NovelToon NovelToon
Ages Sabiru,Duda Kaya Itu Ayahku

Ages Sabiru,Duda Kaya Itu Ayahku

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: R²_Chair

Sejak istrinya memilih pergi demi pria lain, hidup Ages Sabiru hanya memiliki satu tujuan yaitu membesarkan putra semata wayangnya, Kalandra Sabiru. Dengan kasih sayang yang tak pernah berkurang, Ages berusaha menjadi ayah sekaligus tempat pulang terbaik bagi anaknya.
Tahun demi tahun berlalu. Kalandra tumbuh menjadi remaja yang ceria, sementara Ages menjelma menjadi sosok ayah yang selalu mengutamakan putranya di atas segalanya. Di balik candaan, sarapan sederhana, dan perjalanan pulang bersama, tersimpan ikatan yang tak tergantikan.
Namun, ketika masa lalu yang telah lama mereka tinggalkan kembali muncul, hubungan ayah dan anak itu akan diuji. Mampukah cinta dan kepercayaan yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun bertahan menghadapi kenyataan yang selama ini disembunyikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R²_Chair, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Istirahatlah sebentar,pap!

Sore mulai berganti malam.Satu per satu teman sekelas Kalandra berpamitan.

"Kala, kami pulang dulu ya."

"Iya,thank banget ya guys udah jenguk gue." Ucap tulus Kala.

"Cepat sembuh."

"Jangan lupa nanti kabarin kalau sudah boleh pulang."

Kalandra mengangguk sambil tersenyum. "Sekali lagi titip pesan,makasih semuanya."

Ruangan yang tadinya ramai perlahan kembali sepi.Di dalam kamar kini hanya tersisa Raka dan Jevan.Tak lama kemudian, pintu kembali terbuka.

"Assalamualaikum."

Sean dan Kiano baru saja datang dengan masih mengenakan seragam sekolah.

Di tangan Sean terlihat dua kantong besar berisi makanan ringan, sedangkan Kiano membawa beberapa bantal kecil dan selimut.

"Waduh." Raka langsung tertawa. "Ini mau jenguk apa pindahan?"

Sean mengangkat bahu. "Besok libur.Gue sama Kiano nginep."

Kiano mengangguk santai. "Daripada pulang pergi."

Jevan langsung ikut menyahut. "Kalau gitu gue sama Raka juga nginep."

Kiano tersenyum lebar. "Pas.Kamar ini bisa jadi basecamp darurat kita."

Kalandra hanya bisa menggeleng sambil tertawa kecil. "Kalian ini...gue lagi sakit,malah pada nongkrong di mari."

Tak lama kemudian, Arsen masuk ke kamar.

Melihat empat anak remaja itu sedang sibuk membagi tempat tidur lipat dan sofa, ia langsung mengernyit. "Kalian mau apa?"

"Nginap, Om." jawab Raka cepat. "Besok libur.Kasihan Kala kalau malam sendirian."

Arsen menoleh kepada Sean. "Kamu juga?"

"Iya pi.Aku mau ngawasin ni tiga anak curut ini,takut nanti pada ribut."

Arsen menghela napas sambil tersenyum tipis."Asal jangan bikin rumah sakit kayak tongkrongan."

"Telat om papi. "

"Telat, Om."

Arsen mengerutkan keningnya. "Maksudnya?"

"Noh,anak om papi udah bawa perlengkapan lengkap buat acara nongkrongnya malam ini "

Refleks Arsen melihat ke arah barang-barang yang baru saja di bawa oleh salah satu supirnya.

"Kamu mau nginep apa pindahan sih bang?" Tanya Arsen bingung.

"Abang harus persiapan Pi buat mereka,soalnya si Raka kalau kurang sajen mulutnya gak bisa di kondisikan."

Raka melotot mendengarnya. "Lah kenapa jadi gue sih.Fitnah aja lo,Se."

"Fakta!"

Jawaban mereka kompak hingga membuat Arsen terkekeh pelan.

