NovelToon NovelToon
Runtuhnya Hati Seorang Daren(Penyesalan Terdalam Dan Ketulusan Cinta Nadia)

Runtuhnya Hati Seorang Daren(Penyesalan Terdalam Dan Ketulusan Cinta Nadia)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Isshabell

"Kamu harus menikah dengannya Daren!" lantang suara nenek Lusi berkata pada cucunya itu.


"Aku tidak mau nek, Aku punya pilihan sendiri dan nenek tidak bisa semaunya mengatur hidupku!" suara Daren pun tak kalah lantangnya dari suara nenek Lusi.


"Baiklah kalau kamu tetap menolak menikah dengan Nadia. Sekarang nenek kasih kamu pilihan, Menikah dengan Nadia atau kamu tidak akan pernah mendapatkan warisan apapun dari nenek," suara nenek Lusi merendah tapi penuh penekanan membuat kuping Daren memerah mendengarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isshabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.15 Rencana licik Elsa di perjamuan bisnis

Nadia sedang bersih-bersih di ruang tamu sore ini saat Dia mendengar ada panggilan masuk dari ponselnya yang ternyata adalah Bu Siska mamanya Daren.

"Iya Tante, Ada apa?" tanya Nadia yang masih keheranan tiba-tiba saja Bu Siska menelpon dirinya.

"Nanti malam ada acara perjamuan makan malam, Daren di undang dan harus datang bersama istrinya, Jadi untuk acara nanti malam kamu harus tampil seperti layaknya istri seorang pemilik bisnis Wijaya group jangan sampai di sana nanti kamu bikin malu keluarga Wijaya di hadapan kalangan elit bisnis, paham!" ucap Bu Siska mengancam Nadia, tapi Nadia tidak tersulut emosi, dia bersikap tenang menghadapi tekanan dari mertuanya itu sambil berkata.

"Tante tenang saja, Aku tidak akan membikin malu keluarga Wijaya dan aku cukup tahu diri untuk memposisikan statusku di hadapan kalangan elit bisnis itu," ucap Nadia tenang membuat Bu Siska mencibirkan bibirnya mendengar ucapan Nadia yang di anggapnya sok pintar itu.

Pembicaraan di handphone itupun di akhiri oleh Bu Siska " Dasar gadis kampung, bisa aja dia ngomong gitu, Sok pintar aja Dia, Liat saja nanti apa yang akan terjadi pada kamu," Bu Siska tersenyum sinis.

Nadia berangkat ke acara jamuan makan malam itu dengan di antar sopir suruhan Daren karena Daren lagi sibuk di hotel tempat acara jamuan makan malam itu bersama Elsa.

Daren sengaja menyibukkan diri bersama Elsa di tempat jamuan makan malam agar supaya dia bisa menghindari untuk menjemput Nadia untuk datang ke acara jamuan makan malam itu.

Sopir yang mengantarkan Nadia sudah melajukan mobilnya menuju ke hotel tempat di mana acara jamuan makan malam itu berlangsung.

Nadia datang ke perjamuan bisnis kuliner kelas atas tersebut dengan pakaian yang sudah sangat pas, anggun, dan sesuai protokol. Dia datang karena Bu Siska yang sebenarnya sudah bersekongkol dengan Elsa menyuruh Nadia membawa sebuah kotak yang berisi sampel bahan makanan khusus titipan Wijaya Group untuk diserahkan kepada panitia penyelenggara.

"Eh Nadia! sini kamu," panggil Bu Siska saat melihat Nadia masuk ke dalam ruang acara tersebut.

Nadia berjalan mendekat ke arah Bu Siska yang memanggilnya "Iya Tante," ucap Nadia pada Bu Siska.

"Nih, kamu bawa kotak ini dan kasihan pada staff dapur di sana," ucap Bu Siska pada Nadia sambil menyerahkan kotak yang berisi sampel makanan itu pada Nadia.

Nadia menerima kotak itu tanpa banyak bicara, Lalu dia pun melangkah pergi meninggalkan Bu Siska dan Elsa menuju ke arah dapur untuk menemui staff dapur seperti yang di minta mertuanya tadi.

Nadia yang beriktikad baik menjalankan tugas itu dengan tenang. Dia menyerahkan kotak tersebut kepada staf dapur di bawah pengawasan Elsa yang mengintip dari jauh sambil tersenyum licik.

Di tengah-tengah acara saat para investor sedang berkumpul, tiba-tiba terjadi kegemparan di area podium utama. Salah satu menu hidangan utama yang akan dipresentasikan atau dinilai oleh para kritikus kuliner internasional ternyata rusak, mengeluarkan bau menyengat yang mengandung bahan berbahaya yang bisa menghancurkan reputasi acara tersebut.

"Ini kenapa bisa begini? baunya sangat menyengat sekali dan sepertinya ada yang dengan sengaja membubuhkan bahan yang beracun di makanan ini," ucap salah satu kritikus kuliner sambil menutup hidungnya saat dia sedang bertugas menilai tentang cita rasa beberapa makanan kuliner yang saat ini sedang di sajikan itu.

Sontak para tamu undangan yang hadir malam itu mengarahkan pandangannya ke arah podium tempat semua makanan yang sedang di pamerkan itu di nilai.

Elsa langsung mengambil panggung. Dengan aktingnya yang pura-pura terkejut, dia menunjuk Nadia di depan semua orang. Elsa membawa rekaman CCTV yang sudah diedit atau diatur sedemikian rupa yang memperlihatkan Nadia adalah orang terakhir yang menyerahkan kotak titipan ke area steril.

