NovelToon NovelToon
Perfect CEO, Is Her Second Husband

Perfect CEO, Is Her Second Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Perjodohan / Badboy / Tamat
Popularitas:241.8k
Nilai: 4.4
Nama Author: Niluh Deviani

Kdrt? Dibenci keluarga? Hidup tersiksa? Itu semua telah aku rasakan, sakitnya hidup di bawah tekanan rumah tangga, disiksa, dan di permainkan, aku telah mengalami itu semua.

Bagiku, pernikahan pertamaku hanyalah status belaka, nyatanya, pernikahan itu adalah neraka bagiku.

Aku mencoba untuk bertahan saat itu, tapi apalah dayaku. Takdir memang tidak mengijinkan ku untuk hidup bersama dengan pria itu.

Tragedi kecelakaan yang menewaskan David-suami pertamaku, membuat aku harus benar benar merasakan kerasnya dunia. Aku harus berjuang seorang diri, mencari nafkah untuk anakku, dan juga diriku.

Hingga akhirnya, aku kembali menemukan sosok pria yang telah mengisi hari hariku, yang menemaniku, dan tanpa aku sadari telah menyelinap masuk kedalam hatiku.

Pria itu tanpa aku sadari, sedikit demi sedikit telah mengobati rasa sakit dan luka ku.
Dan dari sinilah kisah ku dimulai, kisah dimana aku harus berusaha mengobati luka di hatiku. Aku akan kembali bangkit dan menata kehidupanku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niluh Deviani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ingin Cucu

"Dan ku dengar anda juga dijodohkan" Tanya Willy, ia sebenarnya tidak berniat untuk menanyakan itu tapi ia keceplosan dan mengatakan itu.

Willy menggigit bibir bawahnya. Ia tidak sanggup membayangkan apa yang akan terjadi setelah ini. Tanpa di duga David malah mengagguk.

"Aku juga di jodohkan." Willy menghela nafas. Untung lah bosnya tidak marah. Jika David sampai marah ia bukan hanya kehilangan pekerjaannya. Bos nya itu bisa saja melempar nya dari pesawat dan berakhir mengenaskan di darat.

"Tapi aku tidak seberuntung dirimu" Lanjut David

"Kenapa?"

sial keceplosan lagi. Willy mengumpat didalam hati

"Sudahlah."

___

Keesokan harinya...

David tiba di bandara ia langsung menaiki taksi menuju rumah sakit dimana ibu dan istrinya dirawat.

David tiba di rumah sakit langsung mencari ruangan ibu nya.

"Mommy.." David menenangkan setang jantungnya yang berdegup kencang.

"David kau sudah pulang nak?"

"Sudah mom, ku dengar kau pingsan apa mom baik baik saja?" Catrine tersenyum lembut lalu menyuruh David mendekatinya. David berjalan menuju ranjang ibunya.

"Jangan terlalu mengkhawatirkan mom sayang. Bukankah istrimu juga sedang di rawat? Kenapa kau tidak menjenguknya?" Tanya Catrine. David terdiam sejenak lalu tersenyum lembut kearah ibunya.

"Tentu saja mom, setelah aku menemui mom aku akan menjenguk Joana" jawab David. Ctrine menghela nafas panjang. Setelah semalam penuh ia berpikir keras akhirnya ia memutuskan untuk memberi tahu kebenaran tentang penyakit nya. "David.." Panggil Catrine.

"Ya mom"

"Ada yang ingin mom katakan pada mu."

"Tentu saja mom, ada apa? Apa mom menginginkan sesuatu?" Catrine mengagguk.

"Mom menginginkan apa? Biar aku bawakan untuk mu"

"David.. apa kau yakin akan memberikan apaun yang mommy inginkan" David mengangguk seraya tersenyum yakin.

"Apa saja mom"

"David. Mommy ingin cucu" David membelalakkan matanya. "Cu..cucu mom?" Ulang David sambil tersenyum cengo.

"Iya David, apa kau tidak akan memberikannya pada mommy?"

"Bukan begitu mom, aku pasti akan memberikan cucu pada mom"

"Tapi kapan? Kau sudah hampir satu tahun menikah tapi Joana bahkan belum hamil juga. Apa kau yakin kau sudah melakukannya dengan benar?" Tanya Catrine. David tersedak salivanya sendiri. "Apa yang mom katakan?"

"Sudahlah David. Katakan saja apa kau mau memberikan cucu pada mom?"

Bagaimana dia bisa hamil? Aku saja tidak sudi menyentuh nya. Batin David.

