NovelToon NovelToon
Behind The Scene

Behind The Scene

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Badboy / Romansa-Teen school / 1 vs banyak / Tamat
Popularitas:11.9k
Nilai: 5
Nama Author: Alput2

Hiatus

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alput2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Her Birthday

Masih di hari yang sama...

Kriiingg!!

Lonceng tanda waktu pulang berbunyi. Seluruh siswa kelas 12 IPA 1 pun segera memasukkan buku mereka ke dalam tas masing masing untuk bersiap siap pulang.

"Oh, anak anak, untuk diantara kalian yang mendaftar Olimpiade, ibu ingatkan ya, olimpiade nya dua hari lagi. Dan yang termasuk ranking 3 besar olimpiade antar siswa nanti , selanjutnya akan ikut olimpiade tingkat antar sekolah secara geratis."

Ujar Bu Sarah.

"Iya Buu..."

Sahut murid seisi kelas.

Setelah itu pun, para siswa keluar dari kelas untuk pulang, termasuk Tiara , tapi Tiara siswa yang terakhir keluar dari kelasnya.

Ketika Tiara baru saja keluar dari pintu kelasnya, dan baru beberapa langkah berjalan hendak melewati koridor menuju lantai satu, langkah Tiara terhenti.

Tiara melihat beberapa cowok dan satu orang cewek yang tak ia kenal tengah berbisik bisik sambil tertawa tawa kecil. Dan mereka membicarakan tentang Teressa.

Ya, walaupun Tiara itu jarang bersosialisasi, tapi Tiara itu kepoan.

"Jujur sih, gua males banget Dateng ke ultah nya tuh cewek. Tapi karena kalian ada rencana mau ngeprank dia, jadi gua mau ikut deh"

Ujar seorang cowok disitu.

"Mana tuh cewek norak banget harus ngasih tau ultah dia ke satu sekolah. Harusnya sekalian aja pake toak kepala sekolah"

Lanjut seorang cowok yang lain.

"Btw, gua gak kebayang sih kalo seorang Teressa dicemplungin ke kolam kodok. "

"Hahah, bener sih. Pasti bakal seru banget, tapi rasa kasian juga ya"

"Kasian apaan cuy? Si Teressa juga pernah nyemplungin salah satu murid di sekolah ini ke kolam kodok di halaman belakang "

"Hooh. Itu pun si Teressa juga masih belum dikeluarkan dari sekolah ini. Ya jadi kita cemplungin balik lah, kan gak salah. Haha"

"Kalian ngomong jangan kuat kuat woy, si Teressa kan banyak mata matanya"

Setelah Tiara mendengar percakapan itu, Tiara melewati mereka dengan pura pura tak tau apa apa. Hmm.. serius kah mereka merencanakan itu? Kan pestanya di rumah Teressa, di rumah Teressa ada kolam kodok kah? Hmm.. sudahlah.

Setelah turun dari lantai dua, Tiara pun segera keluar dari halaman sekolah dan segera pulang.

*

Pukul 2 siang, Tiara sudah bersiap siap kembali ke sekolahnya untuk ekstrakurikuler. Ini adalah hari pertamanya untuk ekstrakurikuler di Arison Senior High School.

Tiara memilih eskul basket. Itu karena sejak SMP , memang Tiara memilih eskul basket.

Sebelumnya, Fina mengajaknya untuk ikut eskul paskibra, tapi setelah mendengar bahwa eskul basketnya berada di dalam gedung, jadi Tiara menolak ajakan Fina tersebut, dan memilih eskul basket yang eskulnya berada di dalam ruangan.

Setelah naik angkot selama 5 menit, Tiara sampai di halaman depan sekolah. Ia melihat sudah cukup banyak para siswa yang keluar masuk gerbang utama Arison untuk ekstrakurikuler.

Tiara pun segera pergi ke halaman belakang sekolah untuk menemukan tempat dimana eskul basket dimulai.

