NovelToon NovelToon
Cinta Si Kembar

Cinta Si Kembar

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Anak Kembar / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Identitas Tersembunyi / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:99.6k
Nilai: 5
Nama Author: Eed Reniati

Kisah Revalina Hamid atau Adiva Briana Elang , selama terpisah dari keluarga kandungnya. Saudara kembar Adila Dyah Elang yang hilang saat usia 8 tahun tumbuh dengan identitas baru.
Keadaan merubah sifat dan watak mereka. Adiva yang lupa akan Siapa dirinya hidup dengan jati diri baru, sebagai Revalina Hamid Putri dari keluarga Hamid dari istri pertama. Putri yang selalu bikin masalah dengan ayahnya, saudara tirinya dan ibu sambungnya.
Adila anak perempuan yang ceria dan ceplas-ceplos dalam bicara , berubah menjadi pribadi yang pendiam dan introvert, mandiri pendiam, tenang dan selalu berhati-hati dalam bertindak setelah kembaran nya menghilang.
Bagaimana cara takdir bekerja untuk menyatukan anak-anak Raihan dan Raihana. Ikuti juga kisah cinta si kembar menemukan cintanya.
Juga kisah si kembar setelah terpisah dan berkumpul lagi. Juga kisah cinta mereka bersama sahabat-sahabatnya dan tidak ketinggalan kakak si kembar Satria.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eed Reniati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15. Ayah

Rencana Om Niko untuk menemui orang tua kandungku gagal karena kekasihnya menghubunginya. Malamnya bunda bertanya kenapa aku tidak marah saat aku tahu bukan anaknya. Aku bilang aku sudah curiga saat mengurus kelengkapan kuliah, di sana usiaku dan bunda terpaut 15 tahun dan dengan ayah 17 tahun.

Ahkirnya bunda bercerita kalau namaku adalah nama yang diberikan ayah kepada almarhum putrinya yang baru meninggal. Revalina Hamid gadis kecil berumur hampir 2 tahun yang meninggal karena sakit.

Sejak bunda sadar aku tidak bisa mengingat namaku bunda langsung, berkata dalam hati bahwa aku ada putrinya. Bunda tidak peduli usiaku yang saat itu sudah 8 tahun, buatnya aku adalah Revalina putrinya.

"Bagaimana kemarin sudah kangen-kangenan nya sama bundamu?" Tanya Satria yang menghampiri ku yang lagi menjemur baju.

"Udah emang kenapa ?"

"Bagaimana bundamu, pasti kamu juga bertanya tentang masa kecilmu kepada bundamu?"

"Buat apa, gak penting!"

"Harusnya kamu bertanya, karena aku yakin bundamu tidak punya bukti konkrit seperti yang ku punya. Fotomu masuk TK pertama, fotomu memakai seragam SD pertama."

"Ga usah ngoceh garai endasku mumet." Ucapku sambil berjalan melewatinya. ( Tidak usah bicara bikin kepala ku pusing.)

"Tunggu jadi bagaimana kamu percayakan, yang aku katakan selama ini pada kamu ?"

"Meskipun aku percaya, percuma aku tidak punya ingatan tentang kalian. Buatku kalian semua adalah orang asing."

"Karena itu aku akan membantumu mengingat semuanya."

"Caranya ?" Tanyaku sambil melihat kearahnya dengan menatap kearah Satria. Aku bisa melihat harapan dan kesungguhan di sana, mungkin benar dia saudaraku. Tapi meskipun aku bisa merasakan kehangatan keluarganya, aku tidak ada ingatan sama sekali. Aku takut aku memang sengaja di buang , karena aku pernah denger kalau anak kembar itu harus di pisahkan.

"Kita bisa ke dokter, biasanya dokter memberikan vitamin dan terapi."

"Aku hilang ingatan bukan lumpuh ingatan !" Ketusku sambil berbalik, berjalan meninggalkan Satria.

"Siapa tahu juga aku sengaja dibuang ,"ucapku acuh tanpa melihat kearahnya.

"Jika kamu sengaja di buang 10 tahun kami tidak akan mencarimu , Dila tidak akan berubah menjadi gadis pendiam. Mama tidak akan menangis melihat mu!" Ucap Satria sambil mencekal lenganku yang hendak masuk ke dalam kamar.

