NovelToon NovelToon
Penjara Emas Untuk Ratu Instagram

Penjara Emas Untuk Ratu Instagram

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Crazy Rich/Konglomerat / Angst
Popularitas:32.4k
Nilai: 5
Nama Author: Newbee

Riven Daylon Chamron adalah pria yang memiliki segalanya. Terlahir sebagai putra sulung Thomas Chamron dan Hellary Chamron, ia tumbuh di tengah kemewahan, kekuasaan, dan lingkaran pergaulan elit yang membuat namanya dikenal di banyak kalangan.

Namun, ada satu hal yang tidak pernah diajarkan oleh dunia bisnis, kekuasaan, ataupun pendidikan terbaik yang pernah ia terima: cinta.

Angelina Angie, seorang gadis yang terlihat polos dan pekerja keras demi mencapai impiannya mampu meluluhkan hati Riven.

Namun, saat perasaannya semakin dalam, Riven mulai menyadari bahwa wanita yang dicintainya mungkin tidak mencintainya dengan alasan yang sama.

Angelina Angie yang tak memiliki apapun tak membawa apapun hingga akhirnya menjadi Ratu Instagram berkat Riven, ternyata memiliki kehidupan yang penuh kontroversi. Di balik senyumnya yang memikat, tersimpan ambisi, drama, intrik, serta rahasia yang tak di ketahui.

Sebuah kisah tentang cinta, pengkhianatan, ambisi, dan harga yang harus dibayar ketika seorang pewaris konglomerat jatuh hati pada wanita yang salah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Newbee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 27

Keheningan yang damai kembali menyelimuti kamar itu. Hanya ada suara detak jantung Riven yang konstan dan napas teratur Angie yang perlahan mulai kembali tenang.

Pijatan lembut jemari Riven di pinggangnya benar-benar seperti sihir, rasa pegal yang semula mencuat tajam perlahan-lahan berubah menjadi rasa kantuk yang teramat nyaman.

Namun, kenyamanan itu rupanya kembali memicu sesuatu yang lain di dalam diri Riven.

Merasakan kulit halus Angie yang bergesekan langsung dengan tubuhnya di balik selimut, ditambah dengan aroma tubuh gadis itu yang begitu memabukkan, membuat sesuatu yang baru saja tertidur di dalam diri Riven kembali terusik. Detak jantung pria itu perlahan berubah ritme, menjadi lebih berat dan bergemuruh.

Angie yang menempel erat di dadanya bisa merasakan perubahan itu. Ia mendongak kecil, mendapati tatapan mata Riven yang semula teduh kini kembali meredup, menyisakan kilatan intens yang sangat ia kenali dari malam tadi.

“Riv…” bisik Angie, mendadak merasa waswas namun juga ada sedikit desaran aneh yang menggelitik perutnya.

Riven tidak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya menundukkan wajahnya, memangkas jarak di antara mereka hingga hidung mereka saling bersentuhan. Ibu jarinya bergerak mengusap bibir bawah Angie yang bengkak dengan gerakan sensual yang sangat lambat.

“Katanya tidak boleh pergi kan? Hmm…?” bisik Riven parau, suaranya terdengar jauh lebih berat dari sebelumnya.

“Tapi berbaring sedekat ini denganmu setelah apa yang kita lalui semalam, itu ujian yang berat untukku… Angie…”

Sebelum Angie sempat membalas, Riven sudah meraup bibir gadis itu dalam sebuah ciuman yang dalam. Bukan ciuman yang menuntut seperti beberapa jam lalu, melainkan ciuman yang lambat, basah, dan penuh dengan kepemilikan yang mutlak.

Lidahnya menyusup masuk, mengabsen setiap jengkal rongga mulut Angie, menghisapnya dengan ritme yang membuat seluruh sisa kewarasan Angie kembali menguap.

”Eemmhh…”

Angie melenguh pasrah di dalam pagutan itu. Kedua tangannya yang semula hanya bersandar di pinggang Riven kini bergerak naik, meremas bahu kokoh pria itu saat merasakan sebelah tangan besar Riven mulai menyusup turun ke balik selimut, mengusap paha bagian dalamnya dengan sentuhan yang membakar.