.

.

Lapangan basket di Arison ada 2, satu di dalam ruangan dan khusus untuk eskul, satunya lagi berada di luar ruangan dan dibuat khusus untuk suatu perlombaan basket antar sekolah.

Tiara sudah berada di dalam gedung lapangan basket . Disini ada dua sisi berhadapan sebagai area bangku penonton, dan lapangan basket nya berada di tengah tengah.

"Keren.."

Gumam Tiara sambil memandangi langit langit di gedung lapangan basket ini. Dan lapangan basketnya benar benar bersih dan modern. Seperti lapangan basket yang sering Tiara lihat di tv . Tiara mengingat kembali waktu ia eskul basket di SMA lamanya. Ring basket di SMA lamanya dulu bahkan sudah patah sedikit, dan jaring jaring pada ring itu sudah seperti dicabut cabut.

"Hei, kamu siswa eskul basket kan?"

Tiara menoleh ke arah bangku penonton yang tak jauh darinya , karena tadi ada suara seorang wanita yang bertanya padanya.

Terlihat tiga orang gadis tengah duduk di bangku penonton yang kosong. Mereka memakai pakaian olahraga biasa, seperti Tiara juga. Mungkin mereka pendaftar eskul basket juga.

"Ng.. iya "

Jawab Tiara dengan memasang senyum kecil.

"Btw, kamu duduk aja sini bareng kami, seniornya masih di luar. "

Lanjut gadis di sebelahnya, dan Tiara mengangguk mengiyakan.

.

.

Sekitar 2 menit Tiara duduk di bangku penonton, kemudian muncullah para senior eskul basket dari pintu masuk penonton dengan membawa basket di tangan mereka masing masing. Ada dua orang cewek dan 6 orang cowok .

Tiara langsung jantungan melihat tubuh mereka yang pada tinggi tinggi.

"Untuk siswa yang baru masuk eskul ini, coba kemari, "

Perintah salah satu senior wanita , dan para siswa yang berpakaian olahraga biasa seperti Tiara pun segera turun dari bangku penonton menuju lapangan basket.

Jumlah siswa eskul basket yang baru mungkin sekitar 15 orang. Mereka pun berkumpul di depan tak jauh dari para senior.

"Ambil bola kalian masing masing, disitu"

Lanjut kakak itu, dan mereka, termasuk Tiara segera mengambil bola basket yang terletak di sudut ruangan.

"Pertama Tama, kenalin, nama saya Vanya, kalian bisa panggil saya kak Vanya. Oke?"

"Oke kak"

Sahut para anggota baru, termasuk Tiara.

"Nah, jumlah kalian ini kan 15, 9 cowo dan 6 cewek, Jadi, kakak akan membagi kalian satu kelompok tiga orang. Btw, ini bukan grup yang serius yaa, ini grup untuk latihan awal awal aja"

Lanjut Kakak yang bernama Vanya itu, dan para anggota baru pun mengangguk angguk faham.

"Nah, sebelum memulai, kakak mau panggil dulu ketua basket nya, supaya kalian kenal. Dan sekalian mau nanya bagaimana latihan awal.. Oh! Itu dia orangnya!"

Kakak tadi menunjuk ke arah pintu masuk. Semua orang disitu, termasuk Tiara pun menoleh ke arah sana.

Terlihat seorang lelaki bertubuh tinggi ( mungkin sekitar 185 cm ) , memakai baju basket yang sama seperti kak Vanya. Lelaki itu terlihat cool dengan cara ia berjalan santai sambil mendribble bola basket ditangan kanannya .

"Ya ampun, Gilak, ganteng banget"

Bisik seorang gadis dibelakang Tiara .

"Ga nyesel gua milih eskul basket. "

"Kirain ketua basket ganteng itu cuma di sinetron aja, ternyata beneran ada!"

