NovelToon NovelToon
Bayi Mungil Kesayangan Keluarga Petani

Bayi Mungil Kesayangan Keluarga Petani

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Salsabila mbil

Di desa xixiang, seluruh penduduk tahu bahwa keluarga Zhao baru saja memungut seorang gadis kecil. Gadis itu berusia tiga tahun, berkulit putih dan bertubuh montok menggemaskan. semua orang berkata bahwa anak perempuan hanyalah beban merugikan. namun keluarga Zhao justru memperlakukan nya bagai permata berharga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salsabila mbil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

"Pekerja yang ingin menyelesaikan pekerjaannya dengan baik, harus menajamkan alatnya terlebih dahulu." Zhao Heng sangat memahami makna kalimat ini. Ia memutuskan untuk membuatkan sebuah ketepel mini khusus untuk A Bao. Hanya saja, karena matanya buta, banyak detail kecil yang tidak bisa ia haluskan dengan sempurna.

Wang chunniang berdiri di samping memperhatikannya. Setelah beberapa saat, ia bertanya kepada suaminya. "ah Xiang masih belum sadarkan diri. Tabib Qian bilang, kalau dalam dua hari ini dia tidak sadar, maka dia tidak akan pernah bangun lagi untuk selamanya. Aku dengar dari ibu goudan, tiga anak yang dilahirkan ah Xiang, semuanya sudah... oleh Wang jinya... "

Wang chunniang tidak melanjutkan kalimatnya. Sudut matanya memerah, suaranya terdengar tercekat menahan tangis, "tapi, setidaknya orangnya masih hidup... Saudara Lin di alam sana bisa tenang."

Saat pasangan suami istri itu sedang berbicara dengan suara pelan, sesosok bayi gemuk yang penuh semangat berjalan masuk dari halaman. Kaki pendeknya yang gemuk melangkah dengan penuh percaya diri, bahkan kuncir kecil di kepalanya bergoyang-goyang penuh tenaga.

" Kenapa senang sekali? "Wang chunniang sambil tersenyum melambai kepada A Bao.

A Bao membusungkan dada kecilnya dan mengangkat dagunya tinggi-tinggi. Dengan sangat bangga ia berkata, "Kakak membantuku berkelahi."

"Bagus,punya sikap seorang Kakak...."

Belum sempat Wang chunniang menyelesaikan kata" pelinung", Zhao Heng disampingnya sudah menyela,"lebih baik mengandalkan diri sendiri dari pada orang lain."

"Mengandalkan diri sendiri itu apa?" A Bao yang tidak bisa diam mulai memanjat punggung Zhao Heng lagi.

"Bicara yang benar,berdiri tegak!" Zhao Heng mengerutkan kening dan menegur.

Kalimat itu diucapkan dengan nada tegas dan berwibawa,membuat A Bao kaget hingga terguling turun dari punggung ayahnya. Ia menatap Zhao Xuan dengan pandangan kosong.

"Suamiku... A Bao itu anak perempuan." Wang chunniang mengulurkan tangan hendak menggendong A Bao.

"Kalau musuh datang,mereka tidak peduli dia laki-laki atau perempuan. Pergi ke tembok,berdiri tegak! Sifat keras kepala Zhao Heng tiba-tiba kambuh. Wang chunniang ingin membela,tapi A Bao sudah berjalan tertatih-tatih menuju sudut tembok untuk berdiri.

Kebetulan ia berdiri di sebelah kandang ayam. Bocah kecil itu menatap tajam ke arah ayam-ayam itu. Sampai-sampai ayam-ayam itu ketakutan dan bersembunyi masuk kedalam kandang.

" Berdiri disana selama seperempat jam (lima belas menit). Xuan'er setelah itu ajari dia bermain ketepel." setelah berkata seperti itu, Zhao Heng bangkit, mengambil tongkatnya dan berjalan perlahan.

Wang chunniang menghentakan kakinya di belakang punggung Zhao Heng,lalu berbisik menggerutu,"Keledai keras kepala!"

A Bao yang berdiri di tembok memanjangkan telinganya,lalu berteriak dengan suara lantang."ibu keledai apa?"

Sepasang mata kosong Zhao Heng tiba-tiba menoleh kearah A Bao. Mulutnya dengan santai melontarkan dua kata," keledai bodoh."

A Bao bingung,"keledai bodoh itu keledai apa?"

***

Sore harinya, Wang chunniang kembali pergi ke kota kabupaten. Ia menjual dua akar obat tua,dan diam-diam membawa seorang tabib.

Namun tabib dari kota pun mengatakan hal yang sama. Harus dilihat satu dua hari ini, apakah Lin Xiang bisa sadar atau tidak.

A Bao tidak mengerti betapa gawatnya situasi ini,ia memegang ketepel kecil buatan Zhao Heng dan terus berlatih dengan giat. Sayangnya... Bidikan A Bao sangat buruk. Dari sepuluh kali tembakan,sembilan kali meleset.

Setelah berlatih sepanjang sore,si kecil akhirnya merasa putus asa juga. Ia masuk ke kamar Dengan lesu,lalu meneguk semangkuk air dengan rakus.

"Suamiku, kondisi Ah Xiang sepertinya memburuk. Kenapa aku mendengar napasnya makin lama makin lemah? Xuan'er,cepat panggil tabib Qian kesini," suara Wang chunniang terdengar cemas. Tabib Qian adalah tabib keliling di desa mereka.

