Semuanya bermula dari sebuah kejadian yang sama sekali tidak pernah ia rencanakan.
Tinggal di panti asuhan membuat gadis itu terbiasa menjalani hidup sederhana,Jauh dari kata kemewahan,Namun satu hal yang selalu berhasil membuatnya tersenyum adalah kelinci kesayangannya.
Hingga suatu hari,Kelinci itu tiba-tiba kabur.
Tanpa berpikir panjang,Ayla berlari mengejarnya hingga keluar ke jalan raya,Karena terlalu fokus mengejar,ayla tak menyadari sebuah motor melaju ke arahnya.
Brak!
Dalam hitungan detik,Hidupnya seolah berubah.
Beruntung,Seseorang datang menolongnya sebelum keadaan menjadi lebih buruk,Pertemuan yang awalnya hanya sebuah ketidaksengajaan itu ternyata menjadi awal dari kisah yang jauh lebih besar.
Siapa sebenarnya lelaki yang menolongnya?
Dan apakah setelah pertemuan itu,Takdir seolah terus mempertemukan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira Maulidah salsabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 21
Beberapa menit kemudian,mereka sampai di tepi danau,Airnya tenang,Memantulkan langit biru dan sedikit awan tipis dengan pepohonan hijau di sekelilingnya,Aroma pagi yang segar terasa makin menenangkan.
Bagas turun lebih dulu,membuka helm ayla.
"Siap eksplor,Sayang?."
Ayla tersenyum,memegang helm.
"Siap viewnya bagus banget."
Raka menoleh ke rina,membukakan helmnya.
"Kita berdua juga siap,mari nikmatin."
Dimas dan Salsa masih sedikit tegang saat turun dari motor.
"Tenang aja,gue pelan-pelan kok"ucap dimas sambil senyum lebar.
Salsa menghela napas panjang,Akhirnya ikut tersenyum.
"Oke deh tapi jangan ada aksi ugal-ugal lagi ya."
Mereka mulai jalan di tepi danau,Sambil sesekali berhenti memotret.
Salsa langsung sibuk dengan kameranya.
"Gila,ini spotnya keren banget,fix masuk vlog deh!."
Dimas nyeletuk sambil nyengir.
"Iya,iya tapi jangan lupa makan strawberry yang tadi!."
Rina tertawa sambil mengambil beberapa strawberry dari keranjang.
"Yuk,sekalian ngemil sambil nikmatin view."
Bagas duduk di tepi danau, memandang Ayla yang sedang memotret tanaman di tepi air.
"Seru."
Ayla menatap Bagas sekilas, tersenyum kecil.
"Iya,aku suka momen kayak gini."
Raka menoleh ke Dimas dan Salsa yang saling lempar strawberry.
"Eh,jangan habisin semua,simpan juga buat perjalanan pulang nanti!."
Salsa tertawa sambil menahan tawa.
"Yaudah,ini jatah gue buat dokumentasi,bukan makan doang!."
Dimas pura-pura sedih.
"Eh,gue juga mau dong paling nggak satu buah!."
Semua tertawa,Sementara sinar pagi menyinari wajah mereka,Tawa kecil dan obrolan ringan membuat suasana semakin hangat,Kebun strawberry,Tepi danau dan udara segar pagi itu menyatu jadi momen liburan yang penuh kenangan manis bagi semua.
Angin pagi yang sejuk menyapu wajah mereka.
Bagas duduk di tepi danau,
meletakkan helmnya di samping,Ayla berdiri beberapa langkah darinya, memandang permukaan air yang tenang,Bagas memandang ayla sebentar,Lalu tersenyum.
"Viewnya nggak kalah sama sunrise tadi,ya?."
Ayla menoleh, tersenyum kecil.
“Iya tenang banget,Rasanya pengen lama-lama di sini."
Bagas geser sedikit,Memberi ruang di sampingnya.
"Mau duduk di sini dulu sebentar?."
Ayla mengangguk,Duduk perlahan di sampingnya.
Suasana hening sebentar, hanya terdengar suara air dan burung di sekitar danau.
