NovelToon NovelToon
Si Kembar Yang Mengulang Waktu

Si Kembar Yang Mengulang Waktu

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Seina dan Sora adalah saudari kembar yang dibuang oleh orang tua kandung mereka. Takdir membawa Seina diadopsi keluarga kaya, sementara Sora tumbuh dalam kemiskinan.

Diliputi iri hati, Sora berusaha merebut kehidupan adiknya. Namun, ambisinya berakhir tragis. Seina pun tewas setelah diracuni oleh kakaknya.

Ketika waktu berputar kembali, Seina memilih menyerahkan semua yang dulu menjadi miliknya.

"Kalau memang itu yang kau inginkan... ambillah semuanya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

"Di depan Ibu saja Ayah selalu keras kepala," goda Mira sambil terkekeh. "Entah siapa yang kemarin memukuli anak-anak itu. Tapi semalaman ada seseorang yang gelisah sampai tidak bisa tidur."

Wajah Yohan Pratama langsung memerah karena malu. Semua wibawa yang selama ini ia bangun sebagai ayah yang tegas seolah runtuh hanya karena satu kalimat istrinya.

Tak lama kemudian, sinar matahari pagi mulai menerobos celah-celah atap rumah. Sudah waktunya kelima putra keluarga Pratama berangkat ke akademi.

Mereka semua belajar di Akademi Siyu yang berada di Kota X.

Setelah sarapan selesai, Raka Pratama memimpin keempat adiknya mengenakan tas sekolah mereka. Kelimanya berpamitan kepada kedua orang tua sebelum berjalan menuju kota.

Di masa seperti ini, keluarga miskin di desa biasanya harus berpikir berkali-kali sebelum menyekolahkan anak. Apalagi keluarga Pratama harus membiayai lima orang putra sekaligus.

Karena itulah Raka sudah berkali-kali mengusulkan agar dirinya berhenti sekolah dan bekerja bersama sang ayah supaya biaya pendidikan adik-adiknya tetap terpenuhi.

Baginya, usia enam belas tahun sudah cukup dewasa untuk ikut memikul beban keluarga.

Namun Damar Pratama segera menyela.

"Biar aku saja yang berhenti sekolah. Badanku lebih kuat daripada Kakak, lagi pula aku memang tidak terlalu suka belajar."

Mendengar ucapan kedua putranya, Yohan langsung mengernyit.

"Omong kosong! Kalian berdua pergi ke sekolah! Ayah masih sanggup mencari nafkah."

Suara tegasnya membuat Raka dan Damar langsung terdiam. Tak seorang pun berani membantah lagi.

Sesaat kemudian Yohan bersiap berangkat ke bengkel pandai besi tempatnya bekerja di Kota X. Sebelum pergi, ia sempat berpesan kepada Mira agar menjaga Seina baik-baik.

Setelah suaminya pergi, Mira kembali menatap putri kecilnya.

Semakin melihat Seina yang begitu penurut, semakin sesak pula hatinya.

Sejak datang ke rumah mereka, gadis kecil itu tidak pernah menangis ataupun merengek. Sikapnya terlalu dewasa untuk anak seusianya.

Entah penderitaan seperti apa yang pernah dialaminya hingga menjadi setenang ini.

Untuk membantu perekonomian keluarga, Mira bekerja sebagai pembantu di Kediaman Keluarga Sia, keluarga saudagar terkaya di Kota X.

Desa S, tempat keluarga Pratama tinggal, berjarak sekitar tujuh sampai delapan mil dari kota. Biasanya Mira berjalan kaki ke sana, tetapi hari ini ia tidak tega membiarkan Seina berjalan sejauh itu.

Karena itulah ia memutuskan naik kereta keledai.

Pemilik kereta itu adalah Pak Tua Li, kepala desa. Di luar musim tanam, ia biasa mengantar penduduk menuju Kota X dengan menarik ongkos perjalanan.

Mira menggandeng tangan Seina menuju pintu masuk desa.

"Paman Li, berapa ongkos ke Kota X?"

Pak Tua Li sedikit terkejut melihat Mira.

Biasanya keluarga Pratama selalu menghemat pengeluaran karena harus membiayai lima anak sekolah. Hampir tidak pernah mereka naik kereta.

Tatapannya lalu beralih kepada Seina yang berdiri di samping Mira.

"Dua keping untuk orang dewasa. Anak itu masih kecil, jadi kalian berdua cukup bayar tiga keping."

