DALAM TAHAP REVISI.
ALURNYA DAN ISI CERITA MASIH BERANTAKAN.
UNTUK SEMENTARA WAKTU AUTHOR AKAN MENGUBAH CERITANYA DENGAN VERSI TERBARU DAN AKAN SEGERA DISELESAIKAN.
TERIMAKASIH.
Nadin Alia Syahir
Wanita cantik bak seorang model yang menjadi idola para lelaki. Sayang dia hanya seorang Dosen disalah satu universitas favorit dijakarta. Walaupun dia memiliki banyak penggemar, tetapi hingga saat ini belum pernah ada seorang pria yang membuatnya tertarik.
Zaynard Orlando Mark
Seorang pria yang ramah dan juga baik hati. Tapi setelah kejadian dimana dia menyaksikan sendiri jika sang kekasih hati berkhianat, dia berubah menjadi Dingin dan tak tersentuh.
Bagaimana pertemuan mereka??
yuk buruan baca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon faray_glad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Hari- hari berlalu begitu cepat. Sekarang hubungan Nadin dan juga Zayn semakin dekat, bahkan mereka terlihat seperti pasangan yang saling mencintai. Apalagi zayn, lelaki itu tidak ingin jauh dari Nadin. Begitu manja dengannya, Sering kali Nadin dipaksa untuk ikut bersamanya ke kantor dengan alasan yang tidak jelas. Walaupun Nadin sedikit malas tapi dia tidak ingin membuat suaminya itu kecewa.
" Nadin hari ini ikut aku ke kantor yah.. " Zayn berjalan menuju dapur dan menghampiri Nadin yang sedang menyiapkan sarapan.
" Ah.. Hari ini aku tidak ingin pergi kemanapun , badanku terasa lemas dan pusing " Nadin menjawab dengan suara lirih, dirinya terlihat pucat. Hampir saja dirinya akan terjatuh jika Zayn tidak sigap menahan tubuhnya.
" Beberapa hari terakhir ini kamu selalu alasan kecapean, jelas- jelas kamu sedang sakit. Pagi ini kamu muntah lagi kan. sebaiknya aku hubungi saja dokter alan agar kemari untuk memeriksamu. " seru Zayn kesal sambil membantu Nadin untuk duduk dan dirinya juga ikut duduk disamping Nadin.
Nadin mengangguk pelan. kemudian Zayn merogoh saku celananya dan mengambil ponselnya untuk segera menghubungi dokter Alan. Saat ini Nadin benar-benar sudah kehabisan tenaga.
" Sekarang ayo kita makan dulu.!! " seru Zayn setelah mengakhiri panggilan nya. Mereka mulai mengambil dan makan makanan yang ada di meja, sesekali Zayn melirik kearah Nadin. memperhatikan wajahnya yang cantik nampak sangat pucat.
" Aku akan menemanimu saja hari ini " ucap Zayn dengan menatap wajah Nadin, Zayn mengelus rambut Nadin pelan. Mereka barusaja menyelesaikan sarapannya dan terlihat Nadin mulai membereskan beberapa piring kotor. Dengan cepat Zayn meraih piring kotor itu dari tangan nadin dan menaruhnya diatas westafel.
" Aku baik - baik saja . Mungkin karena kelelahan saja. sebaiknya kamu... "
" Sudahlah.. jangan membantah.!!." Zayn segera memotong perkataan Nadin. Dia meraih bahu Nadin dan menggiringnya masuk kedalam kamar.
Saat baru saja mereka membuka pintu kamar, Nadin merasakan perutnya seperti diaduk-aduk, dengan sekuat tenaga dia berlari menuju kamar mandi..
" Kamu istirahat saja, aku buatkan susu hangat untukmu.. " Zayn sedang membantu memapah Nadin keluar dari kamar mandi,
Baru saja dia mengeluarkan seluruh isi perutnya di dalam sana. Setelah membantu membaringkan Nadin diatas ranjang, Zayn berjalan keluar dan tidak lupa untuk memberikan ciuman dikening Nadin.
*******
" Bagaimana keadaannya dok..?? " seru zayn yang duduk disofa sambil menyilang kan tangannya di depan dada.
Tadi ketika Zayn membuatkan susu untuk Nadin, terdengar suara bel berbunyi dan tanpa menunggu dia berlari untuk membukanya. Tamu yang ditunggu sedari tadi tepat berdiri didepan pintu apartemen miliknya. Dengan memasang senyum Zayn cepat mengajak nya masuk menuju kamar. Setelah itu Zayn kembali ke dapur untuk mengambil susu yang tadi dibuatnya.
" Sepertinya istrimu hamil. " jawab dokter alan sambil melirik kearah Zayn.
Nadin dan Zayn sama - sama terkejut mendengarnya.
" Benarkah itu.. Benarkah dia sedang hamil ? " teriak zayn setelah dirinya tersadar dari keterkejutannya.
Zayn segera menghampiri Nadin dan membawanya kedalam pelukannya. Sungguh saat ini Zayn merasa hidupnya akan sangat sempurna dengan berita kehamilan Nadin.
" Periksa dulu saja dengan ini. Aku masih menduga saja Zayn sebaiknya kau mendatangi dokter kandungan untuk memastikannya !! ." jelas dokter Alan sambil menyerahkan testpack pada zayn. Kemudian dia beranjak pergi dari sana.
Dengan segera Zayn membantu Nadin bangun dari tidurnya dan beranjak menuju kamar mandi. Beberapa menit berlalu, kini terlihat Nadin sudah membuka pintu kamar mandinya.
" Bagaimana hasilnya ?? " tanya Zayn pada Nadin yang barusaja membuka pintu kamar mandi. Nadin memberikan benda kecil itu pada Zayn. Kedua bola mata zayn membulat.
