NovelToon NovelToon
Ketika Hati Menemukan Jalannya

Ketika Hati Menemukan Jalannya

Status: sedang berlangsung
Genre:Teman lama bertemu kembali / Cinta Seiring Waktu / Drama / Bullying dan Balas Dendam / Kontras Takdir / Anak Yatim Piatu / Teen School/College
Popularitas:265
Nilai: 5
Nama Author: Biru_Muda

Amanda yang seorang guru, dihadapkan pada lika-liku sekolah yang semakin hari semakin kehilangan arahnya.

Beban tanggung jawabnya sebagai wali kelas 1A benar-benar tak mudah, karena ia juga mendapatkan tekanan dari berbagai sisi, hingga membuatnya stress dan frustasi.

Disaat Amanda sedang pusing menghadapi berbagai masalah dalam sekolah tempatnya mengajar dan juga masalah bersama sang mantan yang masih kekeh meminta balikan dengannya.

Pertemuanya yang tak terduga dengan Reihan yang merupakan kakak dari salah satu muridnya menambah drama baru dihidupnya.

Membangkitkan kembali kenangan masa kecil yang telah terkubur lama ditambah bayang-bayang masa lalu antara dirinya dan Aqila, teman Reihan membuat hubungan mereka jadi penuh drama.

Kira-kira apa yang terjadi di antara mereka? Apa yang membuat Amanda sampai terlibat dengan Reihan dan Aqila?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Biru_Muda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memberi Hukuman

Tepat saat Amanda sedang merenung diruanganya, memikirkan tentang kekacauan tadi, tiba-tiba ada Raisa yang datang untuk menemuinya.

"Permisi, bu." Sapa Raisa.

"Oh, Raisa. Apa kamu sudah selesai di obati?" Balas Amanda ketika melihat kedatangan Raisa.

"Iya, bu sudah." Jawab Raisa lagi.

"Apa kamu baik-baik saja?" Amanda menanyakan kondisi Raisa yang sempat terbentur tembok dan terkena pecahan vas bunga dipundaknya.

"Syukurnya tidak ada yang parah bu, cuma sedikit nyeri dan bengkak dibagian dipundak, cuma beruntung tidak sampai berdarah kok, bu." Ungkap Raisa menjelaskan kondisinya.

"Baiklah kalau begitu." Ujar Amanda merasa lega mendengar penjelasan Raisa.

"Kita mengobrolnya diruangan BK saja, ya.." Pinta Amanda agar Raisa mengikutinya, mengingat sekarang mereka sedang berada diruang guru, jadi takut pembicaraan mereka mengganggu guru yang lain.

"Baik, bu." Raisa pun ikut bersama Amanda menuju ruangan BK bersama.

Mereka mengobrol cukup panjang tentang bagaimana awalnya Raisa bisa terlibat pertengkaran bersama Karina dan Sofia.

Yang ternyata Raisa hanya mencoba untuk membela Dewi yang sedang dirundung oleh Karina dan Sofia. Tegurannya saat itu ternyata membuat Karina dan Sofia tak terima sehingga timbullah perselisihan diantara mereka.

"Mereka sengaja menumpahkan minuman berwarna ke seragam milik Dewi, bu." Jelas Raisa.

"Begitu ya ternyata awal mulanya." Akhirnya Amanda pun menjadi sedikit paham alasan mereka bertengkar.

"Bukan hanya itu bu, mereka berdua tuh sudah cukup sering melakukan hal buruk pada Dewi, karena itu saya menegur mereka untuk berhenti mengganggu Dewi. Tapi, mereka malah tidak terima dan justru menyerang saya." Ungkap Raisa.

"Lalu bagaiman dengan Dewi sekarang?" Amanda menanyakan keberadaan Dewi yang tak ada tadi.

"Saya meminta Dewi untuk mengganti seragamnya yang kotor dengan seragam milik saya yang lain."

"Begitu ya, pantas tadi ibu tidak melihat dia."

"Tadinya, Dewi sempat tidak diperbolehkan mengganti seragamnya yang kotor oleh Karina dan Sofia, tapi saya yang memaksanya untuk segera mengganti seragamnya, karena itulah mereka berdua jadi murka sama saya, bu." Sambung Raisa.

Amanda terdiam mendengar penjelasan Raisa. Ia tak menyangka bahwa Karina dan Sofia bisa setega ini dengan temannya sendiri.

"Terimaksih sudah mau menjelaskan semuanya pada ibu, sekarang kamu boleh kembali ke kelas." Pintanya pada Raisa mengakhiri isi pembicaraan mereka. Sebelum itu, ia meminta Raisa untuk memanggilkan Dewi agar datang ke ruangan BK.