Zhao Xuan langsung berlari kencang keluar rumah.

Wang chunniang membungkuk disamping Ah Xiang, keningnya berkerut semakin dalam.

A Bao merasa bingung dan takut. Ia menarik-narik baju Zhao Heng. Zhao Heng meraba-raba lalu membungkuk, dengan canggung menggendong A Bao. A Bao pun memanjat naik keatas kang.

"Ayah,bibi kenapa?" A Bao meniru Wang chunniang mendekatkan wajahnya ke Lin Xiang. ia bertanya dengan suara sangat pelan," bibi belum bangun tidur ya?"

" A Bao, apakah ibu bisa menggunakan akar obat tua itu untuk merebus obat?" Wang chunniang mendongak dan melihat bayi gemuk yang duduk disampingnya,lalu bertanya pada A Bao.

A Bao menganggukan kepala kecilnya."Semakin gemuk akarnya,semakin tua umurnya."

Wang chunniang buru-buru sibuk merebus obat. Saat ia mulai menerjang panci obat, Zhao Xuan sudah kembali bersama tabib Qian.

Tabib Qian melihat Lin Xiang yang terbaring tak sadarkan diri di atas kang. Ia memeriksa denyut nadinya,namun akhirnya menggelengkan kepala,"chunniang, kalian bersiaplah untuk pemakaman. Orang ini sudah tidak bisa diselamatkan."

" Tabib Qian,bukannya bilang dua hari? Ini baru satu hari, Kenapa jadi begini?" seru Wang chunniang panik. Ia yang biasanya tenang,kini mulai kehilangan kendali.

"Adik kalian ini, sepertinya memang tidak ingin bangun lagi. Apalagi tubuhnya, denyut nadinya sangat lemah. Kalaupun bisa hidup kembali,harus dirawat dengan sangat hati-hati,dan dia tidak akan bisa punya anak lagi." tabib Qian terus menggelengkan kepala.

Lima belas menit kemudian, meskipun Wang chunniang sudah meminumkan rebusan akar obat tua kepada Lin Xiang,napas Lin Xiang sudah hampir hilang. A Bao sepertinya baru menyadari apa yang terjadi. Ia meringkuk di sudut kang,menatap wajah pucat Lin Xiang. Tangan kecilnya yang gemuk dengan gelisah menggaruk luka di lengannya sendiri.

Luka itu akibat cambukan Wang jinya. Tapi sebagian besar cambukan kemarin,sudah di tahan oleh bibi ini untuk melindunginya.

Tiba-tiba A Bao teringat sesuatu. Ia merangkak cepat mendekati Lin Xiang. Tangan kecilnya perlahan menyibakkan lengan baju Lin Xiang,dan terlihatlah bekas cambukan yang simpang siur di sana.

***

Desa itu kecil,kabar sekecil biji kacang pun bisa menyebar keseluruh penjuru. Tak lama kemudian,semua orang di desa tahu bahwa adik yang menumpang dirumah keluarga Zhao sedang sekarat,diperkirakan tidak akan melewati malam ini.

Ibu goudan mendengar kabar itu dan berbisik mengeluh pada ayah goudan,"lihatlah chunniang itu, suaminya tidak berguna,dia sendiri capeknya seperti apa?"

Ayah goudan melototinya, menyuruhnya berhenti bicara.

Dan tak lama kemudian,dari halaman rumah keluarga Zhao terdengar suara tangisan anak kecil.

Di rumah keluarga Zhao,

Wang chunniang menarik kembali tangannya,namun tangannya masih gemetar hebat. Ah Xiang sudah tidak bernapas lagi.

"A Bao,ibu gendong kamu makan dulu ya? hari sudah agak malam." Wang chunniang tidak ingin A Bao melihat apa yang akan terjadi selanjutnya, bagaimanapun perpisahan hidup dan mati terlalu berat.

A Bao memeluk tangan Lin Xiang dengan erat, berisikeras tidak mau pergi," tidak mau,tidak mau,bibi belum mati."

Ia berbicara sambil menangis, air matanya berhamburan.

Wang chunniang tidak tega menarik paksa,jadi ia hanya bisa menepuk-nepuk punggung A Bao pelan agar anak itu tidak sesak nafas karena menangis.

Seketika, seluruh ruangan di selimuti suasana duka yang mendalam.

A Bao terus menangis. Ia menangisi Lin Xiang yang sudah tidak bernapas,juga menangisi dirinya sendiri yang tidak berguna. Tidak bisa menyelamatkan orang,dia bukan gingseng kecil,dia hanyalah si bodoh kecil.

Entah sudah berapa lama ia menangis,suara A Bao sampai serak. Malam semakin larut. Wang chunniang membuatkan beberapa mangkuk mie dan membawanya masuk. Keluarga itu belum makan malam sampai sekarang.

Baru saja ia hendak mengulurkan tangan untuk menggendong si kecil yang telungkup di tubuh Lin Xiang, tiba-tiba bayi gemuk itu mengangkat kepalanya. kuncir kecil di kepalanya bergoyang,dan dengan suara serak ia berkata,"Bergerak."

Semua orang:"Apanya yang bergerak?"

1
lin sya
aku suka karakter a bao peka trhdp tanaman dan tanah yg subur atau tdk, dan brsyukur a bao berada dkt kluarga angkat yg tulus, msih penasaran identitas a bao, 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!