NovelToon NovelToon
Rumah Hantu

Rumah Hantu

Status: tamat
Genre:Rumahhantu / Horor / Tamat
Popularitas:19.3k
Nilai: 5
Nama Author: Endah puji astuti

Karya ini menceritakan tentang kehidupan seorang manusia yang sulit bahkan hampir tidak mau berbaur dengan sesama. Bahkan selama hidupnya, hanya ia habiskan untuk keluarganya saja. Kehidupan dengan tetangga dan sekitar tak ia pedulikan. Bahkan untuk menyapa pun sangat enggan dilakukan. Hingga akhirnya ia di temukan telah mati membusuk dirumahnya. Tak ada seorang pun yang mengetahui akhir hayatnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Endah puji astuti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 Gangguan Bu Nuri

Ternyata keluarga Bu Nuri masih berada di rumah. Kondisi anaknya yang menurutku tak wajar itu, membuat mereka urung menginap di hotel.

Kyai Soleh dan beberapa santrinya membantu mendoakan untuk kesembuhan Citra. Lantunan ayat suci Al Qu'ran terdengar mengalun merdu memenuhi seluruh ruang kamar.

Citra menangis histeris, setiap lantunan doa di ucapkan agak keras, maka Citra akan menjerit seakan sedang ketakutan. Entah apa yang ia takutkan, yang pasti Citra tak bisa di ajak komunikasi saat ini. Bu Hani, menangisi kondisi putrinya. Sedangkan Pak Toni, terlihat terpuruk dengan kondisi putrinya.

Saat semua terllihat panik, tiba-tiba Pakdhe Yoso datang dengan berlari tergopoh-gopoh memanggil Bapak. Kami yang juga mendengar kepanikan Pakdhe Yoso, langsung berlari keluar menghampiri laki-laki yang lebih tua dari Bapak tersebut.

"Ada apa, Kang?" Bapak menghampiri Pakdhe Yoso yang terlihat panik dan frustasi. Kami semua bingung di buatnya karena Pakdhe Yoso berbicara sambil sesenggukan.

"Kenapa Mbak Sumi, Kang?" Ibu berbicara setengah berteriak karena gemas mendengar ucapan Pakdhe Yoso yang memang kurang jelas.

"Tolong aku, Sumi... Sumi..." Pakdhe Yoso tampak begitu panik, membuat kami semua ikut panik juga. Keluarga Bu Nuri Bapak titipkan pada santri Kyai Soleh. Aku, Bapak, Mira, Ibu dan Kyai Soleh bergegas menuju rumah Pakdhe Yoso. Di sana, tampak Budhe Sumi dengan tatapan kosongnya mengamuk. Mengucapkan sumpah serapah untuk tetangganya itu. Yang membuat Pakdhe Yoso panik, Budhe Sumi tak merespon lagi ucapan suaminya. Bahkan beliau seperti tak menyadari keberadaan suaminya.

"Sum... Sum... Sadar, istighfar. Jangan seperti itu." Pakdhe Sumi berusaha menenangkan istrinya dengan memeluknya, namun tampaknya Budhe Sumi tak menghiraukannya

Memang sangat memprihatinkan. Budhe Sumi sudah tak terlihat seperti dirinya. Kyai Soleh berusaha membimbing doa untuk Budhe Sumi. Namun Budhe Sumi malah kembali menangis dan meraung-raung karena ketakutan.

"Berikan ini, Pak." Entah air apa yang di berikan oleh Kyai Soleh. Yang pasti, Budhe Sumi seketika tenang dan kembali diam setelah di minumkan air putih dalam gelas oleh Kyai Soleh.

Aku dan Ibu memilih menunggui Budhe Sumi di rumahnya, menemani Pakdhe Yoso yang tampak sangat khawatir dengan kondisi istrinya. Sedangkan Bapak dan Kyai Soleh, memilih untuk kembali ke rumah karena masih ada Citra yang belum juga bisa di sadarkan.

"Sebenarnya apa yang semalam terjadi, Pak kalau saya boleh tahu?" Kyai Soleh bertanya pada Pak Toni yang tampak murung.

Semalam semua masih baik-baik saja. Hanya saja, entah mengapa tiba-tiba anak saya mengenakan salah satu barang milik adik saya. Disitu tiba-tiba dia histeris, saat kami datangi, dia sudah duduk di sudut kamar sambil menutup wajahnya." cerita Pak Toni, ayah dari Citra.

