NovelToon NovelToon
SATU MALAM DENGAN BERONDONG

SATU MALAM DENGAN BERONDONG

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / One Night Stand / Identitas Tersembunyi
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Terbangun di kamar hotel, Fela syok setengah mati saat membaca KTP yang terjatuh dari dompet pria di sampingnya. Dia masih anak SMA!

Fela langsung kabur ketakutan demi menyelamatkan reputasinya.

Namun dunia Fela berantakan saat Kenzo, si anak SMA itu tiba-tiba masuk ke kantor periklanannya sebagai anak magang baru.

Di depan rekan kerja, Kenzo adalah asisten yang sopan. Tapi di balik pintu ruang rapat, dia adalah berondong posesif yang siap menjerat Fela kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 15 Presentasi tugas

Mata Fela membuntang sempurna. Darahnya mendadak berdesir naik ke kepala karena syok dan malu. "Aku minum espresso!" tekan Fela dengan setengah berbisik, takut ada orang lain yang mendengar kalimat frontal cowok itu.

"Baguslah. Jadi kamu dan aku aman," balas Kenzo santai. Seakan-akan pembicaraan barusan bukan hal yang tabu.

Bibir Fela menipis kesal. Rasa gengsi dan wibawanya sebagai mentor serasa diinjak-injak malam ini. Ia memandang Kenzo dari atas ke bawah. "Kamu sendiri kenapa ada di sini? Ini pukul berapa? Anak-anak harusnya ada di rumah."

"Benar juga." Kenzo mengerjapkan mata sekilas, menanggapi omelan itu dengan kepatuhan yang terasa dibuat-buat.

Fela kehilangan kosakata untuk menghadapi ketegaran bocah di depannya. "Sudah. Aku mau pulang. Terserah kamu berkeliaran atau tidak," ketus Fela.

Ia langsung membuka pintu mobil dan masuk ke dalam kursi kemudi. Fela membanting pintunya rapat-rapat. Dia tidak peduli lagi pada apa pun yang akan dilakukan Kenzo di luar sana, meski jantungnya masih berdegup kencang akibat interupsi mendadak dari anak magangnya itu.

***

Esok pagi. Di ruang rapat.

Presentasi tugas yang diberikan Fela pada Kenzo berjalan lancar. Bahkan anak itu tidak kesulitan sama sekali. Dia lebih mirip pekerja tetap di kantor ini.

Tepuk tangan anggota tim membuat anak itu tersenyum.

"Wah, kamu hebat ya, Kenzo. Padahal kamu baru lulus sekolah. Oh bukan, mau lulus sekolah," puji Mirin.

"Grafik yang kamu buat untuk tren pasar Gen-Z itu keren banget. Good job, Bro." Bimo desainer grafis memberikan kepalan tangannya. Kenzo mengadu kepalan miliknya juga. TOS! Mereka jadi mirip kakak adik. Bimo sepertinya senang ada anggota cowok.

Siska juga tepuk tangan. "Iya, Kenzo. Kamu tadi pakai data riset dari mana?"

"Dari social media. Aku kan gen-z," jawab Kenzo.

"Oh, iya. Kamu kan anak Gen-z. Sampai lupa. Habisnya kamu jadi enggak keliatan kalau berumur 18 tahun jika pakai baju bebas begini. Mirip sama Bimo, seumuran," ujar Siska tergelak.

"Benarkah, Kak?"

"Iya. Kalau aku enggak tahu kamu masuk ke perusahaan ini pakai seragam sekolah, aku pasti enggak tahu kamu anak sekolahan. Bisa-bisa aku jadi deketin kamu, Ken. Apalagi kamu punya wajah yang cakep," ujar Siska tanpa maksud apa-apa.

Namun disudut kursi, ada Fela yang merasa telinganya panas. Karena apa yang dikatakan Siska terjadi pada dirinya. Bahkan bukan hanya mendekati, Fela bahkan terbangun di atas ranjang bocah itu!

Fela diam sambil berpura-pura fokus pada laptopnya. Sebenarnya dia memang awalnya sedang serius memeriksa draf proposal proyek terbaru yang dikirim oleh Riko tadi pagi. Namun, begitu mendengar kalimat yang keluar dari mulut Siska, fokusnya langsung buyar.

Jari-jarinya mendadak kaku di atas papan tik. Jantungnya berdegup dua kali lebih cepat. Dengan panik, Fela segera menutup tab proposalnya dan beralih membuka halaman kotak masuk email kantor.

Matanya menatap lurus ke layar monitor, sementara jarinya terus-menerus melakukan scrolling naik-turun di antara tumpukan inbox tanpa benar-benar membaca satu pun isi email di sana.

Semua itu dilakukan Fela hanya demi terlihat sangat sibuk, menutupi raut wajahnya yang mulai pias, dan yang paling penting: menghindari kontak mata dengan Kenzo.

Telinga Fela terasa semakin membakar mendengar candaan Siska.

Bukan cuma mendekati, Siska. Aku bahkan sudah menyerahkan kesucianku dan terbangun dalam kondisi setengah telanjang di ranjangnya! jerit Fela frustrasi dalam hati.

Fela melirik sekilas dari balik layar laptopnya yang masih ia scroll tanpa arah. Benar saja, Kenzo tampak sedang meliriknya balik.

Cowok delapan belas tahun itu menatap Fela dengan sudut mata yang berbeda. Bukan sedang kesenangan ada orang yang tahu persis keadaan Fela tanpa melihat sendiri. Padahal hanya dugaan saja. Bahkan dugaan itu bukan untuk menyerang seseorang. Itu murni sebuah pendapat spontan.

