Velia harus rela menggantikan sang kakak yang kabur di hari pernikahannya dengan Daniello. Laki-laki yang memiliki kelakuan menyimpang, sampai dimana sang ayah mertua meminta janji pada Velia agar mengubah sang anak menjadi laki-laki yang normal.
"Berjanjilah pada papah, bahwa kamu. Akan membawa anak papah ke jalan yang benar,"
"Tapi..."
Dengan memelas ayah mertua Velia Tuan Samanta memohon pada dirinya, membuat Velia tak bisa berbuat apa pun. Dan belum lagi cinta masa lalu Velia dan Daniello yang kembali, saat mereka saling cinta.
Akankah mereka bersama? Ikuti kisah Velia dan Daniello.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part.15
Velia masih terpaku di tempatnya, ucapan Sherlin begitu terngiang di kepalanya.
"Aku bukan anak pelakor," gumamnya menggeleng kepala.
Ello yang melihat itu pun sungguh khawatir, dia melihat Velia yang mengusap pipinya. Tanda dia menangis lalu melihat Velia beranjak dari duduknya, pergi meninggalkan cafe tersebut. Ello pun mengejar namun sayang Velia sudah masuk ke dalam taxi.
"Velia," teriak Ello.
Dengan tergesa Ello menuju mobilnya, dan melajukan dengan cepat sayang keadaan jalan yang macet. Tak bisa mengejar taxi yang Velia tumpangi.
Velia sendiri di dalam taxi hanya bisa menatap ke luar jendela, dia mengingat kebersamaan Mommy Mila. Yang sedikit bahkan bisa di hitung jari, saat beranjak remaja Velia merasa tak mirip dengan Mommy Mila. Dia selalu bertanya pada daddy Crist, namun tanggapan sang ayah bilang jika dia mirip dengan daddy.
Semakin besar pun Velia, tak menunjukan wajah mirip Sherlin atau Mommy Mila. Apalagi sang ayah, bahkan kasih sayang daddy Crist sangatlah minim.
Velia pun mengehela nafas pelan, dia ingin bertanya tapi pada siapa?
"Apa bu Laras tau?" gumam Velia, dia pun memutuskan akan bertemu dengan bu Laras malam ini juga.
Berpuluh menit kemudian, Velia sudah sampai di kawasan apartemen.
"Pak tunggu sebentar yah? Nanti saya lebihkan," ujar Velia.
"Baik non,"
Velia sedikit berlari, untuk menuju lift yang hampir tertutup.
"Tunggu, jangan di tutup." Pekik Velia.
Orang yang di dalam lift pun menahan lift agar Velia masuk.
"Terima kasih," ucap Velia setelah berhasil masuk.
"Sama-sama."
Ponsel Velia terus berdering, namun Velia memilih mengabaikannya. Tak sampai lima menit, lift berhenti di unit Ello.
Bergegas ke kamar dan memasukan beberapa baju, ke dalam tas ranselnya. Setelah selesai Velia ke luar dari unit apartemen Ello, dan berjalan cepat menuju lift. Beruntung lift terbuka dengan cepat.
Ello sendiri sedang terjebak macet, sepanjang perjalanan dia tak henti mengumpat. Dan terus menghubungi Velia, namun sayang Velia tak menjawab panggilannya.
"Mudah-mudahan kamu, ada di apartemen Ve." Harap Ello.
Kini Ello terlepas dari kemacetan, melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Dua puluh menit kemudian, Ello sudah sampai bertepatan dengan keluarnya taxi Velia.
"Velia." Gumam Ello, yang melihat taxi tersebut sudah jauh.
"Kemana lagi dia? Apa jangan-jangan ke rumah Mommy Mila?"
"Asta Ve," pekik Ello mengacak rambutnya frustasi.
Dia pun memutuskan untuk masuk terlebih dulu, dan membersihkan diri baru akan menyusul Velia ke rumah Mommy Mila begitu pikir Ello.
"Tuan, Nona Sherlin membongkar rahasia Nona Velia." Lapor Gerry.
"Apa? Kenapa bisa?" tanya Tuan Samanta, kini Tuan Samanta dan Gerry berada di Malaysia untuk urusan pekerjaan.
"Nona Sherlin meminta Nona Velia, untuk membujuk anda tapi Nona Velia menolaknya, mungkin karena kesal. Nona Sherlin mengungkapkan rahasia siapa orang tua Nona Velia tuan," papar Gerry.
"Cukup Gerry, lalu bagaimana kondisinya sekarang?"
"Menurut mata-mata yang mengikuti, Nona Velia. Dia pergi menemui Bu Laras, orang yang mengasuhnya sejak kecil." Ujar Gerry.
Tuan Samanta pun mengangguk.
"Jangan sampai lepas pengawalan pada Velia Gerry, aku takut dia nekat." Cetus Tuan Samanta.
"Tapi aku rasa dia tak akan nekat, tuan."
"Lakukan saja, aku tidak mau kehilangan menantu baik seperti Velia. Yang mau menerima anak ku, apa adanya." Cetus Tuan Samanta.
Gerry hanya mengangguk sebagai jawaban, dia pun pamit menuju meja kerjanya kembali.
