NovelToon NovelToon
Akhir Tragis Pelakor Yang Menghancurkan Hidupku

Akhir Tragis Pelakor Yang Menghancurkan Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: BI STORY

Aku menyelamatkannya dari kubangan lumpur, tapi dia justru menenggelamkanku ke dalam derita."

​Anita hidup dalam kesempurnaan. Dia memiliki kehormatan, kekayaan, dan Randy suami tercinta yang telah ia temani berjuang dari nol hingga sukses menjadi pengusaha properti kaya raya.

Namun, menara kebahagiaan itu runtuh seketika saat takdir mempertemukannya kembali dengan Valeria, sahabat masa kecilnya yang telah terpisah selama 15 tahun.

​Iba melihat nasib Valeria yang miskin dan terjerumus menjadi wanita malam, Anita dengan tulus mengulurkan tangan. Dia membawa Valeria masuk ke dalam kehidupannya dan memberikannya pekerjaan terhormat sebagai karyawan di kantor Randy.

Anita tidak pernah tahu bahwa malam pertama Valeria terjun ke dunia malam, pelanggan pertamanya adalah Randy. Dan sejak malam terkutuk itu, keduanya telah bermain api di belakangnya.

​Valeria yang digerogoti rasa iri mendalam atas kemewahan Anita, mulai melancarkan aksi liciknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BI STORY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janji Yang Retak Di Kota Hujan

​Sore itu, angin berembus cukup kencang, menggoyang dedaunan pohon mangga di tepi lapangan desa. Dua anak perempuan berusia dua belas tahun sedang duduk di atas ayunan kayu yang talinya sudah mulai lapuk.

​"Anita, kalau nanti kita udah besar, kita gak boleh saling melupakan, ya?" tanya Valeria remaja sambil mengayunkan kakinya kuat-kuat.

​Anita remaja menoleh, tersenyum manis hingga matanya menyipit.

"Tentu saja, Val! Kita kan jadi sahabat selamanya. Aku janji akan selalu menjagamu, dan kamu juga harus menjagaku."

​"Janji?" Valeria mengacungkan jari kelingkingnya.

​"Janji!" Anita menyambut kelingking itu dengan riang.

​Namun, janji masa kecil sering kali menguap bersama waktu. Setelah kelulusan SD, keluarga Valeria pindah ke luar kota karena terlilit utang.

Sejak hari itu, komunikasi mereka terputus total. Kesibukan, jarak, dan takdir yang berbeda membuat mereka benar-benar menjadi dua orang asing yang melupakan janji di atas ayunan kayu tersebut.

​15 Tahun Kemudian...

​Suara bising pengunjung sebuah Mall, Bogor, beradu dengan alunan musik yang memanjakan telinga. Anita sedang berjalan santai, meninjau beberapa tas bermerek di sebuah etalase toko.

Di usianya yang menginjak 27 tahun, Anita hidup dengan sangat terhormat. Pernikahannya dengan Randy, seorang pengusaha sukses, membuatnya dihujani kemewahan.

Gaun mahal yang melekat di tubuhnya, tas desainer terbaru, hingga perhiasan simpel namun mahal yang ia kenakan mencerminkan kelas sosialnya.

​Bruk!

​Seorang wanita yang berjalan terburu-buru tidak sengaja menyenggol bahu Anita hingga tasnya hampir terjatuh.

​"Maaf, Mbak! Maaf, saya tidak sengaja," ucap wanita itu panik sambil merapikan pakaiannya yang tampak sedikit lusuh.

​Anita berbalik, hendak tersenyum memaafkan, namun kalimatnya tertahan di tenggorokan. Dia menatap lekat wajah wanita di hadapannya.

​"Valeria?" bisik Anita ragu.

​Wanita itu mendongak, matanya membelalak.

"A... Anita? Kamu Anita?"

​"Ya ampun, Valeria! Ini benar-benar kamu!" seru Anita histeris.

​Tanpa ragu, Anita langsung merengkuh tubuh Valeria, memeluknya dengan sangat erat. Valeria sempat terpaku, merasa asing, namun perlahan membalas pelukan hangat sahabat masa kecilnya itu.

​Saat pelukan terlepas, mata Valeria langsung menyapu penampilan Anita dari ujung rambut hingga ujung kaki. Matanya berbinar, dipenuhi rasa takjub sekaligus kecemburuan yang tersembunyi.

​"Anita... kamu berubah banyak. Kamu... cantik sekali. Pakaianmu, tasmu... semuanya pasti sangat mahal, ya?" tanya Valeria, jemarinya agak ragu menyentuh bahan gaun Anita.

​"Ah, ini biasa aja, Val. Yang penting sekarang kita bisa ketemu lagi! Ayo, kita harus makan siang bareng. Aku yang traktir, kita punya utang cerita 15 tahun!" ucap Anita penuh semangat, menggandeng tangan Valeria menuju sebuah restoran mewah di dalam mall.

​Di dalam restoran, aroma steak dan hidangan kelas atas langsung menyambut mereka. Anita memesan banyak makanan, sementara Valeria tampak canggung melihat daftar harga di menu.

​"Udah, pesan apa aja yang kamu mau, Val. Jangan dipikirin harganya," ujar Anita ramah.

​"Kamu... udah menikah, Nita?" tanya Valeria membuka obrolan, matanya tak lepas dari cincin berlian yang melingkar di jari manis Anita.

​Anita tersenyum merona.

"Udah, Val. Nama suamiku Randy. Dia punya perusahaan properti. Dia sangat baik dan selalu memanjakanku. Kalau kamu sendiri bagaimana?"

​Mendengar cerita Anita, raut wajah Valeria mendadak berubah agak redup, meski senyum paksa tetap ia pasang.

