NovelToon NovelToon
Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )

Janda Kembang Season 2 ( Ternoda )

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Tamat
Popularitas:86.3k
Nilai: 5
Nama Author: Melisa

Assalamualaikum... hallo ha..

Ini cerita othor yang ke tujuh ya?
Cerita ini kelanjutan cerita dari Janda kembang Season 1. Mana yang belum tau, boleh baca dulu yang disana ye?


Zahrani adalah putri kedua dari Aisyahrani dan Reza. Ia harus menerima kenyataan pahit disaat umurnya masih sangat muda harus ternoda oleh kakak kelasnya sendiri.


Demi menutupi aibnya yang sudah ternoda, ia terpaksa harus menikah dengan calon suami masa depan nya sebelum waktu yang di tentukan.


Akankah Zahrani sanggup bertahan dengan kenyataan hidupnya? Ataukah ia lebih memilih pasrah pada takdir?


Inilah kisah nya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali ke sekolah

Ke esokan paginya.

''Sayang, makan dulu yuk? Kamu udah bangun?'' tanya Rayyan dari sebalik pintu kamar Zahra yang tepat berada di sebelah kamar Zahra yang ia tempati.

Zahra yang sudah siap pun keluar dari kamarnya.

Ceklek!

Pintu terbuka dari dalam. Zahra tersenyum manis pada Rayyan membuat pemuda jangkung nan tampan mirip Papi Gilang itu tertegun.

Senyum manis yang jarang terlihat oleh Rayyan. Yang sering terlihat hanya wajah cemberut nya saja.

Zahra terkekeh saat melihat Rayyan menatap nya tak berkedip. ''Hubby ehm, Kak Rayyan!!''

Deg!

Deg!

Rayyan terkejut dengan panggilan Zahra untuknya. Ia menatap lekat pada sang istri. ''Kamu... panggil apa baru saja? Kakak nggak dengar! Coba ulangi?'' ucap Rayyan

Membuat Zahra salah tingkah di tatap begitu dalam oleh Rayyan. Zahra menunduk malu, pipinya merona. Rayyan terkekeh. ''Sayang??'' panggil Rayyan lagi.

Zahra melengos. Ia lebih memilih pergi ke luar. Tidak menuju meja makan. Karena tadi malam ia sudah sahur jam satu malam. Saat orang semua tidur.

Rayyan tertawa namun, kebingungan kala melihat Zahra menuju ke depan bukan ke dapur untuk sarapan. Rayyan dengan sigap mengejar Zahra.

Grep!

Zahra mematung. ''Dapurnya disana loh.. masa iya ke sekolah nggak sarapan sih? Kakak belum sarapan sayang!'' tekan Rayyan pada Zahra.

Tubuh mungilnya menghilang di dalam pelukan Rayyan. Zahra mengurai pelukan Rayyan dari tubuhnya. ''Aku puasa Kak. Kalau kakak mau makan, aku tunggu. Pergilah. Aku akan tunggu kakak disini. Beneran!'' ucapnya meyakinkan Rayyan.

Rayyan memicingkan matanya. ''Beneran?? Nggak bohong kan? Nanti kamu kabur lagi kayak tadi malam!'' ketus Rayyan berubah menjadi jutek.

Zahra tertawa. Rayyan tersenyum, Cup!

Deg, deg, deg..

Dua jantung itu berdegup tak karuan saat ini. Kecupan singkat dari Rayyan seperti menghantarkan aliran listrik bertegangan tinggi di kedua tubuh itu.

Andai...

Zahra tersadar dari lamunannya. ''Lepas Kak! Ayo, aku temani makan. Ayo!'' ajaknya pada Rayyan.

Rayyan mengangguk setuju. Mereka berdua pun menuju meja makan. Disana sudah ada Papa Reza dan Mama Rani. Juga ada Kakek Ali dan nenek Kasmi. Mereka tersenyum saat melihat Zahra dan Rayyan datang berdua dengan bergandengan tangan.

''Ayo, Nak. Sarapan dulu. Mama udah siapin makanan kesukaan kamu. Duduk nak.'' titahnya pada Zahra dan Rayyan.

Kedua pasangan baru itu mengangguk. Dengan sigap Zahra mengambil piring dan mengisi piring itu dengan nasi goreng untuk Rayyan. Sementara dirinya tidak makan. Ia lebih berlalu pergi menunggu Rayyan di depan.

Lagi, Mama Rani menatap sendu pada Zahra. Rayyan memegang tangan Mama Rani. ''Zahra puasa Ma.. ayo kita saja yang makan?'' katanya pada Mama Rani dan seluruh orang yang ada disana.

Mama Rani terpaksa tersenyum pada Rayyan. Papa Reza menghela nafasnya. Bukan ia tak tau, kalau Zahra setiap harinya selalu berpuasa setelah kejadian dimana dirinya ternoda.

Zahra sering kali tidak makan saat pagi. Dan lebih memilih makan disaat semua orang sudah terlelap. Papa Reza tau itu. Bahkan tadi malam pun ia mendengar ucapan Zahra yang begitu pilu.

Namun, ia tidak bisa berbuat apapun. Karena semua itu adalah keinginan Zahra sendiri saat beliau sengaja bertanya pada malam kemarin. Dua hari sebelum pernikahan nya.

Papa Reza menghela nafasnya. ''Ya sudah. Ayo sayang, kita makan. Paman, Bibi silahkan!'' kata Papa Reza kepada adik ayahnya tapi beda ibu ini.

Kakek Ali menggangguk begitu juga dengan Nenek Kasmi. Cukup lima belas menit saja mereka semua sarapan. Rayyan pamit lebih dulu karena ingin melihat Zahra apakah masih disana atau tidak.

