NovelToon NovelToon
Tak Terkalahkan Sejak Awal

Tak Terkalahkan Sejak Awal

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: D'Silent Novel

Chu Xuan menjadi orang pertama dalam sejarah yang menolak reinkarnasi.

Karena murka, utusan akhirat mengutuknya untuk menjalani delapan belas tahun kehidupan yang penuh penderitaan di dunia kultivasi tanpa bakat, tanpa kekayaan, dan tanpa harapan.

Setelah kehilangan satu-satunya keluarga yang membesarkannya dan hidup sendirian selama tiga tahun di sebuah kuil tua yang hampir roboh, Chu Xuan akhirnya disambar petir pada usia delapan belas tahun.

Hari itu, seluruh dunia kultivasi tidak mengetahui satu hal:

Orang paling malas di dua dunia akhirnya memperoleh kekuatan untuk menjadi tak terkalahkan.

Namun, Chu Xuan hanya memiliki satu tujuan.

Memperbaiki atap Kuil Qingfeng.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 — Jalan Menuju Kepunahan

Padang luas dipenuhi keheningan.

Tetua Han berdiri dengan napas memburu.

Darah terus menetes dari sudut bibirnya.

Lengan kanannya bergetar hebat akibat benturan sebelumnya.

Di hadapannya...

Avatar Chu Xuan masih berdiri tegak.

Jubah putihnya berkibar perlahan tertiup angin.

Sepasang mata emasnya memancarkan ketenangan yang membuat siapa pun enggan menatap terlalu lama.

Panel hitam kembali muncul di hadapannya.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

【Sisa Durasi Avatar】

6 Menit

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

Chu Xuan melirik sekilas.

Panel itu pun menghilang.

Tetua Han menggertakkan giginya.

"Kau... jangan memandang rendah orang tua ini!"

Ia mengeluarkan sebuah pil berwarna merah gelap.

Tanpa ragu...

Pil itu langsung ditelannya.

BOOM!

Aura di tubuhnya melonjak berkali-kali lipat.

Pembuluh darah di wajahnya menonjol.

Rambutnya terurai liar.

Qi yang keluar dari tubuhnya bahkan membuat tanah di bawah kakinya mulai runtuh.

Salah seorang anggota Keluarga Han berseru kegirangan.

"Itu Pil Pembakar Jiwa!"

"Tetua Agung mempertaruhkan nyawanya!"

"Dia pasti menang!"

Tetua Han mengangkat kepalanya.

Tatapannya dipenuhi kegilaan.

"Aku akan menyeretmu ke neraka bersamaku!"

Dalam sekejap...

Ia menghilang dari tempatnya berdiri.

Kecepatannya berkali-kali lipat dibanding sebelumnya.

BOOM!

Tanah di belakang Avatar Chu Xuan meledak.

Tetua Han muncul dari sisi kiri.

Tongkat cadangan di tangannya menghantam kepala Chu Xuan.

Namun...

Yang terkena hanyalah bayangan.

"Palsu?!"

Belum sempat ia bereaksi...

Suara tenang terdengar dari belakangnya.

"Terlalu lambat."

Tetua Han membalikkan tubuhnya secepat kilat.

Avatar Chu Xuan telah berdiri beberapa langkah di belakangnya.

Wajah tampannya tetap tanpa ekspresi.

Mata emasnya memandang lurus ke arah Tetua Han.

Tatapan itu...

Membuat jantung Tetua Han seakan berhenti berdetak.

"Tidak mungkin..."

"Aku bahkan tidak bisa melihat kapan dia berpindah..."

Rasa takut yang selama ini ia tekan akhirnya pecah.

Ia sadar.

Sejak awal...

Pria berjubah putih itu sama sekali belum menganggapnya sebagai lawan.

Tetua Han menggertakkan gigi.

Ia mengumpulkan seluruh qi yang tersisa ke telapak tangannya.

"Kalau begitu..."

"Mati bersamaku!"

Ia menerjang sekali lagi.

Kali ini...

Avatar Chu Xuan tidak menghindar.

Ia melangkah maju.

Melewati serangan Tetua Han.

Lalu...

Berpapasan dengannya.

Keduanya saling membelakangi.

Angin kembali berembus.

