King Narendra Richard tumbuh menjadi cowok tampan. Ia juga menjadi idola semua cewek-cewek yang ada di sekolahnya. Bukan hanya tampan, putra dari Kenan dan Alexa itu juga pintar.
Sama dengan saudara kembarnya, Queenza Narendra Richard tumbuh menjadi gadis yang cantik. Walaupun kembar, tapi sifat keduanya jauh berbeda. Yang satu lebih kalem, dan yang satunya lagi lebih banyak aksi.
Bagaimana keseruan kisah mereka, yuk kepoin. Jangan lupa tinggalkan jejak cinta kalian untuk King dan Queenza.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bukti
Queen sudah terlihat rapi dan juga cantik dengan seragam sekolahnya. Queen mengambil tasnya, kemudian ia turun ke bawah untuk sarapan bersama orang tua dan saudara kembarnya.
Saat keluar dari kamarnya, ia berpapasan dengan King.
" Tumben cepat bangunnya"
" Berapa kali aku bilang sama kamu, aku itu selalu bangun pagi"
" Biasanya sering di bangunkan mommy"
" Oh itu dulu, sekarang aku sudah mandiri"
" Mandiri nggak tuh"
" Iya dong, kan aku sudah gede. Jadi harus mandiri"
" Yuk turun, mommy sama Daddy sudah menunggu"
Queen dan King masuk ke dalam lift. Pintu lift tertutup.
Ting.
Pintu lift terbuka, King dan keluar dari lift. Mereka berdua langsung pergi ke ruang makan.
" Good morning Mom, Dad "
" Morning sayang"
Alexa membuatkan susu coklat hangat untuk twin. Setiap pagi twin minum susu coklat. Sedangkan suaminya minum teh atau kopi.
" Daddy hari Sabtu kita pergi jalan-jalan ya"
" Boleh sayang, mau jalan-jalan ke mana?"
" Ke pantai, atau ke puncak "
" Puncak aja, lebih sejuk dan pemandangannya juga indah "
" Baiklah Sabtu besok kita pergi ke puncak "
" Asik "
Alexa senang karena suaminya selalu meluangkan waktu untuk keluarga. Walaupun setiap hari ia sibuk bekerja, tapi ia selalu memantau anak-anaknya.
" Ajak Aaron sama Bagas juga"
" Ok Daddy, nanti Queen kasih tau mereka"
Sarapan pagi ini, Alexa cuma menyiapkan sandwich. Itupun permintaan twin, karena mereka memang jarang sarapan makanan berat.
Selesai sarapan Alexa mengantarkan twin dan suaminya ke mobil. Rutinitas yang ia lakukan setiap pagi.
Seperti biasa sebelum berangkat twin bersalaman dengan kedua orang tuanya.
" Berangkat dulu ya Mom"
" Iya sayang, hati-hati di jalan"
" Ok, assalamualaikum"
" Wa'alaikumsalam "
King melajukan mobilnya, diikuti sama motor Queenza dibelakang. Setelah itu Kenan berpamitan dengan istrinya, karena pagi ini ia ada meeting.
" Kakak juga jalan dulu ya sayang " ucap Kenan sambil mengecup kening sang istri.
" Iya By, hati-hati di jalan "
" Iya sayang, assalamualaikum"
" Wa'alaikumsalam"
Alexa melambaikan tangannya saat mobil suami perlahan mulai melaju. Mobil itu terus melaju hingga hilang dari pandangannya. Setelah mobil suaminya sudah tidak terlihat lagi, barulah Alexa masuk ke dalam mansion.
...***...
Motor Queen sudah terparkir di depan rumah sahabatnya. Ia melihat Amelia sedang berpamitan dengan kedua orang tuanya.
" Pagi Queen"
" Pagi "
" Motor kamu seperti baru lagi"
" Iya, ayo naik nanti kita terlambat"
Amelia segera naik ke atas motor Queenza. Queenza melajukan motornya meninggalkan rumah sahabatnya.
" Jalan disini emang seperti ini ya Mel"
" Dulunya sih nggak, tapi karena ada mobil truk pengangkut pasir lewat, jadi jalan disini sudah banyak yang rusak"
" Emang disini ada tambang pasir?"
" Ada, lumayan banyak. Sebagian besar warga disini juga bekerja di tambang pasir"
Queenza mengangguk tanda mengerti.
" Ayah kamu nggak kerja di sana juga"
" Dulu sih kerja di sana juga, muat pasir ke atas truk. Tapi sekarang bapak aku udah nggak kuat kerja berat. Jadi kerja nyapu jalan aja"
" Emang ayah kamu lagi sakit "
" Dulu pernah tertimpa pintu truk "
" Astaghfirullah, berbahaya juga ya kerjanya"
" Iya Queen, makanya ibu aku nggak mau bapak kerja di sana lagi"
" Bagus lha Mel, sekarang kerjaan ayah kamu nggak terlalu berat "
Mereka pun sampai di sekolah. Queenza memarkirkan motornya di tempat biasa. Setelah itu ia dan Amelia pergi ke kelas.
