NovelToon NovelToon
Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:79.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jalur Langit

Disa ingin memberi kejutan berupa kehamilan yang telah lama dinanti-nanti, tetapi dia malah mendapatkan kejutan lebih dulu dari Cakra. Cakra membawa pulang Risa yang sedang hamil anaknya.

Dari pada menerima Cakra, yang jelas-jelas sudah mengkhianatinya, dan harus menerima Risa sebagai madunya, Disa memilih pergi dengan membawa anak Cakra yang dia sembunyikan.

"Jangan menyesal setelah aku pergi."

***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jalur Langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

"Lah ini, orang yang harusnya paling bertanggung jawab malah baru datang," sindir Rahmi. Sinis melirik Cakra, suaranya ketus.

"Disa ... Maaf aku ... Aku tadi ada meeting penting jadi ... Aku telat datang," Cakra memberi penjelasan dengan suara gugup dan terbata-bata. Penjelasan basi yang sama sekali tidak Disa butuhkan. Mau ada meeting penting kek atau apa lah, Disa tidak mau tahu. Yang penting sekarang dia sudah melahirkan si kembar, Zhafran dan Alyssa, dengan selamat.

"Alasan aja," cibir Vina pelan, namun masih dapat didengar oleh semua orang yang ada di ruangan itu, termasuk Cakra. Dan tidak ada yang mau repot-repot menegur cibiran Vina yang menyinggung Cakra.

"Gak papa, Mas," kata Disa.

Cakra perlahan memasuki ruangan, tidak memperkirakan sebelumnya jika di kamar itu akan ada banyak orang, bahkan ada Vina, laki-laki bernama Rayyan yang pernah Cakra temui di bandara, dan satu wanita seusia Rahmi yang tidak Cakra kenal.

Ia pikir hanya akan ada Disa dan Rahmi saja. Langkah kaki Cakra membawa ia menghampiri box bayi. Rahmi, Vina, dan Wulan segera menyingkir, memberi ruang untuk Cakra melihat anaknya.

Begitu melihat hanya ada satu bayi, dada Cakra langsung diselimuti ketakutan.

"Dis, kok bayi kita cuma satu?" tanyanya dengan suara getir. Pikirannya sudah terbang ke mana-mana, memikirkan kemungkinan paling buruk yang terjadi pada bayi yang satunya lagi.

"Yang satunya masih dirawat di NICU, Mas, berat badannya rendah." Disa menjelaskan.

"Ooh, hufffttt," Cakra menghela napas panjang. Lega, apa yang ia takutkan tidak terjadi. Cakra lantas meraih bayi di dalam box, ia tatap sebentar wajah anaknya itu yang mirip dengan Disa, menggendongnya sambil terus menatap.

"Ayo sebaiknya kita tunggu di luar aja," bisik Wulan, mencolek lengan Vina dan Rayyan.

Rayyan turun dari tempat tidur Disa, Cakra sempat melihat pria itu menyimpan cincin yang belum terpasang di jari Disa ke dalam saku kemejanya. Lantas, semua orang yang menemani Disa melahirkan hari ini keluar dari ruangan, menyisakan Disa bersama dengan Cakra dan si bayi yang belum Cakra ketahui namanya.

Setelah ruangan sepi, Cakra mendekati ranjang Disa. Duduk di tepiannya yang semula diduduki Rayyan. "Kamu udah kasih mereka nama?"

Disa mengangguk. "Udah."

"Siapa?"

"Yang ini namanya Zhafran. Dan yang perempuan, adiknya, namanya Alyssa," tutur Disa.

"Namanya bagus dan cantik," Cakra tersenyum, lalu menunduk untuk mencium kening Zhafran. Terangkat lagi wajahnya, kini menatap sang mantan istri.

"Dis ... Terima kasih ya. Kamu udah melahirkan anak-anak yang sehat, ganteng, dan cantik buat aku. Kamu hebat."

Disa merespon dengan anggukan kepala dan tatapan datar. Sama sekali tidak merasa melambung saat dipuji Cakra, berbeda ketika Rayyan yang memujinya tadi.

