NovelToon NovelToon
Kebangkitan Permaisuri Yang Terbuang

Kebangkitan Permaisuri Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ryn Bluetherine

Shen Ran adalah definisi dari kesialan. Sebagai Permaisuri dari Kekaisaran Yan, ia memiliki segalanya di atas kertas, namun tidak di dunia nyata. Dikhianati oleh keluarga sendiri, diabaikan oleh Kaisar yang kejam, dan menjadi bahan tertawaan para selir di Istana Belakang. Puncaknya, ia dijebak dan dibiarkan membeku hingga tewas di Istana Dingin yang terpencil.

Namun, takdir memiliki selera humor yang gelap. Saat mata itu terbuka kembali, tubuh rapuh Shen Ran telah diambil alih oleh Clara, seorang pengacara korporat jenius sekaligus ahli strategi perang bisnis dari abad ke-21. Clara tidak tahu apa itu tunduk, dalam kamus hidupnya tidak mengenal kata tunduk dan mengalah.

"Kalian menginginkan boneka yang bisa diinjak? Maaf, kalian salah membangunkan jiwa."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ryn Bluetherine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Limabelas

Malamnya, Aula Agung Kekaisaran Yan diselimuti kemewahan yang memabukkan. Ratusan lampion emas bergantung di langit-langit, memantulkan cahaya pada pilar-pilar merah marun yang kokoh. Aroma arak kuah manis, daging panggang berbumbu, dan wewangian mahal memenuhi udara. Musik petikan guzheng yang agung mengalun merdu, mengiringi obrolan berbisik dari para pejabat tinggi, tetua klan, dan jenderal militer yang hadir mengenakan pakaian kebesaran mereka.

Di atas podium tertinggi, Long Tianqi duduk di takhta naganya. Wajah sang Kaisar malam ini tampak jauh lebih cerah, seolah-olah beban pikiran yang menggelayutinya kemarin telah menguap. Di sisi kirinya, kursi Permaisuri masih kosong. Namun, di bawah podium utama, duduk seorang wanita dengan gaun sutra merah muda yang dilapisi jubah bulu putih yang sangat mewah.

Chu Xinyue. Wajahnya yang cantik dirias dengan sempurna, menyembunyikan sisa-sisa pucat dari Istana Dingin. Ia duduk dengan punggung tegak, sesekali mengelus perutnya yang masih rata dengan senyuman penuh arti, sebuah gestur yang sengaja ia pamerkan agar para menteri di sekitarnya mulai berbisik-bisik tentang desas-desus kehamilan yang dibawanya.

"Permaisuri Kekaisaran tiba!" seru kasim istana dengan suara melengking yang memotong keriuhan aula. Seketika, seluruh pasang mata berbalik ke arah pintu gerbang besar.

Shen Ran melangkah masuk dengan keanggunan yang mendikte seluruh ruangan. Malam ini, ia tidak mengenakan warna merah phoenix konvensional. Ia memilih jubah sutra biru samudra yang pekat, dengan sulaman perak berbentuk ombak besar yang menerjang batu karang.

Rambut hitamnya disanggul tinggi dengan hiasan gading sederhana namun berwibawa. Langkah kakinya konstan, matanya lurus menatap ke depan, memancarkan aura dingin seorang eksekutif yang siap mengambil alih perusahaan yang bangkrut. Seluruh aula memberikan penghormatan terdalam, bertekuk lutut saat sang Permaisuri melintas.

Long Tianqi terpaku sesaat di takhtanya. Ada kilat kepemilikan sekaligus rasa bersalah yang kembali mencuat saat melihat Shen Ran yang tampak begitu bersinar. Pria itu segera mengulurkan tangan saat Shen Ran menaiki tangga podium. "Ran'er, kau datang."

Shen Ran menerima uluran tangan itu sekadar formalitas, memberikan senyuman santun sebelum duduk di kursi kebesarannya sendiri. "Saya tidak akan melewatkan perjamuan yang begitu penting ini, Yang Mulia."

