NovelToon NovelToon
Seducing My CEO

Seducing My CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / CEO / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Tamat
Popularitas:96.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yuna.L

Berlatar belakang Korea!

Cerita ini sangat berbelit-belit dan bertele-tele. Jadi, yang ga sabaran mohon jangan membaca cerita ini!

Tidak semua novel sesuai dengan kriteriamu. Jadi harap bijak dalam menyikapi! Sebaiknya kalau merasa tidak cocok langsung pindah saja ke novel lain. Jangan membaca kalau hanya ingin menghujat!!

Terima kasih.


Menceritakan kisah Sena yang merayu CEO selama 90 hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuna.L, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 15

Juhan terdiam. Pandangannya tidak beralih sedikit pun dari wajah Sena yang terpejam.

Dan tak lama kemudian, Sena terbangun dengan batuk-batuk dan sedikit mengalami sesak napas di dadanya.

"Sena, kau tidak apa-apa?" tanya Sijin khawatir. Pria itu merapikan rambut Sena yang berantakan karena basah.

"Aku akan mengantarkan Sena pulang," ucap Sijin sambil membopong tubuh Sena dan membawanya pergi begitu saja.

Sedangkan Juhan masih terdiam di tempatnya. Mata hitamnya terus menatap ke arah Sijin pergi. Entah apa yang dipikirkannya saat itu. Sepertinya Juhan sedikit tidak rela kalau Sena pergi bersama Sijin begitu saja.

Hayoon yang sedari tadi jadi penonton, kini wajahnya berubah menjadi penuh amarah. Kebenciannya pada Sena terpancar jelas dari matanya.

...***...

Hari ini hari minggu. Sena membuka matanya perlahan-lahan. Ia menatap sekeliling dan sadar bahwa ia telah berada di dalam kamarnya sendiri. Sena menunduk, ia mengingat jelas kejadian semalam ketika jatuh di kolam dan bertaruh nyawa di sana. Sungguh menyedihkan.

"Uhuk." Batuknya sedikit belum mereda akibat semalam. Sena kembali menyelimuti dirinya dengan selimut hangat miliknya.

Saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 09.00 pagi. Namun Sena masih belum beranjak dari ranjangnya. Pintu terbuka. Hyemi masuk membawakan makanan dan meletakkannya di atas nakas.

"Sena, bangun. Aku barusan memasak sup rumput laut untukmu. Ayo makan!" ucap Hyemi sembari membuka selimut Sena.

"Iya, iya. Aku bangun. By the way, apakah Sijin yang mengantarkan aku pulang semalam?"

Hyemi mengangguk. "Iya. Dia juga telah memanggil dokter untuk memeriksamu. Tapi omong-omong, bagaimana kau bisa terjatuh di kolam?"

Sena menarik napas panjang. "Ini semua karena Hayoon. Dia yang mendorongku masuk ke kolam."

Mendengar itu, Hyemi ikut geram. "Sialan! Lagi-lagi wanita itu. Aku sudah menebak pasti dia punya rencana buruk. Tidak mungkin dia tiba-tiba masuk ke Lacoza tanpa alasan. Sena, kau tidak boleh diam saja. Kita harus membalasnya," umpat Hyemi penuh amarah, seolah ingin segera menghabisi wanita itu.

"Jangan gegabah. Kita lihat saja dulu kedepannya," jawab Sena.

"Ah, kau ini terlalu sabar. Aku jadi ingin segera bertemu dengannya dan menampar wajahnya yang sok cantik itu." ucap Hyemi kesal.

"Sudah, sudah. Hyemi, jangan emosi. Aku tidak apa-apa kok. Lagi pula, hari ini adalah hari ulang tahun mu, kan? Aku akan menemanimu merayakan ulang tahun nanti malam. Dan sebagai hadiah ulang tahun dariku, aku akan membelikan kue tart lalu kita potong bersama. Bagaimana?" ujar Sena menenangkan sahabatnya.

"Oh. Terima kasih, Sena. Terima kasih sudah mau menjadi sahabat baikku." Hyemi tersenyum seraya memeluk Sena.

"Iya sama-sama. Kau juga sahabat baikku," ucap Sena seraya membalas pelukan Hyemi.

"Ya sudah, kau sekarang istirahat. Jangan sampai nanti malam kau sakit. Aku sekarang mau mencuci baju dan menyetrika. Apa ada baju yang ingin kau cuci? Kalau ada, sini sekalian aku cucikan," tanya Hyemi.