Cakra membuang napas panjang, melihat Zhafran dengan tatapan sayu, getir, dadanya dipenuhi sesak. Anak ini dan adiknya yang masih dirawat di NICU, tidak akan pernah merasakan hidup bersama dengan kedua orang tuanya yang utuh.

Teringat talak tiga yang sudah terjadi, Cakra baru sadar kini, talak itu menjadi dinding pembatas antara Cakra dan Disa yang sulit untuk Cakra tembus. Tidak mungkin mereka kembali bersama semudah itu, walaupun sudah ada anak di antara mereka.

Cakra menunduk, berkata dengan sungguh-sungguh, "Aku minta maaf ya, Dis. Maaf aku udah nyakitin kamu."

Disa mengalihkan tatapannya dari ponsel ke arah Cakra, mereka bersitatap selama beberapa detik, kemudian Disa lekas membuang wajahnya. Tidak juga membalas perkataan Cakra.

"Zhafran mirip banget ya sama kamu," ujar Cakra.

"Hm."

Semakin Cakra memandangi wajah Zhafran, semakin ia teringat pada Zara yang ada di rumah. Zara bukan hanya tidak mirip dengan Cakra, bayi perempuan itu pun tidak terlihat mirip dengan Risa. Hanya seperkian persen saja dari keseluruhan wajahnya yang mirip dengan ibunya.

Mengapa begitu? Ribuan pertanyaan itu memenuhi kepala Cakra. Jika benar wajah bayi bisa berubah, tapi mengapa bahkan tidak ada bagian walau kecil dari wajah Cakra yang seharusnya ada di wajah Zara? Apa ada sesuatu yang Risa sembunyikan? Namun Cakra menyangkal, cepat-cepat menepis dugaan itu.

Beberapa saat kemudian, Hadrian datang melihat cucunya. Pria itu sangat bahagia, jauh terlihat lebih bahagia dari pada saat kelahiran Zara.

Cakra juga menghampiri ruang NICU, melihat bayi perempuan yang masih dalam perawatan insentif. Walau hanya melihat dari luar kaca, Cakra bisa menangkap baby Alyssa sangat mirip dengannya.

......................

"Risa."

"Aku tau anak itu udah lahir."

Mengirim foto dan video.

"Aku masih nyimpen semua foto dan video kita. Aku kasih semua foto sama video itu ke suami kamu atau izinkan aku ketemu sama anak kita?"

'anak kita'? Saat membaca kalimat itu dari nomor asing yang mengirim chat, Risa segera tahu siapa yang lagi-lagi mengancamnya.

Andre. Satu bulan setelah kelahiran Zara, pria itu kembali menghubungi Risa dengan nomor baru. Bodohnya Risa yang tidak kepikiran untuk mengganti nomornya supaya Andre tidak bisa menghubunginya lagi.

Ternyata, Andre tidak benar-benar menghapus foto dan video mereka. Atau dia mempunyai salinan filenya yang disimpan di tempat lain? Sial!

"Kamu!! Aku udah ngasih uang yang kamu minta, harusnya kamu hapus semua foto video itu!"

"Aku cuma mau ketemu sama anak aku, Sa, satu kali aja, abis itu aku nggak akan pernah ganggu-ganggu kamu lagi. Aku janji, sekali ini aja. Temui aku besok pagi di .... "

Andre mengirimkan sebuah alamat, sebab ia tidak mungkin mendatangi rumah yang ditinggali Risa.

Sekarang, Risa harus apa? Ia berpikir, menggigit bibir, tidak bisa tenang, berjalan mondar-mandir di kamarnya.

Satu pesan dari Andre masuk lagi ke ponsel Risa.

"Kali ini aku nggak main-main, kalau kamu nggak datang besok, aku akan kirim semua foto dan video kita ke suami kamu!"

Gimana ini? Risa sangat takut, takut Cakra akan mengetahui semua kebohongannya. Foto dan video itu, status Zara yang sebenarnya, Cakra tidak boleh mengetahui semuanya.

