NovelToon NovelToon
Mantan Kekasih Dr.Banyu

Mantan Kekasih Dr.Banyu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Perjodohan
Popularitas:577
Nilai: 5
Nama Author: Bondan wardoyo

Banyu dan Alia sudah lama menjalin kasih, sejak mereka masih dibangku SMU sampai mereka sudah sama - sama bekerja. Banyak mimpi dan harapan yang ingin mereka wujudkan tapi semua itu terhalang oleh restu orang tua.
Banyu biru Aji berasal dari keluarga biasa saja pemilik restoran kecil yang sudah turun temurun warisan dari kakek dan nenek banyu, sementara keluarga alia berasal dari keluarga terpandang dan kaya raya.
Diam diam orang tua aliya tidak menyetujui hubungan mereka bahkan mereka sudah menyiapkan jodoh dan rencana untuk memisahkan aliya dan juga banyu.
Akankan cinta mereka bisa berlanjut atau akan menyerah dan kalah????

" Hai.....aku come back setelah lama tidak menulis.... semoga karyaku ini bisa dibaca dan diterima banyak pembaca"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bondan wardoyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21 Makan malam dirumah Eyang

Malam minggu ini Eyang akan mengundang makan malam keluarga Banyu dirumahnya. Bahkan Eyang sengaja mengatur makan malam dengan mengundang chef untuk memasak dirumahnya. Sengaja mempersiapkannya secara special karena akan kedatangan tamu special. Jenar juga sampai haran dengan persiapan Eyang seperti mau kedatangan tamu pejabat saja. Jenar tidak tau sebenanya siapa yang Eyang undang malam ini. Karena Eyang menyuruh Jenar juga membuat hidangan pencuci mulutnya.

Jenar sengaja pulang lebih awal karena harus membuat makanan yang Eyang minta. Sebenarnya acaranya masih jam delapan nanti tapi Jenar sepertinya sudah tidak sabar ingin tau siapa yang akan datang.

Jenar sudah menyelesaikan makananya sore ini kue manis yang disiapkan tinggal disajikan nanti. Sementara itu dia segera bersiap untuk mandi dan sedikit berdadan. Jenar tidak suka terlalu berlebihan dalam makeup. Dia hanya menggunakaan krim dan juga cushion dan sedikit blush on tipis juga lipstik warna nude dan parfum.

Tepat jam delapan malam tamu yang ditunggu datang Eyang dan Jenar lalu menyambut mereka diruang tamu yang terlihat seperti pendopo besar. Dan Jenar cukup terkejut ternyata kelurga dr. Banyu yang datang ada kedua orang tuanya dan juga Gita. Malahan dr. Banyu yang tidak ada.

Gita dan Jenar senang sekali mereka bisa bertemu setelah konser itu. Jenar menghidangkan beberapa camilan kue-kue tradisional dan juga teh hangat yang dibantu oleh asisten rumah tangga.

Mereka tengah asik mengobrol tiba-tiba saja ada yang datang. Iya akhirnya Banyu menyusul kesana karena langsung dari Rumah Sakit sepulang ia bekerja. Eyang menyambutnya dengan hangat dan segera mempersilakan Banyu untuk bergabung bersama mereka. Karena Banyu sudah datang Eyang lalu meminta Jenar untuk mengajak tamu-tamu special malam ini untuk pindah ke meja makan yang ada disamping rumah dengan pemandangan kolam renang dan juga halaman yang luas dan asri.

Mereka menikmati makan malam dan sesekali sambil berbincang. Makan malam sudah selesai saatnya kembali mengobrol di ruang tamu dan menikmati makanan penutup yang Jenar buat tadi. Semua memuji kue yang dibuat Jenar dan menyukai rasanya.

" Banyu bagaimana pekerjaan kamu, Eyang dengar kamu sambil kuliah juga."

" Iya Eyang tapi karena sambil bekerja jadi belum sesuai dengan target mungkin sedikit mundur."

" Ya harusnya pria seumuran kamu itu sudah menikah dan memiliki istri yang bisa membantu kamu mengurus semua, percaya dengan Eyang setelah kamu menikah pasti semua akan lebih mudah dan lancar."

