NovelToon NovelToon
BERMAIN API DENGAN CINTA

BERMAIN API DENGAN CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Obsesi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Park ha

Bagi Cinta (24 tahun), moralitas tidak ada harganya jika dibandingkan dengan uang. Menggunakan paras cantik dan tubuh indahnya, penipu ulung ini selalu berhasil meloloskan diri setelah mengeruk harta korbannya.

Hingga suatu hari, sebuah tawaran senilai 10 Miliar Rupiah datang dari Nyonya Valen, seorang wanita kalangan elit. Misinya terdengar mudah: goda Tuan Maxim, jadilah selingkuhannya, dan buat pria itu setuju untuk bercerai.

Cinta mengira ini hanyalah pekerjaan biasa di mana dia yang memegang kendali penuh sebagai pemburu. Namun, dia keliru. Begitu terjebak di dalam mansion mewah Maxim, Cinta baru menyadari bahwa dia bukan sedang memburu, melainkan sedang masuk ke dalam sangkar emas. Nyonya Valen tidak sedang menyewanya, melainkan menumbalkannya untuk melepaskan diri dari jeratan seorang pria posesif yang sangat berbahaya.

Ketika semua jalan keluar telah tertutup, akankah Cinta berhasil meloloskan diri, atau justru terbakar oleh api permainan yang dia nyalakan sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 29: Perang Pikiran di Kursi Belakang

BERMAIN API DENGAN CINTA

Bab 29: Perang Pikiran di Kursi Belakang

Keheningan di dalam kabin Rolls-Royce hitam itu terasa begitu tebal, pekat, dan menekan, hingga Cinta bisa mendengar detak jantungnya sendiri yang berpacu liar bagai genderang perang. Kedua tangan kekar Maxim yang mengunci rapat di sisi kiri dan kanan kepalanya terasa seperti jeruji besi tak terlihat, menjepit tubuhnya di antara sandaran kursi kulit mewah dan tidak menyisakan ruang barang satu sentimeter pun bagi Cinta untuk melarikan diri.

Aroma parfum maskulin kayu cendana milik Maxim yang hangat kini bercampur baur dengan aroma manis dari anggur merah yang membasahi kemeja sutra putih gading milik Cinta yang robek di bagian bahu. Kombinasi aroma itu menciptakan atmosfer yang teramat intim, namun sekaligus memancarkan bahaya yang nyata.

"Janji penting dengan seseorang malam ini, hm?"

Suara bariton Maxim berbisik tepat di depan wajah Cinta. Getaran suaranya begitu rendah, serak, dan sarat akan emosi pekat yang tertahan. Sepasang manik mata hitam sang CEO berkilat tajam di bawah temaram lampu kabin mobil, menatap lurus ke dalam netra jeli milik Cinta seolah-olah dia sedang menelanjangi setiap lembar skenario busuk yang tersimpan di dalam otak cerdas sekretarisnya.

"Kebohonganmu hampir saja membuatmu celaka, Sekretaris Cinta," lanjut Maxim lagi, mempersempit jarak hingga ujung hidung mereka hampir bersentuhan. "Sekarang, katakan padaku dengan jujur... bagaimana caramu menebus kesalahan karena telah membuatku hampir gila sepanjang malam ini?"

Jantung Cinta seketika mencelos ke dasar perut. Seluruh pasokan oksigen di paru-parunya rasanya menguap habis. Paranoia di dalam kepalanya mulai bekerja di luar kendali, memicu rasa panik yang teramat sangat hingga seluruh persendiannya membeku kaku.

Dia tahu. Pria gila kendali ini pasti sudah mendengar semuanya, batin Cinta berteriak histeris di dalam hatinya.

Otak Cinta berputar dengan kecepatan penuh. Pikiran buruknya langsung mengarah pada makian melengking wanita di kafe lounge tadi. Wanita itu berteriak di depan umum bahwa Cinta adalah seorang penipu, wanita murahan, dan mantan pacar bayaran yang suka merusak hubungan orang demi uang. Jika Maxim yang memiliki jaringan intelijen luar biasa itu sempat mendengar atau menyelidiki ucapan tersebut, maka tamat sudah riwayatnya. Kedoknya sebagai sekretaris polos akan hancur lebur, dan misi delapan miliar rupiah yang dijanjikan oleh Nyonya Valen akan menguap begitu saja ke udara.

Namun, Cinta adalah seorang aktris watak yang luar biasa terlatih. Di tengah kepanikan mental yang hampir meruntuhkan pertahanannya, dia memaksakan diri untuk menarik napas dalam-dalam. Dia tidak boleh langsung membela diri soal tuduhan "pacar bayaran". Jika dia membahas hal itu secara blak-blakan, dia justru akan menggali kuburannya sendiri apabila ternyata Maxim belum mengetahui fakta tersebut. Dia harus bermain cantik dengan memanfaatkan kartu kebohongan yang dia buat di ruangan CEO pukul lima sore tadi.