Beruntung, Cakra tidak menaruh curiga pada Zara yang tidak mirip dengannya. Risa pikir, semua nampak baik-baik saja, Cakra selalu terlihat tenang, juga perhatian, meksipun Risa harus merelakan perhatian Cakra terbagi dengan kedua anak kembar yang dilahirkan Disa.

Mungkin aku bisa nemuin Andre besok, untuk yang terakhir kali.

Risa menghapus semua chat yang Andre kirim, ia letakkan ponselnya ke atas nakas, lalu keluar dari kamar. Zara sedang diajak jalan-jalan sore setelah mandi, hanya di sekitar halaman rumah, bersama pengasuhnya.

Nyaman sekali hidup Risa yang sekarang. Mempunyai suami kaya dan penyayang, anak yang cantik, ia tidak kekurangan uang, bisa membeli apa pun yang ia inginkan, bahkan tidak terlalu repot meskipun mempunyai newborn, ada pengasuh yang membantunya mengasuh Zara.

Risa tidak mau semua kemewahan dan kenyamanan yang ia dapatkan, hilang dari hidupnya.

Sekali ini saja, ia akan turuti kemauan Andre. Untuk pertama dan terakhir kalinya bertemu dengan Zara.

...****************...

Hayolooohhhh hati-hati kamu, Ris. Risa yang mau berulah, aku yang panik.

Teman-teman, kalian jangan nabung bab ya... tetap baca bab yang aku update setiap hari di hari yang sama. Dan tolong jangan berhenti baca meskipun nanti kebohongan Risa udah kebongkar, ini benar-benar udah kupercepat alurnya biar gak bosan, tapi tolong tetap baca sampai tamat, biar aku bisa dapat bonus retensi 😊

Makasih semuanya yang udah baca cerita sederhana aku.

1
Retno Harningsih
up
Yunita Sophi
sukurlah mereka akhir nya bertemu...
dyah EkaPratiwi
Alhamdulillah akhirnya ketemu
Vivi Zenidar
Alhamdulillah.... akhirnya ketika Risa
Maa Yanti Maa Yanti
raasaain loo cakraaa
Maa Yanti Maa Yanti
thorr ku sayang 💕😍 udh jdiian Rayyan ama dista biar s cakraaa nyeseeeellll bngett aplgi tau klau anak dri s ulet bulu itu bukn anak nya 🤣🤣🤣🤣
Vivi Zenidar
semoga Risa mendapatkan jalan keluar untuk semua permasalahannya
Yunita Sophi
semoga bu Rahmi menerina Risa dgn baik...kasian nasib nya Risa kurang beruntung..
Ma Em
Kalau Risa baik tdk jahat pada Disa dia berhak ditolong tapi kalau jahat hanya untuk membuat Disa dan Bu Rahmi celaka lbh baik dihindari saja biarkan Risa dgn hdp nya sendiri
Retno Harningsih
lanjut
sunaryati jarum
Sungguh hati Bu Rahmi dan Disa sangat baik,dan mulia,mau mencari anak pertama dari suaminya
Yunita Sophi
kasian Risa... baru sekarang aq kasian sama pelakor... semoga kamu bertemu lagi dgn Andre...
.semoga Andre mengakui anak nya
Retno Harningsih
up
Ma Em
Alhamdulillah Risa sdh sadar dari kesalahan nya dan mau meminta maaf pada Disa , semoga Risa segera mendapat kan pengganti Cakra lelaki yg baik serta sayang pada Risa juga Zara mungkin kalau bisa Risa bersatu dgn Andre saja agar Zara bisa merasakan kasih sayang kedua orang tuanya .
Yunita Sophi
Alhamdulillah Risa sadar... semoga Disa dan Risa saling memaafkan
Vivi Zenidar
Semoga Risa dan Zara bisa memperoleh kehidupan yang jauh lebih baik
Retno Harningsih
up
sunaryati jarum
Semoga mama Disa mau menerima kamu, dan Andre mau menikahimu Risa
Piyah
lanjutkan yg akur sm disa kasian zara
Yunita Sophi
ohh berarti Risa balas dendam yah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!