NovelToon NovelToon
Pemakan Manusia

Pemakan Manusia

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Misteri / Horor
Popularitas:58.1k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

"Jangan dekat rawa itu!"

semenjak banyak yang meninggal karena memasang jebakan ikan di malam hari, rawa kecil itu di jauhi oleh banyak orang karena sudah banyak yang meninggal dunia.

Apa yang sudah terjadi?
Siapa penghuni rawa kecil itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30. tragedi

"Desa semakin hari Malah semakin tidak karuan seperti ini.'' Bu Ita menarik nafas panjang ketika dia sedang mencuci beras.

''Hahhh kalau saja Linda tidak berangkat pagi maka pasti aku akan malas sekali bangun masak, tapi tidak masalah karena anak juga yang mau pergi berangkat kerja.'' Bu Ita mencoba berlapang dada.

Linda memang akan berangkat pergi ke kota untuk bekerja dan dia membutuhkan bekal untuk dimakan di perjalanan Nanti karena dia tidak bisa makan sembarangan di jalanan, mau tidak mau maka Bu Ita bangun subuh seperti ini dan memasak apa saja yang dia punya agar Linda bisa mendapatkan makanan bergizi nanti.

Meski rasa takut itu menggerogot di dalam diri wanita tua ini namun tetap saja dia berusaha untuk tetap tenang dan memasukkan beras yang sudah dia cuci di dalam rice cooker, mengambil daging dari dalam kulkas untuk Dia masak juga karena anak itu tidak bisa memakan sayur dan hanya makan makanan berbau amis seperti ini.

Klunting.

Suara spatula beradu dengan kuali sehingga menimbulkan suara denting yang cukup nyaring dari arah dapur rumah Bu Ita, semua orang masih tertidur lelap Karena sekarang sekitar pukul tiga pagi, memang dia sengaja bangun sepagi itu untuk menyiapkan makanan dan setelah selesai memasak maka Bu Ita memutuskan untuk salat tahajud juga.

Namun Entah kenapa perasaan ini begitu tidak enak sehingga membuat dirinya semakin tidak karuan, ada rasa ingin menyerah namun detik kemudian dia berusaha untuk tenang karena percaya bahwa Tuhan akan melindungi dirinya di dalam rumah ini, terlebih lagi Rawa itu cukup jauh jaraknya dari rumah Bu Ita.

Jadi sekuat tenaga wanita ini berusaha untuk menetralkan hati yang tidak karuan itu, semakin dia pikirkan maka semakin takut saja sehingga lebih baik untuk tetap tenang tidak ada reaksi sedikitpun meski ada rasa gemetar di dalam hati ini, karena memang bila sudah takut begitu maka reaksi tubuh terasa sangat berbeda.

''Bau amis apa ini?'' Bu Ita merasa kaget ketika dia mencium aroma yang tidak biasa.

''Masa daging ini sudah tidak bagus, baru juga kemarin aku membeli nya dari pasar.'' gumam Bu Ita.

''Enggak kok, semakin membuat orang tidak nyaman saja bau ini.'' Bu Ita mengeluh sendirian dengan hati yang tidak karuan itu.

Tap.

Tap.

Suara kaki berjalan itu terdengar begitu cepat di luar ruangan sehingga Bu Ita merasa kaget setelah mendengar langkah tersebut, perlahan namun pasti dia segera mengintip dari dalam dapur agar bisa melihat Siapa yang sedang berjalan di luar sana, mendadak saja suara itu datang seolah ingin menarik perhatian dia.

''Siapa orang itu?'' Bu Ita melihat bayangan hitam yang sedang berlalu Lalang di luar.

''Ah jangan-jangan itu orang mau maling lagi, biar aku bangunkan dulu bapak Linda lah.'' Bu Ita bergegas untuk mendatangi sang suami yang sedang tertidur lelap.

''Pak, bangun Pak.'' Bu Ita mengguncang tubuh pria tua itu agar segera terbangun.

''Hem! ini masih malam kenapa sudah kau bangunkan aku?'' Pak Sapto mengucek mata sesaat karena dia memang masih mengantuk.

''Ada orang berjalan ke sana kemari itu di luar dapur, jangan-jangan dia mau maling.'' Bu Linda menjelaskan kepada sang suami.

''Ya sudah, Ayo kita lihat kalau memang begitu.'' Pak Sapto segera bangun dari tidur karena dia takut nanti ada orang juga yang masuk dalam rumah ini.

''Kalau menurut dari bayangannya sih memang sangat besar dan juga tinggi, Tadi hanya ada satu orang saja.'' Bu Ita memberitahu sang suami.

''Mana sih?'' Pak Sapto juga mengintip terlebih dahulu.

Hingga akhirnya pria tua ini menemukan bayangan yang telah dikatakan oleh sang istri tadi sehingga dia langsung mengambil tongkat besi untuk memukul orang tersebut, kalau melihat dari gelagat dia maka Pak Sapto juga sangat yakin bahwa orang itu pasti ingin masuk ke dalam rumah ini untuk mengambil barang yang dia punya.

''Apa lakukan di dekat rumahku sekarang?!'' Sapto membentak kepada pria itu.

''Heheeeee.''

