Mengandung adegan dewasa, jadi mohon bijaklah dalam membaca ya ...!
Menceritakan tentang ketidak percayaan diri mengundang pernikahan yang tanpa diduga, pernikahan paksa dengan CEO Tampan yang posesif bernama, Xander.
Xander merasa sudah jatuh hati kepada seorang wanita cantik bernama, Sasya. Tetapi, akibat ketidak jujuran sang kakak, Sasya menjadi terjebak dalam ikatan yang tidak diinginkannya, sebab yang harus menikah dengan Xander adalah kakaknya yang bernama Rasya, bukan dengan dirinya.
Naas-nya, Sasya terpaksa menjalani pernikahan dengan Xander dan harus memutuskan hubungan dengan kekasihnya, akibat adanya ancaman.
Bagaimanakah cerita selanjutnya dari Sasya dan Xander?
Ikuti terus alur cerita selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Menik Kumalasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 14 (Gertakan Untuk Sasya)
Di lain sisi, ada segerombol geng tengah menunggu seseorang datang. Seseorang yang dimaksud ialah Pengintai /mata-mata untuk mengintai Sasya dengan Sadam.
"Bagaimana? Kabar baru apa yang akan loe sampaikan?" tanya Bos atau Ketua dari geng tersebut yang bernama Yamanda, atau bisa dipanggil dengan Yama.
"Mereka sangat serasi bos, menjadi sorotan para mahasiswa yang lain. Dan mereka selalu bermesraan," jawab Pengintai itu.
"Apa? Serasi loe bilang? Seharusnya yang pantas bersanding dengan Sadam itu hanyalah aku!!" seru Yama yang tidak terima akan pengakuan Pengintai itu. Ya... yang artinya Sadam adalah orang yang disukai Yama. Dia diam-diam sangat terobsesi dengan Sadam, hingga ia akan melakukan apapun demi menyingkirkan orang yang dekat dengannya, termasuk Sasya kekasih Sadam.
"Lalu kita harus bagaimana? Apa yang harus kita lakukan buat bantu loe?" tanya Teman dari Yama yang ingin membantunya.
"Biarkan begitu saja dulu, kita cari cara dan waktu yang tepat terlebih dahulu," ujar Yama kepada ketiga temannya dan Pengintai itu.
"Gimana kalau kita buat gertakan dulu untuk Sasya?" Saran dari salah satu teman Yama.
Yama pun terdiam untuk berpikir sejenak. "Ide yang tidak terlalu buruk, bisa kita coba," sahut Yama.
Di dalam mobil, ketika Sasya hendak pulang bersama Sadam, ia teringat dengan buku tugas yang ada di perpus. Ia hendak meminjam buku tersebut untuk menyelesaikan tugas bersama para sahabatnya.
"Sadam, ada sesuatu benda yang terlupa. Kamu tunggu di mobil dulu ya, aku mau ke perpus sebentar pinjam buku untuk tugas nanti," ujar Sasya yang langsung keluar dari mobil Sadam.
"Baiklah, Sayang... jangan lama-lama, ya!" seru Sadam setengah berteriak karena jarak di antara mereka sedikit jauh.
"Iyaa ...," jawab Sasya.
Setelah di dalam perpus, Sasya langsung mencari buku yang ia butuhkan dan segera meminjamnya. Tetapi, ketika ia hendak kembali ke mobil. Ia di cegat oleh geng Yama, tepat di pertengahan jalan yang sepi orang.
"Hei tunggu ...!" cegah Teman dari Yama. Sasya pun menghentikan langkahnya, seketika ia juga di kerumuni oleh geng Yama.
"Iya? ada apa, ya?" tanya Sasya bingung karena telah di kerumuni orang-orang yang tak ia kenali.
Tiba-tiba, pundak Sasya dipegang oleh kedua teman dari Yama.
"Ada apa ini? Ada yang bisa saya bantu?" tanya Sasya kebingungan.
"Ya... lumayan cantik!" seru Yama sambil memandangi Sasya dari atas sampai bawah.
