NovelToon NovelToon
Naik Ranjang Dengan Mantan

Naik Ranjang Dengan Mantan

Status: tamat
Genre:Angst / Menikah Karena Anak / CEO / Menikah dengan Musuhku / Ibu Pengganti / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:371.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Imamah Nur

Takdir seakan mempermainkan kehidupan Lintang Arjuna, ia yang dulu harus merelakan Danuar Anggara, kekasihnya untuk menikahi Libra, sang kakak, kini ia harus terlibat hubungan kembali dengan pria di masa lalunya.

Awalnya Lintang pikir Danuar datang menawarkan sejuta harapan dan cinta terpendam. Namun, siapa sangka Danuar justru kembali dengan misi membalas dendam atas rasa sakit yang Lintang torehkan di masa lampau.

Hari-hari bersama Danuar begitu menyesakkan. Dia bukan sekadar istri di atas kertas, dia adalah pengasuh kedua anak kembar Danuar yang harus selalu menuruti perintahnya tanpa dihargai sedikitpun.

Hingga akhirnya Lintang begitu sakit hati dan tidak tahan oleh perbuatan Danuar yang telah membuatnya kehilangan pekerjaan serta merasa seperti istri murahan, ia memutuskan untuk diam-diam pergi dari kehidupan Danuar, saat itulah Danuar menyadari kesalahannya terhadap sang istri.

Bagaimana Kehidupan mereka ke depannya? Apakah ada kata damai atau justru perpisahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imamah Nur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15. Tuduhan

Selama perjalanan kembali ke rumah, kata-kata Saskia berdengung di telinga dan itu membuat hatiku terasa tersayat. Ternyata Mas Danu lebih memilih wanita bayaran di luaran sana dibandingkan aku istrinya sendiri. Sehina itukah diriku? Kembali bulir bening jatuh di sudut kelopak mata.

Terlintas kembali pikiran untuk meminta cerai pada Mas Danu dan memikirkan cara agar dia mau melepaskanku, tetapi kemudian bola mata lebar dan bening milik kedua keponakan terbayang di pelupuk. Tidak bisa terbayangkan jika dia tumbuh tanpa seorang ibu atau mungkin tumbuh dengan perawatan ibu tiri yang belum tentu menyayangi mereka.

Aku menghela napas kasar lalu memutuskan bertahan dengan pernikahan ini. Terserah Mas Danu mau tidur dengan wanita manapun asalkan dia tidak menyentuhku. Itu saja sudah cukup.

"Nona sudah sampai." Tidak disangka aku terlalu banyak melamun hingga tidak sadar taksi sudah berhenti di hadapan rumah Mas Danu. Segera aku membayar lalu turun. Setelah masuk ke dalam rumah aku melihat bibi sedang menggendong bayi.

"Syukurlah Nona sudah kembali. Dari tadi mereka nangis terus dan bibi tidak sempat masak serta beres-beres rumah," ucap Bik Mirna mengadukan tingkah kedua keponakanku yang terkadang memang rewel. Apa jadinya jika aku meninggalkan mereka?

"Yasudah Bik nanti saya kasih gaji tambahan karena sudah menjaga mereka," ucapku sambil meraih Lula dalam gendongannya lalu meletakan di atas sofa bersebelahan dengan Lilac. Sekali lagi aku menghela napas panjang kala mereka menatap mataku dengan berbinar. Aku semakin tidak tega meninggalkan mereka.

Sesaat kemudian ponselku berdering. Setelah aku periksa ternyata dari dari nomor tidak dikenal. Aku mengerutkan kening kemudian terpaksa mengangkatnya karena takut membawa kabar penting.

"Halo!" sapaku langsung.

"Jika kau kuat, bertahanlah dengan suamimu, tapi sayangnya kamu hanya bisa memiliki raganya." Aku mengeram kesal mendengar suara dari seberang sana. Entah siapa penelpon ini masihkah Saskia atau wanita lainnya? Kalau iya artinya aku harus berhati-hati karena menjadi istri Mas Danu mengundang banyak musuh.

"Terima kasih atas support Anda, tapi aku yakin suatu saat diriku bisa memiliki hati Mas Danu." Aku bicara dengan begitu percaya diri seolah aku mengharapkan itu, padahal aku hanya tidak ingin ditindas oleh orang lain.

"Dasar wanita tidak tahu diri," rutuknya. Saat aku hendak membalas tenyata panggilan sudah terputus. Aku mencengkeram ponsel lalu aku lempar ke sofa lainnya. Orang-orang yang berada di sekitar Mas Danu sama menyebalkannya dengan pria itu. Kalau begini terus-menerus tekanan darahku bisa-bisa naik drastis.