Seolah tahu betul bahwa sang manajer saat ini sedang tersiksa setengah mati oleh rasa bersalah dan kepanikan yang luar biasa.

Sialan! Sialan! Gara-gara malam itu. Gara-gara alkohol! Gara-gara, Dion bangsat!

"Ah, Kak Siska bisa saja. Saya jadi kelihatan tua dong kalau dibilang seumuran dengan Kak Bimo," jawab Kenzo santai, merespons pujian Siska dengan senyum ramah yang terlihat sangat polos di mata orang lain.

"Hahahaa. Benar. Jangan mau disamain sama Bimo ya?" Siska tertawa sambil menunjuk Bimo.

"Kenapa emang?" sungut Bimo pura-pura marah.

"Kamu kan sudah mau nikah, dia kan masih fresh. Daun muda," ucap Siska.

"Oh, Bang Bimo mau nikah?"

"Iya Bro. Tapi belum. Masih lama. Cuman ada niatan untuk nikah," ujar Bimo jadi curhat.

"Kalau sudah dewasa itu Memnag seharusnya menikah ya ...," ujar Kenzo sok polos.

"Kamu mau nikah secepatnya, Ken?" goda Siska.

"Kalau ada calon yang cocok, boleh sih." Kenzo memang mudah bergaul. Dia malah ngeladenin Siska.

"Emang belum ada pacar?" Siska yang suka ngomong tentu senang ada yang beginian.

"Mmm ... Entahlah." Ekor mata Kenzo malah tertuju pada Fela.

Mirin menyenggol lengan Fela sambil tersenyum. Mata Fela sudah menatap tajam.

Bola mata bocah itu geser ke arah lain karena dapat tatapan tajam Fela. "Bisa disebut pacar atau enggak, ya ..."

"Lagak kamu aja. Paling cuma teman tapi mesra," ujar Siska demen sekali sama daun muda cakep juga asyik.

"Fela, kamu kok diam saja dari tadi? Biasanya kamu yang paling cerewet kalau soal evaluasi grafik kerjaan," tegur Bimo.

Fela tersentak kecil. Langsung membetulkan letak kacamata atau blazer hitamnya demi menguasai diri. "Ah... itu. Hasil kerja Kenzo sudah cukup bagus. Tidak ada yang perlu dievaluasi."

Suaranya terdengar jauh lebih pelan dan pasrah dari biasanya. Anggota timnya sempat saling lirik, heran melihat sang manajer yang terkenal kaku dan disiplin itu mendadak bersikap sangat 'jinak' dan tidak banyak menuntut pada anak magang baru.

Mirin yang paham hanya diam.

Nuraninya benar-benar lumpuh. Mau memaki atau memberikan tugas yang menumpuk pun, Fela merasa tidak memiliki hak moral lagi. Beban emosional karena mengira dirinya telah "menodai" seorang anak di bawah umur yang baru selesai ujian nasional membuat lidah Fela mendadak kelu.

"Kalau begitu, rapat hari ini selesai. Kalian bisa kembali ke meja masing-masing," ucap Fela cepat. Buru-buru menutup laptopnya sebelum rahasia besarnya terbongkar oleh gosipan Siska.

Saat yang lain mulai berdiri dan melangkah keluar dari ruang rapat kecil itu, Kenzo sengaja memperlambat gerakannya. Begitu ruangan hanya menyisakan mereka berdua, Kenzo berjalan mendekati Fela. Sifat ramah dan penurutnya sebagai anak magang seketika hilang digantikan oleh aura dingin, dewasa, sekaligus tengil yang langsung mengintimidasi Fela.

Kenzo mencondongkan tubuhnya di depan meja Fela, membuat Fela terpaksa mendongak dengan tatapan panik.

"Apa?" tegur Fela merasa tidak aman.

"Terima kasih sudah jadi mentor yang baik untuk hari ini," ujar Kenzo tulus.

"Aku tidak melakukan apa-apa. Aku hanya kasih kerjaan ke kamu," ujar Fela malas.

"Bilang saja oke. Itu cukup," ujarnya seperti merajuk.

Apaan sih bocah ini. Ngatur banget. Fela tidak peduli.

1
Rahma Inayah
ya iya lh kenzo ank pemilik perusahaan mkn sebagai mulai kerja dr bawah
Grareta
lanjutttt
Bu Dewi
lanjut kak😍😍😍
Rahma Inayah
Mash teka teki dgn Kenzo siapa sebrnya dia apakah ank pemilik perusahaan kah
Rahma Inayah
lnjut Thor
Rahma Inayah
lanjut Thor mkn seru
Rahma Inayah
mkn kah Kenzo ank pemilik perusahaan dimn Dela bernaung sekrg ini
Rahma Inayah
😅bocil jatuh cinta SM wanita dewasa ..lnjut Kenzo
🌸 Maya Debar 🌸
Tak tunggu selalu upnya Thor ❤️🤩❤️🤩🤩🤩🤩🤩💋
LisA: Terima kasih sudah baca😊
total 1 replies
Rahma Inayah
lnjut thor
Rahma Inayah
tp bocah bukan sembarang bocah tp bocah sultan
Rahma Inayah
🤭mmpir Thor moga bgus ceritanya
LisA: Terima kasih sudah singgah untuk membaca. Semoga berkenan.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!