Di sudut ruangan Ages masih duduk di kursi yang sama.Sejak Kalandra dipindahkan ke ruang rawat, hampir tidak pernah sekalipun ia meninggalkan rumah sakit.

Matanya tampak sembab.Janggut tipis mulai tumbuh karena beberapa hari tidak sempat bercukur.Bahkan kemeja yang dikenakannya terlihat kusut.

Kalandra diam-diam memperhatikan ayahnya.Sejak membuka mata beberapa hari lalu.Ia selalu melihat Ages berada di tempat yang sama.Pagi,siang dan malam tidak pernah berubah.

"Pap."

Ages langsung menoleh. "Iya, dek?"

"Sini pap."

Ages mendekati ranjang. "Ada yang sakit? Atau adek mau sesuatu?"

Kalandra menggeleng. "Papa sini duduk."

Ages menarik kursi hingga berada tepat di samping ranjang.

"Kok Papa belum pulang?"

Ages tersenyum kecil. "Papa di sini aja."

"Tapi..." .Kalandra memperhatikan wajah ayahnya. "Matanya merah."

"Enggak apa-apa."

"Janggut Papa juga udah panjang."

Sean yang mendengar itu langsung menahan senyum.Raka dan Jevan saling pandang.Mereka tahu Kalandra sedang mengkhawatirkan ayahnya.

"Papa juga belum ganti baju,kan? Apa jangan-jangan papa juga gak mandi?"

Ages hanya tersenyum.

"Masih sempat,kok.Papa juga mandi waktu tadi kamu tidur ."

Kalandra menghela napas pelan."Pap..."

"Yes,son?"

"Pulang dulu aja."

Ages langsung menggeleng. "Enggak.Papa di sini aja."

"Enggak usah,pap."

"Dek."

"Adek serius." Kalandra menggenggam tangan ayahnya. "Papa kurang tidur juga belum istirahat yang benar.Kalau Papa sakit..."

"...siapa yang jagain adek?"

Kalimat itu membuat Ages terdiam. "Papa enggak apa-apa,dek."

"Bohong." Kalandra tersenyum tipis. "Papa pikir aku enggak lihat? Papa tiap malam enggak tidur."

Kalandra menatap mata sang ayah. "Kalau aku bangun tengah malam, Papa masih duduk di situ,gak pernah pergi sedikitpun."

Sean dan Arsen menundukkan kepala.Memang benar beberapa malam terakhir, Ages hampir tidak pernah memejamkan mata.

Ia hanya tertidur beberapa menit sebelum kembali terbangun karena khawatir.

"Pap..." .Kalandra kembali berbicara."di dekat rumah sakit ada hotel,papa nginep di sana aja malam ini.Besok pagi balik lagi kesini."

Ages kembali menggeleng dengan cepat. "Papa enggak tenang ninggalin kamu."

Raka ikut menyela. "Om."

Ages menoleh.

"Biar malam ini kami yang jagain Kala."

"Iya, Om." Jevan ikut mengangguk.

"Kami enggak akan ke mana-mana." Kiano tersenyum. "Sean juga ada."

Sean menepuk dadanya. "Tenang aja.Kalau adek minta apa-apa, abang yang handle.Terus kalau terjadi apa-apa abang juga pasti langsung kabarin Om sama papi."

Ages masih tampak ragu.

"Pap." Kalandra memanggil pelan. "Kali ini dengerin aku, ya."

Ages menatap putranya.

"Kalau Papa tumbang karena kecapekan..." Kala menjeda sesaat. "...aku malah makin kepikiran." lanjutnya

"Aku udah bikin Papa khawatir beberapa hari." Ucap Kala lembut. "sekarang gantian aku yang khawatir sama Papa."

Mata Ages kembali memerah.Tanpa sadar ia menggenggam tangan putranya lebih erat."Kamu masih mikirin Papa?"

Kalandra mengangguk kecil."Soalnya..papa Kala cuma satu."