Keheningan menyelimuti padang.

Tetua Han masih berdiri.

Beberapa anggota Keluarga Han langsung bersorak.

"Tetua Agung berhasil!"

Namun...

Senyum mereka membeku.

Sebuah garis tipis perlahan muncul di dada Tetua Han.

Retakan itu semakin melebar.

Bukan karena luka dari senjata.

Melainkan karena seluruh tubuhnya mulai kehilangan kestabilan.

Tetua Han menunduk.

Wajahnya dipenuhi ketidakpercayaan.

"Kapan..."

"Kapan kau..."

Avatar Chu Xuan tidak menoleh.

Ia hanya menjawab singkat.

"Terlambat menyadarinya."

Detik berikutnya...

Tubuh Tetua Han pecah menjadi ribuan butiran cahaya yang terbawa angin.

Tidak tersisa setetes darah pun.

Padang luas kembali sunyi.

Puluhan anggota Keluarga Han mematung.

Tak seorang pun mengetahui...

Apa yang sebenarnya baru saja terjadi.

Yang mereka lihat hanyalah...

Guru berjubah putih itu berjalan melewati Tetua Agung mereka.

Lalu...

Tetua Agung menghilang dari dunia.

Rasa takut memenuhi wajah setiap orang.

Mereka akhirnya mengerti.

Musuh yang berdiri di hadapan mereka...

Bukanlah seseorang yang bisa mereka pahami.

Langit Kota Canglan.

Dua sosok melayang dengan tenang di antara lautan awan.

Di depan...

Avatar Chu Xuan berdiri dengan kedua tangan di belakang punggungnya.

Jubah putihnya berkibar perlahan.

Rambut putih panjangnya menari mengikuti embusan angin.

Sepasang mata emasnya menatap ke bawah dengan tenang.

Di belakangnya...

Qin Xueyao mengikuti dengan hormat.

Ini adalah pertama kalinya ia berdiri begitu tinggi di langit.

Namun...

Tatapannya sama sekali tidak tertuju pada pemandangan Kota Canglan.

Melainkan...

Pada sosok gurunya.

"Guru benar-benar datang..."

"Sendirian..."

"Menghadapi seluruh Keluarga Han..."

Ia menggenggam ujung lengan bajunya sendiri.

Jantungnya berdegup semakin cepat.

Meskipun ia mengetahui gurunya sangat kuat...

Melihat langsung sebuah keluarga besar berkumpul untuk menghadapi satu orang tetap membuatnya gugup.

Akan tetapi...

Saat melihat punggung Chu Xuan yang tegak tanpa sedikit pun keraguan...

Perasaan gelisah di dalam hatinya perlahan menghilang.

"Selama Guru ada..."

"Tidak akan terjadi apa-apa."

Beberapa saat kemudian...

Keduanya berhenti tepat di atas Kediaman Keluarga Han.

Di bawah mereka...

Ratusan kultivator telah berkumpul.

Tetua.

Pasukan elit.

Penegak hukum keluarga.

Para ahli yang selama ini menjadi kebanggaan Keluarga Han.

Suasana menjadi sunyi.

Salah seorang penjaga mendongak.

"Itu..."

"Dia datang..."

"Pria berjubah putih itu!"

Dalam sekejap...

Seluruh Kediaman Han menjadi gempar.

"Dia berani datang sendiri!"

"Apakah dia sudah bosan hidup?"

"Di sini ada Kepala Keluarga!"

"Dan seluruh kekuatan Keluarga Han!"

Tak lama kemudian...

Seorang pria paruh baya berjubah hitam melangkah keluar dari aula utama.

Tatapannya dipenuhi amarah.

Han Zhentian.

Kepala Keluarga Han.

Begitu melihat wajah Chu Xuan...

Urat-urat di dahinya langsung menonjol.

"Kaulah..."

"Yang membunuh putraku..."

Chu Xuan hanya menatapnya.

"Benar."

Han Zhentian tertawa penuh amarah.

"Lalu Ayahku?"

"Sudah mati."

Jawaban singkat itu membuat niat membunuh Han Zhentian meledak.

"BAIK!"

"Kalau begitu..."

"Hari ini aku akan menguburmu bersama mereka!"

Namun...

Chu Xuan bahkan tidak memandangnya.