"Baik, kalau begitu saya permisi dulu bu." Kata Raisa yang mulai mengundurkan diri dari hadapan Amanda.

Setelah kepergian Raisa, Amanda terpaku ditempatnya. Ia mulai memikirkan sikap seperti apa yang harus ia lakukan untuk mendisiplinkan Karina dan Sofia yang hingga kini tak kunjung mendatanginya untuk menjelaskan duduk masalahnya.

Meski sudah mendapatkan kejelasan dari Raisa, Amanda tak bisa langsung menyimpulkan semuanya, karena itu ia masih butuh Karina dan Sofia datang untuk menjelaskan masalahnya sendiri dihadapannya.

Ia juga memanggil Dewi untuk memastikan kebenaran dari apa yang dikatakan oleh Raisa agar dia semakin yakin. Namun, sepertinya ia jadi semakin yakin setelah mendengar penjelasan dari Dewi. Terlebih, tak ada ikatan baik dari Karina dan Sofia untuk menjelaskan semuanya padanya.

Pada akhirnya, ia pun memilih untuk menghampiri mereka ke kelasnya

"Ibu sudah tahu harus menghukum kalian seperti apa." Ucap Amanda menghampiri Karina dan Sofia di dalam kelas.

"Apa maksud ibu yang mau menghukum kami?" Protes Sofia tak terima.

"Karena kalian tidak datang meski sudah ibu panggil, maka dari itu kalian harus mempertanggungjawabkan sikap kalian." Ucap Amanda memberikan lembaran kertas pada Sofia dan juga Karina.

"Apa-apa'an ini?" Sofia menatap lembaran kertas itu dengan ekspresi bingung.

"Setiap pulang sekolah, kalian harus membersihkan gudang sekolah selama satu minggu. Dan, tulis juga surat penyesalan dikertas ini sebagai rasa bersalah karena telah bersikap buruk pada teman kalian." Ujar Amanda.

"Ibu mau main-main sama kita, ya?" Karina melempar begitu saja kertas pemberian dari Amanda.

Ia berdiri menantang Amanda yang berani memberinya hukuman.

"Kalau kalian tidak mau melaksanakan hukuman ini, nilai kalian akan ibu kurangi." Balas Amanda tak memperdulikan protes mereka.

"Ibu akan menyesal karena sudah mencari masalah dengan kami." Ancam Karina.

Amanda tersenyum melihat sikap Karina, dan Karina menatapnya bingung.

"Ternyata kamu bukan apa-apa tanpa orang tua kamu, ya?" Amanda tak merasa takut meski muridnya itu mengancamnya.

Nampaknya ucapan Amanda sedikit melukai harga diri Karina.

"Setidaknya saya masih punya orang tua untuk membela saya dibandingkan bu Amanda yang sudah yatim piatu." Ejek Karina.

Plakk..

Tamparan keras mendarat di pipi Karina. Membuat semua murid yang melihat kejadian ini jadi ikut terkejut.

Karina sendiri tak percaya bahwa ia baru saja ditampar oleh Amanda, begitupun dengan Sofia yang ikut terkejut melihat Karina mendapatkan tamparan dari wali kelas mereka.

"Bukan hanya karena kamu terlahir dari keluarga berada, kamu bisa se enaknya menghina dan merendahkan orang Karina." Amanda menatap marah pada Karina. Merasa miris dengan sikapnya yang tak sopan.

"Kenapa? Apa ibu menampar saya karena ibu iri sama saya?" Karina merasa tak terima karena baru saja ditampar oleh Amanda.

"Woi, Karina!" Teriak Raisa mencoba menghentikan sikapnya yang tak sopan pada wali kelas mereka sendiri.

"Melihat sikapmu yang tidak ada sopan santunnya di depan gurumu sendiri seperti ini, justru memperlihatkan kalau kamu tuh tidak pernah di didik dengan benar oleh orang tua kamu." Ucap Raisa menghampiri Karina.

"Apa kamu bilang?" Karina tak terima dikritik oleh Raisa dan hendak menyerangnya.

"Sudah, cukup!" Teriak Amanda menghentikan pertengkaran mereka.

"Karina dan Sofia silahkan jalankan hukuman yang sudah ibu berikan untuk kalian, jika tidak ingin nilai kalian dikurangi nanti." Tekan Amanda yang kemudian meminta semua muridnya kembali ke bangkunya masing-masing, mengingat jam pelajaran akan segera dimulai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!