"Aku ada kelas pagi, biarkan pikiran dan hatiku menghilangkan prasangka yang tidak baik. Beri aku waktu untuk menerima keadaanku ."

"Baiklah jika kamu sudah siap hubungi aku, percayalah kami keluarga kandungmu sangat menyayangi dan merindukanmu!" Aku lantas mengaguk sebelum masuk ke dalam kamar.

Aku hanya ingin menjalin seperti air mengalir, karena percuma aku tidak mengingat apapun tentang masa lalu.

"Ngelamun wae?" Ucap Qila menghampiriku di kantin UII.

"Qil kamu ingat gak dulu aku pernah curiga kalau aku bukan anak ayah dan bunda?"

"Iya ,terus sudah terbukti belum kecurigaan mu?"

"Sudah..aku punya kembaran."

"Uhuk uhuk!"

"Minum dulu,biasa saja gak usah lebay ." Ucapku sambil menyodorkan air minum kepadanya.

"Suwon, seng tenan Kowe duwe kembaran? Ora ngapusi kowe? Persis koyo Kowe raine ?"

(Terima kasih, yang bener kamu punya kembaran ? Kamu tidak bohong ? Sama seperti kamu mukanya?")

"Hmmm , buat apa gw bohong ga ada gunanya. Maslahah nya aku tidak punya ingatan sama sekali sama mereka."

"La ko iso, piye critane?"

"Menurut Om Niko yang menemukan aku. Aku hilang ingatan dan di adopsi ayah dan bunda, karena itu semua dokumen pribadiku menggunakan nama ayah dan bunda."

"Pak Niko guru BK, yang menemukan mu. Untungnya pak Niko yang menemukan, coba aku yang menemukanmu aku jual kamu."

"Kamu mau jual aku , apa cuma mau jual organ tubuhku?"

"Jual kamu, kalau jual organ tubuhmu ga akan laku jika di jual badan kurus gitu pasti juga penyakitan."

"Aku kurus kan karena dagingku sudah kamu ambil semua, apa kamu lupa."

"Haha Gila," ucap Qila sambil berdiri. "Temanin aku ke Gramedia,yuuk!"

"Naik apa?"

"Naik angkot lah, emang Kowe mau naik aku ?"

"Pinjam motor Waloyo, biasanya kan begitu ?"

"Dia lagi sibuk dengan gebetan barunya!"

"Ngomongin gebetan bagaimana hubungan mu dengan Aziz masih lanjut ?"

"Gak tau aku hilang kontak."

"Kamu gak tanya sama Waloyo ?"

"Sudah, sama Waloyo juga hilang kontak. Kalau Imran sebulan sekali kadang masih nanya kabar kita-kita."

"Kalau aku ketemu keluargaku dan mereka mengajak aku tinggal bersamanya, kemungkinan aku pindah kuliah atau berhenti."

"Ngapain berhenti kamu bisa tetap kuliah. Apa keluargamu tidak sanggup membiayai kamu kuliah, kamu bisa mengajukan beasiswa seperti aku."

Aku malah ingin kuliah dengan jurusan yang berbeda.

"Kenapa ko diam, kata kamu sudah tahu kalau kamu kembar. Berarti kamu sudah pernah bertemu dengan mereka donh?"

"Udah sampai Gramedia ayo nyari buku, nanti keburu siang. Habis sholat dhuhur aku ada kuliah rekayasa jalan."

"Kenapa kamu tidak bilang dari tadi."

"Masih ada waktu 2 kam ko ayok !"

Selama lebih dari sejam kami di Gramedia, setelah sholat dhuhur baru kami berpisah. Aku menuju ke kampus UGM dan Qila kembali ke kosan karena kelasnya baru di mulai pukul 2 siang. Seperti biasa aku baru pulang sore hari, sehabis sholat magrib.

Bukannya itu mobil ayah,apa ayah mengunjungi aku. Tapi ini hari kerja bukan hari libur,ada apa ya, kira-kira. Atau hanya mobilnya saja yang sama.

"Reva!"

