NovelToon NovelToon
PACARKU Anak SMA

PACARKU Anak SMA

Status: tamat
Genre:Berondong / Beda Usia / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: ara cahya

Terpaksa dia harus menyamar sebagai tenaga pengajar di sekolah bergengsi dan terkenal di kota tersebut.

Rencana tersebut terpaksa dilakukan lantaran, sampai detik ini, tersangka pembunuhan berantai yang melibatkan siswa SMA sebagai korbannya belum juga di temukan.

Alhasil, pihak kepolisian harus menggunakan cara tersebut.

Membuat Bulan, mau tak mau harus melakukan tugas yang di bebankan pada dirinya.

Bagaimana jadinya seorang polwan cantik, masuk ke dalam area sekolah. Bahkan menjadi seorang guru di sekolah tersebut.

Apa Bulan akan mengalami kesulitan, atau malah menemukan pelaku dari pembunuhan berantai tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ara cahya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PaS 15

Jevo turun dari motornya, pandangannya menatap ke arah area parkir khusus guru dan staf lain. "Dia belum datang." gumam Jevo. Siapa lagi jika bukan Bulan yang sedang dia cari batang hidungnya.

"Ngapain elo disini?!" seru Arya, melihat Jevo seperti sedang kehilangan sesuatu.

"Mana Mikel?" bukannya menjawab apa yang ditanyakan Arya, Jevo malah bertanya mengenai Mikel.

Tentu saja Jevo tidak akan mengatakan jika dirinya sedang mencari guru cantiknya, Bulan.

"Ckk,,, mana berani dia menampakkan wajahnya yang acak amburadul." decak Arya.

Jevo tersenyum. Mengingat wajah dari Mikel. Semalam, demi menghindari penguasa tertinggi di rumahnya, yakni sang mama. Mikel menginap di rumah Arya.

Keputusan yang tepat, sebab kedua orang tua Arya naru saja pergi ke luar kota. Mengunjungi saudaranya yang sedang sakit.

Pagi ini, Mikel beralasan jika dirinya sakit. Meminta surat keterangan dari dokter pribadi Arya. Uang menyatakan dirinya sakit. Alhasil, dirinya berbaring santai di atas ranjang Arya.

"Elo naik motor, nggak bareng Jeno?" tanya Arya.

Jevo menggeleng. Berjalan masuk, menuju kelasnya. Dari jauh, Jevo tersenyum sinis. Dilihatnya Claudia yang berjalan sedikit aneh.

Dan Jevo tahu alasannya. "Gila, pasti semalam hot sekali." gumam Jevo, terdengar Arya.

Arya mengikuti ke mana arah pandangan Jevo. Tahu kenapa Jevo berkata seperti itu. "Elo masih make dia?"

"Gue butuh mulutnya. Hanya itu." ucap Jevo mencebik.

"Guru cantik nanti jam pelajaran ke berapa?" tanya Jevo.

"Setelah istirahat." jawab Arya.

Arya melihat ekspresi Jevo yang aneh. "Jangan berbuat macam-macam. Gue bisa bantu elo cari perempuan jika elo sudah bosan sama Claudia. Tapi jangan bu Bulan." tekan Arya, mengingatkan.

"Healahh,,,, bantu cari. Elo sendiri saja nggak dapat-dapat." ejek Jevo.

"Bukannya nggak dapat. Tapi gue bukan elo, yang harus diservis. Gue masih ori." ucap Arya membela diri.

"Paling keperjakaan elo terenggut ma tangan elo sendiri. Bahhhh....." Jevo tertawa renyah.

"Sialan. Jaga tawa elo." umpat Arya.

Di jalan, menuju sekolah. Mobil Jeno mendadak berhenti. Jeno yang sama sekali tidak tahu mengenai mesin, hanya bisa kebingungan.

"Kenapa juga sih, berhenti di sini." keluhnya, mana jaraknya dengan sekolah masih jauh.

Sebuah motor berhenti di dekat mobil Jeno. Si pengendara membuka helmnya. Jeno sontak daja terkejut.

"Bu Bulan." gumam Jeno, tidak menyangka jika ternyata yang memakai motor gede adalah sang guru tercantik di sekolah.

"Kenapa mobil kamu?" tanya Bulan tetap berada di atas motornya.

"Ehhhh,,,,, anu bu, tiba-tiba macet." jelas Jeno segera, meski dirinya sempat terpesona dengan gaya yang ditampilkan Bulan.

