NovelToon NovelToon
Kumpulan Cerpen Saat Hujan Turun

Kumpulan Cerpen Saat Hujan Turun

Status: tamat
Genre:Dunia Lain / Kumpulan Cerita Horror / Horor / Tamat
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: Regina Maharani Rahman

Dua cerpen menarik dari dua genre berbeda, horor dan juga psikologi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Regina Maharani Rahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ego Penghalang Doa 5

"Kok bangun, Don?" tanya Galih. Suaranya masih sedikit tercekat.

"Mau ken*cing, kebelet."

"Ya udah, aku anterin," aku bangkit berdiri dan merenggangkan otot badanku yang kaku karena ketakutan.

Putra menyentuh tanganku pelan. Wajahnya datar, tapi aku bisa melihat sesuatu dari gerakan matanya. Dengan perlahan aku kembali duduk dan menundukkan kepala.

"Ngga jadi nganterin, Kak?" Suara Doni kembali terdengar.

Putra kembali menyentuh tanganku pelan. Punggungku dialiri aliran dingin yang membekukan tulang saat mengikuti arah jari Putra yang menunjuk ke suatu titik. Dengan perlahan aku melemparkan pandangan mengikuti jari Putra yang ternyata mengarah ke kaki Doni.

'Astagfirullah,' batinku tersentak.

Aku mengalihkan pandangan kembali ke perapian. Namun, pemandangan di mana kaki Doni melayang sedikit di atas permukaan tanah tidak bisa kuenyahkan dengan cepat.

"Kik kik kik, udah tau ya?" Suara itu jelas terdengar di telinga. Dengan menguatkan hati, aku membaca semua doa yang kuhapal.

Dari sudut mataku, sosok yang menyerupai Doni terlihat melayang mengitari kami bertiga dan tenda. Badan yang kaku tidak membuat kami berani bergerak. Cukup lama hal ini terjadi hingga pada akhirnya sayup-sayup terdengar suara adzan. Secara ajaib, sosok yang dari tadi mengitari kami pun menghilang.

"Alhamdulillah, untung udah adzan," ucap Galih lega.

Aku mengangkat wajahku dan menatapnya ngeri.

"Apa?" tanyanya.

"Kita ada di tengah gunung. Kira-kira menurut kamu, siapa yang adzan?" kataku lirih.

Butuh beberapa detik sebelum Galih membelalakkan matanya tanda ia mengerti perkataanku.

***

Langit di bagian timur terlihat mulai terang, aku dan kedua sahabatku sudah berani untuk bergerak dan merenggangkan badan. Dari beberapa kali mendaki Gunung Salak ini, pengalaman seperti tadi malam baru kali ini kualami. Para penghuni gunung ini hampir tidak pernah mengganggu. Sesekali memang mereka menampakkan diri atau memperdengarkan suara, tapi tidak penah lebih dari itu. Berdialog dengan sosok yang menyerupai Doni merupakan pengalaman pertama bagiku, dan karena itulah, perasaan tidak enak dalam hati tidak juga kunjung hilang.

***

Aku dan Putra dengan perlahan merapikan semua peralatan kami. Galih yang pergi ke tenda untuk membangunkan sepupunya kembali dengan wajah aneh.

"Gawat, itu anak dua ngga ada," ucapnya lirih.

Aku dan Putra saling menatap. Dengan sembarangan, aku menaruh barang yang kupegang dan mulai berjalan mengitari tenda.

"Ngga keliatan kapan keluar tenda 'kan?" Suara Putra yang terdengar sedang bertanya pada Galih memasuki indera pendengaranku.

"Ada yang ngga beres. Itu anak dua keluar cuma pakai baju yang semalam mereka pakai. Jaket sama sepatunya masih ada tuh," kataku berbisik setelah menghampiri keduanya.

"Astagfirullah, masalah banget ini sih," ucap Putra. "Jadi gimana Nyx?"

Aku terdiam sejenak, "Kita beresin dulu ini semua, kecuali tenda, terus bagi tugas.

" Gimana?" tanya Galih.

"Satu orang turun ke basecamp buat laporan, satu orang jaga di sini karena siapa tau mereka balik, dan satu orang nyari ke pos selanjutnya," jelasku.

Keduanya mengangguk dan langsung bergegas membereskan semua perlengkapan kecuali tenda. Aku kembali melihat kompas dan memekik pelan.

"Kenapa?" tanya Galih.

"Tadi malem, pas liat kompas aku yakin seratus persen kalau kita salah jalan dan berada di rute yang lain. Diperkuat juga dengan semburat matahari yang terbit dari arah sana," ucapku menunjuk ke arah kiri.

Galih mengangguk, "Terus?"

"Nah sekarang perhatiin. Matahari ada di sebelah mana?"

Galih menepuk jidatnya pelan. "Aku baru sadar, matahari ada di sebelah kanan."

"Yap, tadi kita berada di lokasi yang arah timurnya berada di sebelah kiri, dan sekarang arah timur ada di sebelah kanan. Tau artinya?"

"Kita balik ke tempat semula?" tanya Galih ragu.

Aku mengangguk. "Iya, kita ada di rute Cimelati lagi."

Mendapati hal ini aku dan Galih menjatuhkan diri dan duduk di tanah. Belum apa-apa kami sudah disesatkan. Putra yang menghampiri kami juga ikut duduk.

"Jadi gimana sekarang?" tanya Putra.

"Seperti rencana, satu orang turun, satu orang naik, dan satu orang jaga di sini. Biar aku yang naik, kalian rundingan deh, siapa yang mau di sini dan siapa yang mau turun."

"Kamu ngga apa-apa naik sendiri Nyx?" tanya Galih.

"Insya Allah ngga apa-apa. Dari sini ke pos empat sekitar 90 menit. Pergi pulang total tiga jam dan di sana aku harus nyari mereka juga. Kalau dalam waktu lima jam aku ngga balik ke sini. Siapapun di antara kalian yang nunggu ke sini langsung turun aja ya?"

Keduanya mengangguk mengerti. Kami berdoa sejenak memohon keselamatan hingga kembali pulang. Kepergianku ke pos empat dilepas senyum oleh Galih dan Putra.

1
Kristin Hluvart
Luar biasa
Lina Suwanti
kisah hidupnya Axava Kalara sungguh memprihatinkan.....suka sm dokter Tama n ingin mengadu domba antara kak Nday n kak Rebel tp ga berhasil
Rifca Farih Azizah
the best dah
Rifca Farih Azizah
gia bukannya sama Tomo?
Regina Maharani Rahman: iya kalo di radio tengah malam. kalo di sini sama kai
total 1 replies
alena
ini cerita kakanya teh inoxu 😍
Regina Maharani Rahman: Iyaah, ceritanya nyx 😆
total 1 replies
alena
axava kalara yg hantunya nongol di siaran radio tengah malem
Regina Maharani Rahman: Betul banget 😆❤️
total 1 replies
Yurnita Yurnita
hadir Thor
Romi Tama
tidak terduga
Dahlia Oppo
Alurnya keren
Dahlia Oppo
Ceritanya keren
Mami Mara
plot twist yg bagus 👏👏👏
Regina Maharani Rahman: makasiii 🤗❤
total 1 replies
Ai Emy Ningrum
bagus2 cerita nya 🌹🌹🌹🌹🌹
Ai Emy Ningrum: masama 🤗🤗
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!