,hingga kebahagian datang dan kesedihan larut dalam garam yang mereka buat.
Akankah mereka selamanya bahagia?Sama dengan cerita drama?Ayo lanjutkan membaca awal kisah mereka...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ecca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tugas seorang istri
Pikiranya yang kosong melihat jalanan.Terlihat ada sebuah poster dijalanan.Menarik perhatian dia untuk kembali melihat dengan fokus.Di dalam gambar poster ada foto kedua orang sedang berciuman dan saling rangkul-rangkulan.Dan tampak disana wajah orang itu seperti ia kenal.
"Pak berhenti!"Ara menepuk bahu Pak Dra.
"Kenapa Nona?"Pak Dra mengerutkan kening kebingungan dan setirnya ia hentikan tepat disamping poster yang ingin Ara lihat.
Wajahnya mirip Mas Dirga.Mengapa Mas Dirga tidak terus terang kalo dia bintang iklan.
Dilihat dari postur gambar memang Ara tahu sisi wajah Dirga selama ini.
"Sudah Pak.Jalan lagi!"Ara selesai mengamati gambar lalu meraih ponsel ketika mobil kembali berjalan.
Aku cari tahu di internet.Siapa tahu aku tahu banyak tentang dirinya.Ara berfikiran membuka sosia media.
Setelah membaca artikel lebih mendalam ternyata ia tahu.Dan percuma awal akan berakhir jika belum terungkap begitu juga Dirga yang misteri tentang kabarnya.Yang membawa Ara penasaran.Pak Dra melirik dari kaca spion depan bergumam sendiri dalam hati.Karena tahu Ara melihat poster ditepi jalanan tadi.
Pohon yang rindang mewarnai pemakaman.Ara dengan kecamata,memakai kecamata hitam dan selendang mewarnai hitamnya gelora hati.Dia membuka kecamata setelah keluar dari mobil karena cahaya hari ini sangat mengkilaui matanya.Banyak mata yang memandangnya.Sedangkan dirinya dengan wajah gugup dan ditekuk.Dia tidak sengaja menabrak orang di depanya.Bruk!!!!
"Kalo jalan lihat-lihat.Untung aku yang kamu tabrak!"Dirga muncul dari depan Ara.Dia hanya diam tidak bersuara.
Harus kujawab kah?Pertayaan yang membuatku malas.Wahai penduduk bumi aku akan mengutuknya.Ara melogos dan terdiam.
"Mari Nona saya antarkan ke kuburan beliau.Disebelah sana!"
Rayyan yang baru muncul membawa keranjang berisi bunga mengajak Ara ke tempat kepemakaman Bu Ella.
Ditempat yang terbilang layak saat dikuburkan.Ara tidak kuat menahan sakit dan sesak di dadanya dia juga melihat ada kuburan disamping Ibunya.Nama papannya bernama 'Batara Surya'.Tepat disebelah makam Ibunya.'Batara' nama panggilan Ayah Ara yang selama belasahan tahun sudah dikuburkan.Ara terduduk lemas mengelus papan nama kedua orangtuanya.Di tengah-tengah kuburan mereka.
Dirga beransur-ansur membungkuk dan meratapi Ara yang sudah tidak bisa bertahan lama larut dalam kesedihanya.
Ingin rasanya mengelus dan memeluk gadis ini.Tapi aku bisa-bisa terungkap kalau diriku masih ada rasa empati.
"Dulu.Ibumu mengajakku ke makam ini.Dan demi Bu Ella merasa senang aku diajak kemari.
Aku diamanahkan agar suatu saat dia meninggal dimakamkan tepat disamping almarhum Pak Batara."
Dirga menatap Ara.Ia pun merasa tersentuh karena gadis itu menangis.Dia mencoba untuk tidak memperlihatkan kesedihan pada gadis ini.Agar citranya tidak buruk saat dilihat Ara.Meskipun sulit untuk merasa terseyum.
"Ayo pulang!"setelah mereka rasa sudah cukup menyiram,menaburkan bunga.Dirga dan Ara masuk mobil.
Disambut baik oleh asisten Dirga yaitu Pak Dra membukakan pintu untuk Dirga sedangkan Rayyan membukakan pintu untuk Ara.Walau berbeda mobil dengan rutut mobil Dirga dulu yang berjalan keluar melewati liku-liku kuburan hingga sampai di gerbang terakhir kuburan.Seorang perempuan mengigit bibir bawahnya.Dari dalam mobil yang sedang memukul satu kali setirnya.Merasa hampa,kesal dan geram melihat kemesraan mereka berdua.Walau dia tidak mengejar dari belakang mobil Dirga, kini dia mempercepat keras tanjakan gas.Agar mobilnya melaju cepat.