"Dengar ya! Jangan terlalu dekat dengan Sadam. Aku bisa melakukan apapun termasuk mencelakai loe!" ketus Yama tanpa basa-basi lagi. Ia pun juga menuding tepat di wajah Sasya, untuk memperingatinya.
"Tapi kenapa? dia kan ...," ucap Sasya terpotong.
"Diam! turuti saja semua perkataanku!" seru Yama sembari menatap tajam ke arah Sasya. Kemudian ia beserta teman gengnya melengos pergi.
Sasya yang tidak mengerti apa maksud dari Yama itu, hanya berpikir positif. Ia juga tak mempermasalahkan tindakan yang baru Yama lakukan. Sasya menganggap itu hal yang biasa fans lakukan kepada idolanya, mengingat Sadam adalah mahasiswa terpopuler.
"Kenapa ya mereka? Apa mereka takut jika aku akan bertindak aneh dan menyakiti, Sadam? Tapi tidak mungkin ... kan, aku kekasihnya. Ngapain juga aku melakukan hal jahat kepada kekasihku sendiri? Ah, sudahlah tidak perlu dipikirkan. Lebih baik aku cepat kembali ke mobil," gumam Sasya.
"Kenapa kamu lama sekali, Sayang ...?" tanya Sadam setelah mendapati Sasya masuk mobil.
"Ah, i-iya ... tadi masih antri, kebetulan banyak yang pinjam buku juga, Sayang," jawab Sasya berbohong ke Sadam, karena menurutnya hal yang tadi tidak perlu untuk diceritakan agar Sadam tidak mengkawatirkannya.
"Yasudah, kita langsung pulang ya," ucap Sadam.
"Iya. Maaf ya, Sayang," ujar Sasya merasa sedikit bersalah karena telah membohonginya. Kenyataannya, tadi tidak ada banyak orang yang mengantri untuk meminjam buku.
"Iya, Sayang. Kamu mikir apa, kok kepalamu tertunduk? Kamu menyembunyikan sesuatu dariku, ya?" tanya Sadam menyelidik.
"Hah, t-tidak kok tidak! Aku hanya memikirkan sesuatu untuk mengerjakan tugas nanti," jawab Sasya tersenyum getir.
"Benarkah? Atau mungkin kamu butuh bantuan? Kita kan sebidang, aku bisa membantumu untuk mengerjakan tugasnya kok!" seru Sadam menawari Sasya.
"Tidak perlu, Sayang. Kan, nanti ada semua sahabatku," jawab Sasya menolak tawaran dari Sadam.
"Yasudah, nanti kalau perlu bantuan jangan sungkan bilang ke aku ya, Sayang," ujar Sadam melontarkan perhatiannya ke Sasya. "Apakah kamu ingin makan terlebih dahulu?" sambungnya lagi.
"Tidak perlu, keburu menyiapkan semua yang diperlukan untuk tugasnya, Sayang. Nanti aku makan di rumah saja," jawab Sasya.
"Baiklah, kalau sudah selesai nanti kabari aku, ya." Sadam menatap ke arah Sasya dengan intens.
"A-ada apa?" tanya Sasya sedikit gugup.
"Kemarilah, ada sesuatu di rambut kamu," jawab Sadam seraya mendekatinya.
"Benarkah? di mana, biar ak- ...," ucap Sasya terpotong karena merasa benda kenyal menyentuh bibirnya sekilas.
Cup!
"Aku terpaksa berbohong untuk mengelabuhimu. Karena, aku selalu gagal untuk menci*m bibirmu lagi. Terimakasih untuk ci*mannya," tutur Sadam sembari tersenyum lembut.
Sasya terlihat terperangah dengan tindakan Sadam secara tiba-tiba. Ia pun berusaha untuk menenangkan detak jantungnya, yang sedang berpacu dengan cepat.
Kemudian, Sadam melajukan mobil miliknya untuk mengantar Sasya pulang.
smoga seru.
Vote Done.
Semangat