" Nadin.. ini... kamu hamil... kamu beneran hamil.. oh tuhan Terimakasih... Terimakasih..." teriak Zayn dengan wajah bahagia..
Sungguh bahagia.. Dia akan menjadi seorang ayah.... Zayn memeluk Nadin dengan erat sambil mencium puncak kepalanya. Hidupnya akan sempurna sebentar lagi dengan kehadiran seorang anak.
" Kamu bersiaplah dulu.!! Kita segera kerumah sakit untuk memeriksakan kehamilanmu " seru Zayn setelah melepaskan pelukannya.
Nadin segera mengganti pakaiannya yang baru saja di ambilnya dari lemari, sedangkan zayn memilih menunggunya diluar. Setelah Nadin selesai bersiap, dia segera menghampiri Zayn dan mereka segera berangkat kerumah sakit.
*****
Setelah pertemuan nya dengan dokter kandungan kemarin, sekarang Nadin tahu jika kandungannya memasuki usia Minggu ke empat. Janinnya juga sehat. Zayn semakin protektif padanya soal makanan. bahkan Sekarang Zayn mempekerjakan seorang koki handal yang akan mengatur pola makan Nadin, tetapi Nadin menolaknya. Hanya sehari koki itu bekerja disana karena Nadin sudah memecatnya , sungguh sangat berlebihan. Walaupun pada akhirnya dia akan berdebat dengan zayn.
Tadi pagi Zayn berpamitan padanya jika selama tiga hari kedepan dia akan pergi karena ada urusan bisnis diluar kota. Nadin tidak boleh egois dengan menahannya untuk tidak pergi, karena saat ini Zayn memiliki tanggung jawab besar pada ratusan karyawan nya.
" Kenapa wajahmu begitu Hem... ?? " tanya Zayn yang menatap wajah Nadinyang cemberut sambil membelainya lembut.
" Entahlah.. Aku seperti tidak ingin kau pergi. Apa tidak bisa, Leon saja yang pergi ?? " seru Nadin yang saat ini terlihat sedih. Baru saja Leon datang untuk menjemput Zayn dan saat ini sedang menunggu di ruang tamu.
" Sayang.. Aku janji tidak akan lama. Setelah urusanku selesai aku akan segera pulang. Ini bisnis besar dan harus aku sendiri yang menanganinya. " Nadin tersenyum lebar setelah mendengar Zayn memanggil nya dengan sebutan 'sayang ' dengan segera dia memeluk Zayn erat.
Zayn melepaskan pelukannya dan melirik jam tangannya. kemudian dia menghadiahi begitu banyak ciuman diwajah Nadin.
" Baiklah aku pergi dulu. Jaga diri baik-baik dan juga kandunganmu. Jika terjadi sesuatu cepat hubungi aku..!! " setelah itu Zayn beranjak keluar dari kamar dan menghampiri Leon yang sedang menunggunya diruang tamu dan mengajaknya segera berangkat.
******
Pagi ini Nadin sedang membuat kue coklat bersama dengan bi celly di dapur. Terdengar gelak tawa keluar dari mulut Nadin, dari raut wajahnya dia terlihat bahagia. Bagaimana tidak hari ini adalah hari dimana Zayn akan pulang dari luar kota. Sudah dua hari ini dirinya dibuat tersiksa akan rasa rindunya pada Zayn.
" Mmmm ini sangat enakk, benarkan bi.?? ." Nadin dan celly sedang mencicipi hasil karya mereka. Nadin tersenyum senang.
" Iyah nyonya, lebih baik sisa kue ini kita simpan didalam lemari es saja.. " mereka tadi membuat beberapa kue yang tidak terlalu besar agar dapat mereka nikmati dan diberikan pada Zayn nanti, sisanya akan disimpan untuk dimakan besok.
Tadi pagi Zayn menghubungi Nadin jika dirinya sedang berada di mobil dan sedang dalam perjalanan pulang. Mungkin nanti malam dia baru akan datang. Nadin begitu senangnya mendapat kabar itu sehingga dirinya begitu semangat untuk membuat kan kue tadi untuk menyambut kedatangan Zayn.
Bi celly baru saja selesai menyelesaikan pekerjaan nya didapur dan bersiap untuk pulang. Dia berjalan ke ruang tamu untuk berpamitan.
" Nyonya Nadin, bibi pulang dulu. Terimakasih untuk kuenya. " sebelum beranjak pergi, terdengar suara bel berbunyi
Ting tong
" Biar aku saja, bi. Ayo sekalian aku antar bibi kedepan.!! " Nadin beranjak dari duduknya, berjalan untuk membukakan pintu dan diikuti oleh BI celly dibelakangnya.
*****
Disisi lain, seorang wanita yang begitu cantik dan sexy baru saja keluar dari bandara dan masuk kedalam mobil mewahnya. Dia terlihat begitu cantik saat ini.
" Aku sudah tidak sabar untuk bertemu denganmu." Selama sebulan ini dia sedang berada di Paris untuk menyelesaikan job nya. hari ini hari kepulangan nya, dia akan memberikan kejutan pada lelaki yang saat ini sangat dirindukannya.
Dia melihat gedung apartemen mewah didepannya saat ini. kemudian dia turun dan berjalan untuk masuk kedalam.
Dia berhenti saat dirinya melihat nomor kamar yang ada di pintu. Bibirnya melengkung keatas. Saat ini hatinya sedang bahagia, kemudian dengan cepat dia memencet bel yang ada disebelah pintu.
' Aku tidak sabar untuk bertemu dengannya. '
Tbc
sdh tahu kelakuan pengasuh mu begitu tp kamu tidak tegas saat itu juga.
,🤣🤣🤣
🤣🤣🤣
🤣🤣🤣🤣🤣