"Ah.Selena kamu tidak berguna mengejarnya.Lagi-lagi ada yang merebut
priaku."
Selena berhenti di tengah kuburan jalanan.Diraihnya ponsel baru yang kemarin rusak.
"Hallo.Hancurkan keluarga Dirga Arbian.Kalo bisa sebarkan skadal ke jurnalis.
Dan hancurkan tim humas dari agen bisnis Dirga Arbian.Tentang skadal buat sebagus mungkin bukti palsu hubunganku denganya!"
Selena mematikan telepon karena anak buahnya yang cerdik ini mengerti atas perintah Selena.Dia akan mendapat kompesasi walau begitu Selena akan membayar bunga lebih untuk anak buahnya.
"Walau berita di artikel tersebar dan sudah surut.Aku akan menghancurkanmu.Karena kamu egois."
Selena memakai kecamatanya lalu menjalankan mobilnya.
Di area halaman rumah.Mobil keduanya masuk dengan tertib dan parkir dengan teratur.Kedua tangan kepercayaan Dirga segera membuka pintu dan membungkukan badan mereka saat keduanya keluar.
"Semoga hari anda berdua
menyenangkan Tuan dan Nona."kedua asisten itu kompak dan membungkuk.
Setelah mereka masuk dan disambut seperti biasa oleh para pelayan.Dirga masuk ke kamar bersama Ara.
Hai.Sudah lama aku tidak tidur di kasur yang empuk ini.Dirga meretangkan kedua tanganya setelah berbaring tanpa mandi terlebih dahulu.
Pria ini membuatku takut saja.Jangan sampai dia berfikiran seperti apa yang seharusnya dan tidak seharusnya yang ditugaskan dan dikerjakan seorang istri pada umumnya.
Wahai malaikat yang tampan dan baik hati.Bawalah aku ketempat yang aman agar aku bisa nyaman dan aman.Ara menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya.
"Sedang apa kau?"Dirga memperhatikan Ara dari tadi.
Apa?Ya tentu saja membuang nafas.Ara merasa tenang dan tidak tenang.
"Saya.Sedang latihan olahraga sudah biasanya Mas."asal Ara yang penting dia ngomong.
Hahaha.Pandai membuat alasan.Bilang saja jika kamu tegangkan bersamaku.Dirga menyeringai dan narsis.
"Aku mau mandi,makan,dan berganti baju!"Dirga mendongkak.
Mandi tinggal mandi,makan tinggal makan,dan apasalahnya jika mau ganti baju.Kan tinggal ganti diruang ganti baju.Ara terseyum paksa.
"Apa?Kenapa masih disitu, sana!"Dirga melepaskan dasinya dan melemparnya ke lantai.
Apa coba yang harus kulakukan?Ara binggung sendiri.
"Hai.Kau belum mengerti peraturan saat memutuskan kontrak denganku.Katanya mengerti,soal mengurus suami saja tidak bisa!"
Dirga kesal dan membanting sepatunya dengan kesal.
Lah.Emang iya sih aku setuju tentang janji yang tertulis di sebuah kertas yang bernama kontrak.
Tapi kan aku gak tahu apa yang harus aku lakukan.Sudah nadanya berubah dan berganti terus seperti ingin menyanyi saja.
"Baik.Mas,tapi apa yang harus saya lakukan?"Ara polos.
"Astaga apa harus saya jelaskan.Rayyan!!!!!"panggil Dirga,Rayyan segera datang.
"Maaf Tuan.Ada yang bisa saya bantu?"Rayyan mengetuk pintu setelah Dirga mengatakan 'masuk'.
Keren.Kok bisa ya,tadi asisten Rayyan di halaman parkir bisa sampai kesini dalam hitungan detik.Hahaha takut dia sama Tuanya.
"Bawa dia keluar.Setelah itu suruh Landra menjelaskan tugasnya disini.
Satu lagi setelah dia keluar siapkan kebutuhanku sementara karena dia belum tahu.
Dan tidak berguna,"Dirga muak.Dia memalingkan wajahnya.
Rayyan sudah tahu dan hafal apa yang seharusnya ia kerjakan Rayyan dengan sopan berbalik lalu memberi kode kepada Ara untuk keluar sebentar.Jika bersuara akan mengangu ketenangan Tuanya.
Bersambung...
Mohon maaf kalau sy salah, tapi terus terang sy aga bingung mengimajinasikan reka adegannya di episode ini, terutama yg bagian akhir.. 🙏🏻
Semangat berkarya.. 💪🏻💪🏻💪🏻
lanjut tor...
ditunggu feedbacknya 🤗🦋