Tiara mulai mendengar bisik bisikan di sekitarnya nya, baik itu dari murid laki laki maupun perempuan, baik dari barisan depan maupun dibelakang nya.

Ketua basket itupun kemudian berdiri didepan para anggota baru , dengan bola basket yang ia gandeng di tangan kanannya. Sekarang Tiara bisa melihat wajah lelaki itu , tapi Tiara harus berjinjit karena di barisan depannya ialah siswa laki laki yang tinggi tinggi.

Ya, ketua basket itu memang ganteng. Tapi Tiara tak sempat memikirkan kegantengan nya itu, yang ada Tiara jantungan karena menyadari bahwa ketua basket itu ialah lelaki yang pernah terkena lemparan eskrim nya.

*

Pukul 16.30..

Setelah pulang dari eskul basket, Tiara segera pulang ke rumahnya. Kini ia sudah bersiap siap untuk pergi ke pesta ulang tahun Teressa. Saat baru saja hendak keluar rumahnya, telepon nya berbunyi. Tiara mengangkat telepon. Itu Fina.

"Halo Tiara. Kamu.. jadi pergi ke ultah Teressa kan? Btw, kata mereka pindah lokasi. Sekarang jadinya di cafe Violla"

Tiara mengernyitkan dahi heran . Fina tadi tidak hadir di sekolah . Dari mana ia tau kalau Teressa mengundang Tiara ?

"Oh, oke Fin"

"Kamu tau cafe itu dimana?"

Tentu saja Tiara tidak tau. Seorang Tiara Angelista hanya akan keluar rumah saat sekolah, dan hanya saat darurat saja.

"Nggak sih, ntar aku cari di google map"

"Oke Tiara, aku tunggu disini"

Telepon ditutup.

Tiara pun segera mengambil tas kecilnya untuk dibawa juga. Tas itu sebenarnya tidak ada berisi apapun.

Saat baru keluar dari pintu depan rumahnya, seseorang menelpon lagi. Tiara mengangkat telepon. Itu Arsenio.

Mau apa lagi anak ini?

"Hallo, Tiara"

"Iya, ada apa?"

"Kamu tau cafe Violla?"

"Enggak"

"Oh, btw, kamu lagi mau pergi ke ultah Teressa kan?"

Tiara heran sejenak. Lelaki ini tau dari mana ia akan pergi ke ultah Teressa?

"Ng.. iya"

"Aku jemput mau?Aku tau cafe dimana cafenya"

Tentu saja Tiara harus menolak tawaran Arsenio itu. Bukan hanya akan dapat masalah di sekolahnya nanti, ia juga akan mendapat masalah dengan ibunya. Karena ibunya sudah melarangnya untuk membawa teman sekolah ke rumah mereka. Kata ibunya, tak ada teman sekolah Tiara yang boleh tau rumah mereka .

"Enggak enggak, gausah . Oke, aku tutup ya"

"Hm.. oke"

Setelah menutup telepon, Tiara pergi untuk mencari angkot. Dia sudah menemukan cafe yang disebut mereka di google map. Cukup jauh ternyata, jauh juga dari Arison Senior High School.

Sebenarnya Tiara pun malas untuk mengikuti acara ultah seperti ini. Ini pertama kalinya bagi Tiara untuk mendatangi acara ulang tahun seseorang sebayanya. Sebelumny, tidak pernah. Paling hanya acara ulang tahun neneknya, hanya itu saja yang pernah Tiara datangi.

*

Di sisi lain...

Di sebuah Cafe bernama Cafe Violla, terlihat ramai pengunjung. Cafe tersebut sangat luas, bukan seperti rumah makan biasa. Di area depan cafe itu, mungkin terlihat seperti cafe biasa yang terdiri dari 3 lantai. Tapi di lihat ke dalam, cafe tersebut seperti ruang makan di hotel bintang lima.