"Ayah disini, mau menjengukku?" Ucapku sambil berjalan menghampiri ayah, tidak lupa mencium punggung tangannya.

"Sore sekali kamu pulang kamu iku organisasi kampus ?"

"Hehe."

"Assalamualaikum,eh ada tamu Reva." Ucap Satria yang baru masuk kontrakan. Di teras di sediakan sofa tamu, juga kursi buat kita terkadang nongkrong. Atau hanya sekedar menerima tamu, meski tidak ada larangan untuk membawa tamu masuk ke dalam kamar.

"Walaikumsalam, Satria kenalkan ini ayahku." Ucapku sengaja, Satria sedikit terkejut tapi langsung menyalami ayah tanpa berucap .

"Sekarang siap-siap kamu ikut ayah pulang !"

"Memang ada apa? Apa bunda sakit ? Tapi Om Niko tidak menghubungiku kalau bunda sakit?"

"Tidak usah banyak bicara kamu ikut ayah pulang !"

"Tidak mau kalau ayah tidak mengutarakan alasannya aku tidak mau !"

Terlihat ayah menarik nafas panjang sambil memejamkan matanya.

"Bundamu mau berpisah dengan ayah, bahkan ayah sudah menerima pemberitahuan gugatan cerai dari pengadilan."

"Itu masalah ayah dan bunda aku tidak mau ikut campur."

"Apa kamu juga tahu? Kenapa kamu tidak terkejut, apa seminggu lalu bundamu sudah cerita ?"

Aku hanya diam sambil menunduk.

"Sekarang ikut ayah pulang !" Ucap ayah sambil menarik tanganku.

"Sakit ayah! Aku tidak mau !" Teriakku membuat Satria yang sedang merokok dan duduk tidak jauh dariku langsung mendekat.

"Lepas om jangan main kasar !"

"Dia anak saya, jadi jangan ikut campur !"

"Saya akan ikut campur, perbuatan anda sudah termasuk tindakan kekerasan ! Saya bisa melaporkan anda, lihat disana ada CCTV juga !" Ucapan Satria membuat ayah langsung melepaskan tanganku.

"Ayah akan datang lagi dan membawa mu pulang secepatnya !" Ucap ayah sebelum pergi.

"Kemasi barangmu!" Ucap Satria tegas.

"Buat apa ?"

"Kamu bisa dengerkan tadi dia bilang apa? Dia akan datang lagi dan Membawa mu pulang secepatnya!"

"Dia ayahku tidak mungkin menyakitiku."

"Tidak menyakitimu, sekarang lihat tanganmu !" Ucap Satria sinis sambil melihat bekas tarikan tangan ayah yang masih merah.

"Ini baru pertama ayah bersikap begini , pasti ayah tertekan dengan apa yang terjadi."

"Terus apa kamu mau jika ayahmu memaksa membawamu pulang dan menekan bunda mu lagi ?"

"Bagaimana kamu tahu ?"

"Om mu menghubungi papa karena itu tadi sengaja merokok dan menguping!" Ucap Satria kali ini lebih lunak.

"Paling tidak kamu harus membuat bundamu tenang."

"Baiklah aku siap-siap !"

1
mami Fauzan
SippLahhh endingnya happy 👍👍👍
mami Fauzan
joss,, gass lahh jangan ksh kendorr....
falea sezi
gass terus ya sen
falea sezi
diva jahat woy
falea sezi
lah arkana innalillahi
Anie Baelah
Luar biasa
Santi Herman
cakeep
eed
Sama-sama, terima kasih atas dukungannya.
Santi Herman
makasih thor, karya mu bagus, sukses selalu buat mu Thor
Santi Herman
kok para mantan berseliwiran aja,mulai dari mantan bapak ampe mantu
Santi Herman
kamu hebat thor
Nur Dafa
mampir
Pipit 18
terlalu singkat
Pipit 18
cerita terlalu singkat
Herlina
Luar biasa
Santi Herman
kok kayak papa ray ya.... g ada tegasnya ma pelakor
.
Santi Herman
o oh o digantung 😂😂😂😂😂
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚
semangat
Santi Herman
cakep, jangan ulang kisah ayah rayhan
Santi Herman
cakeep. lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!