“Riv... Pelan… Pelan,tubuhku masih sangat lemas,” rintih Angie di sela-sela ciuman mereka, memohon dengan sisa tenaga yang ia miliki.

Riven menarik wajahnya beberapa sentimeter, menatap langsung ke dalam manik mata Angie yang berair dan penuh damba. Sebuah senyuman tipis yang sarat akan dominasi muncul di sudut bibirnya.

“Aku tahu, sayang. Kali ini... Aku berjanji akan sangat lambat,” bisik Riven tepat di depan bibir Angie, sebelum ia kembali membalikkan posisi tubuh mereka, mengunci Angie di bawah kungkungan tubuh masifnya untuk memulai kembali sebuah ritme yang panjang dan memabukkan.

Janji Riven terbukti. Kali ini tidak ada hentakan brutal atau dominasi kasar yang menguras habis napas Angie.

Pria itu menepati ucapannya dengan ketelitian yang hampir terasa seperti siksaan jenis baru, siksaan yang begitu manis dan memabukkan.

Riven membuka celananya dan hanya menurunkan risletingnya pria itu lalu, menumpu bobot tubuh masifnya dengan kedua lengan di sisi kepala Angie, memastikan gadis itu tidak merasa sesak. Ia menyatukan kembali tubuh mereka dengan satu dorongan yang sangat lambat, dalam, dan penuh perasaan.

“Nggghhh... Riv…. Engghhh…” Angie mencengkeram bahu kokoh Riven, melengkungkan punggungnya saat merasakan kepenuhan yang luar biasa itu kembali merenggut seluruh fokusnya.

“Sshh... Nghhh…” Angie mendesah antara perih namun juga nikmat.

Pria itu mulai bergerak dengan ritme yang konstan dan lambat. Setiap gesekan sengaja ia tekankan pada titik-titik terdalam yang membuat seluruh tubuh Angie bergetar hebat.

Riven tidak memburu waktu, ia justru menikmati bagaimana dinding-dinding sensitif Angie menyambutnya dengan jepitan-jepitan kuat yang berkedut pasrah.

Sambil mempertahankan ritme yang menghanyutkan itu, Riven menunduk untuk menghujani wajah, ceruk leher, hingga tulang selangka Angie dengan kecupan-kecupan basah.

Sentuhan bibir dan hisapan lembut Riven di kulitnya membuat Angie terus meracau, kehilangan kemampuan untuk berpikir jernih. Rasa pegal yang dirasakannya beberapa saat lalu seolah melebur, tergantikan oleh sengatan listrik yang menjalar ke ujung-ujung jarinya.

“Ahhh... Riven, ini... Ini terlalu dalam... Dan pelan…” tangis Angie lirih, menyembunyikan wajahnya yang memerah di ceruk leher Riven. Kedua kaki jenjangnya yang lemas perlahan terangkat, melingkar pasrah di pinggang pria itu untuk memperdalam tautan mereka.

Riven menggeram rendah, “Eghm…” merasa sangat puas dengan kepasrahan total yang ditunjukkan Angie. Ritme lambat ini justru menguji ketahanan mereka berdua hingga ke batas akhir.

Keringat kembali menetes dari pelipis Riven, jatuh mengenai dada Angie yang naik turun dengan napas memburu.

Puncak itu datang bukan karena kecepatan, melainkan karena intensitas keintiman yang begitu padat. Ketika dinding-dinding dalam Angie mulai meremas miliknya dengan ritme yang semakin hebat, menandakan pelepasan yang sudah di ambang mata, Riven memperdalam hunjamannya, ikut menggeram berat saat gelombang kenikmatan itu hampir menghantam mereka berdua secara bersamaan.

“Ahhh… Ehmmm…Hhh… Aku… Keluar….” Angie mengapitkan kakinya lebih erat dan tubuhnya bergetar hebat merasakan setiap sentruman kenikmatan menjalar di tubuhnya.

Riven memberi waktu agar Angie menikmati momennya sembari terus bergerak pelan dan setelah melihat Angie sedikit mereda, pria itu kemudian melepaskan klimaksnya yang membuatnya menggeram sembari menyesap leher jenjang Angie.

