NovelToon NovelToon
Anak Kembar Mafia

Anak Kembar Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:13.1k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Hana Yasmin adalah lambang dari ketegaran wanita yang luar biasa. Enam tahun yang lalu terpaksa diusir dari rumah orang tuanya sendiri karena telah mengandung benih pria yang tidak dia kenal. Sebuah tragedi kelam merenggut paksa kesucianya. Trauma mendalam itu sempat meruntuhkan dunia Yasmin. Namun, takdir berkata lain. Bayi yang dititipkan dalam tahimnya lahir sepasang malaikat kecil laki-laki dan perempuan yang ia beri nama Fatir dan Fathia.

Yasmin berjuang sendiri membesarkan anak kembarnya itu hingga tumbuh menjadi anak yang cerdas, padahal masih usia 5 tahun dan sekolah TK. Yasmin yang bekerja di restoran bertemu Marco Bellini. Pria itu jatuh cinta kepadanya bahkan mengajak menikah dan berjanji untuk membesarkan si kembar, tapi rasa trauma membuat Yasmin tidak mudah untuk menerima.

"Yasmin, menikahlah denganku demi kamu dan anak-anak."



Apakah Yasmin akhirnya menerima Marco? Bagaimana kisah selanjutnya? Kita ikuti kelanjutannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Yasmin duduk di hadapan dua pria dan wanita dengan penuh tanda tanya.

"Ada apa ya, Mbak, Mas?" Yasmin menatap dua orang itu bergantian, karena tidak merasa mengenal.

"Kenalkan Yasmin, saya suami istri yang tinggal di resident tidak jauh dari tempat kamu tinggal," ucap wanita yang bernama Jenita dan John itu mengenalkan diri.

Yasmin mengangguk paham di mana lokasi resident yang dihuni oleh orang-orang kaya. Tetapi yang membuatnya bingung, dari mana suami istri itu mengenal namanya?

"Begini Yasmin... Seminggu lagi saya dan suami akan pindah keluar negeri. Tetapi jika rumah itu kami tinggalkan begitu saja akan rusak. Setelah kami pikir-pikir kamu orang yang tepat untuk tinggal di rumah kami," papar Jenita, mengejutkan Yasmin.

"Maaf Mbak, saya ini hanya pekerja restoran dengan gaji pas-pasan untuk makan, mana mungkin mampu membayar sewa rumah mewah itu," tolak Yasmin halus.

"Jangan khawatir Yasmin, kamu menempati rumah itu gratis kok, yang terpenting rumah kami ada yang merawat dan saya yakin kamu orangnya."

Yasmin menatap mata dua orang itu tampak tulus, tapi hatinya masih bertanya-tanya. Heran saja tiba-tiba ada orang yang datang dan minta untuk menempati rumahnya secara gratis. Sungguh tidak pernah terjadi, kecuali sudah saling mengenal.

"Eemmm... maaf, tapi dari mana Mbak Jenita mengenal saya?" Yasmin tidak mau terima begitu saja sebelum jelas.

"Kami tanya-tanya orang sekitar Yasmin," Jenita mengatakan jika ada orang yang menceritakan keadaan Yasmin dan kehidupannya sehari-sehari. Tentu saja simbiosis mutualisme jika Yasmin bersedia.

"Yasmin, jika kamu tinggal di rumah kami, jangan khawatir akan keselamatan anak-anak kamu. Di komplek itu ada satpam yang jaga hingga 24 jam," Jenita memberi gambaran yang terbaik.

Yasmin diam sejenak, di kontrakkan bu Retno memang sudah terasa tidak nyaman. Ia berpikir positif bahwa inilah pertolongan dari Allah demi keselamatan anak-anak.

"Beri saya waktu selama 3 hari untuk berpikir ya, Mbak," Yasmin akan minta pendapat bu Endang yang sudah banyak makan asam garam kehidupan.

"Baiklah, jangan lama-lama ya, jika kamu sudah punya keputusan hubungi kami," Jenita minta tukar nomor handphone, karena Yasmin tidak punya, ia menulis di kertas.