Rayan berjalan dengan cepat. Rayyan tersenyum saat melihat Zahra sedang bermain ayunan di bawah cabang jambu milik Papi Gilang yang menjuntai ke rumah mereka.

Rayyan mendekati nya. ''Sayang, ayo. Nanti kita terlambat. Sudah jam tujuh pas. Kamu piket kan ya hari ini?'' tanya nya pada Zahra.

Zahra tersenyum dan mengangguk. ''Ya, ayo. Dan benar sekali! Kalau hari ini aku ada piket kelas tugasnya menyapu halaman depan belakang sekolah! Ck! selalu aku yang disuruh kebelakang! Sedang yang lainnya selalu di depan!'' gerutu Zahra dengan mulut mencebik kesal.

Rayyan terkekeh gemas melihat Zahra. Mereka berdua diantar oleh Kakek Rahmat yang masih bersedia bekerja kepada Papa Reza padahal umurnya tidak lagi muda.

Cukup lima belas menit perjalanan mereka menuju ke sekolah SMA Negeri 1. Tiba disana, Rayyan tetap menggandeng tangan Zahra hingga menuju kelasnya.

Karena sekolah yang masih lumayan sunyi, tak ada yang tau jika Rayyan berjalan dengan memegang tangan Zahra. Jika tidak, Zahra pasti akan di ejek habis-habisan oleh teman sekelas nya karena bergandengan dengan Kakak kelas mereka yang terkenal datar dan dingin kepada setiap murid perempuan di sekolah mereka.

''Kakak masuk dulu. Mau hafal pelajaran. Nanti, istirahat kakak tunggu kamu di pondok depan kantin ya?''

''Ya, pergilah. Aku pun mau piket ini. Ck. Mana yang alim belum datang lagi!'' keluhnya dengan segera menarik sapu untuk menyapu halaman depan dan belakang sekolah mereka.

Khusus untuk kelas Zahra saja. Bukan seluruh sekolah. Rayyan tersenyum, cup.

Ia labuhkan kecupan singkat di kening Zahra sebelum berlalu pergi, membuat gadis yang sudah tidak gadis lagi itu tertegun dengan mata berkaca-kaca.

''Hiks, jangan begini Kak.. aku akan lemah karena mu. Kamu kelemahan dan kekuatan ku! Aku menyesal Kak. Kenapa dulu aku lebih memilih pemuda itu untuk mendapatkan perhatian tapi bukan dirimu? Hiks, semua ini sudah terlambat! Hahh! Ayo Zahra. Hiks, hidupmu masih panjang selagi ajal belum menjemput mu!'' gumamanya, ia memberikan semangat pada dirinya sendiri.

Zahra pun mulai membersihkan halaman kelasnya dan juga halaman belakang kelas nya. Setelah selesai, ia kembali masuk ke kelas. Namun, ada yang aneh dengan kelasnya hari ini.

Semua teman sekelas Zahra menatap datar padanya. Zahra tau itu. Semua itu pasti perkelahian Rayyan dengan pemuda itu sudah tersebar. Dan pemicunya adalah dirinya.

Zahra tak ambil pusing. Bahkan sahabatnya pun tidak ingin berbicara dengan nya karena masalah itu.

''Aku harus kuat! Semua ini demi masa depanku! Namun, jika aku tiada terlebih dahulu sebelum aku sukses. Maka inilah takdir ku! Dari aku akan memohon kepada Allah, agar aku dilahirkan kembali dengan wujud sempurna diriku. Agar kelak, aku bisa menjadi kebanggaan Kak Rayyan! Biarkan saja mereka berkata apa. Aku tidak peduli! Yang penting, Kak Rayyan!'' bisiknya dalam hati.

Ia tidak peduli dengan tatapan sinis seluruh teman sekelas nya. Toh, kalaupun ia berkoar-koar, mereka tetap tidak akan percaya. Mereka akan tetap menuduhnya yang telah menggoda pemuda itu. Karena selama ini yang mereka tau, jika Zahra begitu dekat dengannya.

1
Diana Taslim
Luar biasa
Sarah Yuniani
kembali dalam wujud yang suci .. yang bener ajaa
Sarah Yuniani
mirip ? Brati bukan Zahra ?
Akun Lima
hahhahaha sepi cok novelmu makanya jangan buat cerita bodoh begini anjing
Akun Lima
cek sampai sini othornya gila mentang" perempuan lelakis dibuta tak ada harga dirinya
Akun Lima
sampai disini ternyata masih lebay
Akun Lima
pantesan sepi karna bucin bodoh ceritamu thor ke othornya bodoh
Akun Lima
lebay bet ceritanya nangis terus ke babi
WaTea Sp
good
Dhika Chawla
tp ga harus ngorbanin perasaan jg rayyan...mrk yg enak dirimu yg tersiksa...maaf mom gedek aq liat rayyan...
Melisa Author: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Dhika Chawla
wihhh....sizahra mk poliandri gitu...ckckck....rayyan ngapain sih nikahin zahra. ya ampun panas aq ..🥵
Melisa Author: Weleh? kamu kesanbar kompor ksh makanya panas?? 🤣🤣🤣
total 1 replies
Dhika Chawla
rayyan aja yg bodoh...mau maunua nikahin zahra padahal secara g lgsg zahra udah khianati rayyan....ckckck...
Melisa Author: 🤣🤣🤣🤣 hayo loh. ..
total 1 replies
syora
iya mkasih sblmya,pandat dan berbobot
lbh bagus tanpa da alur" yg belok ttp semangat brkarya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!