"Lalu apa sebelumnya dia bercerita tentang apa yang dia lihat?" Pak Toni menggeleng. Mungkin karena masih anak-anak yang belum mengerti tentang hal seperti ini, anak Pak Toni memang termasuk lancang. Memakai barang-barang Bu Nuri tanpa se ijin yang punya. Meskipun Bu Nuri sudah tiada, setidaknya Citra tidak sembrono dengan asal memakai barang milik orang lain, meskipun itu milik tantenya sendiri.

Harta benda Bu Nuri memang tak boleh di sentuh oleh siapapun. Bahkan pada keponakannya sendiri pun, Bu Nuri tak rela.

"Coba kembalikan apa yang anak Bapak pinjam dari Bu Nuri, Pak." nasehat Kyai Soleh.

Pak Toni memandangi istrinya. Terlihat Bu Hani memeluk erat tubuh putrinya. Di raihnya tubuh anaknya, kemudian di rabanya leher putrinya. Sebuah kalung bermata cantik tergantung di leher Citra. Bu Nuri melepaskan kalung itu dari leher anaknya. Menyerahkan kepada suaminya. Pak Anton menatap kedua adiknya. Wajahnya berubah, tampak memendam amarah. Nafasnya naik turun, tapi sepertinya adiknya tak menyadari itu.

"Maksudmu apa ini, Ton?" Pak Anton mencekal leher Pak Toni, adiknya. Pak Toni yang tak siap, merasa panik karena melihat Pak Anton tiba-tiba marah.

"A-apa maksudnya, Bang?" Pak Toni ketakutan.

"Jadi karena ini si Nuri jadi ganggu kita? Kamu tahu, ini lancang namanya." Pak Anton terlihat murka.

"Bang, ma-maafkan Bang Toni. Bukan dia yang salah." Bu Hani berusaha memisahkan keduanya. Namun Pak Anton sepertinya tak mau tahu. Perseteruan keluarga itu baru berakhir saat Pak RT datang.

Dengan persetujuan semua keluarga, akhirnya kalung Bu Nuri di kembalikan ke rumahnya. Namun keadaan Citra tak membaik juga. Dia masih tampak bengong dengan pandangan mata kosong.

Bu Hani tak henti-hentinya meratapi kondisi anaknya. Merasa bersalah, namun rasanya percuma. Kondisi anaknya tak membaik juga. Bahkan Citra tampak menangis saat di dekati oleh siapa pun. Kadang-kadang Citra berteriak seperti melihat sesuatu. Tentu saja itu sangat menggangguku dan Mira.

Malam hari, sejak matahari surup, Citra kembali menangis. Bahkan dia juga berteriak meminta tolong. Membuat Pakdhe Narto ikut keluar. Padahal, biasanya Pakdhe Narto tak pernah keluar rumah setelah sore hari.

"Itu bagaimana, Dik? Mau sampai kapan mereka disini?" tanya Pakdhe Narto pada Bapak.

"Ndak tahu aku, Mas. Mau bagaimana lagi, mau nyuruh mereka tinggal di rumah Bu Nuri juga ndak mungkin toh?"

Pakdhe Narto tampak menghela nafas panjang. Mungkin beliau merasa prihatin kepadaku dan Mira. Aku menjadi cukup terganggu karena suara tangisan dan teriakan Citra setiap waktu.

"Dik, malam ini biar anak-anak tidur di rumahku saja. Buat teman Narti." pinta Pakdhe Narto. Tentu saja aku langsung mau, mengingat di rumah aku pasti tak bisa tidur lagi seperti semalam.

Di rumah Budhe Narti, aku memilih tidur bersama-sama. Aku takut kalau nanti malam Bu Nuri akan sambang ke rumah ini.

"Budhe, apa biasanya Bu Nuri datang kesini kalau malam?"aku berbisik pada Budhe saat kami sudah berada di kamar.

"Mbak, jangan di sebut. Nanti yang punya nama datang." potong Mira. Budhe Narti hanya tersenyum.

"Budhe." panggilku lagi.

"Iya, Nduk. Budhe juga takut sebenarnya. Tapi mau bagaimana lagi. Mau lari juga percuma." jawab Budhe Narti. Aku langsung terdiam, sedangkan Mira malah tertawa kegirangan seperti melihat hal lucu.

"Sudah, kalian tidurlah." perintah Budhe Narti.

Sayangnya, tiba-tiba saja aku merasa sakit perut. Ingin ku tahan hingga esok pagi. Namun rasanya tak mungkin. Perutku rasanya melilit dan sangat sakit.

