Adzkiya Zanna Myesha, putri dari Rasya Bramantio dan Tazkia Shafia. Adzkiya memiliki satu orang adik perempuan Zakia Afza Almahrya, jarak umur antara adik kakak ini hanya 2 tahun.
Adzkiya tumbuh dengan kasih sayang Nenek dan kedua orang tuanya, tetapi kasih sayang orang tuanya perlahan mulai memudar sejak suatu insiden yang menimpa keluarganya. Adzkiya harus menelan pahit pahit apa yang sudah menjadi takdirnya, ia dijauhi sang Bunda tercintanya.
Tetapi inilah Adzkiya yang selalu berusaha membahagiakan Ayah dan Bundanya,mengorbankan semua waktunya dimana saat semua anak seumurannya sibuk dengan dunianya tetapi tidak dengan Adzkiya, ia menjadi remaja yang pintar, cerdas, kuat, tangguh, cantik dan penuh prestasi.
Inilah kisah Adziya dari mula semua yang ada perlahan memudar dan ia harus bangkit menjadi dirinya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arti_pen00, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15
...Happy Reading...
...****************...
Adzkiya berdiri di depan pintu, hari ini Zakia akan melaksanakan Ujian semester, sudah banyak usaha yang dilakukan Zakia selama seminggu terakhir untuk mempersiapkan ujian tersebut.
"Assalamualaikum kak, Zakia berangkat ya doakan Zakia agar mudah mengerjakan ujian nanti." Zakia meraih tangan Adzkiya dan menciumnya.
Adzkiya tersenyum " Waalaikumussalam, semangat ya, sebelum mengerjakan jangan lupa membaca doa dan ingat selalu tidak boleh mencontek. Karena nilai tertinggi adalah kejujuran." ucap Adzkiya yang menepuk pundak Zakia.
"Shiap kapten." Zakia memberikan penghormatan layaknya bawahan kepada sang kapten.
Dengan tingkah yang seperti itu Adzkiya pun tertawa dan menunjukkan lesung pipi dan gingsul nya.
"Yasudah sana hati hati, jangan lupa baca doa."
"Iya kak." Zakia melangkah masuk kedalam mobil.
Selama perjalanan Zakia tersenyum menatap luar jendela. Zakia gembira karena ia berhasil merubah dirinya dari manusia pendiam dan penakut menjadi manusia normal dan yah, Zakia harus selalu terlihat periang dan harus banyak berbicara agar Adzkiya bisa tersenyum kembali.
...****************...
Adzkiya berbaring menatap langit langit kamarnya. Sudah hampir 2 bulan ia ditinggal Rasya dan Tazkia ke New York. Selain itu iya juga rindu bertemu kedua temannya Bilqis dan Aksa.
"Bagaimana ya kabarnya Aksa sekarang." setelah 3 hari Kepergian Aksa ke Australia mereka sudah putus kontak. Nomor Aksa tidak aktif dan semua akun medsos nya pun tak aktif.
Ting.
Adzkiya melihat layar ponselnya.
"Ada pesan yang masuk." segara Adzkiya membuka pesan tersebut.
Bilqish
Assalamualaikum Azdkiya 🥰.
Adzkiya merubah posisi menjadi duduk, ia senang bukan main melihat satu pesan dari sahabatnya. Terakhir kali mereka chatingan satu bulan yang lalu itu pun hanya bertanya kabar. Karena peraturan pesantren dilarang membawa ponsel.
dengan semangat Adzkiya langsung membalas pesan Bilqish.
^^^Adzkiya^^^
^^^Waalaikumussalam Bilqishh ... senang banget dapet notif dari kamu🥰.^^^
Bilqish
Hehe ini aku baru kebagian pegang handphone. karena papa dan mama menjenguk 😇.
^^^Adzkiya^^^
^^^Bagaimana kabar kamu? enak ga masuk^^^
^^^pesantren?.^^^
Bilqish
enak banget Adzkiya😆. Aku menjadi orang paling bodoh disini, disini spek ukhty semua😢.
^^^Adzkiya^^^
^^^Berarti kamu sekarang pake jilbab? terus pakai gamis?🤣🤣.^^^
Bilqish
Iya mau liat, sibuk ga? masih sempet nih kita vc.
^^^Adzkiya^^^
^^^Boleh.^^^
...****Terhubung****...
"Assalamualaikum Adzkiya." sapa Bilqish dari layar ponsel.
"Aaaa waalaikumsalam Bilqish."
"Adzkiya 2 bulan ga ketemu aja kamu tambah cantik." goda Bilqish.