''Hah, Astagfirullah!'' Sapto kaget Bukan main ketika melihat wajah orang tersebut.

''Siapa orang yang mau masuk ke dalam rumah kita memangnya?'' Bu Ita penasaran karena melihat sang suami sangat kaget.

''Masuk!'' Sapto justru mendorong sang istri dan menutup pintu kembali.

Bu Ita kaget dan juga ketakutan ketika dia malah disuruh masuk ke dalam rumah dan sang suami keluar sendirian sambil membawa tongkat besi itu, dirinya Masih belum paham siapa orang yang sudah berani datang dan ingin mencari masalah sehingga Bu Ita memutuskan untuk mengintip dari lubang yang cukup besar.

Sapto sendiri menyadari bahwa ini adalah bahaya yang begitu mengancam untuk dia dan juga sang istri, bila dirinya tak segera memasukkan Bu Ita ke dalam rumah maka bisa saja mereka berdua yang akan celaka sehingga Pak Sapto memutuskan agar dia saja yang menghadapi iblis ini.

''Kau penghuni Rawa yang ada di sana kan?'' Pak Sapto masih sempat bertanya kepada iblis itu.

''Ya allah!'' Bu Ita terperanjat dan menutup mulut ketika dia sudah melihat sendiri Bagaimana wujud iblis mengerikan itu.

Craassshh.

Byuuurr.

Seketika darah menyembur dari dada Pak Sapto ketika pria yang ada di depannya saat ini memberikan cakar maut, darah berhamburan dan menetes pada tanah kering itu sehingga Bu Ita yang ada di dalam sana ingin menjerit namun tenaga yang ada pada dirinya telah habis sehingga hanya bisa terdiam dengan tubuh lemas.

''Ka... kau!'' Pak Sapto terjatuh di atas tanah.

''Aku kira malam ini mendapat mangsa masih muda, tapi ternyata malah sudah tua seperti ini.'' iblis berduri bergumam pelan namun segera mengunyah hati milik Pak Sapto.

'' Purnama Di mana kau sekarang? Aku sangat butuh bantuan dirimu.'' Bu Ita yang gemetar berusaha untuk berjalan untuk mencari ponsel.

''Aku harus kuat agar bisa meminta pertolongan dari Purnama sekarang!'' Bu Ita berusaha menguatkan diri agar bisa masuk ke dalam kamar dan mengambil ponsel itu.

''Bu! Kenapa kok pucat dan gemetar seperti ini?'' Linda juga sudah bangun namun dia merasa kaget melihat keadaan Bu Ita.

''Cepat kamu ambil ponsel sekarang karena ini sedang dalam bahaya, jangan sampai menimbulkan suara juga!'' Bu Ita sedikit memberi dorongan kepada Linda.

Linda sebenarnya ingin banyak bertanya karena dia penasaran apa yang telah terjadi, tapi karena melihat keadaan Bu Ita yang sudah parah seperti itu maka Dia memutuskan untuk tetap diam dan segera mengambil ponsel sesuai dengan permintaan dari ibu dia sendiri.

Selamat siang para pembaca autor Novita Jungkook, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita author ya.

1
ismi
jiahhhh benerkan andini palsu ,,yg asli masih didalam rawa
Betri Betmawati
hebat sekali tipu muslihat nya, kmna lagi Andini disembunyikan
Betri Betmawati
Melda itu kenapa coba ngk suka aja SMA orang
aneh betul dia
Betri Betmawati
ketua nya sembunyi dimna belum keluar?
naferia curiga SMA siapa ya🤔🤔
Yeyet Rohaeti
semangat thor bikin cerita baru nya,aku selalu menunggu karya ² baru mu.
Betri Betmawati
bikin penasaran aja ketuanya siapa?
Nana jg kok bisa masuk lumpur bukan nya td menghajar melda🤔🤔
Yeyet Rohaeti
kasian Nana kecebur di rawa.
putri wahyu
ketipu lg🥺 iblisnya bener2 licik😒
Yeyet Rohaeti
penasaran sekali aku ini, siapa sih iblis nya, pinter kali bikin gaduh agensi nya mba pur 😄😄
Apriyanti
kata nya Melda memang sekutu nya iblis berduri,,terimakasih Thor Uda bikin cerita baru lg,semoga tambah suksest trus karya² kak author 🙏🙏🥰
Apriyanti
siang jg thor,,apa munkin yg Kiara lihat pun Bagaskara yg palsu biar Kiara membenci si panglima tersebut
neni nuraeni
hadeeh si Melda jgn" kamu nyugih lgi abisnya sombongnya minta ampun,,, 👌 Mak siap tak baca yg ngono😁
istrinya_kimseokjin
aisss melda dri awal aku dh curiga ma kmu, emng kmu lh y yg mmbwa iblis itu
putri wahyu
ok siaap meluncuurr...
Eli Rahma
wis lah pasti melda ada sangkut pautnya dgn iblis rawa...
Eli Rahma
mlipiirrr...ahhh
Nurr Tika
jangan" melda penyembah iblis berduri itu
Nurr Tika
lanjut thor
Tri Lestari
siap meluncurkan dan meramaikan
human
jadi inget purnama sebelum insaf suka makan jeroan orng
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!