Tidak seperti kemarin. Bulan terlihat anggun meski dengan wajah datar. Saat ini, Jeno melihat sisi lain dari sang guru.

Bulan bertambah cantik dengan jaket yang dia pakai, dengan celana jeans panjang dengan bagian lutut robek dari pabriknya.

Terlihat maco namun tetap menampilkan sisi menawan. "Ibu mau ke sekolah?" tanya Jeno dengan senyum ramah.

Dan ini kali pertama Jeno tersenyum pada perempuan, selain sang mama. Bahkan berinisiatif untuk bertanya lebih dulu.

Bulan menggeleng. "Kamu nggak lihat pakaian saya." ketus Bulan. Jeno hanya tersenyum kaku. Niat ingin bertanya dulu, malah salah memberi pertanyaan.

"Saya ada kelas setelah istirahat. Nanti agak siangan saya baru datang." papar Bulan dengan ekspresi biasa. Datar.

"Kebetulan saya melewati jalan ke sekolah. Mau bareng?" tawar Bulan. Mengingat Jeno adalah anak didiknya.

"Ba-bareng ibu." cicit Jeno tak percaya jika Bulan menawarinya. Bulan mengangguk. Jeno memandang kendaraan yang dipakai Bulan. Motor gede. Kendaraan yang dibenci oleh Jeno.

"Naik motor?" tanya Jeno aneh, padahal sudah jelas-jelas Bulan sedang mengendarai motor.

"Kamu lihat saya naik apa? Pesawat." ketus Bulan lagi. Bagaimana Bulan tidak kesal, dua kali Jeno bertanya. Padahal sudah tahu apa jawabannya.

"Saya tidak punya banyak waktu. Kamu jugakan." ingat Bulan. Sebab sebentar lagi pasti bel masuk kelas akan berbunyi.

"Naik, atau saya tinggal." ucap Bulan memberikan pilihan. Bulan mulai menyalakan mesin motornya.

Jeno masih berkedip tak percaya. Naik kendaraan yang sangat dia benci. Di bonceng oleh seorang perempuan cantik.

"Bareng atau tidak?!" tanya Bulan sedikit menaikkan nada bicaranya.

"Tapi helm saya mana?" tanya Jeno.

"Nggak usah pakai helm. Keadaan darurat." sahut Bulan.

Jeno menghirup dan menghembuskan nafas panjang. "Nggak apa-apa bu." Jeno mulai mendekati motor Bulan.

"Ckkk,,,, kamu itu ternyata banyak omong ya. Naik!" seru Bulan yang sudah tidak sabar.

"Maaf bu." cicit Jeno, mulai naik di atas motor.

Awalnya jantung Jeno berdetak kencang. Bukan berdetak karena Bulan yang berada di depan, membonceng dirinya. Namun berdetak karena rasa takut.

Jeno memejamkan kedua matanya. Dengan mulut komat kamit entah merapalkan apa. Dan semua itu Bulan lihat dari kaca spion di depannya. "Apa dia akut naik motor." batin Bulan menebak.

Perlahan, Bulan memperlambat laju motornya. Tidak sekencang tadi. "Baru kali ini gue lihat, lelaki takut naik motor. Apa dia punya trauma." batin Bulan.

Melihat wajah Jeno, Bulan teringat jika semalam dirinya bertemu dengan Jevo dan Arya. "Semalam, dia atau saudara kembarnya." batin Bulan.

Trauma jatuh dari motor saat di bonceng saudara kembarnya, Jevo. Masih terekam jelas di dalam memori Jeno. Itulah yang membuat Jeno menjadi was-was saat mengendarai kendaraan beroda dua tersebut.

Sejak saat kejadian tersebut, Jeno tak lagi mau menggunakan motor. Entah mengendarai sendiri atau di bonceng di belakang.

Rasa takut di benak Jeno perlahan menghilang. Aroma wangi rambut Bulan, membuat detak jantung Jeno kembali normal. Cukup menenangkan.

Jeno yang masih memejamkan kedua matanya. Menghirup dalam-dalam wangi sampo dari rambut Bulan. "Wangi sekali. Gila, hanya mencium wanginya saja, perasaan gue nyaman banget." ucapnya dalam hati.

Rambut panjang Bulan, menerpa mengenai wajah Jeno. Bukannya risih, Jeno malah senang. Perlahan, Jeno membuka kedua matanya.

"Bu, rambutnya saya pegang ya, kena mata saya." ucap Jeno sedikit berteriak, beralasan. Padahal Jeno benar-benar ingin memegang rambut Bulan.