"Iya, ada. Aku titip satu kemeja ini, ya. Kemeja ini milik CEO Park Juhan yang dipinjamkan padaku," ucap Sena seraya memberikan sebuah kemeja putih pada Hyemi.

"Oke, aku akan mencucinya," jawab Hyemi, lalu melenggang pergi keluar kamar.

Beberapa menit kemudian, Sena masih duduk diam di atas ranjangnya dengan nampan sup yang sedari tadi ia pegang.

Ting!

Suara notifikasi ponselnya berbunyi. Tiba-tiba saja Sena menerima pesan dari Juhan.

Juhan :

Kau sudah baikan?

Sena mengulum senyumnya saat melihat pesan itu. Tak biasanya seorang Park Juhan mengirim pesan seperti ini, bahkan ini yang pertama kalinya Sena mendapat pesan darinya. Jujur, Sena senang. Dan tentunya, Sena akan memanfaatkan kesempatan ini untuk menggoda Juhan.

Sena :

Baik. Kenapa? Kau merindukanku?

Juhan :

Jangan berpikir bodoh !

Sena :

Aku tahu kau sedang merindukanku. Dan aku juga... merindukanmu.

Juhan :

Hmm..

Sena :

Hmm..

Tanpa sadar, Sena telah senyum-senyum sendiri menatap pesan itu. Hatinya berbunga-bunga. Padahal hanya sebuah pesan kenapa hatinya begitu senang? Entahlah.

...***...

Setelah beberapa pakaian yang dicucinya kering, Hyemi kini menyetrika baju di ruang tengah.

"Ini kemeja CEO itu? Bagus sekali kemejanya. Pasti harganya sangat mahal," gumam Hyemi lalu menyetrika kemeja milik Juhan.

Hingga beberapa detik kemudian tiba-tiba ponselnya yang berada di kamar berbunyi.

Kring..

"Siapa, sih?" Hyemi melangkahkan kakinya menuju kamar dan melihat layar ponselnya. Tampak nama Doyun muncul di layar itu dan seketika senyumnya langsung mengembang.

"Halo, ketua?" ucap Hyemi setelah mengangkat teleponnya.

"Hyemi, Happy Birthday, ya. Aku telepon hanya ingin mengucapkan selamat ulang tahun padamu."

Hyemi kembali mengesah kecewa. "Begitu, ya? Aku pikir ketua telah berubah pikiran dan bersedia datang ke acara ulang tahunku nanti."

"Aku minta maaf. Tapi hari ini aku benar-benar tidak bisa. Mungkin lain kali kita bisa makan bersama."

"Aku mengerti," jawab Hyemi.

"Baik, Hyemi. Have a nice day."

Doyun mematikan sambungan, membuat Hyemi kembali kecewa. Tiba-tiba saja wanita itu mencium bau bakar di sekitarannya. Ia keluar kamar dan bau terbakar itu berasal dari setrika yang masih menempel di sebuah kemeja putih.

Hyemi segera berlari menjauhkan setrika dari kemeja yang hangus itu. Matanya membesar dua kali lipat ketika mengetahui kemeja itu adalah milik Juhan. Tak butuh waktu lama, Hyemi langsung berteriak sekencang mungkin untuk memanggil Sena sebagai bala bantuan.

"Sena..!!" pekik Hyemi panik, membuat Sena berlari menghampirinya.

"Ada apa?" tanya Sena ikut panik.

"Ini, lihat! Aku tidak sengaja telah menghanguskannya," ucap Hyemi seraya menunjukkan kemeja yang hangus.

Sena langsung membelalakkan matanya. Mati aku! ini kemeja milik CEO Park Juhan, batinnya.

"Sena, tolong aku. Aku benar-benar takut. Aku tidak mau dipecat dari perusahaan. Sungguh, aku tidak sengaja melakukannya. Please, tolong aku!" rengek Hyemi seperti hampir menangis.

Sena menarik napas dalam-dalam dan membuangnya pelan. Mau tidak mau, Sena harus membantu sahabatnya itu.

"Baiklah, jangan khawatir. Aku akan mengurusnya," jawab Sena.

"Oh, Senaku yang cantik. Terima kasih banyak, ya." Hyemi langsung memeluk Sena dan berterima kasih padanya.

"Iya, jangan khawatir." Sena tersenyum getir. "By the way, aku sekarang mau belanja telur dan sedikit kebutuhan di supermarket. Kau mau ikut?" ajak Sena.

"Tidak. Aku lagi malas keluar sekarang. Aku mau di rumah saja."