"B..baik mom"

"Kau selalu mengatakan 'baik mom' 'baik mom' tapi nyatanya apa? Kau tidak pernah memberikan hasil yang baik" David terdiam. Catrine menghela nafas panjang.

"David.. ada yang ingin mom katakan padamu. Ini mengenai umur mommy nak."

"Kenapa mom? Bukankah kau baik baik saja?" Catrine menggeleng lemah.

"Mommy mengidap kanker rahim" David membelalakkan matanya.

"Kangker rahim?!" Beo David.

"Iya. Mom yakin usia mom tidak akan lama lagi. Tuhan pasti akan segera mengambil nyawa mom mu ini nak." David menggeleng. Mendadak ia merasakan sesak di ulu hatinya. Bagaimana bisa ibunya mengidap penyakit seperti itu.

"Jika mom bisa memohon pada Tuhan, mom masih ingin hidup lebih lama mom ingin menimang cucu dari mu nak. Mom ingin merasakan di panggil grandma dengan cucu mom nanti" David menunduk. Tubuhnya terasa lemah.

"Tapi sepertinya mom tidak akan merasakan itu. Mom mungkin akan mati sebelum cucu mom lahir" lirih Catrine.

"Tidak, mom jangan berkata seperti itu. mom pasti akan sembuh dan melihat cucu cucu mommy" Kata David menenangkan Catrine.

"Mom bisa melakukan operasi angkat rahim" Lanjutnya. Catrine tersenyum ia kembali tersenyum.

"Mom tidak akan melakukan operasi apapun"

"Apa?! Bagaimana bisa mom? Ini sangat berbahaya jika mom tidak di operasi"

"Mom juga sudah mengatakan nya pada dad-mu. Mom tidak akan operasi sebelum mendengarkan kabar bahwa Joana hamil" Bagai tersambar petir David tidak tau harus mengatakan apa lagi.

Ia tidak bisa menyentuh Joana begitu saja. Ia tidak mencintainya bagaimana bisa ia menghamili wanita itu. Terlebih perlakuan David semala ini yang semena mena dengannya mana mungkin ia mau melakukan 'itu' dengan David.

Tapi, jika dia tidak melakukannya bagaimana nasib ibunya. Nyawa ibunya di pertaruhkan kali ini. David merasa kepalanya berdenyut sakit.

"Bagaimana David, apa kau mau melakukannya?"

David terdiam

"David?"

Masih diam

"Baiklah mom tidak akan melakukan operasi"

"Hah? Apa? Bagaimana mom? Hmm... ba .. baiklah aku akan melakukannya" kata David dengan cepat. David memejamkan matanya. Mulutnya reflek begitu cepat ia tidak menyadari apa efek dari perkataannya.

"Baguslah. Jenguk lah istri mu. Dia pasti sangat merindukan mu" kata Catrine.

Dia merdeka ketika aku tidak ada. Bagaimana bisa sekarang dia bisa merindukan ku?. Batin David

"Baiklah mom"

David berjalan gontai menuju ruangan Joana. Sampai disana ia melihat Joana sedang berbicara dengan sekertarisnya.

Menyadari kehadirannya. Jini langsung berdiri dan membungkuk hormat.

"Selamat datang tuan" sapa Jini. David mengangguk lalu mempersilahkan Jini keluar dari ruangan.

"Sepertinya kau sudah sehat" cetus David.

"Aku kembali sakit setelah melihat dirimu disini" guam Joana dengan suara rendah. David mengangkat alisnya sebelah ia bisa mendengar perkataan Joana.

"Kau mengatakan sesuatu?" Joana menggeleng cepat.

"Ti...tidak"

"Baguslah. Aku bisa membuatmu tidur lebih lama di ranjang itu jika kau berani mengatakan hal hal buruk" ancam David. Joana mengagguk lemah. "Tapi itu tidak akan terjadi" Joana menautkan alisnya.

Dengan keberanian yang ia miliki Joana memaksakan dirinya untuk menatap manik tajam David.

"Kau tidak ingin mengatakan sesuatu?" Tanya David, Joana masih terdiam.

"Kau tau aku benci ketika seseorang tetap diam saat aku bertanya sesuatu" kesal David. Joana menggigil ketakutan ketika David menatapnya dengan tajam.

"M..maafkan aku"

"Aku rasa aku tidak perlu bertele-tele lagi. Aku katkan saja yang sebenarnya. Mom mengidap kanker rahim, seharusnya mom akan di operasi tapi mommy tidak mau" David menjeda perkataannya. Ia mengambil napas.

