NovelToon NovelToon
Mr. Accountant: To Protect My Lil Wife _Melindungi Istri Kecilku_

Mr. Accountant: To Protect My Lil Wife _Melindungi Istri Kecilku_

Status: tamat
Genre:Romansa / SPYxFAMILY / Matabatin / Beda Usia / Nikahmuda / Cintapertama / Tamat
Popularitas:104.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ough See Usi

SINOPSIS

Agung Aksara Gumilar, akuntan manajer di Sanjaya Group, perusahaan bonafid milik Alwin Sanjaya, ayah dari Bramasta Sanjaya, CEO B Group yang juga suami dari Adisti, adiknya.

Dikenal di publik setelah menjadi korban yang tertembak tak sengaja pada saat peristiwa perebutan kekuasaan dunia hitam antara Tuan Thakur dan Rita Gunaldi di The Ritz.

Saat dirinya koma, kedua orangtua Adinda yang sudah meninggal menitipkan anaknya untuk selalu dijaga dan dilindungi olehnya. Perjanjian di alam antah berantah terkait gadis remaja belia yang mampu menjungkirbalikkan dunianya.

Adinda, remaja yang selalu tengah berada dalam kesulitan saat bertemu dengannya dan dirinya selalu menjadi penyelamatnya. Hingga Adinda menjulukinya Power Ranger Hijau.

Agung dan Gank Kuping Merah harus menghadapi kenakalan remaja yang di luar batas, kebangkitan musuh lamanya dan keculasan musuh dalam menjegal software akuntansi karyanya.

Mampukah Adinda bertahan?
Seberapa kuat Power Ranger Hijau?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ough See Usi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14 - LEON BERAKSI

Agung langsung bersikap protektif terhadap Adinda. Tatapan matanya tidak lepas dari Manda yang mulai melangkah maju.

Man menghalangi langkah Manda dengan tubuhnya.

“Silahkan kembali lagi ke tempat kamu. Gak ada gunanya kamu buat keributan lagi.”

Manda mendorong tubuh Man. Tetapi tubuh tegap Man bukan tandingan tubuh Manda. Tubuhnya diam bergeming.

Kesal karena tidak bisa mendekati Adinda, dia meluapkan kekesalannya dengan memukuli dada Man dengan kedua tangannya.

“Kenapa kalian jahat semua ke aku? Kalian tidak menghargai aku sama sekali! AKU BEGINI KARENA KALIAN!”

Bunda berdiri mendekat.

“Hati-hati Bun, dia sedang kalap,” Leon berdiri di samping Bunda.

“Manda? Kamu kenapa? Kenapa kamu sebenci itu pada Adinda?” suara Bunda menghentikan Manda memukuli Man.

“Karena dia merebut cinta Ivan dari saya. Dia membuat Ivan tidak mencintai saya lagi!”

“Jadi semua ini karena Ivan? Kebencian kamu pada Adinda karena Ivan?” Bunda bertanya dengan nada tegas.

Ketegasan Bunda disalah artikan oleh Manda. Dia menoleh pada Bunda dengan mata nyalang. Berteriak keras sebelum akhirnya dia menerjang Bunda.

Leon lebih cepat.

“Mundur, Man. Sekarang giliran saya.”

Man menurut. Ayah menarik tangan Bunda untuk menjauh.

Leon tidak bergerak dari tempatnya berdirinya. Dia menangkisi pukulan Manda dengan mudah. Gerakan Leon terlihat indah dan luwes khas pencak silat. Terlihat seperti tidak bertenaga sama sekali. Seperti hanya bermain-main saja.

Manda semakin kalap. Dia menyerang Leon dengan semakin cepat. Bukan hanya pukulan saja yang dilancarkannya melainkan juga tendangan.

Leon hanya menangkis. Dia tidak balas memukul atau menendang.

Hingga akhirnya Manda kelelahan. Leon dengan mudah memiting tangannya. Lalu membawanya ke dekat ayahnya.

“Ma’af, Bapak. Saya serahkan anak Bapak. Seperti yang tadi Bapak dan semuanya lihat, saya sama sekali tidak membalas pukulan ataupun tendangannya,” Leon mendudukkan Manda di kursi samping ayahnya.

Ayahnya mengangguk.

“Terimakasih banyak...”

“Manda nama kamu? Kamu Anya? Nama kalian indah. Wajah kalian juga cantik. Seharusnya kalian tidak begitu saja terhanyut dalam urusan cinta apalagi di umur yang sangat belia,” Leon menarik kursi kosong tanpa sandaran.