"Oke. Aku sekarang mau mandi terus pergi ke supermarket," Sena menggulung rambutnya lalu pergi ke kamar mandi.

...***...

Dua jam kemudian, Sena sampai di sebuah supermarket. Ia berjalan pelan sembari melihat-lihat barang yang ingin ia beli. Ketika ia berpindah ke lorong yang lain, betapa terkejutnya ia melihat Juhan di sana. Sena gugup. Ia tak menyangka Juhan ada di sini. Baru saja laki-laki itu tadi mengirim pesan, kenapa sekarang malah bertemu? Sena langsung membalikkan tubuhnya agar Juhan tidak bisa melihatnya.

"Apa yang dia lakukan di sini? Apa dia mau belanja?" Sena merutuki dirinya sendiri. Dengan perlahan ia melangkahkan kakinya dan bersembunyi di tempat yang sekiranya tidak bisa Juhan lihat.

Sena bersembunyi di posisi yang masih membelakangi Juhan. Ia bersyukur karena Juhan tidak melihatnya. Namun karena kecerobohannya, Sena tak sengaja menjatuhkan barang yang ada di sebelahnya.

BRUK !

Sena menata kembali barang-barang yang berjatuhan itu lalu segera melangkahkan kakinya ke lorong sebelah yang sepi tidak ada pengunjung.

Syukurlah dia tadi tidak melihatku, batin Sena lega.

"Hmm. Mau sembunyi dariku, Nona?"

Seketika jantung Sena berdetak kencang. Suara seorang laki-laki menyapanya dari belakang. Sena sangat mengenali suara itu, sangat-sangat kenal.

Sena membalikkan badan seraya menyengir kecil. "CEO Park, kebetulan kita bertemu di sini."

Juhan menyipitkan mata. "Kau kenapa ada di sini?"

"Aku mau belanja. Kau sendiri kenapa ada di sini?" tanya Sena balik.

"Aku juga mau belanja. Apa kau sudah baikan sekarang?"

"Iya, aku sudah baikan. Apakah kau mengkhawatirkanku?" tanya Sena dengan senyum menggoda.

Juhan tersenyum sambil menundukkan kepala, menyejajarkan wajahnya dengan Sena.

"Kalau kau sudah sembuh, bantu aku belanja. Dorong trolinya." Juhan memerintah sambil menunjuk sebuah troli yang tak jauh dari mereka berdiri.

Sena mematung setelah mendengar bisikan laki-laki itu. "Apa? Aku yang dorong?"

"Iya. Dorong troli itu dan ikuti aku!" Juhan memerintah dengan santainya.

Sena mendengus kesal, Juhan memang benar-benar menyebalkan. Tak menunggu lama, Sena langsung mendorong troli yang Juhan suruh lalu mengikutinya di belakang.

Juhan dengan santainya memasukkan beras 1 karung, lalu menambahkan minyak goreng ukuran besar 10 bungkus.

Sena menganga terkejut. Sena memberhentikan langkahnya.

"CEO Park, apa kau tidak salah memasukkan barang? Semua yang kau masukan ini adalah barang berat." Sena bertanya dengan kesal.

"Terus?"

"Seharusnya kau sebagai laki-laki yang mendorong trolinya, bukan aku," protes Sena.

"Sekarang katakan, siapa diantara kita yang jadi bos?"

"Tentu saja dirimu."

"Kalau begitu jangan protes kalau disuruh."

"Tapi sekarang bukan jam kerja di Lacoza. Kau tidak bisa memerintahku diluar jam kerja!" ujar Sena dengan kesal.

"Nona Sena, kau sudah berapa kali terlambat masuk kerja? Apa kau tidak ingat? Kau sudah 2x terlambat masuk kerja dan hitungan jamnya total adalah 1 jam. Tentu saja itu sangat merugikan perusahaan. Oleh karena itu, kau harus mematuhi perintahku selama 1 jam di sini. Kau mengerti?" Juhan menjelaskan panjang lebar.

Sena berdecak kesal, detik ini ia benar-benar kalah.

"Lagi pula, kenapa kau membeli barang sebanyak ini?" tanyanya heran.

"Aku akan menyumbangkannya ke orang tidak mampu. Cepat dorong trolinya. Jangan lambat," Juhan memerintah dengan tersenyum.

"Baik, Tuan Park Juhan," jawab Sena kesal.

"Good girl." Juhan mengangguk-angguk tersenyum.

Setelah banyak memasukkan barang, akhirnya Juhan selesai belanja dan menyuruh Sena mendorong troli sampai depan supermarket. Terlihat mobil Juhan yang sudah terparkir di sana.

