NovelToon NovelToon
(Kanaya) Dipaksa Menikahi Calon Suami Kakaku

(Kanaya) Dipaksa Menikahi Calon Suami Kakaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:11.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nadia

Setelah menerima donor mata dari kakak nya, Kanaya terpaksa harus menikah dengan laki-laki yang seharusnya menjadi kakak ipar nya sendiri, karena sang kakak meningal akibat kecelakaan yang di sebabkan oleh nya.

Kanaya adalah seorang gadis buta yang berusia dua puluh dua tahun, sejak kecil dia hanya tinggal dengan ibu dan kakak nya, "Aurel" sementara ayah nya sudah meninggal sejak Kanaya masih kecil.

Aurel yang seminggu lagi hendak melangsungkan pernikahan malah meningal karena menyelamatkan Kanaya adik nya yang hampir tertabrak mobil saat hendak menyebrang jalan.

Samuel yang kecewa terpaksa menikahi Kanaya atas permintaan terakhir Aurel, meskipun dia cukup membenci Kanaya karena Kanaya adalah penyebab meningal nya Aurel.

Bagaimana kisah Kanaya dan Samuel yang menikah karena unsur keterpaksaan? Bagaimana perlakuan Samuel kepada Kanaya wanita yang sangat dia benci ini? Ayo baca kisah mereka di sini bersama author Nadia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34

Sementara itu di sisi lain

"Semuanya sudah aku bereskan, dan sepertinya tidak ada yang tertinggal," ucap Naya yang sudah selesai merapikan semua barang-barangnya dan juga Samuel.

Samuel melirik sekeliling kamar itu, yang terlihat sudah sangat rapi, begitu cepat sang istri merapikannya, hanya dalam waktu tiga puluh menit selama dia mandi.

"Baju ku?" tanyanya sambil menatap Naya.

Naya tersenyum tipis dan berjalan menuju kasur, ia mengambil satu setelan lengkap yang sudah dia siapkan untuk Samuel tadi dan kemudian menyerahkannya kepada Samuel.

"Ini," ucapnya sambil tersenyum manis.

"Mengapa kau terus tersenyum?" Samuel yang bingung akan sikap istri nya itu mengernyitkan dahinya.

"Tidak ada, pakai saja bajunya, aku akan mandi juga," ucap Naya yang kemudian mengambil handuk dan baju ganti, lalu berjalan cepat masuk ke dalam kamar mandi.

Sementara Samuel yang melihat istri nya tersipu malu pun hanya bisa tersenyum dalam diam.

"Aaaaa, mengapa dia tidak menyadarinya? Dia keluar kamar mandi dengan rambut basah dan handuk yang membalut pinggang, menampilkan perut kekar yang membuat Naya gemetar menahan rasa salah tingkahnya untuk tetap tidak menatap tubuh suaminya itu.

"Naya bodoh, dia itu galak, jahat dan menyebalkan, jangan berharap lebih, dia itu membencimu... Astaga bodohnya aku ini," ucap Naya sambil menepuk-nepuk pelan kepalanya.

Ia pun kemudian masuk ke dalam bak mandi dan mulai merawat dirinya, namun bayang-bayang Samuel masih terus membayangi pikirannya.

Setelah selesai mandi, Naya pun seperti biasa memakai pakaiannya di dalam kamar mandi sebelum keluar.

"Masih belum selesai?" ucap Naya kaget ketika melihat Samuel yang baru saja akan memasang kemeja.

"Kancingnya menyebalkan, rasanya ingin aku copot saja!" ucap Samuel emosi sendiri karena kesulitan mengancingkan kemeja.

"Astaga, dengan baju saja bertengkar... Mengancingkan baju sambil emosi? Aku tak habis pikir tuan, sini biar aku bantu," ucap Naya merasa tak habis pikir dengan suaminya itu, bisa-bisanya berkelahi dengan kancing kemeja.

"Terserah saja," ucap Samuel yang wajahnya sudah memerah karena menahan amarah.

"Jangan melakukan pekerjaan dengan emosi, berusahalah mengendalikannya. Segala sesuatu yang dikerjakan dengan perasaan tenang akan berjalan lancar," ucap Naya dengan tenang, lalu menghampiri Samuel dan mulai mengancingkan kemeja yang dipakai suaminya itu.

Mendengar itu, Samuel seketika menjadi lebih tenang karena nasihat sang istri berhasil menembus hati kecilnya.

Dia pun menatap Naya lekat-lekat, melihat jemari lentik dan mungil Naya yang dengan teliti memasang kancing demi kancing di bajunya.

"Sudah selesai. Begini sudah rapi, kancing paling atas tidak perlu dipasang," jelas Naya sambil merapikan kerah kemeja Samuel.