Cinta memposisikan jemari lentiknya di atas dada bidang Maxim yang keras, berpura-pura menyentuhnya dengan gemetar lembut demi memancing insting protektif sang pria. Dia mendongak, menantang langsung sepasang mata hitam Maxim dengan binar mata yang sengaja dibuat sayu, tak berdaya, dan penuh kilat bersalah.

"T-Tuan Maxim... Anda membuat saya takut," bisik Cinta dengan nada suara yang sengaja diturunkan satu oktav, terdengar begitu manja namun rapuh. "Mengenai kebohonganku... saya terpaksa mengarang cerita tentang janji penting itu karena saya kesal pada Anda. Anda terus-menerus menceramahi saya tentang profesionalisme di pantri siang tadi, padahal Anda sendiri yang memeluk saya di koridor kemarin. Saya hanya ingin mencari ketenangan sendirian di kafe itu. Saya tidak tahu kalau... kalau masa lalu saya akan mengejar saya sampai ke sana."

Cinta sengaja menggunakan frasa "masa lalu saya" secara samar, membiarkan Maxim mengiranya sebagai urusan pribadi biasa, sekaligus mengakui kebohongannya soal janji palsu demi mengalihkan fokus sang CEO. Cinta tersenyum penuh kemenangan yang tersembunyi di dalam hatinya. Pria posesif seperti Maxim pasti akan melunak jika melihat wanitanya ketakutan dan mengaku kalah, pikir Cinta percaya diri.

Di balik wajah tampannya yang sekaku pualam, Maxim diam-diam mengamati setiap kedutan kecil di sudut mata dan perubahan ritme napas Cinta. Sebuah seringai iblis yang sangat tipis dan tak kasat mata terukir di lubuk hati terdalam sang penguasa bisnis.

Masih mau bersandiwara di hadapanku, Nona Umpan? batin Maxim mengejek penuh kemenangan yang mutlak.

Maxim tahu segalanya. Dia tidak hanya tahu bahwa "janji penting" Cinta pukul lima sore tadi adalah kebohongan fiktif demi menghancurkan harga dirinya yang menggantung frustrasi di kursi CEO. Lewat laporan rahasia dan foto-foto siaran langsung dari pengawal pribadinya, Maxim bahkan sudah tahu sejak hari pertama bahwa Cinta adalah pion manipulatif yang dikirim oleh Valen—istri sahnya di atas kertas—untuk menjebaknya ke dalam skandal perselingkuhan demi menguras harta gono-gini Kencana Property Group.

Lebih dari itu, Maxim juga ingat betul wajah cantik yang menolak jaket penolongnya di toilet SMA delapan tahun lalu. Maxim tahu Cinta sedang ketakutan setengah mati ketahuan sebagai penipu. Dan melihat singa betina yang biasanya jemawa kini gemetar mencoba memanipulasinya di dalam kungkungan tangannya, memberikan kepuasan erotis tersendiri bagi ego Maxim yang dulu pernah diabaikan.

Namun, saat melihat wajah Cinta dari jarak dekat di bawah temaram lampu kabin, pandangan Maxim mendadak terkunci pada sudut bibir merah Cinta. Goresan luka akibat tamparan Valen siang tadi—yang sempat sedikit mengering—kini kembali robek dan mengeluarkan setetes darah segar akibat benturan fisik saat Cinta dikepung di kafe tadi.

Melihat darah itu, akal sehat Maxim benar-benar terbakar habis oleh amarah posesif yang ekstrem. Tanpa aba-aba, Maxim memajukan tubuhnya. Ibu jari tangannya yang kasar bergerak menyeka tetesan darah di ujung bibir Cinta dengan penekanan yang tegas namun sarat gairah.

Sebelum Cinta sempat memproses tindakan itu, Maxim mendadak menarik tengkuk Cinta, mendekatkan wajahnya secepat kilat, dan langsung melumat habis bibir merah sekretarisnya itu penuh tuntutan.

Cinta terbelalak kaget di dalam kungkungan Maxim. Ciuman itu sama sekali bukan ciuman lembut seorang atasan, melainkan sebuah ciuman yang dipenuhi dominasi mutlak, tuntutan lapar, dan luapan amarah yang pekat. Maxim menciumnya seolah ingin menegaskan kepemilikan, menghisap ranum bibir Cinta hingga wanita itu kehabisan napas dan terpaksa mencengkeram erat kemeja kerja Maxim untuk bertahan.

Namun, di tengah ciuman yang memabukkan itu, sebuah desiran panas yang dahsyat seketika menyengat saraf tubuh Cinta. Jantungnya berdentum kencang, mengirimkan sebuah sensasi familier yang teramat sangat kuat hingga membuat kepalanya pening. Ritme lumatan ini, kehangatan tubuh yang mengungkungnya, dan cara pria ini mencengkeram tengkuknya... semuanya terasa sangat identik dengan seseorang.

Ethan.

Pikiran itu melesat bak petir di malam hari, membuat mata Cinta mendadak terbuka lebar di sela ciuman mereka. Keintiman yang dia rasakan dari tubuh Maxim malam ini terasa persis seperti keintiman yang dia rasakan dari tubuh pria bertopeng yang dia panggil ke kamar suite nomor 402 beberapa malam lalu.