Kalimat sederhana itu membuat dada Ages kembali sesak.Ia menundukkan kepala, lalu mengecup pelan punggung tangan putranya.

"Baik.Papa janji malam ini Papa istirahat.Tapi besok pagi sebelum kamu bangun papa sudah ada di sini lagi."

Kalandra akhirnya tersenyum lebih lebar. "Nah, gitu aja."

Sean langsung mengacungkan jempolnya."Setuju! Om boleh libur semalam ini."

Raka tertawa. "Tenang, Om.Kalau Kala rewel, pasti kami yang pusing gampang lah tinggal minta obat bius aja saja suster."

"Heh! Dasar kampret." Kalandra melempar bantal kecil ke arah Raka.Bantal itu jatuh sebelum sampai karena tenaganya belum pulih.

Semua yang ada di ruangan tertawa.

"Percaya sama kita Om,pasti kita jaga Kala." Kiano ikut menimpali.

"Karena Om ,ayah satu-satunya buat Kala dan juga donatur royalnya buat Kala dan Abang."

Mendengar ucapan Sean membuat semua orang tertawa.Ages dan Arsen pun hanya bisa geleng kepala mendengarnya.

"Dasar matre."

"Bukan matre pi,tapi realistis. Om itu lebih royal dibanding papi." jawab Sean. "Iya,kan dek."

"Hooh bang..tapi papa juga bakal kalah royal dibanding Kakek." lanjut Kala.

"Nah betul itu." Sean mengangkat jempolnya tanda setuju.

"Tapi kalian bertiga itu lebih kalah lagi sama Tante Mami...soalnya Tante Mami gak pernah protes apalagi banyak tanya kalau adek minta sesuatu."

Lagi-lagi Sean bertos ria dengan Kala karena setuju dengan ucapannya.Memang benar di banding tiga laki-laki dewasa itu,nyatanya Tamara lah yang paling royal kepada kedua anaknya.

Arsen menatap sengit kedua anaknya."ck, tapi duit yang di pake mami kalian itu juga duit dari papi juga."

"Eit,beda dong.Duit yang udah di pegang yang di pegang Tante Mami dari manapun asalnya itu tetaplah duit Tante Mami. Betul tidak bang?"

"Yes,of course!"

Semuanya tertawa melihat perdebatan mereka,

Dan akhirnya kini kamar rumah sakit itu tidak lagi dipenuhi kesedihan.Melainkan kehangatan keluarga dan persahabatan yang perlahan mengembalikan semangat Kalandra untuk terus berjuang sembuh.

.......

...^^^.^^^...

.......

...♡Sabiru♡...

🦋 Jangan lupa tinggalkan jejak readersku..🦋

1
Puji Hastuti
duh.. jadi makin penasaran aja.
Puji Hastuti
ada apa di masa lalu
Puji Hastuti
gimana ceritanya itu cewek,anaknya ages?ngaco
Puji Hastuti
kak kenapa di cerita baru,bukanya susah ya??
Puji Hastuti: bab 2
total 2 replies
Puji Hastuti
semangat Nay,kamu gak sendiri
Puji Hastuti
akhirnya kala kembali ke setelan awal 😍
Puji Hastuti
untuk teman² kala,tolong jangan tinggalin kala
Puji Hastuti
nay/Sob//Sob/
Puji Hastuti
lanjut kk
Aisyah Suyuti
good
Puji Hastuti
kala belum paham hati perempuan 🤣
Puji Hastuti
walah siapa lagi ini
Puji Hastuti
cie cie kala
Puji Hastuti
lanjut kk
Puji Hastuti
😍😍😍😍😍
Puji Hastuti
congrats kala
Puji Hastuti
semangat kala , banyak cinta yang mendukung mu 💪💪
Puji Hastuti
Alhamdulillah akhirnya kala pulang
Puji Hastuti
papa keren😍😍😍😍😍
Puji Hastuti
eh pak tua,jaga ya bicaranya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!