Sementara Samuel masih terpaku menatapnya, bahkan tak berkedip sedikit pun. Naya yang menyadarinya mengerutkan kening, merasa bingung menerima tatapan yang belum pernah dia dapatkan sebelumnya.

"Tuan, aku sudah selesai," ucap Naya lagi. Kali ini ia melambaikan tangan perlahan di depan wajah Samuel.

Samuel pun tersadar dari lamunannya, lalu melirik kancing kemeja yang sudah terpasang rapi.

"Te-terima kasih." Kata-kata yang tak pernah keluar dari bibir Samuel sebelumnya kini terucap untuk Naya.

Naya sontak terkejut, tak percaya laki-laki yang berdiri di hadapannya—orang yang dulu begitu membencinya—bisa mengucapkan kata terima kasih. Hal ini membuat Naya semakin yakin bahwa kesabarannya tak akan sia-sia.

"Mengapa kau menatapku?" tanya Samuel bingung melihat Naya yang diam mematung.

"Ah, i-iya sama-sama," jawab Naya singkat.

Saat hendak berbalik menjauh, tangannya ditahan oleh Samuel.

"Ada apa?" tanya Naya kembali menghadap sang suami.

"Bisa kah kau bantu memasang jam tangan?" tanya Samuel dengan nada hati-hati.

Sekali lagi Naya merasa salah tingkah saat menyadari tangan Samuel masih menggenggam erat pergelangan tangannya.

"Kalau kau tidak mau, tidak apa-apa, aku tidak akan memaksa," Samuel melepaskan genggamannya, khawatir Naya enggan membantunya.

Naya tersenyum tipis, mengambil jam tangan yang tergeletak di nakas, lalu meraih tangan Samuel untuk memasangkannya.

Untuk kesekian kalinya, Samuel menatap Naya dengan sorot mata yang sulit diartikan.

Tak lama kemudian, Samuel, Azka, dan Naya sudah keluar dari hotel menuju bandara. Pesawat yang akan mereka tumpangi akan berangkat tiga puluh menit lagi.

"Aku harap bisa duduk bersebelahan dengan Naya. Aku tidak akan membiarkan Azka mengambil kesempatan lagi," batin Samuel.

Sesampainya di dalam pesawat, Samuel kembali kecewa saat melihat Naya duduk berdampingan dengan Azka. Entah ini kehendak Azka atau bukan, namun dialah yang mengatur pemesanan tiket mereka.

"Azka, bolehkah aku bertukar tempat duduk?" tanya Naya kepada Azka.

Azka tertegun, tak menyangka Naya justru meminta bertukar tempat padahal biasanya ia lebih sering duduk bersamanya.

"Apa aku tidak salah dengar?" tanya Azka memastikan.

"Tidak, aku kasihan padanya. Dia pasti merasa canggung duduk bersama orang asing," jawab Naya.

"Baiklah, aku akan sampaikan pada tuan muda," ucap Azka sambil memberi kode pada Samuel untuk berganti tempat sebelum pesawat lepas landas.

Melihat kode itu, Samuel merasa sangat lega karena akhirnya Azka paham akan perasaannya.

"Akhirnya..." Samuel segera bangkit dan duduk di sebelah Naya, sementara Azka pindah ke tempat duduk yang kosong.

"Kau yang meminta bertukar tempat?" tanya Samuel memastikan.

Naya mengangguk pelan sambil tersenyum tipis.

"Bukankah kau terlihat nyaman dengan Azka kemarin? Bahkan kau sempat tertidur di bahunya... Kalian terlihat persis seperti suami istri yang sedang berlibur," ucap Samuel panjang lebar dengan nada cemburu yang tak bisa ia sembunyikan.

"Apa? Aku? Tidur di bahu Azka?" Naya terkejut, tak menyangka Samuel memperhatikannya sedemikian rupa.

"Iya, aku melihatnya. Bahkan kakek di sebelahku menyangka kalian adalah pasangan pengantin baru yang mesra. Kau tahu betapa tidak nyamannya hatiku mendengar itu? Saat aku bilang kau adalah istriku, dia tak percaya... Seandainya dia bukan orang tua, mungkin sudah kuajak berantem," ceritakan Samuel jujur tanpa ragu.

Naya menyimak ceritanya sambil menatap wajah dan bibir suaminya, tersenyum gemas melihat Samuel yang begitu terbuka.

"Sudah selesai bercerita?" tanya Naya sambil perlahan menyentuh pipi Samuel agar ia lebih tenang.

"Eh... Eh..." Samuel terpaku dan gugup merasakan sentuhan lembut tangan Naya.