Leon duduk menghadap para orangtua dan anak-anak pelaku.

“Masa depan kalian semuanya masih panjang. Saya berbicara bukan tentang Manda dan Anya saja ya. Tapi juga tentang Firman, Ricky, Denis juga Ivan,” Leon memandangi mereka semua.

“Kalian hanya perlu menata ulang sedikit karena sudah dibuat berantakan oleh kalian sendiri. Penataan baru, suasana baru, bisa membantu untuk meraih impian kalian.”

“Saya beberapa kali menjumpai rekan bisnis dengan latar belakang yang berantakan. Latar belakangnya gak mulus. Tapi mereka mampu meraih impian mereka setelah mereka menata ulang cara pandang mereka terhadap lingkungannya, terhadap dunia dengan berubah menjadi orang yang lebih baik. Lebih bertekad, lebih keras berjuang, lebih kuat, lebih mandiri dan lebih visioner,” Leon menatap mereka lagi, “Dan mereka sukses menjadi orang yang berhasil dalam dunia bisnis. Memimpin perusahaan besar.”

“Kalian mau menjadi orang yang lebih baik? Kalian mau menjadi orang yang nantinya bisa mengangkat harkat dan martabat keluarga? Membanggakan ayah dan ibu kalian?” Leon menatap mereka lagi.

Kelima anak itu mengangguk. Kalimat Leon dan cerita Leon, mampu menarik minat anak-anak pelaku. Mereka menatap Leon dengan tatapan yang sama: penuh harap.

“Mulai sekarang, tata ulang hidup kalian. Jadikan apa yang sudah terjadi adalah pelajaran mahal bagi kalian. Jangan sampai kalian terjerumus lagi ke dalam perbuatan itu,” Leon menatap mereka dengan mata hijau kelabunya.

“Tidak akan mudah. Pasti berat. Tapi itulah seninya hidup. Itulah seninya perjuangan,” Leon menganggukkan kepalanya.

“Untuk keluarga, mohon dukungannya agar anak-anak ini bisa menata ulang hidup mereka. Mendukung anak bukan berarti memberikan fasilitas yang banyak ataupun mahal untuk mereka. Tidak,” Leon tersenyum menatap para orangtua dan wali murid.

“Berikan fasilitas seadanya semampunya orangtua agar anak belajar prihatin. Percayalah, the power of kepepet itu mampu melahirkan ide-ide cemerlang untuk menutupi kekurangan ataupun minimnya fasilitas.”

“Saya memang dilahirkan dari keluarga mampu. Istilah kalian, keluarga tajir, keluarga sultan,” Leon tersenyum, “Tapi dari kecil, kami tidak pernah dimanjakan dengan segala fasilitas mahal, canggih, kekinian.”

“Orangtua kami lebih menekankan ke sikap hormat dan santun, budi pekerti, pemahaman agama dan moral yang baik juga kemampuan kami dalam menyelesaikan masalah.”

Leon tertawa saat mereka menatapnya bingung.

“Saya muslim sejak lahir. Ayah saya orang Sunda asli, kami memanggilnya Abah. Ibu saya, orang Perancis asli. Kami memanggilnya Maman. Bisnis saya dan keluarga saya berada di Singapura. Saya memiliki bisnis sendiri yang berbeda dengan bisnis keluarga saya. Bisnis saya di bidang infrastruktur bangunan yang sekarang, alhamdulillah, merambah di beberapa negara dan benua. Sedangkan bisnis keluarga saya di transportasi udara. Maskapai Iskandardinata. Di bisnis keluarga, saya memegang kendali untuk IskandardinataSky, jasa penyewaan jet pribadi.”

Orang-orang memandang Leon dengan tatapan kagum.

“Pemahaman agama sangat penting untuk menjaga perilaku kita agar tetap sesuai jalur. Saat kita berada di lingkungan hedon, kita jadi tahu batasan dan tidak berlebihan. Saat kita berada di dunia bisnis, kita jadi takut untuk berlaku curang ataupun licik...” Leon memandang mereka, “Semodern apapun pergaulan kalian ataupun cara berpikir kalian, jangan pernah berpaling dari agama. Karena agama itu ada sebagai pedoman hidup, tuntunan hidup kita.”

“Hidup dengan harta yang penuh berkah itu lebih nyaman daripada bergelimang harta tapi jauh dari keberkahan. Trust me!”

