NovelToon NovelToon
Penakluk CEO Plus-Plus

Penakluk CEO Plus-Plus

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi Urban-Harem
Popularitas:302.5k
Nilai: 5
Nama Author: Pratiwi Devyara

Marvin Nicholas Sievert, seorang CEO tampan berusia 36 tahun. Merupakan CEO berotak plus-plus yang sering berpetualang dengan banyak wanita.

Kantornya Sievert.co menerapkan persyaratan untuk bekerja disana, jika perempuan haruslah good looking serta berpenampilan menggoda.

Hal tersebut tentu saja karena Marvin suka pada seorang karyawati plus-plus. Semua itu adalah sumber kesenangan baginya.

Namun semuanya berubah ketika seorang pawang buaya masuk ke kehidupan Marvin. Pawang tersebut membuat Marvin bertekuk lutut dan terpaksa harus melawan hasratnya kepada perempuan lain demi kebaikan.

Mampukah Marvin bertahan diantara berjuta godaan?. Ikuti saja kisah menarik ini.

INSTAGRAM AUTHOR @p_devyara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pratiwi Devyara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sudah Di Mulai

Pagi itu Dinda datang duluan. Ia tengah merapikan rambutnya yang sedikit kusut, dengan menggunakan sebuah catokan.

Ia membeli dan membawa catokan rambut tersebut ke kantor. Sebab kantor ini ternyata selain tidak boleh berbau mulut, juga tidak boleh terlihat berantakan.

Ia kemarin sempat di tegur bu Tasya lantaran sebagian rambutnya terlihat kacau, akibat terpaan angin kencang di depan lobi. Dan hari ini semua kembali terulang. Lagi-lagi ketika tiba di lobi, ia diterpa angin kencang.

Ia mencatok rambutnya dengan cepat. Kemudian membuang beberapa helai yang rontok ke tong sampah, lalu menyelesaikan semuanya. Ia menyimpan kembali catokan itu setelah dingin ke dalam laci meja.

Dinda menunggu kedatangan Marvin. Sebab ia akan membawakan tas bos sekaligus laki-laki incarannya itu ke dalam ruangan. Kemudian membantunya menyiapkan segala sesuatu yang berhubung dengan pekerjaan.

"Tap, tap, tap."

Marvin melangkah masuk pada beberapa saat kemudian. Dinda bersiap dan melangkah, namun tiba-tiba dirinya menjadi agak oleng. Lantaran heels yang ia kenakan gagal berdiri tegak.

Akibatnya ia nyaris terjatuh, dan buru-buru meluruskan tubuh serta memasang senyuman. Namun, Kinan mencuri start dan melangkah duluan ke arah Marvin.

Perempuan hamil itu langsung meraih tas laptop sang selingkuhan, kemudian berjalan disisinya. Ia tersenyum penuh kemenangan atas Dinda, sementara Dinda kini terasa panas hatinya.

"Sssttt."

Ira menyikut Miranti dan memberi kode pada temannya itu, untuk melihat ke arah Dinda. Miranti pun menoleh, beberapa pekerja lainnya juga menilik ke arah yang sama.

Mereka melihat betapa tatapan mata Kinan dan juga mata Dinda penuh dengan persaingan yang ketat.

"Anjay, udah mulai berani si kecoa bunting." tukas Miranti pada Ira.

"Udah mulai ketar-ketir sama si sekretaris, makanya begitu." Miranti menimpali.

Kinan tampak masuk ke ruangan Marvin dan merapikan, serta menyiapkan segala keperluan pria itu. Tak lama setelahnya ia pun keluar dan melintas disisi Dinda, dengan kepala tegak serta wajah yang sombong.

Dinda kesal pada dirinya sendiri karena merasa kecolongan. Kinan kembali ke meja kerjanya, sementara karyawan lain saling lirik dan memberi kode.

***

Siang hari di kantin.

Marvin tampak tengah duduk di sebuah meja sambil makan. Dinda dan Kinan yang juga sama-sama tengah mengantri makanan ditempat yang berbeda tersebut, tampak mengambil ancang-ancang.