"Budhe, temani Ayu ke kamar mandi." pintaku. Budhe kembali membuka mata.

"Ayo, cepetan. Mumpung Pakdhe mu belum tidur." ajak Budhe. Bergegas aku bangun dan berlari ke kamar mandi.

Pintu kamar mandi tak ku tutup rapat. Niatnya biar aku bisa langsung lari jika ada Bu Nuri tiba-tiba muncul di dalam kamar mandi.

"Budhe. Jangan tinggalin Ayu." aku memanggil Budhe karena ku dengar pintu dapur di tutup dengan kencang.

1
Yusrizal.75 Yusan
/Toasted/
Isnaaja
aku juga gitu yu,,awalnya bersikap ramah dan sopan,tapi kalau lama lama dicuekin jadinya enggan untuk bersikap ramah dan sopan.melengos aja lewatin orangnya
Endah_Merry: sama kak. aku jg gtu. males aja. nanti di kiranya kita cari perhatian 🤭
total 1 replies
Isnaaja
mungkin setannya bu nuri marah digibahin mira 😁
Endah_Merry: hahaha... iya. dia gk suka di gibahin. dia sukanya klo di ajak gibah 🤭
total 1 replies
Isnaaja
si mira update ya,,selalu lebih tau./Grin/
Endah_Merry: dia biang gosip cilik 😁😁
total 1 replies
Isnaaja
santuy banget ya jawabnya /Facepalm/
Endah_Merry: mau gimana lagi 😌😌
total 1 replies
Isnaaja
awas,nanti kamu dimarahin ibu.
Endah_Merry: hehehe.. Ibu sudah hafal, jdi gk marah 😅
total 1 replies
Isnaaja
apa gak bosen makan telur ceplok setiap hari?/Facepalm/
Endah_Merry: bosen kak, adanya cuma itu 🤣🤣🤣
total 1 replies
estycatwoman
good
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
😔😔syang'y tetangga sy klkuan'y hmpir mirip dngan Bu Nuri,mlah mgkin lbih parah..
Endah_Merry: iya bener. mending diemin aja.
total 5 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Mira hebat jg,mskipun mngaku takut tp msih mmpu mnyikapi keadaan..
Endah_Merry: hehehe... wajar sih. namanya jg takut🤭
total 3 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
kalau tarik2n slimut sma ayang sih seru,lah..ini tarik2n slimut sm setan😣😣
Endah_Merry: namanya juga setan. mana mau peduli orang yg di ganggu lagi ngapain 😄
total 5 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
mampir lg aku kak☺️
Lina Narseh
bagus critanya
Endah_Merry: terimakasih sudah mampir 🤗🤗🤗
total 1 replies
Ai Emy Ningrum
Tanam2an ,bunga2aan takut untuk layu ,rumput2an pun enggan untuk bertunas 😳😳😳 duuh sampe segitu nya efek demit bu Nuri 👻
by the way ,cerita ini tamat kah krn kampung nya sudh jadi kampung mati.Mira dan Ayu pun sudah dewasa dan berkeluarga...😗
Endah_Merry: 🤭🤭🤭🤭 saking cintanya kok
total 20 replies
Ai Emy Ningrum
ngapain lg bu Nuri tuh 😱😳🙀
maghrib maghrib udh keluyuran 👻👻👻
Ai Emy Ningrum: mending muter ,biar rada jauh tp aman dr jangkauan demit 👻👻
total 21 replies
yamink oi
luarrr biasaaaaaa
Ai Emy Ningrum: mantaap 👍🏻👍🏻
total 3 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
kemajuan.. hantu bu Nuri udah mau bantuin cuci piring, biasanya cuma banting2 piring doang, besok2 bantuin nyuci baju, masak, nyapu, ngepel 😁😁
Ai Emy Ningrum: meringan kan beban si ibuk lah jd nyah 🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ayu semaput ditanya sama hantu bu Nuri 🙈🙈🙈
Ai Emy Ningrum: 🤣😹🤣😹🤣😹😂😂😃😃😃
total 11 replies
yamink oi
benar saudara paling dekat adalah tetangga....
Endah_Merry: benar sekali. sekaya kayanya kita dan keluarga lainnya, tetap yang paling pertama nolong kita saat kesusahan emang tetangga.
total 2 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
recomended 👍👍👍
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ: sama2 lah yaaa.. 😚
total 8 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!