Acara ulang tahun Teressa di adakan di halaman belakang cafe tersebut. Di halaman belakang cafe, ada taman luas. Di halaman belakang, juga terdapat meja dan bangku untuk pengunjung, air mancur, dan taman bunga.

Di halaman belakang cafe itulah pesta Teressa dibuat. Saat ini, Teressa dan teman temannya baik teman sekolah maupun teman di luar sekolah, kini berkumpul di halaman belakang.

Mereka tengah makan bersama di sebuah meja panjang.

For your information, yang berada di sana hanya lah orang orang yang di undang Teressa saja. Itu karena Teressa memang menyewa tempat itu khusus untuk pesta ultahnya. Jadi tak ada orang tak dikenal yang boleh masuk wilayah itu. Para orang tua murid juga tak ada disana, termasuk orang tua Teressa.

"Kue nya keluarin dong. Pingin liat..."

Ujar seorang gadis yang tengah duduk di sebelah bangku Teressa.

"Iya, kuenya cukup untuk 100 orang, lu pasti kebagian. Tenang aja"

Jawab Teressa.

Setelah itu, dari arah pintu masuk , terlihat dua orang pelayan tengah membawa sebuah kue besar yang tingginya 1,5 meter. Setelah itu, ada satu kue lagi yang sama dengan kue itu. Jadi ada dua kue raksasa.

Dua kue raksasa itu dibawa ke atas meja oleh 4 pelayan. Teman teman Teressa yang berada di sekitar meja pun memandang kue itu dengan tatapan kagum.

"Wahh, ternyata beneran besar "

Ujar cewek yang duduk di samping Teressa tadi.

"Hehe, oke, sekarang, kita potong kue nya yaa"

Ujar Teressa, lalu mengambil sebuah pisau yang dibalut bungkusnya di atas mejanya. Teressa membuka bungkus pisau itu, dan hendak memotong kue tersebut.

"Eh, tunggu dulu Tiara. Sebelum kita potong kue nya, kami mau ngasih surprise sama lo"

Seorang cowok menyela. Teressa tidak jadi memotong kue tersebut dan kembali menaruh pisau tadi ke atas meja.

"Oh iya, Joshua bener"

Sahut seorang cowok dengan semangat.

"Oh iya, iya, gua baru inget. Kami juga ada suprise untuk kamu Teressa "

Ujar seorang cewek .

"Eh? Beneran?"

Tanya Teressa antusias.

Sebenarnya, cafe Violla ini ialah pilihan Joshua. Joshua yang menyarankan agar ultah Teressa dilakukan di cafe ini saja, karena makanannya murah meriah, dan Teressa pun setuju. Jadi, Joshua lah yang merancang hiasan di pesta ini. Teressa tentu tak tahu menahu suprise apa yang dibuat oleh mereka semua.

"Beneran kok, Sa. Sebelum kami tunjukkin, biar makin suprise, kamu pakai penutup mata ya"

Ujar cewek itu sambil mengeluarkan sebuah penutup mata warna hitam dari saku roknya.

"Eh, btw, tunggu dulu. Kalian liat Arsenio gak? Padahal tuh dari tadi gua nungguin Arsenio supaya .."

Sebelum Teressa sempat menyelesaikan kata katanya, Joshua menyela.

"Wah, justru Arsenio emang lagi kami sembunyiin. Lu tenang aja, Teressa. Kami tau apa yang lu pingin. Kami udah rancang sebagus mungkin, dan nanti pangeran pujaanmu yang akan ngasih suprise"

Ujar Joshua, dan mendengar itu Teressa langsung kegirangan.

Langsung terbayang di otakknya, tentang Arsenio yang akan memberikannya sebuah kado . Apapun kadonya, kalau Arsenio yang memberikannya, Teressa pasti sangat senang.

Tapi yang tengah dibayangkan Teressa ialah, Arsenio memberikannya sebuah cincin untuk lamaran pernikahan.