Tatapan mata emasnya justru menyapu seluruh Kediaman Han.

Pelayan.

Koki.

Pengurus.

Anak-anak.

Orang tua.

Semua terlihat jelas di matanya.

Kemudian...

Suaranya yang tenang bergema ke seluruh Kediaman Han.

"Semua yang tidak bersalah."

"Keluar."

Suara itu tidak keras.

Namun...

Seluruh Kota Canglan mendengarnya dengan jelas.

Di atas tembok kota...

Para kultivator yang menyaksikan semuanya menelan ludah.

"Dia..."

"Dia bahkan masih memberi kesempatan kepada orang yang tidak bersalah."

"Padahal Keluarga Han datang untuk membunuhnya..."

Suasana langsung hening.

Tak seorang pun berani bergerak.

Han Zhentian mendengus dingin.

"Siapa pun yang berani keluar..."

"Akan kubunuh dengan tanganku sendiri!"

Ancaman itu membuat para pelayan gemetar.

Qin Xueyao mengepalkan kedua tangannya.

"Mereka bahkan mengancam orang-orang yang tidak bersalah..."

"Beginikah wajah asli Keluarga Han...?"

Tak lama kemudian...

Seorang pelayan tua melangkah keluar dengan tubuh gemetar.

Ia berlutut sambil menundukkan kepala.

"Senior..."

"Hamba hanya menyapu halaman..."

"Hamba tidak pernah ikut melakukan kejahatan keluarga..."

Chu Xuan mengangguk pelan.

"Mundur."

Pelayan tua itu segera menjauh.

Melihat pelayan tua itu selamat...

Keberanian orang lain mulai muncul.

Seorang koki keluar.

Kemudian beberapa pelayan wanita.

Para pengurus gudang.

Pengurus taman.

Bahkan beberapa anak kecil yang terus menangis sambil memeluk ibunya.

Mereka semua menjauh dari barisan utama.

Qin Xueyao menghela napas lega.

"Guru benar..."

"Beliau tidak datang untuk membantai..."

"Beliau hanya menghukum mereka yang pantas dihukum."

Tanpa ia sadari...

Rasa hormat di dalam hatinya bertambah berkali-kali lipat.

Kini ia benar-benar mengerti.

Mengapa ayahnya rela merendahkan diri di hadapan pria berjubah putih ini.

Sementara itu...

Han Zhentian menatap orang-orang yang mundur dengan wajah murka.

"Pengkhianat!"

"Kalian tidak pantas menyandang nama Han!"

Namun...

Tak ada seorang pun yang kembali melangkah ke sisinya.

Yang masih berdiri di belakang Han Zhentian hanyalah...

Para tetua.

Pasukan elit.

Penegak hukum keluarga.

Dan anggota inti Keluarga Han yang selama ini menikmati kekuasaan serta mendukung semua kejahatan keluarga.

Chu Xuan memandang mereka sekilas.

Lalu berkata datar.

"Bagus."

"Yang tersisa..."

"Hanyalah mereka yang harus bertanggung jawab."

Pada saat yang sama...

Panel hitam muncul di hadapan Chu Xuan.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

【Sisa Durasi Avatar】

5 Menit

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

Chu Xuan menutup panel itu.

Lima menit...

Sudah lebih dari cukup untuk mengakhiri sejarah Keluarga Han.

Bersambung...

1
obeng min
tambah banyak up-nya tambah jos pula ketua mantap👍👍👍👍👍
obeng min
selalu top
obeng min
top👍👍👍
Hadi Hadi
is good💪
Hadi Hadi
sikat😍
Hadi Hadi
bantai💪💪
obeng min
selalu dedepan mantap🤣🤣🤣👍
obeng min
upnya kurg banyak ketua👍👍👍👍👍
andi widya
kerennn
obeng min
mantao ketua 💪💪💪💪💪
Hadi Hadi
bantai
Hadi Hadi
semangat🤭🤭
Hadi Hadi
is good😍😍
Hadi Hadi
is good💪
Hadi Hadi
is good💪💪
Hadi Hadi
semangat💪💪
Hadi Hadi
up up💪💪
obeng min
👍👍👍👍👍👍
obeng min
💪💪💪
obeng min
🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!