Leon menatap Layla.

“Mon Cher, barangkali mau menambahkan?”

Layla tersenyum lebar menatap suaminya.

“Saat Manda bertanya, kenapa Adinda selalu mendapat keberuntungan terus.. Saya jadi ingin bertanya balik kepada Manda...” Layla berjalan ke arah suaminya.

Layla memegang bahu suaminya.

“Kadang saya sendiri bertanya, bila saya bertukar tempat menjadi Adinda akankah saya sanggup menghadapi hidup dengan segala cobaan yang sudah dilaluinya?”

“Manda dan Anya, kalian masih punya orangtua yang lengkap?” tanya Layla.

Keduanya mengangguk.

“Beruntung kalian. Adinda tidak pernah melihat ibunya sejak bayi. Ibunya meninggal beberapa saat setelah melahirkannya. Adinda dibesarkan oleh ayahnya seorang diri. Gak ada tante, gak ada nenek. Karena kedua orangtua Adinda adalah anak tunggal dan mereka yatim piatu.”

Layla menatap mereka dengan senyum.

“Kalian yang keluarganya lengkap seharusnya bersyukur karena tidak semua anak seberuntung kalian.”

“Kemudian ayahnya memutuskan untuk menikah lagi. Berharap Adinda mempunyai ibu sambung yang baik. Tapi sayangnya tidak demikian,” Layla berhenti sejenak.

Adinda yang menyembunyikan wajahnya di balik punggung Agung.

“Ibu sambung Adinda ternyata hanya mengincar harta Ayahnya. Di depan Adinda, ibu sambungnya berselingkuh. Adinda kerap diancam oleh ibu tiri dan selingkuhannya,” Layla berhenti sejenak, “Sanggup kalian berada di posisi Adinda?”

“Kemudian, ibu tiri bekerja sama dengan pacarnya untuk melenyapkan ayahnya Adinda. Lewat racun dalam kopinya. Kopi sianida, sepertinya mereka terinspirasi dari kasus besar di negeri ini. Adinda sedang di sekolah saat dikabari ayahnya meninggal,” Layla menoleh lagi pada Adinda dan Agung.

“Saking paniknya, Adinda salah naik angkot hingga kehabisan ongkos. Saat itulah pertama kalinya Adinda dan Agung bertemu di perempatan Jalan Pahlawan. Bahkan momen itu terekam di kamera CCTV lalu lintas,” Layla tersenyum pada Agung dan Adinda.

Layla melanjutkan lagi.

“Baru beberapa hari Ayahnya meninggal, Ibu Tirinya menguasai aset-aset almarhum. Tanpa sepengetahuan Adinda, 2 tanah di Sukabumi dan Bogor dijualnya. Bahkan rumah peninggalan orangtuanya hendak dijual.”

“Adinda hopeless dengan masa depannya, terancam tidak bisa meneruskan sekolah, terancam terusir dari rumahnya sendiri, sementara dia hanya seorang diri, tidak ada kerabat yang mendampinginya. Disaat terhimpit seperti itu, Adinda dilecehkan oleh kalian di belakang gerai donat.”

Layla berdiri. Mendekati para pelaku laki-laki.

“Apa sih yang kalian pikirkan saat itu? Merasa bangga dan senang sudah memperlakukan Adinda seperti itu?”

Bibir Denis bergetar. Menatap Adinda dengan perasaan bersalah.

Layla mendekati Manda.

“Kamu sanggup menjadi Adinda pada saat itu?”

Layla melanjutkan dengan cepat.

“Alhamdulillah, ada Bang Agung yang menolongnya. Adinda bisa terselamatkan.”

“Baru saja Adinda lega, ada yang menolongnya, ada orang yang terus menyemangatinya untuk melanjutkan sekolahnya, lagi-lagi dia diuji. Penolongnya tertembak dengan kondisi antara hidup dan mati.”

Layla menoleh pada Manda dan Anya.

“Bisa kalian berada dalam posisi Adinda dan tetap waras pikirannya?”

Layla tertawa sumbang.

“Kalau saya jadi Adinda, mungkin saya sudah kehilangan kewarasan saya...”

.

*bersambung*

🌺

Leon dan Layla diberi panggung dilapaknya Babang Agung.

Mereka berdua dari novel pertama terkesan kalem, anggun, high class, tapi aslinya keren dan asyik kan? 😁😉

🌺

Jangan lupa like dan minta update ya.