"Aku? Hidupku gak seberuntung kamu, Nita. Papaku wafat setahun lalu, meninggalkan utang ratusan juta. Ibuku sakit-sakitan. Aku ke Bogor ini sebenarnya... untuk mencari kerja. Apa saja, yang penting menghasilkan uang cepat."

​"Ya ampun, kasihan sekali kamu, Val," ucap Anita, matanya berkaca-kaca karena iba.

"Kenapa kamu gak bilang dari tadi? Kalau aku bisa bantu—"

​"Gak apa-apa, Anita. Aku gak mau merepotkanmu di hari pertemuan kita ini," potong Valeria cepat, padahal dalam hatinya bergemuruh rasa iri yang luar biasa.

Kenapa Anita bisa seberuntung ini? Kenapa hidupku harus sehancur ini sedangkan dia hidup bak ratu?

batin Valeria menjerit.

​Selesai makan, Valeria melirik jam di HPnya dengan gelisah.

"Nita, terima kasih banyak untuk makan siangnya. Tapi aku harus segera pergi sekarang. Ada janji ketemuan yang sangat penting."

​"Oh, ya? Di mana? Mau aku antar pakai mobilku?" tawar Anita tulus.

​"Gaak usah, dekat dari sini kok. Aku naik ojek aja. Nanti kita sambung lewat telpon, ya?" Valeria memberikan nomor ponselnya, lalu buru-buru pamit pergi.

​Matahari mulai tenggelam, digantikan oleh temaram lampu jalanan Kota Bogor. Valeria turun dari ojek di depan sebuah bangunan dengan papan nama neon yang menyala terang: The Midnight Bar & Lounge.

Tempat itu terkenal sebagai salah satu bar elite yang menyediakan hiburan malam bagi pria-pria hidung belang kelas atas.

​Valeria menarik napas dalam-dalam, merapikan lipstik merahnya di pantulan kaca spion, lalu melangkah masuk ke dalam bar yang remang-remang itu.

Musik dentuman bas langsung menyambut indra pendengarannya.

​Di dalam sebuah ruangan, seorang pria paruh baya bertubuh tambun yang merupakan manajer bar tersebut menatap Valeria dari atas ke bawah dengan pandangan menilai.

​"Jadi, kamu Valeria? Belum pernah punya pengalaman kerja di tempat seperti ini sebelumnya?" tanya manajer itu sambil mengisap rokoknya.

​"Belum, Pak. Tapi saya butuh uang banyak dan cepat. Saya bersedia melakukan apa saja," jawab Valeria dengan nada tegas, mengubur dalam-dalam rasa takutnya demi lembaran uang.

​Manajer itu tersenyum puas.

"Bagus. Kebetulan malam ini ada tamu VIP, seorang pengusaha muda yang sedang stres karena urusan bisnisnya. Dia tipe pria royal yang suka wanita berwajah cantik seperti kamu. Kamar VIP nomor 3. Jangan buat dia kecewa."

​"Baik, Pak. Saya mengerti," ucap Valeria. Hatinya berdesir, ini adalah malam pertamanya terjun ke dunia malam, menjadi wanita penghibur.

​Dengan gaun pinjaman yang ketat dan seksi, Valeria berjalan menuju kamar VIP nomor 3.

Jantungnya berdegup kencang saat jemarinya membuka pintu kamar yang remang-remang tersebut.

​Di dalam ruangan, tampak seorang pria tampan berjas rapi sedang menuangkan minuman ke dalam gelasnya. Wajahnya terlihat frustrasi, namun karismanya sebagai pria kaya sangat terpancar.

Pria itu adalah Randy, suami dari Anita,  Anita sahabat masa kecilnya sendiri.

​Randy mendongak saat mendengar pintu terbuka. Matanya yang agak sayu akibat alkohol langsung berbinar saat melihat sosok Valeria yang tampak polos namun menggoda.

​"Sini," perintah Randy dengan suara berat, menepuk kursi di sebelahnya.

​Valeria memaksakan senyum paling memikatnya, melangkah mendekat, tanpa pernah menyadari bahwa pria yang menjadi pelanggan pertamanya malam ini adalah pria yang akan menghancurkan hidup sahabatnya.

Randy terpaku. Tatapannya tertuju lekat pada wajah cantik Valeria yang berpadu kontras dengan gaun seksinya. Kecantikan alami Valeria yang tampak malu-malu seketika mengobarkan gairahnya, jauh berbeda dari istrinya yang dianggap membosankan. Randy terpesona, merasa telah menemukan sebuah permata berharga yang sangat memikat di tempat remang-remang ini.

​Bersambung

1
Eridha Dewi
aneh
Ariany Sudjana
semoga Anita bisa diselamatkan, dan pelacur murahan itu, juga Randy, harus dihukum mati
Eneng Farida
autor ini mh salah judul kali ya bkn hrusnya judulnya akhir hidup isri sah bkn sebaliknya
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan yang bodoh kamu itu Valeria, kamu akan menyeret Anita dan Randy, yang ada juga kamu dan Randy yang akan jatuh, Anita sih cerdas, sudah mengamankan aset, dasar pelacur murahan yang bodoh 😂😂🤣🤣 hanya bisa ngangkang demi jadi istri konglomerat, tapi otaknya tolol 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
hahaha dasar pelacur murahan kamu itu Valeria, gimana rasanya aset yang kamu andalkan itu rusak parah disengat tawon?
Ariany Sudjana
hahahaha pelacur murahan ga mempan sama sengatan tawon ternyata 🤣🤣😂😂
Ariany Sudjana
padahal Anita langsung saja masuk ke kantor Randy, jangan bicara dulu, kan lebih seru jadinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!