NovelToon NovelToon
Jiwa Yang Tertukar

Jiwa Yang Tertukar

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:28.6k
Nilai: 5
Nama Author: Shizi

Saat bangun tidur. Nara tiba-tiba menjadi sosok yang bukan dirinya, dan itu membuatnya merasa syok.

Apa semua ini karena ucapan sang ibu? pada waktu itu hingga dirinya berada di tubuh seseorang?

Yuk simak dalam kisah Nara, dengan judul.
Jiwa yang tertukar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shizi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15. menjadi pribadi yang lebih baik lagi

Tok.

Tok.

Tok.

Saat Nara baru saja bangun. Terdengar suara ketukan dari luar.

"Iya, sebentar." Jawab Nara dari dalam.

Ceklek.

"Mak, ada apa?" tanya Nara pada Mak Rohayah.

"Ada teman kamu, namanya Angga. Orangnya ganteng pisan oe. Jangan-jangan dia pacar kamu ya?" Mak Rohaya bertanya dengan sangat antusias. Berharap apa yang dikatakannya adalah fakta. Jadi, Mak Rohayah tidak perlu khawatir pada Nara, yang ternyata diam-diam telah memiliki kekasih.

Setelah itu. Nara menghampiri Angga di ruang tamu.

"Angga!" Nara terkejut hingga membekap mulutnya saking tidak percayanya, karena tidak ada hujan, tidak ada angin tapi Angga berkunjung ke rumahnya.

"Ya sudah kalau begitu Mak tinggal dulu, ya." Lalu Mak Rohayah benar-benar menghilang dari pandangan mereka berdua.

"Kita ke halaman belakang, karena gue ada perlu sama elo, penting." Angga menatap Nara dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.

"Memangnya ada apa, aku baru saja bangun dari mimpi buruk. Sekarang semakin buruk karena kedatangan kamu," ujar Nara.

Ck … ck … ck.

"Dasar lo manusia jadi-jadian. Yang ada elo yang bikin repot gue!" seru Angga dengan mata melirik sekilas ke arah Nara, lalu membuangnya ke arah samping karena merasa jengah pada sosok Nara yang sangat menyedihkan itu.

"Ada apa sih memangnya?" tanya Nara yang mulai penasaran.

"Ayah Prabu pengen dessert buatan lo. Gue kaga bisa bikin makanya gue ke sini," terang Angga dengan tangan yang disilangkan di dadanya.

Seketika itu. Mata Nara berkaca-kaca pada saat Angga menyebut Ayahnya Angga.

Mungkin saja sedang merindukan sosok orang tuanya, jadi Nara merasa sedih. Angga tidak bisa menghakimi karena ia pun sama-sama rindu dengan Emak nya. Rindu dengan masakan kesukaannya, jadi setiap orang tidak masalah jika harus mengeluarkan air mata.

"Gue juga sedih, tapi gak gitu juga kali, mending sekarang lo bantuin gue. Supaya Ayah Prabu bisa makan kue buatan lo, lagian gue gak mau sampai mereka curiga denganku." Ucapan dari Angga menurut Nara ada benarnya, dan ia pun mengangguk dan akan membantu Angga membuat dessert.

"Oke, aku akan bantu kamu." Jawab Nara dengan senyuman tipis yang terlihat dari sudut bibirnya.

"Di rumah kaga ada bahan, mending lo sekarang ikut gue buat belanja." Angga pun berniat mengajak Nara, untuk membeli bahan kue. Apa saja yang nantinya akan ia beli dan juga dibutuhkannya.

"Tapi…."

"Mau lo gue gibeng," marah Angga pada Nara, yang ingin menolak ajakannya.

"I-ya, kalau begitu tunggu aku mau mandi terus mau bedakan."

"Udah deh, begini juga gak ada yang protes. Emangnya mau ngapain pakai mau mandi sama dandan," kata Angga karena jika itu sampai terjadi yang ada bakal sampai bangkotan nunggunya.

"Jangan protes, sekarang buruan kita keluar dan jangan banyak tanya." Angga pun menambahkan lagi.