Mereka berniat untuk duduk di depan Marvin, dengan meminta izin terlebih dahulu pada pria itu tentunya. Jika sudah di depan mata, mustahil Marvin menolak. Kecuali ia ingin dianggap sebagai CEO yang sombong.

Apalagi Kinan merasa dirinya adalah cinta mati dari Marvin. Meski kemarin Dinda sempat mematahkan pikirannya mengenai hal tersebut.

Sementara Dinda sendiri merasa hubungannya dengan Marvin istimewa. Sebab Marvin memperlakukan dirinya dengan baik, serta memanggilnya dengan sebutan sayang, apabila mereka tengah berduaan.

Mereka berdua sama-sama bergerak ke arah pria itu. Dengan penuh percaya diri Dinda melangkah cepat, karena ia tak harus menjaga perut seperti Kinan.

Ia nyaris sampai ke meja Marvin. Sampai seorang petinggi kantor sekaligus orang kepercayaan Marvin yakni Keanu, datang ke meja CEO tersebut.

"Bro."

Keanu duduk dihadapan Marvin.

"Hei, Bro." jawab Marvin lalu meminum air mineral yang ada di hadapannya.

Dinda yang nyaris tiba itu kini jadi pusat perhatian, ia malu sekali rasanya. Sebab Kinan membuat sebuah tawa cibiran yang membuat seisi kantin mengerti, jika Dinda tadi hendak mendekat pada Marvin.

Kinan sendiri cuci tangan dengan berpura-pura menuju ke bangku lain. Padahal tadi ia juga ingin berebut ke dekat sang selingkuhan.

"Kita yang udah karyawan lama aja nggak berani nyamperin bos, eh dia pede banget."

Sebuah suara bisik-bisik terdengar di telinga Dinda. Sementara Marvin sama sekali tak menyadari hal tersebut, sebab ia kini terlibat obrolan serius dengan Keanu.

Dinda beralih ke meja lain, dan makan disana sambil menahan rasa malu yang teramat sangat.

***

"Ya elah dimanfaatin banget kebuntingannya. Yakin tuh anak bos?" tanya Zara yang akhirnya bergabung di beberapa menit kemudian.

Ia masih ada event dan kembali menemani Dinda makan siang. Setelah tadi Dinda dipermalukan oleh Kinan.

"Kata lo dia punya suami kan?" tanya Zara lagi sambil melirik ke arah Kinan.

"Iya dan bisa aja itu anak lakinya?" ujar Dinda pada Zara.

Ia belum mengetahui perkara yang sebenarnya, sebab tak ada teman

bergosip di kantor tersebut.

"Pokoknya lo jangan mau kalah, Din. Masa iya, kita yang biasa jadi sugar baby kalah sama kecoa kantor berbadan kerempeng dan perut buncit kayak dia." ujar Zara lagi.

Dinda terbatuk-batuk demi menahan tawa, karena mendengar hal tersebut.

"Iya, menang hamil doang anjir." tukas Dinda lagi.

"Cakepnya standar lagi." lanjut perempuan itu kemudian.

"Eh, by the way lo sama Igor gimana?" tanya Dinda pada Zara.

"Lanjut." jawab Zara sambil tersenyum.

"Ntar malem kita mau ketemuan lagi." tambah perempuan itu.

Dinda tersenyum.

"Good." ujarnya.

"Ternyata Igor pengusaha batu bara." ujar Zara.

"Oh ya?"

"Iya, makanya gue makin mau."

"Bagus dong." ucap Dinda.

"Pepet terus, jangan kasih celah cewek lain buat mendekat." lanjutnya lagi.

"Beres pokoknya. Makanya gue bilang tadi, kita jangan sampai kalah saing sama cewek lain." tukas Zara.

"Sip, tenang aja." ujar Dinda.

Mereka kemudian melanjutkan makan, sebelum jam istirahat berakhir.