"CEO Park, kau sungguh keterlaluan. Kau tega menyuruh seorang wanita mendorong troli seberat ini," setetes keringat menetes dari alis Sena dan dia menyekanya dengan lengan.

"Terima kasih atas kerja kerasnya." Juhan tersenyum sembari memindahkan barang-barangnya dari troli ke dalam mobilnya.

"Cepat masuk ke mobilku!" Juhan menunjuk mobilnya dengan dagunya.

"Kita mau pergi ke mana?" tanya Sena.

"Ke rumahmu. Aku akan mengantarmu pulang. Cepat masuk!" titah Juhan.

Tanpa membantah, Sena masuk ke dalam mobil Juhan dengan penuh kekesalan. Namun pria itu tidak menghiraukannya. Setelah memastikan Sena masuk ke dalam mobil, Juhan langsung mengemudikan mobilnya menuju apartemen Sena.

Lima belas menit kemudian, Juhan memberhentikan mobilnya tepat di depan tong sampah warna warni depan apartemen Sena.

"Jadi ini apartemen tempat tinggalmu? Aku baru melihatnya dengan jelas." ucap Juhan seraya melihat keluar.

"Iya. Ini adalah apartemen Hyemi. Aku hanya menumpang di sana," jawab Sena jujur.

Juhan mengangguk pelan. "Okay. Terima kasih sudah membantuku belanja hari ini."

"Lain kali aku tidak mau melakukan ini lagi!" Sena kesal, ia membuka pintu mobil lalu berjalan menuju apartemennya---Juhan melihatnya dengan tersenyum geli.

...***...

Sena masuk ke dalam apartemen dengan membanting pintu.

"Dasar pemalas. Mendorong troli belanjanya sendiri saja tidak mau malah menyuruh wanita. Apa dia tidak malu sebagai laki-laki. Kelihatannya dia sengaja mempermainkanku," Sena menggerutu seraya merebahkan dirinya di sofa.

"Sena, kau kenapa? Jangan banting pintu rumahku, ya. Nanti rusak," tegur Hyemi.

"Iya, iya. Maaf."

"Mana telurnya? Katanya kau ke supermarket beli telur," tanya Hyemi.

"Tidak beli."

"Terus kau tadi pergi ke mana?"

"Tadi aku pergi ke supermarket dan bertemu CEO Park di sana. Dia menyuruhku mendorong troli belanjaannya. Kau tahu? Trolinya sangat berat." Sena terlihat marah dan kesal. Berapi-api.

"Lalu, apa yang terjadi selanjutnya?" tanya Hyemi penasaran.

"Lalu dia mengantarku pulang."

"Jadi kau ke supermarket hanya untuk mendorong troli saja terus pulang?" tanya Hyemi dan langsung diangguki oleh Sena.

Hyemi tertawa terbahak. "Hahaha. Kau ini lucu sekali. Seumur hidupku aku baru mendengar kejadian seperti ini."

"Hyemi, jangan tertawa, ya. Aku serius sedang kesal saat ini."

Hyemi terkekeh geli. "Bahkan telur sebutir saja kau tidak sempat beli? Hahaha."

Hyemi tak henti-hentinya tertawa.

"Sudah, sudah. Jangan bicarakan itu lagi, oke?" ucap Sena benar-benar kesal.

"Oke. Omong-omong, tadi ada kiriman datang paket buah apel 1 karung dari ibumu. Aku letakkan di sana." tunjuk Hyemi memberitahu.

"Biar taruh situ dulu. Nanti kita bagi dua."

"Aku tidak mau. Kau saja yang makan. Lagi pula, kita berdua tidak mungkin bisa menghabiskan semuanya. Bilang sama ibumu kalau kirim apel jangan banyak-banyak," ucap Hyemi.

"Mau bagaimana lagi. Orangtuaku kan petani buah. Nanti apelnya sebagian mau aku sumbangkan. Pasti habis, jangan khawatir. Hyemi, ayo kita sekarang pergi ke Kudi bar." Sena mengajak dengan antusias.

"Ayo," balas Hyemi tersenyum.

...***...

Hari sudah gelap ketika Sena dan Hyemi tiba di Kudi bar---Mereka duduk bersama di lesehan seraya menatap kue tart kecil di meja beserta lilin warna warni yang sudah tertancap di kue itu.

"Hyemi, make a wish dulu," ujar Sena, dibalas anggukan oleh Hyemi.

Setelah beberapa menit berlalu, Hyemi meniup lilin dengan semangat lalu suara tawa renyah muncul dari keduanya.

