NovelToon NovelToon
Sistem Misi Polisi

Sistem Misi Polisi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Time Travel
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sistem One

Nathan, seorang polisi yang gagal menjalankan tugasnya, menemui akhir yang tragis. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua dengan mengirimnya kembali ke masa ketika ia baru memulai karier sebagai polisi.

Kali ini, Nathan bertekad mengubah nasibnya. Dengan bantuan sebuah sistem misterius yang memberinya hadiah setiap kali berhasil menangkap penjahat, ia akan memburu para kriminal satu per satu dan memperbaiki semua penyesalan di kehidupan sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Pagi itu, udara Distrik 1 terasa agak sejuk saat mobil patroli yang dikendarai Niko melaju pelan menyusuri jalanan pertokoan.

​"Tugas hari ini santai banget ya, Nat," kata Niko sambil memutar kemudi. "Cuma patroli rutin sama pantau area pasar."

​Nathan yang duduk di kursi penumpang menatap luar jendela. "Justru kasus-kasus kecil begini yang langsung bersentuhan sama warga, Ko."

​"Iya sih. Tapi jujur, dengan reputasimu sekarang, agak aneh lihat kamu mau turun langsung cuma buat ngurusin hal sepele."

​"Enggak ada kasus yang sepele kalau itu bikin masyarakat resah." Nathan tersenyum tipis.

​Saat melintas di depan sebuah toko kelontong, mereka melihat kerumunan kecil. Seorang nenek pemilik toko tampak panik menghadapi seorang pemuda yang bergeming di depan kasir.

​Niko memarkir mobil di pinggir jalan. "Ada apa itu, Nat?"

​"Ayo turun, kita periksa."

​Mereka melangkah menghampiri lokasi. Nenek itu langsung mengenali seragam mereka dan berseru lega. "Pak Polisi! Tolong, anak ini mau bawa lari barang belanjaan tanpa bayar!"

​Pemuda itu mendengus gusar dengan wajah merah padam. "Sumpah, Bu! Saya cuma lupa bawa dompet! Nanti saya balik lagi buat bayar!"

​Nathan menatap pemuda itu tenang, lalu beralih melihat kantong belanjaan berisi roti dan susu di meja. "Berapa total semuanya, Bu?"

​"Cuma lima puluh ribu, Pak..." sahut nenek itu ragu.

​Tanpa banyak bicara, Nathan merogoh dompetnya, mengeluarkan lembaran uang lalu menyerahkannya pada nenek tersebut. "Ini saya yang bayar. Ibu tidak usah bingung lagi, ya."

​Nenek itu terkejut. "Eh? Jangan, Pak Polisi... Masak Pak Polisi yang bayar?"

​"Tidak apa-apa, Bu. Anggap saja rezeki pagi ini." Nathan lalu menatap pemuda itu dengan pandangan menelisik. "Kamu, ikut saya sebentar."

​Di samping mobil patroli, Nathan menepuk bahu pemuda tersebut. "Kenapa harus bohong dan bikin ribut?"

​Pemuda itu menunduk dalam-dalam, jemarinya meremas kain celananya. "Saya... saya beneran lapar, Pak. Sudah dua hari belum makan dan belum dapat kerjaan..."

​Niko yang berdiri di sampingnya menghela napas. "Kalau butuh bantuan, bilang baik-baik, bukannya main kabur begitu."

​Nathan mengambil satu kantong roti isi dan minuman dingin dari dalam mobilnya, lalu menyodorkannya. "Ambil ini buat ganjal perutmu."

​Pemuda itu membelalak tak percaya. "B-beneran, Pak?"

​"Iya. Kalau kamu serius cari kerjaan, datang ke alamat panti asuhan di dekat perbatasan besok pagi. Bilang saja disuruh Nathan," lanjut Nathan santai.

​"Siap, Pak! Terima kasih banyak, Pak Nathan! Saya janji enggak bakal ngulangin lagi!" Pemuda itu membungkuk berkali-kali sebelum berjalan pergi dengan raut wajah haru.

​Niko menyenderkan badannya ke pintu mobil sambil menggelengkan kepala. "Kamu tuh kebiasaan banget, Nat. Selalu gampang bantu orang."

​"Selagi ada rezeki lebih, Ko. Uang enggak dibawa mati."

​"Hahaha, bijak banget. Istriku aja di rumah kemarin masih muji-muji kamu gara-gara hadiah yang kamu bawa."

​"Peralatannya kepakai?" tanya Nathan.

​"Sangat kepakai! Anak pertamaku seneng banget sama mainannya. Katanya makasih buat 'Om Nathan'."

​Saat mereka hendak kembali naik ke mobil, radio panggil di seragam Niko berdenting nyaring.

​"Panggilan untuk unit dua. Ada laporan kucing warga terjebak di atap rumah di area pemukiman warga. Pemiliknya anak kecil yang terus menangis."

​Niko terkekeh mendengar laporan itu. "Tuh kan, kasus kecil lagi."

​Nathan meraih radio di bahunya. "Unit dua menerima panggilan. Kami meluncur ke lokasi sekarang."

​Niko menatap Nathan sambil tertawa pelan. "Beneran mau panjat atap cuma buat nyelametin kucing?"

​"Kenapa enggak? Tangga lipat ada di bagasi belakang, kan?" Nathan terkekeh.

​"Siap, Komandan!"

​Sore harinya, setelah berhasil menurunkan kucing dan melihat senyum bahagia anak kecil pemiliknya, Nathan dan Niko duduk santai di kap mobil patroli sambil menikmati cangkir kopi kemasan.

​"Hari yang menyenangkan, kan?" tanya Nathan sembari menyesap kopinya.

​Niko mengangguk, memandangi langit sore yang berwana jingga. "Iya... Kadang kita terlalu fokus sama kasus besar sampai lupa kalau senyuman warga kayak gini yang bikin pekerjaan kita terasa berharga."

​Nathan mengukir senyum hangat, menatap jalanan kota yang tenang. "Itulah alasan kenapa kita ada di sini, Ko."

1
Kaisar surgawi
sorry ini gw skip , karna apa ? sistemnya cuman memberikan uang, tidak kemampuan
Maul: gapapa kak. terima kasih sudah baca /Pray/
total 1 replies
Dragonovic
up👍👍👍
Dragonovic
up👍
Jonatan Revan
novel yang sangat baguss
Maul: terima kasih banyak atas ulasannya. yuhuh🍜/Determined/
total 1 replies
Jonatan Revan
saran yah thor bab nya bisa di kasih panjang lagi gak terlalu pendek
Maul: di usahakan ya hehe/Smile/
total 1 replies
Maul
🍝
Maul
🍜
Maul
/Coffee//Rice/
Maul
/Coffee/
Maul
🍜/Coffee/
Maul
🍝🥘
Maul
🍔🍹
Maul
/Rice/🍜
Maul
/Coffee//Watermalon/
Maul
/Cake/
Maul
/Rice/
Maul
/Coffee/
Maul
𝙃𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙛𝙞𝙠𝙨𝙞 𝙗𝙚𝙡𝙖𝙠𝙖. 𝙨𝙚𝙢𝙤𝙜𝙖 𝙨𝙪𝙠𝙖
Maul
...
Maul
𝙨𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙖𝙘𝙖 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!