Mira mengangguk tanpa ragu lalu menyerahkan uang itu.

Sikapnya membuat Pak Tua Li menatapnya sedikit lebih lama.

Beberapa perempuan desa yang juga sedang menunggu kereta ikut memperhatikan gadis kecil di samping Mira.

"Eh, Mira! Siapa anak kecil ini? Cantik sekali."

Yang bertanya adalah Bibi Wang.

Mira sudah menyiapkan alasan sejak tadi.

"Namanya Seina. Dia memang putri kami. Dulu aku menitipkannya kepada keluarga dari pihak ibuku karena saat itu terlalu sibuk mengurus anak-anak. Baru kemarin kami membawanya pulang."

Mendengar penjelasan itu, keraguan para wanita desa pun menghilang.

"Wah, pantas saja. Anak ini memang mirip dengan kakak-kakaknya."

Mira tersenyum lalu menunduk kepada Seina.

"Nak, ini Bibi Ana dan itu Bibi Enda. Sapa mereka, ya."

Seina mengangguk patuh.

"Halo, Bibi Ana. Halo, Bibi Enda."

"Anak yang sopan sekali."

Tak lama kemudian kereta mulai berjalan.

Sepanjang perjalanan, Seina terus menoleh ke kanan dan kiri dengan mata berbinar.

Di kehidupan sebelumnya, ia selalu terkurung di dalam kediaman keluarga Hartono. Ia hampir tidak pernah bebas menikmati suasana desa seperti sekarang.

Entah mengapa, langit hari ini tampak jauh lebih biru.

Di tengah perjalanan, Bibi Enda mendekat ke arah Mira lalu berbisik pelan,

"Mira... sejak kapan kau punya anak perempuan? Aku belum pernah mendengarnya."

Bibi Enda adalah ibu dari teman bermain Arga. Karena anak-anak mereka sering bermain bersama, ia cukup mengenal keluarga Pratama.

Justru karena itulah ia merasa heran.

Selama ini semua orang tahu keluarga Pratama hanya memiliki lima anak laki-laki. Bahkan Arga sering mengeluh iri kepada teman-temannya karena tidak mempunyai adik perempuan.

Itulah sebabnya kemunculan Seina terasa begitu mendadak.

Di desa, kebanyakan orang justru lebih menginginkan anak laki-laki. Anak laki-laki dianggap mampu membantu bekerja dan menjadi penopang keluarga saat dewasa.

Sebaliknya, anak perempuan sering kali dianggap beban.

Namun keluarga Pratama malah membawa pulang seorang anak perempuan.

Kalau saja ia tahu sejak awal keluarga itu begitu mendambakan putri, mungkin ia sudah menawarkan putrinya sendiri untuk diasuh.

Walaupun hidup mereka sederhana, kelima putra keluarga Pratama dikenal rajin belajar. Siapa tahu suatu hari nanti salah satu dari mereka berhasil menjadi orang besar.

1
Dewi Habibah
lanjut 😍
Dewi Habibah
bagus ceritanya
Sri Rejeki rahayu
bagus .itulah arti sebuah keluarga sesungguhnya .saling membantu .oh ya aku menumpang promosi 2 cerita takdir yg direnggut da transmigrasi .mungkin awalnya jelek tp bacalah sampai setengahnya bagus apa tidaknya itu terserah kalin .dan juga aku baru pertama kali menulisnya .maaf kalau ada salah kata mohon dimaklumi ya.trims banyak🙏
Sekar
bukanya keluarga sia ya?
aku
🌹 semangat tor 💪🏻
aku
jangan ditebas dulu kepala livia ya adrian, bikin ngesot gk bisa jalan aja klo dy nurutin usulan kk sm ortunya 😁😁 sekalian anak kedua yg usul bkin cacat. jadika rakyat jelata kluarga sia 🤣🤣 seru 🤣🤣
seno
karya nya bagus
cerita nya juga seru
aku
tor 😭 typo masih 😌
aku
pratama tor 😭 kukira aq salah baca ternyata typo 😭😭
aku
gk jd putri kesayangan malah bru ktemu dh jd target permusuhan 🤣
aku
seina apa sora 😭😭 alamak bingung 😌😁
Sekar
ckckck dasar pickme
Sekar
lanjut thor💪💪
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
wajahnya mc seperti apa ya Thor! 🍯
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
kali ini aku ajkan baca perlahan perlahan 💓
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
akhirnya 🍯💓
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!