"Ah, maaf..." Naya segera menarik tangannya kembali.

Keduanya terdiam, sama-sama merasakan getaran yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.

"Lihatlah pemuda itu... Dia berani duduk bersama istri orang, sepertinya dia mencoba merayu wanita cantik itu," ucap seorang pria tua yang duduk di sebelah Azka.

Azka menoleh terkejut saat mengenali siapa orang tua itu.

"Astaga Kakek... Mengapa Kakek selalu ada di mana-mana? Kemarin duduk bersama tuan muda Samuel, sekarang duduk bersamaku... Dunia ini sungguh sempit," keluh Azka sambil menggelengkan kepala.

"Lho, kenapa? Ini kan pesawat umum, bukan milikmu. Aku kebetulan pulang ke kotaku juga, atau ke kota kita bersama asistenku. Liburanku sudah selesai," jawab kakek itu santai.

Azka hanya bisa menggelengkan kepala bingung sambil menggaruk kepalanya yang tak terasa gatal.

Melihat Azka diam, kakek itu kembali bertanya, "Kau kan suaminya wanita cantik itu? Dia sangat baik, kemarin dia menolongku di hotel. Mengapa kau membiarkannya duduk bersama pemuda yang galak dan kasar itu?"

Sementara itu, di kursi depan, seorang pria memberi kode tulisan kepada Samuel bahwa kakek itu agak pelupa, memohon dimaklumi karena usianya sudah lanjut, dan mengisyaratkan bahwa dialah asisten pribadi kakek tersebut.

Azka pun akhirnya mengerti maksud asisten itu dan mencoba menjelaskan dengan sabar, "Kakek, izinkan aku jelaskan... Dia adalah tuan muda Samuel, atasan saya. Dan wanita di sebelahnya adalah istrinya, Nona Naya. Dia adalah istri sah tuan muda Samuel, bukan istri saya Kek."

Mendengar penjelasan itu, kakek itu terbelalak. Sebenarnya ia sangat menyukai Samuel karena wajah pemuda itu mengingatkannya pada cucunya yang telah tiada, itulah sebabnya ia sering menguji Samuel.

Bersambung ....

1
Kar Genjreng
wahhh jumbo ya milik .Muel 🤣 tenang' Sayang barangnya elastis jadi bisa lebar bisa menciut lagi tetapi tidak seperti semula,,,nah milik muel biasa saja. bisa mengecil dan membesar,,, apalah mak Mak Traveloka 🤣🤣
Kar Genjreng
setelah perdebatan panjang dan penghinaan ,,,ahirnya sampai di titik di mana padangan pada umumnya bercocok benih Muel semoga lekas tumbuh benih loe ya Muel dan itu pembokatnya di ganti. bikin mual ganti yang niat kerja bukan niat menggoda,,,suer ilfill sama nilam ganti ga suka rumah tangga baru akan di mulai setelah penantian panjang jangan ada nenek lampir dan calon ular bulu ke gatalan,,👍🌹🌹
Kar Genjreng
datanglah tangan raksasa' siap menolong sang kekasih sekaligus bini,,,duhh rona Ra duwe isin,,,ga punya malu bilang numpang hanya dua hari ko jadi selama itu mak.lampir ,,,gemas ya kepingin tak piting tangan nya biar bengkok jadi strouk,,,kapok kan,,,hallo Kak Nad happy weekend sehat selalu,,👍🙏🙏
Kar Genjreng
mudeng loe muel ngambek segala emang dengan ngambek loe menyedekahkan. masah tentulah tidak,,,, haduhhh ga belajar dari pengalaman,,,tu sekarang di rumah di kirim calon ular bulu yang sedang ke gatalan ingin menggoda loe,,,ambilah sikap bijaksana jangan berucap ngawur dan satu lagi ada rona merona ibu peri yang sangat bijak,,,sebijak penghianat dan nenek lampir ,, sekarang waktunya tunjukan keseriusan loe terhadap Naya,,, OK
Kar Genjreng
kenapa harus Nilam yang di kirim padahal masih ada yang lebih dewasa dan tidak menggoda Samuel,,, bukan kah menambah beban Naya kan harus extra mengawasi gerak geriknya,,,belum takut nya memberikan obat perangsang. pada muel ,,,ahhh serah loe lah
Kar Genjreng
aduh mimpi Nilam ketinggian ,,,mau kaya dan menjadi istri orang kaya emang mudah,,,, dengerin ya wanita yang berpendidikan tinggi cantik berkelas,,,golong ekonomi relatif tetapi cerdas berpendidikan dan cantik saja terkadang punya suami tajir melintir di tengah jalan banyak yang di tinggal selingkuh,,,jadi bini bule sana wajah dan pendidikan pas Pasan orang bule mah cuek,,, Indonesia isinya drama,,,mimpi yang fajar saja,,
Kar Genjreng
jangan Nilam Kelian nya yang sudah hampir setengah saja,,, karena masih muda suka suka kadang
Valen Angelina
nilam gali kuburan sndiri🤣🤣🤣.. wkwkkwk
Kar Genjreng
Samuel. sudah sangat mencintai Naya karena kajahatan rona lah Samuel jadi paham mana yang baik dan mana yang tidak niat baik,,,semoga saja samuel sadar tidak cuma dirinya yang mencintai nya tetapi ada Ray yang juga mencintai nya ❤️lope sekebon bunga' buat Sang penulis yang masih aktif kalau Author lain sudah mundur merasa raedernya sedikit katanya retensi rendah bilang gtu jadi kadang ga lanjut sedih kan sebagai banca kadang selamat buat Kak Nad sehat selalu salam manis tanpa gula tambahan🤣👍
Kar Genjreng
alasan nya sedih karena kenatipu sama rona rene lah muel malah sedang Bucin haha nasib Ray bukan jodoh Naya cari saja yang lain tu gita. saja 🤣
Kar Genjreng
coba tadi Kamu ga teriak panggil Mama sudah di exekusi sama muel di ajak bercocok benih Muel 🤣 kan Kamu baru dua puluh ga apa apa termasuk sudah boleh Nay. ,,,biar Anak gendong Anak nanti masih muda Anaknya sudah besar 🥰 terimalah cinta Muel sudah berubah dari jadi harimau. buas ,,, sekarang jadi domba terpenting ga berubah. jadi garangan,,,
Kar Genjreng
gini Naya muel sebenarnya sudah mulai menyukimu,,,di tambah. ternyata kamu adalah gadis yang sudah menolong nya ketika masih anak anak,,,di tambah lagi ibu rona sudah akan mencelakai mu mungkin muel sudah tau cuma masih diam,,, sekarang waktunya. saling jaga perasaan masing-masing bisalah rumah tangga yang baik,,,, agar. berita yang beredar antara musuh bisa menepisnya,,gitu Lo,,, mulailah dari sekarang siap tempur bercocok tanam benang h Samuel