Anjir, gua belum tamat SMA udah kebayang kawin aja, gumam Teressa.

Ya, sepertinya khayalan Teressa yang satu itu mustahil sekali.

"Kita pergi sekarang?"

Tanya cewek yang masih memegang penutup mata itu.

"Oke oke gua udah gak sabar. Hehe"

Jawab Teressa, masih sangat kegirangan. Cewek tadi pun segera memakaikan penutup mata tadi pada Teressa. Setelah mata Teressa tertutup full, cewek tadi dan Joshua menggenggam tangan Teressa, untuk menuntun Teressa ke tempat suprise yang mereka janjikan.

"Aduhh, kalian ini bikin suprise apa sih? Aku gak nyangka kalian bakal bikin suprise!!"

Ujar Teressa yang masih menggunakan penutup mata. Ia benar benar terlihat kegirangan. Dalam hatinya, ia menebak nebak suprise seperti apa yang akan mereka berikan .

"Iya dong, lu kan temen terbaik,harus di kasih suprise yang terbaik juga "

Jawab Joshua, masih menggenggam tangan kiri Teressa. Sementara cewek yang menggenggam tangan kanan Teressa melirik ke arah Joshua sambil cekikikan. Joshua pun juga cekikikan .

Teressa nampaknya memang tidak tau kalau mereka semua hanya berbohong. Dan soal Arsenio, mereka juga berbohong.

Mereka mengatakan bahwa Arsenio tengah disembunyikan karena termasuk bagian dari suprise, tapi sebenarnya Arsenio sedang tak ada disana.

*

Setelah 7 menit perjalanan, Tiara akhirnya sampai di cafe Violla, cafe tempat pesta ultah Teressa berada.

Tiara menghela nafas lega karena sudah sampai di halaman depan cafe.

Sebelumnya, Tiara pergi ke tempat ini dengan angkot. Angkot tentu hanya berhenti di jalan besar. Dan dari jalan besar itu lah Tiara terpaksa jalan kaki sejauh 35 meter untuk bisa sampai ke cafe ini.

"Eh, Tiara! Akhirnya kamu sampe juga!"

Tiara menoleh ke sumber suara. Terlihat Fina tengah melambai lambaikan tangan di pintu masuk cafe.

Tiara memasang senyum , lalu segera menghampiri gadis itu.

"Kamu udah lama nunggu didepan cafe?", Tanya Tiara .

"Enggak sih, baru nyampe sekitar 2 menit yang lalu", jawab Fina.

"Udah ke dalem?", Tanya Tiara.

"Belum. Aku gak ada temen masuk ke dalem, makanya aku nunggu kamu disini"

Dan baru saja mereka hendak masuk ke dalam cafe, datang sebuah motor hitam besar, dan parkir di halaman parkir depan cafe. Itu Arsenio.

Setelah melepas helm, lelaki itu pun melangkah menuju halaman depan cafe.

Lalu mata lelaki itu bertabrakan dengan tatap mata Tiara. Tiara bukan memikirkan hal hal aneh, ia hanya bertanya tanya kenapa Arsenio bisa lebih lama sampai kesini dari pada dia .

"Ternyata kamu duluan sampai"

Ujar Arsenio pada Tiara, lalu lelaki itu melangkah masuk ke dalam pintu masuk cafe .

Tiara dan Fina pun ikut masuk ke dalam pintu cafe.

Ketika sampai di ruang tengah cafe, Tiara terlihat kebingungan karena tidak melihat keberadaan Teressa . Seperti tak ada sebuah pesta disini.

"Lah? Pestanya si Teressa di mana?"

Tanya Fina yang ternyata juga ikut kebingungan.

"Mereka di halaman belakang"

Jawab Arsenio, lalu melangkah duluan menuju pintu menuju halaman belakang cafe.

Tiara dan Fina pun mengikuti langkah lelaki itu.