"Iya." sahut Bulan.

Jeno memegang rambut Bulan. "Sumpah, lembut banget. Mana wangi lagi." Jeno menghirup dalam-dalam wangi rambut Bulan berulang kali.

Dirinya sampai lupa, jika saat ini tengah berada di atas motor gede. Pandangan mata Jeno, fokus pada rambut Bulan yang dia pegang.

Hingga Jeno tak menyadari jika dirinya sudah sampai di depan are sekolah. "Aduh,,,!!" seru Jeno, kepalanya terbentur helm yang dipakai Bulan.

"Kamu nglamun apa sih. Turun. Sudah sampai." perintah Bulan dengan nada jutek.

Jeno turun dari motor, dengan tangan mengelus dahinya yang sakit. Tanpa mengatakan apapun, Bulan langsung tancap gas meninggalkan Jeno.

"Terimakasih." teriak Jeno, tersenyum melihat Bulan yang melajukan motornya.

Beberapa murid perempuan melihat senyum Jeno, mereka menatap tak percaya. "Gila, bisa tersenyum ternyata." celetuknya.

Jeno mendengarnya, segera dia mengubah ekspresinya dengan cepat. Membalikkan badan, melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam sekolahan.

Belum sempat Jeno mendaratkan pantatnya, Jevo sudah bertanya pada dia. "Bareng siapa elo tadi?" tanya Jevo.

Jeno tak heran jika saudara kembarnya tahu. Memang saat dirinya turun dari motor, banyak yang melihat. Pasti salah satu dari mereka mengadu pada Jevo.

"Kenalan." jawab Jeno singkat.

"Perempuan?"

"Iya."

"Siapa?

"Kenalan."

Jevo menghela nafas panjang. "Jangan macam-macam." peringat Jevo.

"Hemmm.." dengan cuek, Jeno mengeluarkan buku serta perlengkapan untuk jam pelajaran pertama.

Bukannya Jevo ingin mengekang Jeno. Tapi Jevo tahu, jika Jeno sama sekali belum pernah dekat dengan perempuan.

Jevo tidak ingin Jeno dimanfaatkan oleh perempuan. "Biarkan saja Jev,,, saudara elo juga butuh perempuan. Meski dia cupu." celetuk teman sekelas mereka disertai kekehan kecil.

Jevo langsung berdiri. "Jangan ikut campur. Dan jaga bicara elo." berang Jevo.

"Jev, udah." Arya mencoba menahan Jevo. Agar dia tidak sampai emosi.

"Duduk Jevoooo,,,, ngapain elo ladeni orang seperti mereka." timpal Jeno dengan nada santai.

"Elo dengarkan. Duduk." ucap Arya.

Arya tahu, antara Jevo dan Jeno saling menyayangi. Jika ada yang menyakiti Jeno, Jevo akan bertindak. Juga sebaliknya.

Tapi sayangnya, sampai detik ini. Jevo sama sekali tidak ada yang menyentuh. Bahkan menyindirnya langsung di depannya.

1
Musri
bolak balik d cek,sapa tau thor nya baik hati mau lanjutin season 2 nya🤭
Rayhan Febriansyah
kasian gara, setiap jatuh cinta harus merasakan sakit hatinya Krn merasa dirinya cacat jadi ga bisa menggapai cinta nya ..semoga gara mendapatkan kekasih yg bisa menerima dia apa adanya
Siska S
season 2 thor boleh😊
Reza Talita
kurang dong soal romantis nya Jeno sama bulan ..
Reza Talita
maaf kakak dama apa sama kakak soal kata sama sering ada jadi 😕
DeeDE
ibu yang hebat ibu yang keren... istri yg bijaksana...
etina_
Thor ini cerita nya udh end kahh?
ciru
cakeepp
ciru
cakeep
Rui Holib
nunggu kabar lanjut ceritanya kapan sudah kangen cerita jeno Dan bulan
Ami Siti
wah keren thoot,tapi kurang seru cb sampai bulan dan jeno menikah dan jeno lulus,bekerja...he he he tks
ciru
cakeepp
ciru
cakeep
Rhien
lanjut kak
semangat💪😊
ciru
cakeep. bab ini mengandung bawang yg pekat 😭😭😭😭😭
ciru
cakeep
ciru
😭😭😭😭😭😭😭smoga Gara bisa terselamatkan
ciru
cakeepp
ciru
cakeep
Sri Wahyuni
1000
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!