***
Sementara itu Velia dia menuju kota Bandung, dimana bu Laras berada. Dengan menggunakan bus, pada malam hari Velia tak merasa takut sedikit pun. Di kalahkan oleh rasa ingin tahunya, tentang siapa dirinya yang sebenarnya.
Ponsel Velia terus berdering.
"Maafkan aku Ello, aku benar-benar butuh sendiri." Gumamnya menatap ponsel yang terpampang foto pernikahan mereka.
Lalu Velia mematikan ponsel tersebut, membuat Ello mengumpat di apartemennya.
"Velia, bukankah kita teman? Harusnya kamu berbagi masalah dengan ku," kesal Ello, dia ingin membanting ponsel namun di urungkan karena harganya yang tentu saja mahal.
"Tenang Daniello, kamu harus tenang. " Bisik Ello pada diri sendiri, dia menghembuskan napasnya dengan pelan dan mengeluarkannya lagi begitu seterusnya.
"Aku akan mencarinya besok," putus Ello.
Kertamanah, Margamukti, Pangalengan, Jawa Barat. Disinilah Velia sekarang dengan jarak tempuh yang lumayan lama, akhirnya Velia sampai di kampung halaman Bu Laras.
Velia menggunakan ojek online, untuk sampai di tempat tujuan. Dia pun membayar lebih pada tukang ojek tersebut.
"Neng, ini mah kebanyakan atuh!"
"Gak papa pak, buat bapak aja. Udah mau anterin saya sampe sini, padahal ini jauh banget loh!" ujar Velia.
"Gak papa neng, itu tugas saya. Kalau gitu terima kasih banyak, permisi."
"Ya hati-hati pak," balas Velia.
Velia pun berjalan kaki menuju tempat usaha Bu Laras, terakhir kali yang Velia tahu. Bu Laras membuka usaha warung kecil-kecilan, di sekitaran pemandian air panas Carita Alam.
Velia membayar tiket masuk terlebih dulu, udara yang sejuk membuatnya sedikit tenang. Velia melupakan sejenak masalah yang menimpa dirinya.
"Enak nih buat honeymoon," kekehnya.
"Tapi gak mungkin Ello mau," gumamnya, memikirkan Ello.
Velia mengaktifkan ponselnya kembali, dan mengirim pesan pada Ello sekaligus lokasinya sekarang.
"Katanya mau malam mingguan, ayok susul aku ke Bandung." Ucap Velia pada pesannya tersebut.
"Sekalian ayok kita honeymoon," goda Velia lagi.
Velia langsung menanyakan keberadaan Bu Laras, dan seorang penjaga menunjukan warung kecil yang lumayan kumplit.
"Makasih ya mang," ucap Velia.
"Sama-sama neng,"
Velia pun tersenyum merasa senang akhirnya dia bisa bertemu dengan ibu asuhnya kembali.
"Bu beli kopinya satu," ujar Velia.
"Baik non, mau kopi apa? Nona Velia?" pekik Bu Laras.
Bu Laras keluar dari warung tersebut, dan langsung memeluk Velia dengan erat. Dia pun menangis haru, karena bisa bertemu dengan anak asuhnya kembali.
"Apa kabar non? Makin cantik saja," puji Bu Laras.
"Ibu bisa aja, aku baik bu. Ibu apa kabar? Rame jualannya?"
"Alhamdulilah non, ibu baik sehat. Dan alhamdulilah rame," jelas Bu Laras, Velia pun mengangguk.
Walau Velia dan Bu Laras beda keyakinan, tapi Velia menyayangi Bu Laras.
"Bentar ibu bikinin teh hangat dulu."
"Gak usah bu merepotkan," kata Velia.
"Tidak nak, ibu tahu kamu pasti belum sarapan kan?"
"Belum bu," kekeh Velia.
Bu Laras pun membuatkan Velia teh manis hangat, dan singkong goreng yang akan dia jual. Lima belas menit kemudian, Bu Laras membawa teh manis dan singkong gorengnya ke meja Velia.
"Kayanya berenang di sini enak yah bu? Udaranya juga sejuk, beda kaya di Jakarta." Cetus Velia.
"Iya di sini masih asri, airnya juga hangat non. Kalau di sebelah sana ada kolam buat terapi air panas, ini minum dan makan dulu," ujar Bu Laras.
"Makasih bu,"
Velia meminum minumannya, langsung hangat di perutnya yang memang belum makan sejak kemarin sore. Dia hanya makan roti saja, saat di jalan menuju Bandung.
tbc...
Semoga suka
Jangan lupa tinggalkan jejak, makasih 🙏
Dev melecehkan istri orang segitu aja hukumannya
alvaro juga menyerah istri orang untuk dilecehkan dan percobaan pembunuhan malah tidak dapat hukuman sama sekali
dan ene eng saat wanita lain yang melakukan kesalahan
keyra melakukan kesalahan pada beliau langsung diberi hukuman disekap dan dibuat menderita dan taura baru dibebaskan
aku setuju semua tokoh jahat mendapatkan kesempatan berubah tapi yang jadi masalah kenapa hanya wanita jahat yang dapat hukuman yang kejam sedangkan pria2 jahat bebas begitu saja, bahkan setelah melecehkan istri orang
ini lah sifat wanita, mereka akan kejam pada wanita lain yang jahat padanya tapi akan lembut dan tidak tega pada pria lain yang jahat padanya