Ketika sudah sampai di halaman belakang cafe, yang Tiara lihat hanyalah taman rumput luas. Di tengah tengah taman rumput itu, terdapat sebuah meja makan panjang yang mewah. Di atas meja itu, ada dua buah kue raksasa yang dibiarkan begitu saja. Itu kue ulang tahun Di sekitar meja itu ada bangku yang tersusun rapi. Pasti pestanya tadi disini.

Tapi tidak ada orang disini. Sepi. Kemana semua orang?

Tiara lalu melihat ke arah Arsenio yang melangkah entah kemana. Tiara dan Fina pun memilih untuk mengikuti lelaki itu.

Dan ternyata, agak jauh dari tempat meja besar tadi, ada sebuah taman bunga luas. Di taman bunga itu lah , Tiara melihat ada ramai orang orang sebayanya .

Dan setelah menelusuri lebih jauh, Tiara melihat orang orang dengan pakaian pesta berkumpul membentuk lingkaran. Orang orang tersebut ada yang terlihat tengah tertawa, ada juga yang terlihat kaget. Mereka mengerumuni apa?

Mereka seperti tengah melihat ke arah sesuatu. Fina juga ikut keheranan.

"Kita ke sana yuk", ajak Arsenio, lalu duluan berjalan menghampiri kerumunan itu.

Tiara dan Fina pun mengikuti. Ada puluhan orang yang ikut berkerumun disitu. Tiara dan Fina pun mencoba menembus kerumunan orang orang ini. Sepertinya Arsenio juga sama .

Dan ketika Tiara berhasil melewati kerumunan orang orang ini, barulah Tiara sampai di barisan depan dan langsung kaget melihat apa yang tengah dikerumuni ini.

Ada sosok Teressa yang tengah tercebur dalam kolam ikan. Teressa masih berdiri di dalam kolam ikan itu dengan wajah sangat emosi .

Ada apa ini?

Kolam ikan itu terlihat sudah berlumut. Lumut lumut itu juga terlihat membasahi wajah hingga rambut Teressa.

"Kalian semua gila, gak ngotak!"

Pekik Teressa. Nafasnya terlihat menburu. Gadis itu masih tidak keluar dari kolam ikan itu.

Tapi yang ada,orang orang yang mengerumuni Teressa malah tertawa.

Tiara bisa melihat sorot mata Teressa yang begitu tajam, Teressa terlihat sangat kesal. Tiara juga bisa melihat air mata mulai menetes dari mata gadis itu.

1
Inru
Eh, Tiara. Tiara Nandini mampir thor 🤭
Nadiya Rahman
klik favorit ah,duh kok keluar darah dari hidung,Rangga segera periksa ke dokter
Irda farahdiba
udah tamat Thor?
SUGASAVAGE
aku mampir Thor ke karya nya, jangan lupa mampir juga ya
Samy Noer
Hai Tiara ... Isma mampir ☺️
bymanik?
bagus cerita nya☺️
thanks thor udh mampir lgi 😌🙏✨
triana 13
semangat kak

aku nyicil aja takut kakak tipe yang ga boleh bom like
triana 13
mampir kak
Tyara Lantobelo Simal
semangat ya ....
Tyara Lantobelo Simal
semangat Thor
awal yang menyenangkan
Marnie Ajah
aku langsung jawab di sini ya thor, mampir sejaligus ngasih bom like 😊
Mommy Ghina
aku mampir, semangat thor 💪
diksiblowing
titip disini... lanjut ya thor
diksiblowing
hampir bingung dengan nomor2 diatas, dikira td nomor togel, ternyata no telp dalam grup wkwkw... sorry thor
diksiblowing
mampir baca ya...
Aumy Re
kalo cctv berjalan lebih ngeri lagi
Mari ani
hai, kak aku ikut mampir
diksiblowing
pertama baca. lanjut lagi
lazy
tiba-tibanya double thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!