Di bawah podium, mata Chu Xinyue menyipit tajam, dipenuhi kilat kebencian yang mendalam. Ia mengepalkan tangannya di balik lengan baju yang panjang. Lihat saja, Shen Ran. Kau boleh merasa di atas angin sekarang karena telah memenjarakan keluargaku. Tapi malam ini, aku akan membuatmu merangkak kembali ke Istana Dingin dengan tanganku sendiri, batin Chu Xinyue penuh racun.

Tepat saat musik berhenti dan Long Tianqi hendak mengangkat cawannya untuk bersulang dengan seluruh hadirin, Chu Xinyue tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya. Wanita itu melangkah ke tengah aula, membungkuk memberi hormat dengan gerak-gerik yang dibuat selemah lembut mungkin.

"Yang Mulia Kaisar, di hari yang penuh berkah ini, hamba ingin mempersembahkan sesuatu," panggil Chu Xinyue, suaranya terdengar merdu namun bergetar, memancing perhatian penuh dari seluruh menteri dan tetua klan yang hadir.

Long Tianqi menurunkan cawan araknya, pandangannya melembut seketika saat menatap selir kesayangannya. "Xinyue, kau belum sepenuhnya pulih. Persembahan apa yang ingin kau tunjukkan di perjamuan agung ini?"

Chu Xinyue mendongak, matanya berkaca-kaca dengan akting yang sangat natural. Sebelum menjawab Kaisar, pandangannya sengaja bergulir ke arah Shen Ran yang duduk tenang di atas podium, seolah sedang mengumpulkan keberanian dari keputusasaan.

"Hamba ingin mempersembahkan doa keselamatan bagi Kekaisaran Yan," ucap Chu Xinyue, suaranya sengaja dikeraskan agar menggema ke seluruh sudut aula. Sembari mengangkat cawan berisi air yang sudah ada racun pengggugur kandungan.

"Air ini adalah air suci yang hamba ambil dari Kuil Langit sebelum memasuki istana malam ini. Hamba ingin memohon berkah bagi Yang Mulia, dan... kelancaran bagi masa depan keturunan kita," lanjut Chu Xinyue dengan getaran suara yang begitu meyakinkan, membuat beberapa tetua klan tersentuh oleh dedikasinya.

Namun, di balik riasan wajahnya yang sempurna, Chu Xinyue menyembunyikan kilat kepuasan yang keji. Rencana aslinya untuk memfitnah Shen Ran melalui pelayan telah ia modifikasi setelah ancaman pagi tadi. Kali ini, ia akan bertindak sebagai martir. Ia sengaja memasukkan racun penggugur kandungan dosis rendah ke dalam cawannya sendiri. Rencananya sederhana namun mematikan, ia akan meminumnya sedikit, membiarkan tubuhnya bereaksi di depan semua orang, lalu menuduh bahwa pelayan dari Istana Phoenix-lah yang meracuninya atas perintah sang Permaisuri yang cemburu.

Long Tianqi tersenyum bangga, dadanya membusung melihat perhatian sang selir. "Sungguh niat yang mulia, Xinyue. Berikan cawan itu padaku, kita akan meminum berkah ini bersama."

"Jangan, Yang Mulia!" potong Chu Xinyue cepat, memegang cawannya lebih erat. "Sebagai selir, hamba harus meminumnya terlebih dahulu untuk menunjukkan kesetiaan mutlak hamba sebelum mempersembahkannya pada Langit dan Anda."

Clara yang mendiami tubuh Shen Ran memperhatikan setiap detail gestur Chu Xinyue. Matanya yang tajam bak elang korporat menangkap bagaimana jemari Chu Xinyue sedikit bergetar, bukan karena takjub, melainkan karena adrenalin ketakutan yang tinggi. Ketika bau samar dari cawan itu tercium oleh penciuman tajamnya yang terlatih di dunia militer keluarga Shen, Clara langsung tahu: Itu bukan air suci.

Dia ingin bertaruh dengan nyawa janin palsunya untuk menjatuhkanku, batin Clara, bibirnya menyunggingkan senyuman dingin yang teramat samar. Sayang sekali, naskah drama ini sudah kubaca habis sebelum kau memulainya.