Elsa memprovokasi massa, "Astaga, Nadia! Kamu sengaja memasukkan bahan perusak itu karena kamu dendam pada bisnis kuliner ini? Daren, lihat apa yang dilakukan istri kampungmu! Dia mau menghancurkan nama baik relasi bisnis kita," Elsa sengaja mengeraskan suaranya agar semua para tamu undangan dari kalangan elit bisnis yang hadir itu mendengar dan bakalan mencemooh Nadia yang akan di anggap sebagai istri yang tak berguna bagi keluarga Wijaya.

Dan benar saja semua tamu undangan itu mulai mengalihkan pandangan mereka pada Nadia yang sedang duduk di salah satu kursi tamu undangan, Para tamu itu saling berbisik sambil melontarkan hujatan yang membuat telinga Nadia sedikit gerah mendengarnya.

"Dasar gadis kampung tak tahu di untung, sudah cukup bagus dia di terima di keluarga Wijaya, Eh...malah bisa-bisanya dia mau menghancurkan reputasi keluarga Wijaya di depan banyak orang," ucap salah satu tamu elit bisnis itu berkata pada teman yang duduk di sebelahnya.

"Namanya saja gadis kampung yang gak punya pendidikan, Jadi ya... begitulah, Mungkin dia menikah dengan Daren untuk mengincar hartanya saja," timpal temannya.

Bu Siska yang mendengar bisik-bisik yang menghujat Nadia itu jadi tersenyum puas karena saat ini semua orang tahu kalau Nadia itu pura-pura menikah dengan Daren hanya karena alasan untuk membuat rusak nama keluarga Wijaya.

Mendengar tuduhan sabotase yang bisa menyeret nama Wijaya Group ke ranah hukum dan merusak bisnis, Daren langsung kalap. Ditambah hasutan Elsa yang terus memojokkan Nadia, harga diri Daren langsung terbakar amarah.

Daren menarik Nadia dengan kasar keluar dari aula perjamuan menuju selasar sepi. Tanpa mau mendengar penjelasan, Daren memaki Nadia habis-habisan. "Kamu benar-benar wanita pembawa sial, Nadia! Apa otak kampungmu itu tidak punya moral?! Kamu sengaja mau menghancurkan karierku dan mempermalukan aku di depan rekan bisnis internasional, hah?!"

Nadia mencoba membela diri dengan tenang, "Tuan Daren, saya hanya mengantar kotak yang diminta oleh Ibu Anda. Periksa dulu kebenarannya" Tapi Daren membentak, "Cukup! Jangan lempar kesalahan pada Mamiku! Dasar perempuan ular!"

Meskipun kata "perempuan ular" dan makian Daren sangat melukai hatinya, Nadia menolak untuk terlihat lemah. Dia mengepalkan tangannya di balik gaunnya, menahan denyut sakit di dadanya agar air matanya tidak tumpah di depan pria yang buta oleh amarah ini.

Nadia berkata dengan suara yang sangat tenang namun bergetar penuh penekanan: "Baik, jika Anda lebih memilih percaya pada sandiwara murah ini daripada logika Anda sendiri. Tapi ingat Tuan Daren... kebenaran itu seperti minyak di dalam air, dia akan selalu naik ke permukaan. Saat hari itu tiba, jangan pernah mengemis maaf dari saya atas kebodohan Anda malam ini, Tuan Daren."

Nadia berbalik, melangkah dengan sangat anggun meninggalkan Daren yang mendadak terpaku dan merasa tertusuk oleh tatapan mata Nadia yang sama sekali tidak menunjukkan rasa takut.

1
partini
bikin mereka ga bisa berpisah nek ,ayo lah nek be smart
partini
lagian ada" saja mau di Pepet terus juga percuma lah wong ga ada rasa di hati buat kamu loh ren
partini
pastinya ga perduli Nadia kan ga ada rasa sama kau Darren
partini
rasain loh 🤭🤭🤭
ayo berfikir Darren istri mu sayang banget sama nenekmu harusnya kamu lebih pintar mengunakan nenekmu untuk mendekati istri mu
partini
aku kira lagi Ina inu thor
Isshabell: ah kakak..🤭
total 1 replies
partini
rutuh yah aduhh
partini
gampang banget masuk rumah CEO behhh ga ada pengaman ga ada cctv juga wow
partini
ga cuma pengemis Maaaf tapi cinta juga loh ,,dari sinopsisnya seperti itu ya Thor di tunggu part di mana babang bego mengemis cintahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
partini
mantap Nadia bikin suami mu ga bisa tenang CEO bego mau aja di kadalin
partini
iya juga ngapain juga mikirin mereka berdua,,bisa agak bar bar ga Thor Nadia nya
Isshabell: gitu ya kak🤭
total 1 replies
partini
nice
Isshabell: terimakasih kak .....
total 1 replies
partini
minum aja yg banyak habis itu Ina inu aihhhhh CEO 1/2 ons ,,aku benci Ama si nenek Thor bikin sengsara orang aja
partini
nek kamu malah bikin seorang perempuan di hina di rendah kan dan di sakiti kaya bintang cuma mau bikin cucumu sadar tega kamu nek
partini
mau di apain cucumu nek ,lagi tergila gila ma pacarannya mau dengar kalau iya cuma masuk telinga kiri keluar telinga kanan susah cucumu CEO 1/2 ons
partini
ikuti aja alur nya Nadia nanti juga jatuh cinta kalau sudah tau betapa beratnya sang kekasih untuk sekarang masih cinta buta mau ini itu ga bakal mempan adanya kamu yg sakit hati
jadi bar" dikit nad jangn lembek yg bisanya cuma mewek doang
Isshabell: hai kak maksih ya sdh mampir🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!