" Iya Eyang Gita juga sudah bilang pada mas Banyu supaya segera menikah kalau sudah punya istri kan lebih enak ya Eyang ada yang mengurus."

" Nah itu adik kamu benar."

" Belum ada calonya Eyang."

" Lho kuk sama seperti Jenar cucu ku, jawabanya juga seperti itu kalau kalian berdua sama-sama belum memiliki calon sebaiknya kalian saja menikah, iya kan."

Kedua orang tua Banyu juga mengangguk dan tersenyum. Dan Gita yang paling kencang menjawab Setuju. Sementara Jenar dan Banyu sama-sama bingung dan tidak tau harus menjawab apa. Gara-gara usulan Eyang tadi membuat Jenar dan Banyu jadi salah tingkah dan canggung.

Hari berikutnya.

Jenar bersama Eyang sedang membicarakan hal serius.

" Eyang ini Jenar kan jadi malu semalam Eyang berbicara seperti itu pada dr.Banyu, Eyang gak tau kan jika dia sedang ada masalah."

" Tau, justru itu Eyang tau semuanya, Gita dan juga Ibunya sudah cerita dengan Eyang waktu itu jangan dikira Eyang tidak tau apa-apa ya."

" Lho kuk begitu kapan Eyang bertemu dengan Gita dan Ibu nya?"

" Ya dirumahnya, Eyang kesana karena kangen soup buntut lalu minta dimaskan dan waktu itu Gita dan Ibunya cerita semua masalah Banyu dan mantan pacarnya."

" Nahkan kalau sudah tau harusnya Eyang tidak berkata seperti tadi malam."

" Kenapa?, apa kamu tidak mau jika Eyang jodohkan dengan dr.Banyu?"

" Ya gak begitu juga Eyang". Sambil salah tingkah.

" Oh mau berarti."

"Eyang, pokoknya lain kali jangan berkata seperti itu lagi Jenar malu, sudahlah Jenar mau ke toko dulu pamit ya Eyang Assalamualaikum".

Jenar segera mengambil kunci mobil dan tas lalu pergi ke toko kuenya.

Disisi lain dirumah Banyu.

Ada Banyu, Bapak, Ibu dan tentunya Gita yang tengah berbincang diruang tengah. Dan membahas hal yang sama.

" Banyu, Bapak mengerti perasaan kamu saat ini, kamu masih terluka dan belum pulih karena kamu ini dokter tentunya tau jika orang yang sedang terluka itu pasti memerlukan obat kan supaya dia bisa segera sehat."

" Betul Banyu Ibu sebenarnya khawatir sekali dengan kamu, nak kamu sudah dewasa dan bisa memutuskan apa saja dalam hidup kamu tapi yang ingin Ibu katakan hanya ingin kamu bisa bahagia dan jalanya bukan dengan Aliya karena dia juga sudah pergi dan menikah dengan orang lain, nah sekarang apa yang mau kamu tunggu lagi, Jenar gadis yang baik kenapa tidak mencoba dulu saling mengenal tidak ada salahnya."

" Iya to mas, mbak Jenar itu ya udah canti pinter buat kue dan dia gak kalah kaya dari mbak Aliya dan yang jelas dia tidak sombong keluarganya juga baik apalagi dulu kakek kita bertemen baik dengan Eyang."

" Banyu mengerti maksud Bapak dan ibu tapi tolong kasih Banyu waktu untuj berpikir karena Banyu tidak mau nantinya akan menyakiti Jenar dan antara Banyu dan Jenar juga masih belum saling begitu kenal, Banyu juga tidak tau apa Jenar mau menikah dengan Banyu."

" Ya sudah sebaiknya kamu berpikir baik-baik dan tidak perlu terburu-buru yang penting kamu harus bisa bahagia jika tidak dengan Jenar mungkin juga dengan gadis lain, iyakan Bu".

Gita dan Ibu sama-sama menganggukan kepala mereka karena sepemikiran dengan Bapak.

Hai para pembaca semua aku minta dukungan kalian ya dengan like dan komen di episode ini, please kasih aku semangat ya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!