Sampai di kelas, Queenza bertemu dengan Monika dan gank-nya. Monika tersenyum padanya, senyuman itu seperti mengejeknya.
" Bagaimana dengan motor buntut mu"
Queenza menghentikan langkahnya. Ia berbalik kemudian menghampiri Monika.
" Motor gue sudah bagus lagi. Lo tunggu aja, gue akan kembalikan hadiah Lo dua kali lipat. Atau mungkin empat kali lipat "
" Apa maksud Lo "
" Udah nggak usah pura-pura bodoh. Gue tau Lo yang sudah merusak motor gue "
" Jangan asal nuduh "
" Iya, emang Lo punya bukti kalau Monika yang melakukannya" kata Viona.
" Bukti?, tentu saja punya"
Queenza mengambil ponselnya, kemudian ia memutar video yang sudah ia pindahkan dari laptopnya.
Monika dan gank-nya kaget melihat video yang diputar Queenza. Ia tidak menyangka kalau Queenza punya video saat ia merusak motor Queenza. Di video itu suara Monika dan teman-temannya terdengar dengan jelas.
Bukankah semua cctv sudah di rusak. Tapi kenapa Queenza memiliki videonya.
" Lo kaget kenapa gue punya videonya"
" I..itu pasti video palsu. Lo pasti sudah mengeditnya "
Queenza tersenyum mendengar ucapan Monika.
" Palsu?. Apa kau mau mengirim video ini pada ahlinya. Untuk membuktikan keaslian video ini?"
Seketika wajah Monika pucat. Ia harus mencari cara supaya lolos dari tuduhan Queenza.
" Lo sudah salah pilih lawan" bisik Queenza ke telinga Monika.
Setelah mengatakan itu, Queenza pergi ke tempat duduknya. Sedangkan Monika masih berdiri mematung di sana.
" Hebat kamu Queen, Monika sampe terdiam seperti itu"
" Itu belum seberapa, aku akan memberikan hadiah juga untuk Monika"
" Jangan lakukan hal yang berbahaya "
" Nggak berbahaya kok, nanti kamu akan tau hadiah apa yang akan aku berikan pada Monika. Anak manja seperti itu harus dikasih pelajaran, supaya dia tidak selalu merendahkan orang lain "
Apa yang dikatakan Queenza emang benar. Sikap Monika dan teman-temannya, sudah sangat keterlaluan. Bahkan mereka juga tega merusak barang orang lain.
" Aku akan selalu mendukung kamu Queen "
" Makasih ya"
" Oh iya, gimana cara kamu dapat videonya"
" Di motor aku itu ada terpasang kamera kecil. Jadi orang lain tidak akan bisa melihat kamera kecil itu "
Queenza memang pernah memasang kamera kecil di motornya. Padahal ia cuma iseng-iseng aja memasang kamera di sana. dan sekarang kamera kecil itu sangat berguna.
" Kamu sudah sarapan Mel"
" Sudah Queen "
" Padahal aku mau kasih ini sama kamu " kata Queenza sambil mengeluarkan kotak bekal dari dalam tasnya.
" Apa ini Queen, burger"
" Bukan, ini namanya sandwich. Ayo cobain"
Amelia mengambil satu sandwich. Amelia mencoba sandwich itu.
" Gimana?"
" Enak, isinya ada daging juga ya"
" Hhmmm "
Queenza senang melihat Amelia suka dengan sandwich buatan mommy-nya.
" Ini mommy kamu yang bikin "
" Iya Mel"
" Mommy kamu pinter masak juga ya Queen"
" Iya, tapi ini buatnya gampang kok. Aku juga bisa buatnya"
" Makasih ya Queen "
" Sama-sama Mel"
Amelia nggak menyangka kalau hari ini ia bisa makan makanan seperti ini. Dulu makanan seperti ini hanya bisa ia lihat di tv. Tapi sekarang ia bisa mencicipinya.
Tak berselang lama bel tanda masuk pun berbunyi. Semua murid duduk di tempat duduknya masing-masing. Karena sebentar lagi guru mereka akan datang.
" Selamat pagi anak-anak "
" Pagi Buk"
" Seperti biasa sebelum memulai pelajarannya kita berdoa dulu"
Murid pun berdoa menurut kepercayaan mereka masing-masing. Setelah berdoa, buk guru mengambil absen.
To be continued.
Happy reading guys 🤗🤗
lagi seru😁🙏🤭
𝚕𝚊𝚐𝚒 𝚜𝚎𝚛𝚞😁🙏
lanjut thor....