"Shh kamu juga berubah, bahkan berubahnya 180°." ucap Adzkiya sembari tertawa di hadapan layar ponsel nya.
"Nih tadi kamu mau lihat aku pakai jibab kan? sebentar aku pakai dulu." Bilqish menghilang dari layar ia hanya ada gerakan tangan yang sedang mamakai kerudung.
"Tadaa ... gimana?" tanya bilqish dengan menaik turunkan alisnya.
"Subhanallah cantik nya." ucap Adzkiya yang terkesima dengan layar handphone nya yang terlihat wajah Bilqish mengenakan jilbab.
"MasyaAllah Adzkiya, bukan subhanallah." jawab Bilqish yang diiringi tawa.
"Ooo maaf, maaf aku terbalik ya."kekeh Adzkiya.
"Bilqish coba kamu berdiri, aku mau lihat kamu pakai gamis." pinta Adzkiya.
"Tunggu sebentar." Tak lama tampak Bilqish di layar yang mengenakan gamis berwarna peach.
"Aaa MasyaAllah cantiknya, selalu istiqomah ya Bilqish." ucap Adzkiya.
"Aamiin, makasih Adzkiya."
"Doakan aku juga ya Bilqish supaya bisa pakai hijab seperti kamu."
"Selalu Adzkiya, aku selalu berdoa untuk kebaikan kamu."
Adzkiya tersenyum didepan layar ponsel nya, matanya terpaku pada ranjang tingkat dibelakang Bilqish.
"Bilqish kamu tidur di ranjang situ, yang di belakang mu itu." ucap Adzkiya yang menunjuk layar ponsel.
"Iya dipan tingkat, aku tidur di atas." Bilqish memberi tahu semua fasilitas yang ia dapatkan di kamar asramanya.
Tok ... tok ... tok....
Terdengar suara ketukan pintu di handphone Adzkiya yang berasal dari kamar Bilqish.
"Assalamualaikum."
"Bentar ya Adzkiya, sepertinya teman teman ku sudah pulang dari mengaji." Bilqish meletakkan handphone nya dan menyorot pintu kamar.
"Waalaikumussalam." ucap bilqish yang membuka pintu dan disaksikan Adzkiya.
Di layar ponsel Adzkiya terlihat
5 perempuan berpakaian syari, di antara mereka ada yang bercadar dan ada yang hanya memakai hijab.
"Ayo masuk aku sedang Vc sahabat ku di jakarta." Bilqish mengangkat ponsel nya dan menyoroti semua teman nya.
"Hallo Assalamualaikum." sapa Adzkiya dengan melambaikan tangannya di depan layar ponsel.
"Waalaikumussalam." jawab teman teman bilqish dengan serentak.
"Ini sahabat aku namanya Adzkiya, kalian bisa memperkenalkan diri kalian masing masing"
"Hallo Adzkiya aku Naima." ucap Naima.
"Hallo Adzkiya aku Syifa." Syifa melambaikan tangannya.
"Hallo saya Intan."
"Saya Zulfa dan ini kembaran ku Zalfa."
Zulfa dan Zalfa sama sama memakai cadar.
"Hallo semua salam kenal Naima, Syifa, Intan, Zulfa dan Zalfa."
"Adzkiya sudah dulu ya, waktu Akses ponsel sudah habis, aku harus mengembalikan nya kepada pengurus disini."
"Yah secepat itu? padahal aku masih rindu."
Bilqish mengangguk "Aku juga begitu tapi bagaimana lagi, kalau aku tidak mengembalikan ponsel dengan tepat waktu maka aku akan diberi sanksi."
"Hemm ya sudah deh, jaga selalu kesehatan kalian. Kalau ada waktu telepon Adzkiya lagi ya." Adzkiya melambaikan tangan nya.
"Iya siap."
"Bye Adzkiya assalamualaikum."
Bilqish,Naima, Syifa, Intan, Zulfa dan Zulfa melambaikan tangannya.
"Byeee ... waalaikumussalam kalian semua."
...01.05.23...
Adzkiya menatap layar handphone nya. Satu jam berasa sangat sebentar. Adzkiya merasa iri masih terbayang bayang bagaimana indahnya hidup Bilqish dikelilingi teman teman seperti mereka. baru berkenalan saja Adzkiya bisa merasakan aura positif dari mereka.
...****************...
...Thank you for reading...
...****************...
^^^September 2022^^^
^^^Gaga^^^
Semangat kak🥳
jangan ke lupa mampir juga🙈