Sebelum Cinta sempat menganalisis kejanggalan yang mengerikan itu lebih jauh, Maxim perlahan melepaskan tautan bibir mereka. Napas pria itu memburu hangat di atas wajah Cinta yang kini memerah dengan bibir yang sedikit bengkak. Sifat gila kendali Maxim telah benar-benar mengaburkan batas logika sehatnya malam ini. Amarah karena melihat Cinta diserang membuat instingnya hanya terfokus untuk mengamankan wanita itu ke tempat paling privat dan terisolasi yang dia miliki.

Sambil mengontrol gejolak di dadanya, Maxim menjauhkan tubuh tegapnya, lalu mengetuk kaca pembatas hitam tebal di depannya untuk memberi perintah kepada sopir pribadinya dengan nada mutlak.

"Ke Hotel Grand Kencana. Kamar VVIP lantai teratas," perintah Maxim dingin dan tajam.

"Baik, Tuan," sahut sang sopir, langsung memutar kemudi membelah jalanan ibu kota.

Mendengar nama hotel dan nomor kamar yang disebutkan oleh Maxim, seluruh darah di tubuh Cinta rasanya membeku seketika. Kepanikan baru yang jauh lebih besar dan mengerikan dari masalah makian di kafe kini menghantam kesadarannya hingga hancur lebur.

Hotel Grand Kencana? Kamar VVIP lantai teratas?

Otak Cinta menjerit histeris. Itu adalah hotel mewah dan kamar rahasia yang sama yang biasa dia datangi bersama Ethan—pria misterius bertopeng satin hitam yang dia kira sebagai gigolo sewaan kelas atas. Kamar tempat dia memegang tali kendali, tempat dia bertindak sebagai ratu, dan tempat dia meninggalkan uang kompensasi dua juta rupiah di atas meja nakas karena mengira wajah tampan Ethan bisa dibeli dengan materi.

Bagaimana bisa Tuan Maxim tahu tentang tempat itu? Bagaimana bisa Maxim memesan kamar rahasia yang sama persis dengan tempat Ethan selalu membawanya? Apakah Maxim menguntit Ethan? Atau maxim mengenal ethan ...memikirkannya saja membuat cinta seperti mau gila .

Cinta menatap wajah tegas Maxim dari samping dengan pandangan ngeri dan penuh selubung kecurigaan yang tidak bisa lagi dia sembunyikan. Pola kebetulan ini terlalu sempurna untuk disebut sebagai ketidaksengajaan. Ciuman di bibirnya tadi, postur tubuh yang kokoh, aroma intimidasi yang sama, dan sekarang... kamar hotel yang sama. Sebuah spekulasi yang teramat gila dan mustahil mulai merayap di benak Cinta, membuat bulu kuduknya meremang hebat.

Cinta sama sekali tidak tahu, bahwa malam ini, di tengah amarah iblis posesifnya yang meledak akibat insiden di kafe, Maxim baru saja melakukan satu kesalahan fatal yang tidak dia sengaja. Karena terlalu fokus untuk mengurung dan menyembunyikan Cinta dari gangguan dunia luar, Maxim sepenuhnya lupa bahwa hari ini dia datang dan bertindak sebagai Tuan Maxim sang CEO Kencana Property Group.

Sifat obsesifnya membuat dia lupa bahwa malam ini dia sedang tidak mengenakan topeng hitam satin ikonik miliknya—topeng yang selalu dia gunakan untuk menyembunyikan identitas aslinya setiap kali dia beralih peran menjadi "Ethan" di bawah lembayung malam bersama wanita itu. Ego dan amarah sang penguasa telah mengabaikan protokol penyamaran yang sudah dia bangun dengan rapi sejak awal.

Mobil Rolls-Royce hitam itu melaju membelah malam dengan kecepatan penuh di bawah guyuran hujan, membawa dua orang yang kini saling mengunci dalam perang pikiran paling berbahaya, menuju ke arah hotel tempat rahasia terbesar mereka berdua siap untuk meledak tanpa sisa.

1
Lea
bagus GK ngebosenin ceritanya
Lea
lanjut
Lea
bagus..lanjut
Meysha Talitha Putri
bagus
Park ha: makasih 😍🙏🙏
total 1 replies
Fauzianurul 08
cepat² up yaaa
Park ha: 🤭🤭 aku usahain 2 bab sehari kak... gimnaa pendapat ceritanya? kalau berkenan kasih pendapat...
total 1 replies
the virtuso
izin mampir
Park ha: makasih udah mampir🙏🙏😍
total 1 replies
Abid Din
kak CPT update
Park ha: ok siap...tbw jangan lupa like kasih ulasan kritik saran... makasih😍🙏
total 1 replies
falea sezi
q kirim hadiah lanjut banyak thor
falea sezi
lanjutt
Park ha
moga suka wkkwkwk
falea sezi
nyimakk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!