Ponsel kembali berdering, aku enggan mengangkat. Namun, panggilannya tidak pernah berakhir dan itu menyakiti telingaku. Dengan malas aku meraih benda pipih itu kembali lalu mengangkatnya.

"Tidak perlu menelpon lagi kalau hanya untuk menghancurkan pernikahan kami. Jika ada yang harus disebut wanita tidak tahu diri di sini, itu kamu Karena akulah istrinya," cecarku dengan nada meninggi.

"Wow ini aku! Pagi-pagi sudah ngoceh nggak jelas." Astaga ternyata itu suara Dita. Dari Saking kesalnya aku sampai tidak memperhatikan nomor yang melakukan panggilan.

"Ckk kamu Dit, aku pikir orang lain." Aku mendengus padahal aku ingin menyalurkan kemarahan yang masih tertahan jika itu orang yang sama.

"Siapa sih yang bikin kamu emosi pagi-pagi begini? Kayaknya iri sama kamu deh karena menikah dengan Mas Danu."

"Ya begitulah, tapi sudahlah nggak penting juga. Tumben nelpon pagi begini."

"Tuh pengasuh yang sudah aku rekomendasikan sudah ada di depan pintu. Katanya pencet-pencet bel tidak ada yang jawab."

Aku langsung mengarahkan pandangan pada pintu, ternyata benar apa yang dikatakan Dita, kenapa tadi aku tidak mendengar? Pasti karena banyak melamun.

"Oh ya itu ada, btw bisa dipercaya nggak sih? Nanti aku tinggal kedua keponakan malah diculik lagi, kan nggak asyik."

"Aman," ucap Dita dan aku langsung Bangkit kemudian berjalan ke arah pintu. Setelah mempersilahkan masuk, aku menjelaskan apa yang harus dia lakukan. Setelah itu kami membawa masing-masing bayi yang sudah terlelap itu ke kamar mereka.

Pada siang hari Bik Mirna pamit pulang sedangkan kedua bayi sedang bersama dengan pengasuhnya. Jadi aku makan siang sendirian. Sepi membuatku bertambah bosan sehingga aku memutuskan berjalan-jalan di sekitaran rumah.

Kick! Kick!

Aku mendengar klakson mobil di depan pagar rumah. Penasaran siapa orang yang membawa mobil tersebut aku langsung mendekat. Setelah melihatku orang di dalam mobil turun dan menghampiri aku.

"Pak Samuel!" Sungguh aku terkejut melihat Pak Samuel berada di depan rumah Mas Danu. Apakah dia tahu aku berada di sini?

"Aku kebetulan lewat, eh lihat kamu ada di dalam, makanya aku membunyikan klakson untuk memastikan benar-benar kamu atau bukan," terangnya dan aku hanya mengangguk-angguk. Ternyata hanya kebetulan.

"Kamu tinggal di sini?"

"Ya, aku harus mengurus kedua keponakanku pasca ditinggal kakakku." Kali ini giliran Pak Samuel yang mengangguk.

"Oh ya sekarang posisiku sudah menjadi direktur pelaksana. Oleh karena itu aku ingin mentraktirmu makan," ucapnya dengan senyuman manis. Pak Samuel masih saja baik meskipun aku tidak pernah bisa membalas kebaikannya. Dia dan Mas Danu bagaikan langit dan bumi, sungguh berbeda. Pantas saja jika beliau cepat naik jabatan, karena selain berpendidikan tinggi, beliau cerdas dan pandai mengambil hati semua orang.

Pak Samuel begitu ramah, humoris dan tahu caranya menghargai wanita. Dia bisa membuat wanita seperti melayang ke langit dengan sikapnya yang lembut, tapi sayangnya hatiku lebih berpihak pada Mas Danu yang bisa saja menginjak harga diriku sampai ke dasar bumi. Sungguh aneh diri ini.

"Saya ingin sekali tapi saya sudah kenyang Pak," tolakku.

"Sayang sekali, padahal aku ingin membahas perkara jabatanmu. Sebentar saja ya! Kalau nggak makan kamu bisa pesan makanan kecil saja." Raut wajahnya penuh harap.

Aku tidak nyaman melihat ekspresi Pak Samuel dan akhirnya aku setuju. "Tunggu sebentar ya Pak." Aku bergegas ke dalam dan memberi tahu pengasuh. Setelah itu aku ingin menelpon Mas Danu tapi aku urungkan mengingat dia bahkan tidak ingin melihatku di hadapannya tadi pagi di perusahaan.

Pak Samuel memilih restoran mewah padahal aku sudah berkata tidak ingin makan. Mau tidak mau aku tergoda untuk makan kembali melihat menunya yang lezat-lezat.

"Katanya nggak mau makan, sudah kenyang." Pak Samuel memandangku seraya terkekeh kecil.

"Nggak jadi Pak, mubazir, makannya sudah Bapak pesan." Aku tersenyum malu.