"Mommy terkena kangker?" Lirih Joana.

"Dan dia hanya akan di oprasi setelah mendengar kabar kehamilanmu" Lanjut David. Joana membelalakkan matanya. Ia menggeleng cepat.

"Tidak!!" Tolak Joana dengan cepat. David menggeram marah ia mendekati ranjang Joana dan langsung mencengkram dagu wanita itu. "Apa tadi kau menolakku?"

"Apa kau tau nyawa ibuku tengah di pertahurkan saat ini. Dan kau masih ingin egois mempertahankan keperawanan mu huh?" Joana menatap David dengan tatapan penuh kebencian.

Aku bahkan selalu mengorbankan diriku demi orang lain. Dan kau mengataiku egois. Kau lah yang egois David!. Batin Joana.

"Aku tidak peduli apapun alasanmu. Aku tidak mau tau malam ini juga aku akan mengambil hak ku sebagai seorang suami!"

"Apa barusan kau mengatai dirimu sebagai seorang suami David? Apa tadi kau baru saja mengakui bahwa kau sudah menjadi seorang suami David?" Tanya Joana dengan penuh penekanan. David membulatkan matanya tak menyangka melihat keberanian Joana.

"Setelah kau menyiksaku dan memperlakukan aku seperti binatang. Sekarang kau meminta hak mu sebagai suami? Katakan David apakah kau waras? Bukan aku tapi kaulah yang egois" David tak kuasa menahan amarahnya.

PLAK

Satu tamparan manis mendarat mulus di pipi Joana.

"Aku tidak peduli. Bagiku nyawa ibuku lebih penting dari ini semua" David langsung meninggalkan Joana begitu saja. Meninggalkan Joana yang tengah menangis tersedu sedu.

"Dasar binatang!"

_____

1
Isti Komah
Kecewa
kavena ayunda
g rela kalo balikan ma sean secara dia kn plin plan
Srintil
ada cctv-nya bisa di cek
Ullyn Rada
waow ceritax bagus banget,,,aq sukaaaa
Uli Ciombink
semanga joana badai pasti berlalu
Uli Ciombink
aduh sedih baca sampai nangis aku bacsny
Anti Veryanty S
aku hadir bwa like.
mari saling mendukung.
yuk mampir uga di novelku.
🙏🙏
Rosita Husin Zen
iya Thor jangan sampai mati Sean nya Thor
Rosita Husin Zen
lucu banget ya kalo baca kekonyolan sih bara jdi ketawa terus kalo inget ...jdi kepengen tau kalo bara dewasa sama yuta ..apakah bara bisa berubah ...lanjut Thor semangat
Victoria: hehehe iya, nyebelin anak nya

makasih kak👍❤️
total 1 replies
Rosita Husin Zen
biar tau rasa tuh David laki2 bejad dan biadab
Victoria: dan membuktikan betapa kuatnya seorang Joana
total 1 replies
Rosita Husin Zen
Thor saya baca novel ini jdi benci banget sama David seorang suami bejad dan ga hati dan perasaan sama istrinya sendiri ..apakah orang seperti David bisa sadar Thor
Victoria: silahkan keluarkan kata kata mutiara nya kak kepada David, heheh dia emang nyebelin tapi.. pengen tabok rasanya😂
total 1 replies
Rosita Husin Zen
ini certanya suami i yg ga punya hati dan perasaan apa ...sama orang tua yg ga bisa ngeliat anaknya mana yg bener2 seanag atau cuma kedok aja maaf orang ga bisa menilai anak nya sendiri sih.aneh
Rosita Husin Zen
kok ada ya orang tua seperti pada anaknya astagfirullah
Rosita Husin Zen
rasain David sama wanita jalang bernama Lily mampus lah kau David Lily dasar manusia biadab
Rosita Husin Zen
astagfiroloh alazim ..ini certa nya kejam banget ya hanya sebuah harta
Maminya Jingga
Yesss... 4 jempol buatmu joana
Dewi Amilia Putri
kok mati jadi kurang sure
Victoria: mungkin mereka tidak berjodoh 😂
total 1 replies
Vera Veronica
c
Lutik Chastamah
suuuip thorr napa gk dilanjutkan lagl ada extranya thoor
Victoria: lanjutannya ada di cerita Journey of the love kak, tinggal klik profil aku ya😃
total 1 replies
Lutik Chastamah
lucuuuu bara sampai perutku sakittt,,,, lanjut thooor semangat jaya,,,
Victoria: yakin gak kesel sama Bara😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!