***

Sore hari, saat jam kantor bubar. Entah mengapa Kinan yang biasanya pulang sendiri, kini berjalan dekat-dekat dengan Marvin.

Dinda melihat hal tersebut. Sepertinya Kinan tengah berusaha mengawasi Marvin, dan seolah ingin menegaskan hubungan yang ada diantara mereka.

Marvin sendiri tak begitu menyadari, sebab ia juga berjalan diantara karyawan yang lain. Kinan melirik ke arah Dinda, Dinda memperlambat langkah untuk menghindari emosi jiwa.

"Buuuk."

Seseorang yang terburu-buru menabrak bahunya.

"Braaak."

Handphone Dinda terjatuh dan,

"Yah, layarnya retak."

Dinda mengeluh seakan hendak menangis. Ia melihat ke arah si penabraknya tadi, namun pemuda itu sudah jauh.

Tak lama mobil jemputan tiba di depan muka. Marvin ada sempat menatap kejadian tersebut, sebelum akhirnya Dinda masuk ke dalam mobil.

"Duh pake acara retak segala lagi nih LCD."

Dinda menggerutu ketika mobil telah jauh merayap.

"Kenapa bu?" Supir bertanya padanya.

"Ini pak, handphone saya retak layarnya gara-gara tadi jatuh. Saya lagi pegang hp, ditabrak sama orang dari belakang." jawab Dinda.

"Mau saya temani untuk ganti LCD nya bu?" tanya supir itu lagi.

"Nggak usah pak, jauh soalnya. Mana macet juga kan."

"Iya sih, tapi nggak apa-apa kalau ibu mau di antar kesana."

"Saya pesan online aja nanti pak. Terus ntar minta tolong pasang sama counter handphone yang ada di bawah apartemen." ujar Dinda.

"Nanti ibu pesannya lewat apa?. Kan itu handphonenya rusak." tanya si supir.

"Lewat web bisa pak, dari laptop." jawab Dinda lagi.

"Oh ya udah kalau gitu." tukas si supir.

Mobil tersebut terus berjalan, dan mengantar Dinda hingga tiba di muka apartemen yang ia tempati.

***

1
Fia11
kapan kak update nya/Smile//Smile//Kiss//Kiss/
Fia11
ditunggu update nya 😄😄😄kak
Maple🍁
Kak Dev kpan dlnjutinx 😭😭😭
Maple🍁
Udah mngapung kudara nihh msa llux Marvin
Maple🍁
Smoga anakx Kinan prempuan trus ikut klakuan ibux kng selingkuh🤭😂
Maple🍁
Sihh Marvin bsuk anak orang lain🤭😂 karya Kak Dev lain dr pd yg lain... untuk pp Ferdi ama pp Arka nggak kya sihh Bang Marvin klakuanx😁😊
Maple🍁
Sma² pmain hndal ternyata aqq kra cwex polos ehh tau²x udh senior🤭😁
Bunda silvia
Sudah 2 bln ko belum up lagi thor
lindsey
supaya modis dan tampil elegance nih si dinda. karena bakalan terus jln berdua marvin 😍😍😍😍😍
Enyda Fitri
ditunggu updatenya ♥️♥️♥️
Enyda Fitri
jeng jeng jeng 🙄
Enyda Fitri
astaga holang kaya beres" sendiri
Enyda Fitri
nah kaya sebelah wkwkwk 🤣🤣🤣
Enyda Fitri
pengen getok palanya marvin
Enyda Fitri
haduh emangnya kalo udah bucin jadinya bego'
Enyda Fitri
wkwkwk tol*l kemakan rayuan cintah 🤣🤣🤣
Enyda Fitri
lumayan buat halu
Enyda Fitri
Bambang dimana mana💃💃
Imas Maesarotulkhoiriah
knp ceritanya gantung kak gk ada kelanjutan nya aku setia menunggu kaka
semangat up nya kak
ini mah harus banyak up nya udah lama gak up kaaka
Ika NurNur
ceritanya aku suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!