"Makan saja."

Aku mengangguk lalu fokus makan. Ketika aku mengunyah makanan aku melihat Pak Samuel melihat ke arah belakangku dengan ekspresi yang tidak bisa kumengerti.

"Bapak melihat siapa?" Aku menoleh untuk melihat siapa orang yang membuat eskpresi Pak Samuel menjadi aneh. Dia seperti melihat orang yang dibencinya saja.

"Bukan siapa-siapa, cuma musuh di bisnis perusahaan kita."

"Oh." Aku kembali fokus pada makanan saat tidak melihat siapa orang yang dimaksud oleh Pak Samuel. Tidak ingin berlama-lama aku minta izin untuk pulang karena tidak ingin meninggalkan kedua keponakanku begitu lama. Mereka masih belum begitu sembuh dan harus tetap dalam pengawasanku meskipun sudah ada pengasuh.

Sampai di rumah aku langsung membuka pintu kamar keponakan kembarku. Namun, aku terpaku di di ambang pintu melihat Mas Danu ada di dalam dengan tatapan menusuk.

"Sudah puas berkencan? Jadi ini alasanmu mencarikan pengasuh untuk kedua putriku?!"

Aku menelan ludah kasar mendengar pertanyaan Mas Danu.

"Ternyata kau masih sama seperti dulu. Kamu masih suka berselingkuh." Kata-katanya langsung menghujam jantungku.

1
ayu cantik
bagus
Imamah Nur: Terima kasih. Yuk lanjut baca novelku yang berjudul "Paket Cinta".
total 1 replies
Qiano Alfarizqi
visual nya dong
Ririn Nursisminingsih
ndak jelass critanya maless jdinya
Eva Karmita
aamiin ya rabbal allamin doa yang sama untuk otor semoga rejekinya lancar dan sukses selalu untuk karya"nya 🤲🤗❤️
Imamah Nur: Aamiin
total 1 replies
Iges Satria
akhirnya /Heart//Heart/
Rahma Inayah
ending yg bahagia
Rahma Inayah
selamat lintang dpt dunuar junior twins.selamt JD ibu muda
Eva Karmita
masyaalloh bahagia adem bacanya ngak ada huru hara yang ada cuma kebahagiaan ❤️🥰
Iges Satria
senangnya pada akur /Heart//Good/
Rahma Inayah
ya GK jg BS menyalakan dokter sangkin byk pasien nya BS slah mendiagnosa pasien dktr jg manusia.tp lain kli hrs hati2 dok Krn pasti pasien dan Kel merasa takut dan khawatir .tp alhamdulilah baby junior Danuarta sehat
Eva Karmita
Alhamdulillah selamat ya atas kelahiran si kembar
Eva Karmita
semangat lintang
Eva Karmita
semoga ada keajaiban si kembar 😭😭
Rahma Inayah
bukannya BS ya di oprasi dini utk mengambil baby yg meninggal aja tp yg hdp NNT pas sdh ckp br di keluarin yg mn NNT nya akan 2 kali operasi yg akan lintang lewati .apa km nyaman. lintang saat bersendawa akn keluar bau dr mulut mu spt bau busuk .yaitu bangkai dr baby td .spt teman ku Krn nikah muda dan merantau jauh dr Kel pas hamil GK tau klu baby nya sdh LM meninggal dlm perut tapi bersendawa pasti keluar bau busuk awal nya dia pikr biasa lama kelamaan ternyata baby ny sdh LM meninggal dlm perut mau GK mau hrs operasi
Imamah Nur: Beresiko operasi 2 kali dalam jarak beberapa bulan aja. Kan bayinya dalam satu rahim.
total 1 replies
Rahma Inayah
apa.gk bahaya dok nyimpen baby yg GK bernayawa dlm perutibunya .bknya hrs dikeluarkan .semoga ada keajaiban baby yg di nyatakan meninggal ternyata hdp lagi
Imamah Nur: Kalau cuma satu bisa langsung dikeluarkan tapi yang satunya belum cukup kondisinya. Masalah bahaya yang penting tetap dalam pantauan dokter
total 1 replies
Eva Karmita
lanjut thoooorr 🔥💪🥰
Rahma Inayah
akhirnya kabr yg mmg dinantikan Danu akan kehamilan lintang.semoga debay nya sehat sampai lahiran .
Eva Karmita
sabar ya pa harap di maklumi mulut anakmu memang pedas kaya bon cabe tapi aslinya mas Danu sayang banget sama papa 🥰😁
Rahma Inayah
Danu GK SDR dia bcr spt tu padhl dia dl yg nuduh lintang selingkuh tp TDK terbukti
Eva Karmita
ya ampun mas Danu kamu kenapa kok sepertinya takut sama buah rambutan ada trauma kah ...???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!