❤➕ dan ⭐5nya dong... Masih minim banget nih... 😉

Telat update, ke undangan dulu Authornya... 🤭

🌺

Utamakan baca Qur'an

🌷❤🖤🤍💚🌷

1
Ayuh Tahir
terimakasih kak Uda buat cerita ini 🙏🙏🤗
Ough See Usi: Terimakasih kembali, Geulis...

Love.. love love banyak-banyak 🥰🥰🌷🌷
total 1 replies
diyah
ada lanjutannya tdk ya...😁
Ough See Usi: Dari Mr. Accountant langsung ke Mr. Architect 🥰
total 1 replies
Niken Dwi Handayani
Dinda nya masih labil nich.
Ough See Usi: namanya juga masih abege... 😁😁
total 1 replies
Dhewa Shaied
💪💪💪💪
Dhewa Shaied
ini novel gacooor
thor kenapa gak dibikin novel pasti best seller.. sumpah lengakp banget nih novel..
Dhewa Shaied
ini novel gacooor
thor kenapa gak dibikin novel pasti best seller.. sumpah lengakp banget nih novel..
Ough See Usi: alhamdulillah

hatur nuhun pisan

sok atuh nyarios ke admin Noveltoon-nya 😁😁🤭
total 1 replies
Syaiful Leli
kan itu tempat niup balonnya...
Ough See Usi: 🤣🤣🤣🤭
pinter..... 😁😁😁
total 1 replies
amelia Adwin
aaaaassyiaaaaaaap.....🥰
Ough See Usi: love you... 🥰🥰🥰
total 1 replies
amelia Adwin
saya bru ikut nimbrung disni...tapi slu siap kasih jempolnya ...semangat thor ....💕
Ough See Usi: Terima kasih banyak ya...
Jempol cantiknya selalu terpantau dari layar gawai Author kok..

Moodbooster banget bagi Author.
Love... 🥰🥰🥰
total 1 replies
amelia Adwin
🥰
Ough See Usi: Hatur nuhun pisan, Geulis

Selamat membaca maraton 🤭😁
total 1 replies
Donna Martina
Luar biasa
Ough See Usi: Hatur nuhun pisan Teteh... 🌷🌷🥰
Love you too 😘
total 1 replies
Septi Lahat
sakitnya nggk seberapa tpiii malu nya itu loh dobel kill🤣🤣🤣🤣
Ough See Usi: 🤣🤣🤣🤣🤣😁😁
total 3 replies
it's me again
jadi agung berat ya
Ough See Usi: berat beud... secara dia anak pertama, punya adik yang pecicilan untung udah ada pawangnya, ada adik angkatnya yang benar-benar bergantung sekali ke Agung secara emosional...
total 1 replies
himawatidewi satyawira
okeeeh thor lanjuuttt, maaf br smpt baca & komen..krn lg bnyk kerjaan..sehat sll ya thor..ttp semngt🙏🏻
Ough See Usi: Siiip

Hatur nuhun 😘
Doa yang sama untuk Teteh 🌷
total 1 replies
himawatidewi satyawira
cebong x gung
Ough See Usi: qqqqq
cebong berenang menuju telur... 🤭
total 1 replies
stnk
Anton kamu lanjut di lapak sendiri ya...
Ough See Usi: Babang Anton mah harus spesial karena jadi si bungsu di WAG Kuping Merah
.., 🤭
total 2 replies
diyah
yg disana, dipersingkat aja flash backnya😁
Ough See Usi: ada beberapa kejadian yang gak ada diceritain di Mr. Accountant, cuma ada di Mr. Architect..
😁
total 1 replies
luluk idawati
Kok sudah tamat Kak..
Trus hasil operasi plastik om Michael di Korea nya, ada novelnya yg lain??
Saya tunggu novel2 berikutnya.
Semangat🫰🫰🫰
Ough See Usi: Lanjutannya di Novel Mr. Architect ya Teh 🙏🏼🌺
total 1 replies
Tri Yoga Pratiwi
udah tamat aja 😭
Ough See Usi: Belum ge... 🤭
Masih ada Mr. Architect.. 🤭🤭😁
total 1 replies
stnk
kelakuan Aline bikin istighfar... bener-bener di luar nurul....psycopat gila... seharusnya di/Cleaver//Cleaver//Cleaver/..itu yg cocok.
Ough See Usi: Lagi nyari ending yang pas buat Aline.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!