Tepat saat Chu Xinyue mengangkat cawan itu ke bibirnya dan seluruh menteri menahan napas kagum, Shen Ran tiba-tiba berdiri dari kursi takhtanya. Gerakan jubah sutra biru samudranya yang berdesir megah seketika memecah keheningan aula.

"Tunggu dulu, Selir Chu," suara Shen Ran bergaung jernih, menghentikan gerakan tangan Chu Xinyue di udara.

Long Tianqi mengernyitkan dahi, menatap Shen Ran dengan tidak suka. "Permaisuri, apa maksudmu menghentikan niat baik Xinyue?"

Shen Ran tidak memedulikan tatapan tajam suaminya. Ia melangkah turun dari podium dengan keanggunan mutlak, mendekati Chu Xinyue yang kini mulai menatapnya dengan waspada.

"Niat baik tentu harus disambut dengan kehati-hatian yang setara, Yang Mulia," ujar Shen Ran, berdiri tegak di samping Chu Xinyue dan menatap cawan di tangan sang selir. "Aroma air suci ini... entah mengapa mengingatkan saya pada ramuan herba pemutus urat nadi yang sering digunakan oleh para pembunuh bayaran untuk menggugurkan kandungan secara paksa. Sebagai Permaisuri yang bertugas melindungi keselamatan Kaisar dan... janin kekaisaran yang teramat berharga itu, saya tidak bisa membiarkan ramuan asing masuk begitu saja tanpa diperiksa."

Wajah Chu Xinyue mendadak kaku. Bagaimana wanita ini bisa langsung mengenali jenis racunnya?!

"Permaisuri, Anda terlalu berprasangka buruk!" seru Chu Xinyue, suaranya naik satu oktav karena panik. "Ini adalah berkah yang tulus! Mengapa Anda selalu mencari celah untuk menyudutkan hamba?!"

"Jika itu memang berkah dan hanya berisi air suci biasa, kau tidak perlu panik hingga suaramu melengking begitu, Selir Chu," sahut Shen Ran dingin. Ia berbalik menghadap Long Tianqi dan para pejabat yang mulai berbisik-bisik riuh.

"Yang Mulia Kaisar, demi membuktikan kesucian niat Selir Chu dan membersihkan nama baik saya dari prasangka cemburu, mari kita panggil Dewan Tabib Agung untuk menguji isi cawan ini sekarang juga. Dan berhubung para tabib berkumpul... Kita bisa sekalian memeriksa denyut nadi kehamilan Selir Chu secara terbuka di hadapan seluruh menteri."

Chu Xinyue merasa bumi di bawah pijakannya runtuh seketika. Skakmat. Jika cawan itu diperiksa, ia bersalah atas percobaan konspirasi. Jika perutnya diperiksa, ia tamat karena kebohongan janin palsunya akan terbongkar. Tepat pada detik mencekam itu, pintu gerbang Aula Agung mendadak terbuka dengan dentuman keras yang memekakkan telinga.

Seorang prajurit dengan zirah yang kotor oleh debu tanah perbatasan berlari masuk, menjatuhkan diri berlutut di tengah aula. "Laporan darurat untuk Yang Mulia Kaisar! Pemberontakan pecah di Tambang Garam Selatan! Pasukan klan Chu yang berjaga di sana melarikan diri setelah menggelapkan seluruh dana logistik militer!"

Seluruh aula gempar, para menteri berdiri dari kursi mereka dengan wajah panik. Long Tianqi langsung berdiri dari takhtanya, wajahnya memucat seketika mendengarnya..Dan dari balik bayangan pintu gerbang yang terbuka, seorang pria tinggi tegap dengan jubah hitam misterius dan topeng perak melangkah masuk dengan sangat santai, memecah kepanikan aula agung.

"Tampaknya perjamuan malam ini kedatangan badai yang sangat tepat waktu, Kakak Kekaisaran," suara berat Feng Muye menggema penuh ironi, matanya berkilat di balik topeng perak saat bertatapan dengan Shen Ran yang berdiri tenang di tengah aula agung.

1
Emily
keren ceritamu thour
Fajar Fathur rizky
cepat bantai long tianqi
Fajar Fathur rizky
bikin shen ran sendiri yang membunuh long tianqi
Fajar Fathur rizky
tidak sabar long tianqi mati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!