Beberapa detik sudah berlalu. Sekarang keduanya sudah berada di depan minimarket. Namun, penglihatannya tiba-tiba tertuju pada sosok wanita dan bocah laki-laki yang tengah. Bersandar di tiang listrik.

"Na, lo sini deh." Angga pun memanggil Nara karena ia ingat kalau keduanya harus menjadi orang yang berguna.

"Ada apa?" timpal Nara.

"Tuh lihat, kita punya target. Sana bantuin ibu-ibu itu, sepertinya mereka sedang kesulitan." Angga lantas memberikan kode lewat pandangannya dan menyuruh Nara untuk membantu Ibu-ibu tersebut.

Angga pun memberikan dua lembar uang berwarna merah pada Nara, dan menyuruh untuk diberikan seorang pemulung. Sebab terlihat dari barang bawaannya jika benar mereka adalah pemulung.

"Mak, Adul lapar. Perut Adul sakit, haus Mak." Itulah suara rengekan dari bocah laki-laki tersebut yang sempat di dengar oleh Nara.

Saat itu juga, Nara merasa miris dan terenyuh saat melihat bocah itu tengah menahan lapar. Namun, terlihat juga bahwa karung yang mereka bawa. Tidak ada isinya sama sekali, mungkin itulah alasannya mereka menahan lapar karena tidak mendapatkan barang bekas.

"Tapi ini udah dua hari Mak, Adul tidak makan. Sakit perut Adul," rengek bocah itu lagi dan itu membuat Nara semakin sedih.

"Ibu, Adik. Kenapa kalian?" Nara berpura-pura dan sekedar berbasa-basi pada mereka.

"Dari kemarin saya belum dapat barang untuk di jual, dan akhirnya … kita—,"

"Ibu, sekarang kalian berdirilah dan ajak anak Ibu untuk ke warung." Nara langsung menyela ucapan dari Ibu tersebut karena, Nara tidak butuh penjelasan nyatanya semuanya sudah di dengar olehnya.

"Ini, ada rejeki untuk kalian." Nara langsung menyodorkan uang yang diberikan oleh Angga tadi, untuk kembali diberikan pada yang berhak.

"Ini terlalu banyak, Nak. Saya tidak bisa menerima sebanyak itu," kata Ibu tersebut. Sebuah kejujuran yang sulit untuk ditemui, dan Nara benar-benar beruntung bisa bertemu dengan wanita tua tersebut.

"Anggap ini rejeki dari Tuhan lewat saya, ini terima ya, Bu."

Dengan air mata yang sudah berjatuhan. Ibu pemulung itu sangat berterimakasih pada Nara.

"Terimakasih Nak, semoga Tuhan membalas kebaikan kamu." Itulah Doa yang diminta oleh Ibu itu dengan sang pemilik hidup.

"Terimakasih Doanya Bu, ya sudah kalau begitu saya pergi dulu. Masih ada urusan yang harus saya selesaikan," tukas Nara berpamitan untuk ia kembali ke minimarket.

Beberapa menit kemudian

"Aku udah memberikan amanah dari kamu," kata Nara pada Angga yang baru saja keluar dari minimarket.

"Pinter, sekarang kita pulang. Hari semakin sore. Besok orang tua lo pergi kerja dan gue minta elo datang ke rumah untuk membuat kue," kata Angga menjelaskan karena ia tidak mau seperti orang yang terlilit hutang. Selalu saja ditagih dan menjadikannya risih.

"Baiklah, demi Ayah aku akan membuatkannya kue kesukaannya." Jawab Nara. Ia pun setuju untuk datang ke rumahnya. Yang hampir sebulan tidak ia lihat, dan besok dirinya akan memasuki rumah itu lagi.

"Bagus, harusnya kan begitu."

Pukul lima sore. Nara dan Angga sudah berada di rumah Mak Rohayah.

"Ya udah, gue cabut." Belum sempat Angga menyalakan motor. Sebuah teriakan membuatnya terasa ngilu pada telinganya.

"Mak, ada apa kok teriak-teriak segala!" Nara menyahut.