Bagas menatap ke arah danau,lalu menoleh ke ayla.
"Kamu seneng nggak sama liburan kali ini?."
Ayla tersenyum malu,menunduk sebentar sebelum menjawab.
"Seneng bisa bareng kalian semua,Tapi paling seneng bareng kamu."
Bagas menatapnya serius, tapi lembut.
"Hmm aku juga."
Ayla menatap Bagas,Senyumnya makin hangat.
"Ya semua terasa lebih mudah kalau ada kamu di sampingku."
Bagas pelan-pelan meraih tangan Ayla,menyentuhnya lembut.
"Begitu ya aku juga ngerasa gitu."
Mereka berdua duduk di tepi danau,Tangan saling bertaut,Menikmati udara segar,Suara alam dan kehangatan pagi,Sesekali ayla menatap bagas dan bagas membalas dengan senyum yang cukup membuat pagi itu terasa sempurna tenang, hangat, dan penuh perasaan yang mulai muncul perlahan.
Di kejauhan,Tawa teman-temannya terdengar samar,tapi di tepi danau itu,dunia terasa hanya milik mereka berdua.
"Eh sayang,Aku ada ide,Gimana kalau kita naik perahu?."
Ayla menatapnya,sedikit terkejut tapi senyum malu muncul.
"Naik perahu?Berdua aja?."
Bagas mengangguk,matanya serius tapi lembut.
"Iya nggak usah lama-lama,Cuma keliling sebentar di danau,Aku pengen kita nikmatin waktu ini lebih tenang dan berdua."
Ayla tersenyum,menatap air danau yang berkilau.
"Ayo."
Mereka berdua berjalan ke perahu kecil yang sudah menunggu di tepian,Bagas membantu ayla naik lebih dulu,lalu ia sendiri naik, duduk berhadap-hadapan,Perahu mulai bergerak pelan, terdorong dayung bagas yang terampil,Ayla menatap ke sekeliling, permukaan air yang tenang, pepohonan yang memantul, dan langit biru lembut di atas mereka.
"Ini indah banget"gumam ayla,Hampir tak terdengar.
Bagas menoleh padanya,tersenyum.
"Iya mirip sama sunrise tadi,Tapi lebih kita aja."
Ayla menatap bagas,senyumnya makin hangat.
"Kamu serius deh,Selalu bisa bikin momen sederhana jadi spesial."
Bagas tertawa pelan.
"Ya makanya aku ngajak naik perahu,Biar momen ini nggak cuma di kepala,Tapi bisa kita lihat bareng-bareng."
Ayla tertawa kecil,lalu mengambil kamera dari tasnya.
"Kita foto-foto aja,Biar ada kenangannya juga."
Bagas mengangguk,tersenyum.
Mereka pun bergantian berpose,Sesekali ayla duduk di pangkuan bagas saat perahu pelan bergerak, sesekali mereka saling menatap sambil tersenyum malu,Cahaya pagi membuat kulit mereka hangat,Dan tawa kecil terdengar di antara gemericik air.
Mereka tertawa bersama,Suasana santai tapi romantis,Setiap foto, setiap senyum,Terasa begitu hangat. Di atas perahu itu,Seolah dunia hanya milik mereka berdua tenang,Indah, dan penuh perasaan yang mulai tumbuh perlahan,Perahu terus bergerak pelan di danau,Sementara mereka berdua menikmati siang itu, Foto demi foto,Canda demi canda,dan kehangatan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Sinar matahari mulai condong ke barat saat perahu kembali merapat ke tepi danau,Air yang tadi berkilau kini tampak lebih hangat dengan warna keemasan.
Bagas turun lebih dulu, lalu mengulurkan tangan.
"Hati-hati."
Ayla menggenggam tangannya,turun perlahan sambil tersenyum.
"Makasih."
Dari kejauhan,Suara dimas langsung terdengar.
"WOI KALIAN LAMA BANGET!KITA KIRA UDAH PINDAH NEGARA!."
Salsa langsung menyikut dimas.
"Berisik banget sih,Ganggu suasana romantis orang."
Rina menatap ayla dengan senyum jahil.