Begitu dua orang itu pergi, Yasmin meninggalkan tempat itu sembari membawa piring kotor. Tanpa ia duga, berpapasan dengan orang yang akan ia hindari.

"Kemana saja kamu? Bukan cepat menyelesaikan pekerjaan malah ngilang!" Semprot Rina, menatap Yasmin tajam.

"Saya sedang membereskan meja sebelah sana, Bu.."

Rina mungkin baru menyadari jika Yasmin membawa piring kotor, kemudian melengos pergi.

Yasmin melanjutkan tugasnya hingga tiba waktunya pulang. Dia keluar dari ruang ganti setelah pamit Lila untuk pulang. Tiba di depan sudah sepi, tapi Marco masih setia menunggu di tempat duduknya. Begitu melihat Yasmin, pria itu segera berdiri kemudian mengikuti Yasmin yang hanya melintas tidak menyapa sama sekali.

Begitu sudah di samping mobil, Yasmin tidak lagi menolak ketika Marco minta untuk masuk. Yasmin sudah paham bahwa pria itu akan terus memaksanya dengan berbagai alasan.

Mereka tidak tahu jika Rina memperhatikan Yasmin yang dibukakan pintu oleh Marco, hatinya terbakar.

"Awas kamu Yasmin!" gumamnya, tangannya mengepal kuat.

Sementara itu di dalam mobil, Marco membuka percakapan tentang anak-anak, sepertinya Yasmin lebih suka mendengarkan daripada bertanya tentang pribadi.

"Anak-anak kamu itu pemberani Yasmin, tinggal di rumah sendiri di usianya yang masih balita, sungguh fenomena langka."

"Yah, semua ini saya lakukan karena terpaksa, hampir setiap hari saya hidup dalam kegelisahan karena mengkhawatirkan mereka, tapi mau bagaimana lagi? Semua ini saya lakukan demi kami agar tetap bertahan hidup," Yasmin menoleh ke kiri karena tiba-tiba air matanya menetes.

Hati Marco terasa dicubit keras, semua ini terjadi karena ulahnya. Perasaan ingin mengajak Yasmin menikah dan membahagiakan mereka semakin kuat, tapi ia belum punya keberanian. Ingin membantu materi secara cuma-cuma pun, mana mungkin Yasmin menerima?

"Anda mengenal Bu Rina?" Tanya Yasmin karena setiap melihat dirinya dekat dengan Marco hanya demi tugas pun, Rina emosi.

"Hampir semua wanita model Rina itu saya kenal," jawab Marco keceplosan bicara.

Yasmin menoleh cepat, kaget juga dia mendengar jawaban Marco.

 "Kecuali wanita sepertimu, sulit aku temukan," lanjut Marco menoleh sekilas ke arah Yasmin dan tersenyum manis.

"Jelas tidak akan menemukan wanita semacam saya, karena kami mempunyai standar, tidak sembarang memilih pria play boy macam Anda!" Ketus Yasmin, untuk pria macam Marco harus sedikit sombong.

"Hahaha..." Marco tertawa lepas, wanita seperti ini yang akan ia jadikan ibu untuk anak-anaknya.

"Kenapa Anda tertawa? Tidak ada yang lucu. Jika Anda mempunyai persoalan pribadi dengan Rina, sebaiknya segera diselesaikan, karena saya tidak mau menjadi sasaran kemarahannya!"

 Marco belum menjawab ucapan Yasmin, tapi harus berhenti karena sudah tiba di pinggir gang menuju kontrakan. Yasmin membuka pintu hendak turun.

"Yas, aku titip untuk anak-anak ya..." Marco memberikan dua paper bag.

"Anak-anak?" Yasmin kaget mendengar Marco menekan kata 'anak-anak.

"Maksudnya anak-anak kamu," Marco meralat, tidak mau Yasmin curiga. Rupanya Yasmin belum menyadari kemiripan wajahnya dengan si kembar, walaupun Marco sendiri pun masih menunggu tes DNA. Semua bukti-bukti harus ia kumpulkan dulu untuk membuktikan bukan hanya meyakini kemiripan saja.