"Diamlah sebentar," tutur Mak Rohayah.

"Iya, Mak, ada apa kok manggil." Jawab Angga dan seketika mematikan mesin motornya.

"Makanlah dulu. Mak tadi masak jengkol," kata Mak Rohayah dengan senyum yang merekah.

"Hmmm … itu kan masakan favorit gue. Sambel jengkol, pasti enak." Angga tersenyum di dalam hatinya karena merasa bahagia pada saat mendengar kata 'Jengkol' karena itu adalah menu yang tak pernah ia bosan.

"Nara, ajak teman kamu untuk makan!" kata Mak Rohayah pada Nara.

Mendengar itu. Angga merasa senang karena pada akhirnya ia bisa makan jengkol juga.

1
mom mimu
dua 🌹🌹 untuk penutup Angga dan Nara, happy ending ya... 🤗🤗🤗
Shizi🦁🦁: makasih mom, udah ikutin nara sampai end😍😍 iya happy ending
total 1 replies
mom mimu
aku mampir lagi kak, semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
mom mimu
dua 🌹🌹 untuk penyemangat 💪🏻💪🏻💪🏻
Shizi🦁🦁: makasih mom😇
total 1 replies
mom mimu
Angga, Nara aku mampir lagi, semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
Shizi🦁🦁: semangat juga buat mom🥰
total 1 replies
Lee
Ikutan sedih, mnding jepitnya sini buat q aja angga mubazir loh dbuang..
Shizi🦁🦁: iya, padahl aku juga mau lho
total 1 replies
Lee
ingat aku orang kaya,..😂😅
Lee
Penasaran isi rekening Nara skrang brpa...😅
Shizi🦁🦁: jangan kakak, aku pun penasaran🤣
total 1 replies
Lee
selamat y nara angga akhirnya rga kalian udh kembali lg...

mampir lg y kak.
maaf lma
Lee
Ada hikmahnya jg Angga ketuker sma Nara, jdi Angga asli pnya tmen bru Jali sma Dany yg solid..
Shizi🦁🦁: iya, dari yang gak punya jadi.punya
total 1 replies
վմղíα | HV💕
iklan meluncur
Shizi🦁🦁: makasih say🥰
total 1 replies
վմղíα | HV💕
kasihan mama Rena dikira Rangga
Shizi🦁🦁: iya, mana semua beda pula
total 1 replies
mom mimu
yoo semangat yoo... 💪🏻💪🏻💪🏻 setangkai 🌹 meluncur...
Shizi🦁🦁: makasih mom, yuk semangat juga buat mom😇
total 1 replies
mom mimu
mampir lagi...
Shizi🦁🦁: makasih mom
total 1 replies
mom mimu
setangkai 🌹 mendarat... 💪🏻💪🏻💪🏻
Shizi🦁🦁: makasih mom😘😘😘
total 1 replies
mom mimu
nyicil lagi kak, semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
Shizi🦁🦁: siap mom🥰🥰
total 1 replies
mom mimu
setangkai 🌹 mendarat, semangat terus kak 💪🏻💪🏻💪🏻
Shizi🦁🦁: makasih ya mom🥰
total 1 replies
mom mimu
mampir lagi kak,semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
Shizi🦁🦁: makasih mom😇
total 1 replies
Lee
Angga ngomentari diri sndiri..😂
Shizi🦁🦁: wkwkwk. iya yah 🤣🤣🤣
total 1 replies
Lee
Nara asli mrsa brsalah, angga asli merasa mnikmati hdup..tpi mau gmana lg jiwa mreka kn trtukar..
Shizi🦁🦁: itu dia masalahnya, menikmati peran yang kebalik😁
total 1 replies
Lee
Emg bner, prnah punya tmen kya Angga gini trus dia crita emg smua brawal dri mamanya yg dmen anak cwek, serius ka kisah nyata ini tpi orgnya asyik bgt jdi kngen 😢
Shizi🦁🦁: iya, aku pun ada juga temen seperti itu. rata2 emaknya yang menyalahi aturan kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!