“Kehhkk….” Tubuh Riven menyentak kuat melepaskan semua kenikmatan tersebut.

Cukup lama mereka terdiam merasakan kenikmatan luar biasa yang lebih liar. Mereka terengah-engah dalam keheningan yang intim, saling mendekap erat seolah tidak ingin ada jarak barang se-milimeter pun yang memisahkan tubuh mereka yang kini kembali basah oleh peluh pagi.

Setelah gelombang pelepasan itu perlahan surut, Riven tidak langsung bergerak menjauh. Ia tetap membiarkan tubuhnya menumpu di atas Angie, menikmati detak jantung gadis itu yang bertalu-talu di bawah dadanya. Napas mereka yang memburu perlahan-lahan mulai menyatu dengan keheningan kamar yang kembali tenang.

Riven menarik wajahnya, menatap Angie yang kini terkulai lemas dengan mata setengah terpejam.

Rambut gadis itu berantakan di atas bantal, dan napasnya berembus pendek-pendek dari bibirnya yang terbuka kecil.

Ada kepuasan primitif yang luar biasa di dalam dada Riven melihat bagaimana ia bisa membuat gadis ini sepenuhnya tak berdaya.

“Benar-benar luar biasa…. Hmm?” bisik Riven dengan suara baritonnya yang masih terdengar serak dan seksi.

Ia mengecup ujung hidung Angie yang memerah, lalu mengusap sisa keringat di pelipis gadis itu dengan ibu jarinya.

Angie hanya mampu melempar tatapan sayu yang sarat akan protes, meski ia sendiri tidak bisa memungkiri bahwa sentuhan lambat Riven baru saja membawanya ke puncak yang jauh lebih intens dari semalam. “Kau... pembohong,” cicit Angie dengan suara yang hampir habis. “Katanya... sebentar saja.”

Bersambung

1
Hanima
Lanjut Rivvv
Hanima
😍😍
evanindia
paham, paham tpi d blkang lain lagii nihh c angie....
evanindia
iya wajar klo loyal am adek sndri mh....
act service riven bnr² bkin meleyott wkw
btw angie mau k rumah tmn yg mana yaa ??
afifah
Seru
evanindia
panggilan utk kaka.a luar biasa nii elana 😄
nah kan ditnyain kmu kenapa blum ke kantor
wiliss
salting kk?
wiliss
😅😅
wiliss
perhatian bgt ya riv...
Rudy satria
nama "musang"begitu cocok untuk riven emak kelakuannya kaya musang🤣🤣🤣
Rahmat Soiku: bls apaan sih g terbaca dilayar hp
total 11 replies
Rudy satria
antara Maruk dan rakus beda dikit ya Riv,tapi entah kenapa dari awal nggk respek Ama pasangan yang satu ini,bang author bisa nggk sih di ganti alurnya tentang Gavin dengan cwe yang di jodohkan 😔😓
evanindia: wow baru tau gue sejak kapan dy ilang arah 🤣
total 26 replies
Rudy satria
boleh nggk si bilang" KAMU ITU MURAHAN RIF DUAKALI KETEMU DI RAYU DIKIT LANGSUNG BILANG SAYANG" kesel aku😓
afifah: aku mengakak so hard denger kata murahan🙏🤣
murahan itu kalau gonta ganti pasangan terus cowo nya mokondo miskin . ini gentle gini dikata murahan. tolong ya allah lulusan apa kak sskolahnya? 🙏🙏🙏
lagi pula ini cerita tidak tahu alurnya di percepat atau nggak. terus kalau boleh tanya kenapa lama kelamaan komenn nya nggak nyambung dan nggak mutu? nggak berdasar 🥲
total 4 replies
wiliss
merasa di cintai bgt sm riven aku klo jd angie
wiliss
😋😘😘😘😘
wiliss
gk papaa bang santae aja
Hanima
Lanjuttt
evanindia
Riven kerja² jgn kokopan trus am angie 🙊🙊
evanindia
ps tmen q juga samaa wehh 0 4x 😵😵😵
Hanima
🔥🔥
Hanima
Lanjut Akak..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!