"Selamat ulang tahun, Hyemi. Semoga apa yang kau harapkan jadi kenyataan," ucap Sena tulus.

"Terima kasih, Sena. Ayo kita potong kuenya," ucap Hyemi seraya memotong kue tart yang ada di depannya.

Tak lama, tiba-tiba mata Hyemi menangkap seorang laki-laki yang sangat ia kenali. Laki-laki yang sangat ia sukai. Hyemi menemukan Doyun sedang masuk ke dalam bar lalu duduk di meja bartender.

"Sena, coba lihat! Doyun ada di sini." tunjuk Hyemi ke arah meja bartender.

Sena ikutan heran. "Sedang apa dia di sini? Katanya dia tidak bisa hadir ke acaramu."

Pikiran mereka mulai mengira yang tidak-tidak.

Hyemi mengedikkan bahu. "Aku sendiri juga tidak tahu mengapa dia membohongiku."

Tapi alangkah terkejutnya Sena dan Hyemi ketika melihat seorang wanita datang menghampiri Doyun lalu mereka berbincang bersama. Keduanya saling bertukar senyuman sembari duduk berdekatan.

"Dia bersama wanita," ucap Sena terkejut.

Sepuluh menit kemudian, Doyun dan wanita itu bangkit dari duduknya. Doyun dengan santainya melingkarkan tangannya ke pinggang wanita itu lalu mereka berdua pergi berjalan bersama.

Melihat itu, Hyemi dan Sena semakin memberengut kesal. Jujur, mereka berdua penasaran. Semakin banyak pertanyaan yang bercabang di otaknya. Bukankah Doyun bilang dia tidak punya pacar? Mengapa Doyun berbohong?

"Sena, ayo kita ikuti Doyun!" ajak Hyemi yang langsung disetujui oleh Sena.

Tidak perlu banyak bicara, mereka berdua langsung mengikuti Doyun dan wanita itu pergi keluar dari bar. Sena dan Hyemi bersembunyi di belakang mobil dan mengintip dari sana.

Sedangkan Doyun berhenti tepat di depan mobilnya sendiri.

Hal yang paling tidak terduga tiba-tiba muncul. Tiba-tiba Doyun mencium wanita itu sembari berpelukan erat dengannya.

Seketika Hyemi dan Sena langsung mengatupkan mulutnya terkejut.

1
Dyass Stia Clalu
👍👍👍
Sindy Bandari
lanjut🤭🥰🤗
Nurkhakimah
ceritanya bertelele banget sih....sena terlalu bar bar dan ceroboh
WILANA
semoga sena tidak apa² dan bisa bersatu lagi dgn juhan.
WILANA
lanjut thor terima kasih
WILANA
aduh thor buat patah semangat...udah lama di tunggu² kok sedikit kali.please up lagi dong thor.sena bertahanlah juhan kekasihku akan datang menyelamatkan mu.semoga sena tidak apa² y .
WILANA
please thor cepat dong up nya.,.terima kasih
WILANA
hhmm...nunggu lagi.,I miss you..😔
WILANA
please lanjut lah thor,..
WILANA
kok belum up juga thor...berharap juh an dn sena bersatu lagi...pasti so sweet deh membayangkannya.,😍
Diana Ana
ceritanya berbelat belit 😂🤣😂🤣😂
WILANA
lanjut thor...
WILANA
mudah²an juhan gak jadi tunangan..dn dewi keberuntungan berpihak sm sena...sabar sena,jodoh gak kan kemana💕
WILANA
I love sena and juh an .,..💕
WILANA
lanjut thor...semangat,semoga cepat up nya..💪
WILANA
jgn lama² y thor..perpisahan sena dn hujan..baru lagi jadian udh berpisah...💔😭
WILANA
aduh thor...deq² kan membacanya...dan tak sabar membacanya lagi...lanjut thor.,cepat up nya y....😊
RisaRis27670746
juhan kok gsk jelas gitu sih...kan ikut esmosi
WILANA
maaf y thor ...mo nanya,apa udh gak up lagi...
Yuna.L: Up kak tapi slow ya. Karena saya sudah kembali sibuk pindahan keluar negeri. Saya membuat novel ini hanya untuk mengisi waktu kosong saja selama di rumah. Semoga saya bisa menyelesaikan cerita ini dengan lebih cepat ya. Terima kasih sudah mau mampir di novel aku.
total 1 replies
RisaRis27670746
mestinya juhan cerita lah masalahnya biar tdk salah paham lagi dg sena
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!