.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tuanzero, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14
"Membantu apa Ma?" tanya David kepada sang Mama.
Tumben dia langsung merespon, biasanya harus ku ulang berkali-kali dulu baru sadar. "Mama ingin memasak di dapur, kamu mau ikut membantu Mama?"
Isabella berbicara dengan wajah yang penuh harapan, entah bocah itu mengerti tatapannya atau tidak namun semoga saja hatinya tergerak.
"Oke," Jawab David dengan senyum lucunya. bahkan saking gemasnya Isabella sampai mencubit pipi pria kecil hingga merah. Membuat sang empunya hampir menangis kesakitan, wanita itu hilang kendali karena melihat David kecil yang begitu menggemaskan.
"Ah, maafkan Mama sayang," Isabella langsung kelabakan melihat wajah David yang sudah kesal, dia menggosok pipi bocah kecil itu agar dapat mengurangi rasa sakitnya.
David langsung melepaskan pegangan tangan Isabella dan berlari menuju dapur, entah mengapa pria kecil itu malah berlari menuju dapur namun sepertinya ini ada hubungannya dengan lemari es.
Isabella ikut berlari mengekori sangputra hingga sampai di dapur, dan benar saja dugaannya. David langsung membuka lemari es dan mengambil sesuatu keluar dari dalam tempat itu.
"Aku mau ini!!" bentak David dengan wajah sebal, Iya menahan udara yang ada di rongga mulutnya membuat pipi bocah itu menggembung seperti balon.
Bukannya merasa takut ataupun kasihan, Isabella malah semakin gemas dengan tingkah laku David yang begitu menggemaskan. Ia malah membuat wajahnya bertambah imut dengan pipi yang menggembung dan sedikit merah karena cubitannya.
Ingin sekali rasanya Isabella mainkan wajah pria kecil itu, namun dia sadar itu pasti akan membuat David bertambah kesal. Ternyata bocah itu berlari ke dapur untuk mengambil coklat di kulkas, dirinya memang selalu mengawasi pola makan David agar tetap terjaga dan tidak berlebihan.
"Boleh saja, tapi David harus membantu Mama terlebih dahulu," Isabella melemparkan senyuman kemenangan. Bocah kecil itu tidak mengerti apapun, jika keinginannya bisa di dapat maka yang hal lainnya bukanlah masalah.
Memang sifat dasar dari seorang anak kecil yang memiliki pola pikir mereka masing - masing, namun seperti layaknya seorang anak kecil yang sangat mudah untuk di tipu ataupun dipermainkan.
Jadi tak sulit bagi Isabella untuk memperdaya anaknya sendiri, setelah David menyetujui permintaan Isabella. Dia kembali meletakkan coklat itu di kulkas dan segera mencuci tangannya bersiap untuk membantu.
"Ayo ma kita masak sekarang," Wajahnya David terlihat begitu segar karena memiliki tujuannya di dalam kulkas, dia nampak sangat bersemangat karena tak sabar ingin mendapatkan coklatnya.
Isabella mulai mempersiapkan kebutuhan memasak serta bahan-bahannya, David disuruh membantu beberapa hal kecil seperti mencuci sayuran dan menyicipi masakan.
Sebenarnya Isabella bisa melakukan itu semua seorang sendiri, namun lebih menyenangkan jika dapat ditemani oleh putranya. Walaupun dia tak terlalu banyak membantu, namun dengan adanya David di dekatnya membuat Isabella lebih bersemangat dalam memasak.
Keterampilan dan kelihaian tangan Isabella mulai unjuk kebolehan, masakannya memang tidak bisa dibandingkan dengan chef terkenal yang memiliki cita rasa sempurna.
Tapi itu cukup untuk membuat lidah puas dengan cita rasa masakan rumahan, bahkan David pun sampai menganga karena tergoda dengan aroma masakan Isabella.
Setelah selesai memasak dan menyajikannya di piring, Isabella menyusunnya di atas meja makan dan sedikit menghiasinya dengan beberapa sentuhan.
Tak lupa pula Isabella menaburkan bunga di sekeliling ruangan agar terlihat lebih menawan, bahkan di meja makan pun sudah disiapkan lilin yang membuat suasana menjadi lebih menyatu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
SaLaMnOlNoL (⌐■-■)
dan Justin gimana ceritanya??
mudah-mudahan ga terlambat
jangan lupa like dan comment
terimakasih
Gmn mau ks like & vote klo ceritaNya putus2...
Autor hy bikin yg baca jd penasaran..