"Gimana?Seru nggak?."
Ayla langsung salah tingkah.
"Biasa aja kok."
Bagas hanya tersenyum tipis.
"Iya,biasa aja."
Raka menggeleng pelan.
"Kalau itu biasa,Gue nggak tahu lagi yang spesial kayak gimana."
Semua tertawa kecil.
Beberapa saat kemudian,mereka kembali ke villa.
Langit mulai berubah jingga,Udara terasa lebih hangat tapi tetap sejuk.
Dimas langsung menjatuhkan dirinya ke sofa.
"GUE CAPEK BANGET,SUMPAH."
Salsa menatapnya.
"Capek atau kebanyakan gaya?."
"Dua-duanya"jawab Dimas santai.
Rina mulai mengemas barang-barangnya.
"Ayo beresin dulu,Nanti keburu malam di jalan."
Raka ikut membantu.
"Iya,kita berangkat sore biar nggak terlalu gelap."
Ayla melipat jaketnya dengan rapi, sementara Bagas memasukkan barang ke dalam tas.
Bagas melirik ayla.
"Udah siap pulang?."
Ayla tersenyum kecil.
"Siap tapi jujur,Masih pengen di sini."
Bagas mendekat sedikit.
"Nanti kita ke sini lagi."
Ayla menatapnya.
"Serius?."
Bagas mengangguk singkat.
Beberapa waktu kemudian,Semua barang sudah masuk ke dalam mobil Jeep hitam.
Langit sore semakin indah,Gradasi oranye dan biru menghiasi perjalanan mereka.
Dimas duduk di kursi belakang,Menatap keluar jendela.
"Eh,sebelum pulang kita beli oleh-oleh dulu nggak sih?."
Salsa langsung semangat.
"NAH! AKU SETUJU!Aku mau beli strawberry sama oleh-oleh khas sini!."
Rina mengangguk.
"Boleh juga,Sekalian buat di rumah."
Dimas menoleh ke Bagas.
"Gas,Gimana?."
Bagas santai sambil menyetir.
"Oke."
Dimas langsung bersorak.
"NAH GITU DONG!."
Mobil pun berhenti di sebuah toko oleh-oleh pinggir jalan.
Mereka turun satu per satu.
Salsa langsung masuk duluan.
"AKU MAU PILIH YANG PALING BAGUS!."
Dimas ikut masuk.
"WOI TUNGGUIN GUE!."
Di dalam toko,Rina melihat berbagai pilihan.
"Lucu-lucu banget ya ini cocok buat keluarga."
Raka mengambil satu kotak.
"Yang ini kelihatannya enak."
Ayla memegang satu keranjang kecil berisi strawberry segar.
"Yang ini aja deh,masih fresh."
Bagas berdiri di sampingnya.
"Ambil aja yang banyak buat ibu panti dan anak-anak panti."
Ayla menatapnya.
"Kamu?."
Bagas mengangkat bahu.
"Aku ikut kamu aja."
Ayla tersenyum kecil.
"Yaudah, kita pilih bareng."
Tak lama kemudian,Mereka semua sudah kembali ke mobil dengan beberapa kantong oleh-oleh.
Dimas memeluk kantongnya.
"Ini baru liburan sukses."
Salsa tertawa.
"Isinya makanan semua."
Rina tersenyum.
"Yang penting kenangannya juga."
Raka mengangguk.
Bagas menyalakan mobil kembali,Melirik sekilas ke arah ayla di sampingnya.
Ayla menatap jalanan di depan,Lalu menoleh ke Bagas.
"Hari ini menyenangkan banget."
Bagas tersenyum tipis.
Mobil melaju perlahan meninggalkan tempat itu,Membawa pulang bukan hanya oleh-oleh,Tapi juga kenangan hangat yang akan terus mereka ingat.
Di dalam mobil,Suasana lebih tenang.
Beberapa tertidur,Beberapa masih mengobrol pelan dan di antara perjalanan pulang sore itu bagas dan ayla hanya saling diam,Tapi tangan mereka saling bertaut,Seolah tidak ingin melepaskan momen yang baru saja mereka lewati.