🤣❤️
Kar Genjreng
rona kejam loe kelewatan. ya namanya juga ibu abal abal ya seperti itulah kiranya. siapa yang memberikan banyak uang maka itulah yang akan mendapatkan informasi kejam,,, untung muel nyadar ya biar di kira pada mati karena kecelakaan ternyata sudah di ketahui nya mudah menyingkirkan ronakejam
Soraya
lanjut thor
Kar Genjreng
nah gitu dong muel jangan menjadi kan istri sebagai ART gletongan terus dan kapan serius terhadap Naya apa akan seperti itu terus tanpa kejelasan ,,mana ada Istri sah panggil tuan ga lucu kan,,
Kar Genjreng
kacoa ternyata banyak yang takut kecoa di rumah lima orang empat orang itu takut kecoa tapi ga takut sama ulet,,,nah balikan nya hari Minggu pada lihat pohon di samping rumah ada ulat di bawa kasihin ke mama ya takutlah gantian tak takuti kecoa tunggang langgang kapok pada ampun termasuk Pak Su si pemimpi nya 🤣🤣 Naya mgapa ga minta ge.dong muel tadi. duh. kurang agresif 🤣❤️
Kar Genjreng
ular pada gentayangan mana ular jantan pula dan nenek nenek lampir,, bagaimana nasib Naya selanjutnya keliatan nya muel akan murka ,,, tetapi lihatlah padahal muel sudah tau Naya Gadis yang di cari selama ini tetapi sikap nya kurang greget,,
partini
hemmm otw tuh si pelayanan menggatal,ini sih masih muda lah punya author L udah usia senja nafsu ma tuan muda busettt pingin merasakan batang nya tuan muda ujungya di depak malah jadi pelacur
Kar Genjreng
gita juga sebenarnya suka dengan Ray,,, kasian ya Naya mirip barang di lempar sana di lempar sini banyak yang menginginkan tetapi bukan suka hanya menginginkan agar Samuel tidak memiliki Anak dengan Naya,,,ini pertanyaan nya apa iya Muel tidak bisa memberikan pewaris untuk Mama bila itu terjadi alangkah bodohnya samuel karena tidak punya pewaris,,
Kar Genjreng
orang pada sibukk jual beli Naya,,, justru Naya tidak tau kalau dirinya lagi di perjalanan belikan oleh Mak tirinya dan paling bikin gregetan itu pelayan baru pun siap menggoda haduhhh ta.bqh ruwet kacau balau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!