"Lain kali jangan repot-repot, Tuan..." Yasmin merasa bingung kenapa Marco sering kali memberi si kembar makanan. Walau tidak Yasmin pungkiri, jika ke mana-mana mengajak si kembar anaknya mudah sekali kenal, dan orang-orang itu sering memberi ini itu. Inilah salah satunya yang membuat Yasmin khawatir jika ada orang jahat akan memanfaatkan situasi itu, menculik misalnya.

"Tidak repot Yasmin. Oh iya, aku boleh minta nomor handphone kamu?" Tanya Marco serius.

"Saya tidak punya handphone," jujur Yasmin. Ia segera turun, setelah mengucapkan terima kasih lalu berjalan cepat melalui gang tidak menoleh lagi.

Tiba di depan kontrakan, Yasmin kaget karena di teras tampak seorang pria sedang duduk sambil menghisap rokok. Wajahnya yang tampak kesal terlihat jelas di sorot lampu di atasnya. Begitu melihat kehadiran Yasmin, pria itu melempar rokok ke tanah kemudian menginjak nya kasar hingga api pun mati.

...~Bersambung~...

1
🌷💚SITI.R💚🌷
kan bener wati kiriman budimarco..haduih smg aja tr yasmin ga tantrum pas tsu semuay
@alfaton🤴
bener kan suruhan sang Marco......gimana kabarnya keluarganya Yasmin ya ....masa ga merasa kangen kasihan.....sejahat jahatnya mestinya ya masih punya rasa kangen ama anak ada cucunya lagi......udah lima tahun masa ga ingin ketemu sih
Eka ELissa
kan art kiriman Marco...🤣🤣🫣buat bantuin kmu di rumah yass
sbar dong Marco dia itu GK mudah percaya ma orang tau yass itu orang nya hati2 percaya ma orang..
ardiana dili
lanjut
vj'z tri
kan udah di bayar 😅
vj'z tri
ini pasti ulah Dady Marco 😅
🌷💚SITI.R💚🌷
ini wati di kirim budimarcopolo kayanya
Rina
Semoga kalian selalu bahagia ya 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Lia siti marlia
marco bisa aja ngerayu nya pake kasih perhiasan 🤗🤗kalau yasmin gak mau buat aku aja 🤭🤭🤭🤭
hadeh siapa tuh cewe jangan jangan yang nyari marco lagi😌
Eka ELissa
jngn 2 itu art yg di kirim Marco buat bntuin kmu...yass....
entah lah hanya emak yg tau
Eka ELissa
Marco udh jatuh cinta pada pandangan pertama yass dgn mu TPI kmrin dia lgi eror mknya lupa ma kmu yass 🤣🫣
Teh Yen
siapa yah itu ?
🌷💚SITI.R💚🌷
sopo mene iki
🌷💚SITI.R💚🌷
Aamiin. smg perjuangan kamu berhasil ya marcopolo walau pastiy ga mudah
🌷💚SITI.R💚🌷
lbh aman ya marcopolo dr pada ketahuan mau sunat
@alfaton🤴
kayaknya art buat kamu Yas.....biasa sang Marco pastinya yang nyuruh.....
@alfaton🤴
kamu pasti bohong kan Mar.......ga mungkin lah seorang pria memberi perhiasan tanpa pamrih.......dah kalau Yasmin ga mau nerima buat aku aja sini Mar......toh kamu ga ada maksud apa apa kan daripada nanti kamu buang kan sayang 😂😂😂😂😂
ardiana dili
lanjut
@alfaton🤴
lewat kotak itulah Yas yang nantinya akan ada jalinan......dua hati jadi satu keluarga .......maka diterima ya Yas....
🌷💚SITI.R💚🌷
kan udh tau tujuanya ngelamar kamu..tp caray aja marcopolo yg nyeleneh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!